
Ke esokan harinya.
Yara baru saja bangun dari tidurnya, dan ia kembali merasa asing dengan tempat tinggalnya.
" Lagi lagi rumah baru, kapan bisa tinggal dengan tenang di satu rumah." Ucapnya setelah menyesuaikan dirinya.
Yara turun dari ranjangnya, kemudian ia memasuki kamar mandi, yang sudah terdapat walk in closet di dalamnya. Yara pun mempersiapkan dirinya.
Di tempat lain, kediaman Ethan.
Sementara itu, Ethan menerima sebuah Email dari anonim yang masuk ke ponsel nya pagi pagi. Pesan Email itu menunjukan sebuah foto wanita yang tampak tak asing, dan ada pesan tulisan di bawahnya.
'Kristin sudah ada di tangan ku, persiapkan kelompok mu untuk menyerang markas mahkota berduri, dan aku akan menyerang Mavros drakos, akan aku kirimkan alamatnya jam 10 malam nanti.'
Begitu sederet isi pesan tulisan itu.
" Kenapa anonim? ibi pasti kembaran Yara." Ucap Ethan.
Ethan langsung bergegas turun mencari ke tiga teman nya. Namun saat ia sampai di bawah, tak terlihat siapapun disana.
" JILIAN CAVIL, RAYSON SILVESTER, BARA CLARK , Kumpul di ruanganku dalam 5 menit.!" Teriak Ethan menggunakan talkie walkie yang langsung terhubung ke speaker di sudut ruang kamar semua orang.
" Astaga gempa, gempa." Ucap Jilian yang linglung dengan keadaan. Ia langsung panik dan sembunyi di kolong meja.
" Ya tuhan, tolong siapa saja bunuh orang yang berisik itu, aku masih ingin tidur." Ucap Rayson yang justru kembali menenggelamkan dirinya didalam selimut.
" Oh my.. Aku baru saja memejamkan mataku Than.. " Teriak Bara. Namun tetap bangun, Bara masih tergolong mudah dibangunkan.
Bara pun keluar dari kamarnya dengan mulut terbuka lebar, ia tengah menguap saat ini. Mereka disana memiliki kamar khusus masing masing, walau itu kediaman Ethan pribadi, tapi mereka memiliki kamar masing masing jika sedang diharuskan atau ingin menginap.
" Ada apa kau membangunkan kami sepagi ini, aku masih mengantuk, bahkan aku baru saja tidur sejam yang lalu. Kau memberiku begitu banyak tugas, apa kau tidak kasihan padaku.?" Ucap Bara ber rentet.
" Aku mendapat Email dari Yara, dia mengatakan bahwa ia sudah menangkap Kristin, dan saat ini kita akan melakukan perang besar ke markas mahkota berduri." Ucap Ethan.
" Apa.!!? Secepat itu Yara sudah menangkap Kristin.? Woah.. Memang gadis mu itu tidak ada duanya." Ucap Bara langsung melek setelah mendengar alasan Ethan membangunkan nya.
" Maka dari itu kita harus bersiap." Ucap Ethan.
" Siap kapten, rasa rasanya tanganku sudah karatan, sudah lama tidak menghajar orang." Ucap Bara.
" Bangunkan yang lain, aku menunggu di lapangan." Ucap Ethan.
" Oke." Sahut Bara.
__ADS_1
Rasa kantuk yang berat itu seketika hilang menjadi semangat. Bara sangat menantikan hari ini, dimana dirinya akan membantai habis perusuh kehidupan teman nya itu.
Setelah beberapa saat, terlihat semua orang berkumpul di lapangan. Ada sekitar 450 orang yang berada di kediaman Ethan. Itu terbagi menjadi beberapa tim. Seperti yang kita tahu, Rayson, Bara, Jilian, dan Sean, mereka memiliki tim mereka sendiri. Berhubung Sean tidak ada, tim sean di bagi menjadi tiga dan bergabung dibawah naungan Bara, Jilian, dan Rayson.
Semua orang sudah mengenakan ear piece di telinga mereka masing masing. Tujuan nya adalah agar tidak ada orang luar yang mendengar ucapan Ethan.
" BLOOD.. Hari ini kita akan berperang dengan mahkota berduri. Siapa yang takut silahkan mundur dari sekarang. Kita akan mengalahkan Kristin, Mahkota berduri dan Mavros Drakos. Kita akan mengakhiri perang ini, semoga kita bisa kembali dengan membawa kemenangan, dan juga tim yang utuh." Ucap Ethan.
" Persiapkan diri kalian, jam 21.30 kita bertemu lagi disini, Bubar." Ucap Ethan lagi.
Dan mereka pun bubar menuju tempat penyimpanan senjata dan sejenisnya.
.........
Di tempat lain, kediaman Ryuchie.
" Adik, malam ini kita akan menyerang mahkota berduri." Ucap Ryu.
" Tapi kita belum tahu ada berapa banyak lagi anggota mahkota berduri yang tersebar di seluruh tanah air, bagaimana jika kita kalah jumlah?." Tanya Yara khawatir.
" Kita tidak akan kekurangan jumlah adik ku sayang, kamu lupa kita GHOST yang berarti hantu, hantu itu tidak bisa dihitung dan tidak bisa di tebak." Ucap Ryu.
