Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 133. RestuNya berpihak pada mereka.


__ADS_3

Yara menyengir melihat ayahnya datang mencarinya.


" Ayah.. Kenapa datang kemari.??" Ucap Yara sambil memeluk sang ayah.


" Huh!! Gadis nakal, bertemu dengan pacar langsung melupakan ayah dan ibumu." Ucap Jhosua.


" Halo paman, Maaf karena Yara tidak menghubungi anda. Terjadi sesuatu dikediamanku, jadi mungkin Yara lupa." Ucap Ethan.


" Apakah aku bertanya kepadamu?" Ucap Jhosua dengan wajah dingin.


" Ayah.. "


" Paman, lebih baik kita masuk dan bicara di dalam." Ucap Ethan.


" Huh.!! " Ucap Jhosua.


" AYAH.!! Siapa yang menyuruh ayah memerintahkann supir untuk menyetir begitu cepat.!? Apakah ayah sudah tidak sayang nyawa? Apakah ayah sudah siap menghadap Tuhan.?? Apa ayah sudah tidak cinta ibu lagi.?!" Teriak sebuah suara.


Sejujurnya wujudnya belum terlihat, tetapi suaranya begitu melengking. Yara, dan sang ayah Jhosua paling kenal suara itu. Itu adalah Suara Aiko.


" Astaga.. Ayah lupa kalau ayah membawa ibumu." Gumam Jhosua.


Lalu terlihatlah Aiko yang di bantu turun oleh Ryuchie.


" Tua bangka, sini kau.!! Bagus sekali kau yah, sudah sembuh langsung ugal ugalan.!" Teriak Aiko lalu langsung menjewer telinga Jhosua.


" Sa.. Sayang, lepas sakit loh.. " Ucap Jhosua.


" Masih tahu sakit huh.. Dasar.!" Geram Aiko.


Semua yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum senyum geli, sebelumnya Jhosua begitu galak, tetapi sekarang dia takut dengan istrinya.


" Sayangku.. Ayah hanya kelewat khawatir pada putri kita ini.. Ayah aw.. aw... aw. " Teriaknya ketika Aiko semakin mengeraskan jeweran nya.


" Alasan..!" Ucap Aiko lalu melepas jeweran nya.


' Hancurlah reputasiku..' Ucap Jhosua dalam hati.


" Ekhem.. Kamu pasti nak Ethan yah ??" Ucap Aiko kepada Ethan.


" Ah, iya.. Halo bibi apa kabar.?" Ucap Ethan.


" Anak baik, bibi baik baik saja.. Bagaimana? Apakah putriku ini membuat masalah.?" Ucap Aiko.


" Ibu.. Mana ada aku membuat masalah.?" Ucap Yara membela diri.


" Kamu bahkan melupakan ibu dan ayah yang menunggu kabar , hingga akhirnya kami terbang kemari menyusulmu, apa itu tidak membuat masalah.??" Ucap Aiko tajam.


" Ehehehe.. Yara lupa ibu ratu." Ucap Yara manja.


Ethan baru melihat Yara memiliki sisi seperti itu. Setelah dilihat lihat, rupanya sifat Yara ini kurang lebih seperti sang ayah, dan sifat ibunya menurun kepada Ryuchie, mengingat Ryuchi sangat cerewet.


" Sudahlah.. Maafkan ayah nya Yara ya nak, dia memang agak berkepala batu." Ucap Aiko kepada Ethan.


" Tidak apa apa bibi, wajar seorang ayah mengkhawatirkan putrinya." Ucap Ethan.


" Huh.! Jangan kira kau membelaku, maka aku akan menyukaimu." Ucap Jhosua.


" Mulai lagi kau pak tua...?!" Ucap Aiko sembari menjewer teling Jhosua.

__ADS_1


" Aaaa... Iya iya sayang, maaf maaf.. " Ucap Jhosua.


" Kau menakuti calon menantuk lagi, tidur di luar." Ucap Aiko lalu melepaskan jeweran nya.


Aiko menggandeng tangan Ethan dan menyeret Ethan pergi.


" Ayo nak, tunjukan jalan kedalam rumah mu, jangan pedulikan pak tua itu." Ucap Aiko.


Ethan pun hanya bisa mengangguk pasrah. Ngeri juga sepertinya kalau kelak ia menikah dengan Yara dan khodam Yara keluar seperti ibunya.


Akhirnya mereka semua pun masuk kedalam kediaman Ethan. Yara duduk dekat dengan sang ayah dan Ryuchie, sementara Aiko bersama Ethan.


" Jadi kamu tidak tinggal bersama keluarga Dominique dan tinggal sendiri disini.?" Tanya Aiko setelah beberapa saat mengobrol.


" Benar bibi, tetapi sekarang aku tidak sendirian. Ibuku ikut tingval bersamaku." Ucap Ethan.


" Oh.. Benarkah? Dimana ibumu.?" Tanya Aiko senang.


" Ibu.. dia sedang sakit bibi, jadi tidak bisa menemui kalian." Ucap Ethan sendu.


" Oh Astaga.. Dimana dia? Boleh bibi menjenguknya.??" Ucap Aiko.