" Tapi aku tetap khawatir kak. Bagaimana pun aku pernah menghadapi salah satu anak buah mahkota berduri, dan mereka semua terlatih." Ucap Yara.
" Haih, lalu siapa yang menangani Mavros drakos di sana.? " Tanya Yara.
" Ada si tangan kiri yang mengendalikan disana. Kekuatan dan strateginya juga bagus." Ucap Ryu.
" Bukannya dia koma.? Dia sudah sadar.?" Tanya Yara.
" Dia sudah sadar, sudah mulai kembali bergabung dengan tim yang lain. Kakak juga sudah mengirim Email pada Ethan. Mereka akan menyerang malam ini." Ucap Ryuchie.
" Baiklah.. " Ucap Yara.
" Adik, semakin masalah ini cepat selesai, maka lebih baik. Kakak tidak mau kamu selalu hidup seperti ini, identitas milik orang lain, penampilan juga bukan milik dirimu. Kakak ingin kamu segera menjadi dirimu sendiri seutuhnya, menjadi Nayara Valerie Maxwell yang sesungguhnya." Ucap Ryu bersungguh sungguh.
Yara tersentuh dengan ucapan kakaknya, memang.. Dirinya juga selalu merasa tidak nyaman, namun demi kelancaran rencana ia tetap berpenampilan seperti laki laki dan menggunakan identitas orang lain.
" Terimakasih kak, aku menyayangimu." Ucap Yara, ia langsung memeluk Ryu.
" Sama sama sayang. Dengar, kita saudara, apalagi kita kembar, dulu mungkin kakak tidak merasakan apa yang kamu rasa karena kita jauh. Tapi sekarang kita dekat, kakak bisa merasakan apa yang kamu rasa, entah bagsimana denganmu, tapi kakak bisa merasakan kegelisahan hatimu." Ucap Ryu.
" Aku hanya sedang berpikir apakah aku bisa mengakhiri ini semua, agar aku bisa tinggal dengan nyaman dengan kalian. Karena aku merasa lelah dengan semua ini." Ucap Yara sendu.
__ADS_1
" Kamu bisa adik, kamu pasti bisa. Ada kakak yang mendukungmu, ibu juga selalu mendoakan kita, kita pasti bisa mengakhiri ini dengan segera. Dan kita akan kembali berkumpul dengan ayah dan ibu. Kita akan menjadi keluarga Maxwell yang seutuhnya " Ucap Ryu sembari mengusap kepala sang adik.
' Kakak berjanji Yara, kakak tidak akan membiarkan kamu hidup menderita lagi, tidak akan membiarkan kamu terluka lagi, walau sedikit. Kakak akan selalu melindungimu, melindungi keluarga Maxwell kita.' Ucap Ryu dalam hati.
Tak terasa malam pun tiba, Ryu , Yara, Jackson, Caleb, dan Sandy serta semua tim Ghost yang ikut dalam penyerangan ini sudah siap. Mereka menggunakan pakaian lengkap, dan persenjataan lengkap. Mereka ada di dalam persembunyian di tengah hutan sembari mengintai.
" Adik, kamu jangan maju oke, biar kakak dan tim Ghost yang maju." Ucap Ryu.
" Tidak kak, aku yang terlibat dengan masalah ini, rasanya tidak pantas jika kakak sendiri yang maju." Ucap Yara .
" Tidak pantas apanya, kamu adik kakak." Ucap Ryu.
" Tidak apa apa kak, dimana Ethan dan timnya.?" Tanya Yara mengalihkan pembicaraan.
" Mereka di depan, kita di belakang." Ucap Ryu.
" Mengapa begitu.?" Ucap Yara bingung.
" Kita melindungi mereka dari belakang, meskipun kakak tahu dia kelompok mafia yang tidak bisa di remehkan, tapi mahkota berduri juga tidak sembarangan. Lagi pula kakak mengatakan bahwa kakak yang menangani Mavros drakos di negara Y." Ucap Ryu.
" Baiklah.." Ucap Yara. Namun entah mengapa perasaan Yara sedikit kacau saat mengetahui Ethan ada di barisan depan. Entah, jantungnya tiba tiba berdetak cepat tanpa alasan.
Seakan merasakan apa yang di alami adiknya, Ryu pun menggenggam tangan adiknya sembari berucap.
" Semua akan baik baik saja." Ucap Ryu.
Dan tak lama terdengar sahut sahutan suara tembakan dari depan sana, Yara yang mendengar itu semakin tidak karuan perasaan nya.
" Caleb, Jack, kalian dan beberapa tim maju kedepan, bantu BLOOD." Ucap Ryu.
Jack dan Caleb pun mengangguk dan maju bersama beberapa tim. Namun tak berselang lama, Jack kembali dengan luka tembak.
DOR.!!
DOR.!!
" Tuan muda, BLOOD kalah jumlah. Mahkota berduri bergabung dengan Mavros drakos yang ada di negara ini, kalian cepat lari." Ucap Jack sembari masih berperang dengan orang yang mengejarnya.
Yara langsung memakai maskernya dan melesat maju kedepan tanpa Ryu sadari.
" Yara.!!" Teriak Ryu.
" Kalian semua maju, lindungi adikku.!!" Ucap Ryu.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..