" Boleh, mari saya antarkan." Ucap Ethan.


Akhirnya Ethan, Yara, Jhosua dan Aiko pun menuju ke ruang perawatan Liana. Sementara itu Ryuchie, Lucas, Rayson, Bara, Jilian, dan Sean masih berada di ruang tengah.


" Hai adik.. " Ucap Jilian kepada Ryu.


" Siapa adikmu.." Ucap Ryuchie.


Lucas yang melihat dua orang ini saling mengenalpun kepo.


" Kakak, kau punya kakak baru ??" Ucap Lucas pada Ryu.


" Kau melupakan kakak angkatmu ini.. Jahat sekali kau." Ucap Jilian.


Rayson kemudian berpikir.. Cocok sekali mereka bertiga menjadi saudara. Tiga tiga nya memiliki sifat yang sama.


" Kau memang bukan kakak ku, aku tidak punya kakak, aku hanya punya adik.. Yara." Ucap Ryu.


" Aku tidak dianggap." Ucap Lucas.


" Diam kau, menangis tidak ku bawa pulang sekalian." Ucap Ryu.


" Kalau begitu aku dengan kakak itu saja." Ucap Lucas.


Lucas langsung berpindah duduk di sebelah Jilian.


" Hey, mudah sekali kau berpindah haluan?! Kemari kau.!!" Ucap Ryu kepada Lucas.


" Tidak mau, kau tidak menanggapku adik lagi." Ucap Lucas.


" Berapa umurmu, tidak ingat umur kau, tidak malu bertingkah kekanak kanakan.?" Ucap Ryu.


" Kakak, siapa namamu??" Ucap Lucas kepada Jilian.


" Jilian.. " Ucap Jilian.


" Mulai hari ini aku adik angkatmu." Ucap Lucas dengan pandangan tajam kearah Ryu.

__ADS_1


" Tidak bisa.!! Enak saja, kembali kau. Baik.. baik.. Kau adikku sekarang kembali." Ucap Ryu.


Bagaimanapun Lucas ini adalah tangan kirinya walaupun sedikit lain dari yang lain.


" Kenapa tidak kalian jadi keluarga saja, aku lihat kalian ini.. Sama. " Ucap Rayson. Bara dan Sean


mengacungkan dua jempol nya.


" Apa maksudmu sama.??" Ucap Jilian dan Ryu bersamaan.


" Nah, itu.. Kompak." Ucap Rayson.


" Adik.. Kemari kau, kakak sudah lama tidak main game denganmu." Ucap Jilian.


" Paling kau akan kalah, sekarang aku sudah pro." Ucap Ryuchie.


Sementara di luar ribut, di dalam kamar rawat Liana, Aiko tengah menangis. Rupanya Aiko mengenal Liana.


" Lili... Kenapa bisa begini, puluhan tahun tidak bertemu, sekali bertemu kondisimu begini.." Ucap Aiko.


" Sayang, jangan begitu.. Kasihan temanmu." Ucap Jhosua.


" Ini semua gara gara pria brengsek itu, sahabatku ini adalah wanita baik baik. Dia yang membuat sahabatku menjadi begini.. Hiks.. Hiks.. Lili.. " Ucap Aiko.


Lili adalah sebutan untuk Liana dari Aiko, karena waktu muda dulu, Liana begitu cantiknya seperti bunga lili. Sementara dulu Aiko adalah teman satu angkatan Liana, saat Aiko masih tinggal di Indonesia karena orang tua Aiko dulu menetap di Indonesia.


Perlahan, Liana membuka matanya. Ia terkejut melihat sahabat baiknya itu.


" Aiko.. " Ucap Liana lemah.


" Lili, kamu sudah sadar. Kamu butuh sesuatu..??" Ucap Aiko.


" Aiko kamu disini.??" Tanya Liana.


" Ya, anak kita rupanya sepasang kekasih. Yara.. adalah putriku." Ucap Aiko.


Liana tersenyum dalam lemahnya.


" Syukurlah.. tidak heran dia begitu baik dan ceria sepertimu." Ucap Liana.


" Kamu tidak pernah ada kabar, aku pikir.. Aku pikir.. "


" Aiko.. " Ucap Liana pelan.


" Ya, kamu butuh sesuatu? " Tanya Aiko.


" Tolong nikahkan putra dan putri kita.. " Ucap Liana lemah.


" Pasti.. ayah, cepat siapkan acara pernikahan besok." Ucap Aiko.


" Sayang, aku belum siap ditinggal menikah putri kita." Ucap Jhosua.


" Ayah.. Menurut atau tidur diluar.?!" Ucap Aiko.


" Baik.. baik.. Ayah akan menyuruh orang untuk menyiapkan acara pernikahan putri kita." Ucap Jhosua mengalah.


Yara dan Ethan saling menggenggam tangan, mereka bahagia rupanya restuNya memihak pada mereka.


" Bagaimana caranya mengundang tamu undangan sesingkat ini." Ucap Jhosua.

__ADS_1


" Serahkan semuanya kepada kami." Ucap Yara dan Ethan bersamaan.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2