
Dua hari yang lalu, Sandy mengabari Yara bahwa keadaan Ryuchie baik baik saja, ia hanya mengalami luka ringan dan saat ini masih dalam perawatan. Mereka juga telah menangkap kelompok mafia yang menyerang secara tiba tiba. Ternyata mereka hanyalah musuh bisnis keluarga Maxwell.
Selama Sandy tidak ada di samping Yara, Ryu memerintahkan Jack dan Caleb untuk sementara waktu berada di sisi Yara untuk membantu Yara hingga Sandy kembali. Namun tidak diketahui entah sampai kapan Sandy baru kembali. Yara juga todak mempermasalahkan hal itu, karena ia bisa menangani semuanya sesuai rencana dengan Ethan.
" Baiklah, kupikir kau akan meninggalkan kami bersua disini." Ucap Caleb.
" Kalian adalah keluargaku juga. Kalian orang pertama yang mau menampungku saat aku tidak ada siapapun dulu." Ucap Yara.
" Sudah.. Jangan ingat ingat hal yang berlalu. Tapi ngomong ngomong bagaimana dengan kabar Darren yang aku minta kalian selidiki.?" Tanya Yara.
" Pria itu dan keluarganya hidup kesulitan sekarang ini, setiap hari mereka di kejar rentenir penagih hutang. Kondisi Carig Todd juga semakin memburuk." Ucap Jackson.
" Apakah mereka tidak terlibat dengan Mahkota berduri?" Tanya Yara.
" Tidak, dia hanya terlibat hutang judi disalah satu kasino milik Tuan muda pertama Dominique ( Roger ), yang ada di Jakarta." Ucap Jackson.
" Berarti hanya Robin Todd seorang yang terlibat dengan Mahkota berduri. Sedangkan Darren, kemungkinan besar dia hanya akan hancur perlahan." Ucap Yara.
" Ayo, kita cari Darren." Ucap Yara.
" Eh, untuk apa.? Bukankah bagus jika dia dan keluarganya hidup susah? Mereka sudah kejam padamu sedari dulu Yara." Ucap Caleb.
" Bagaimanapun dia adalah keturunan kakek Todd, Setidaknya aku ingin membalas budi baik kakek kapada keluarganya yang tersisia. Apalagi, istrinya itu seharusnya akan segera melahirkan kan?" Ucap Yara.
" Lagi pula anak itu juga tidak bisa dipastikan milik Darren Todd. Riwayat hidup wanita itu lebih mengerikan dari Kristin." Ucap Caleb.
" Hahaha.. Bodoh sekali ya Darren todd, mau membesarkan anak hasil hubungan beramai ramai." Ucap Jackson.
Mereka pun pergi dari sana, tujuan nya adalah ke Vila tempat tinggal Darren dan keluarganya yang berada di kota B.
....
Di kediaman Ethan saat ini, Ethan dan Jilian tengah berkemas menyiapkan berbagai macam senjata yang bisa mereka bawa. Rayson dan Sean saat ini berada di perusahaan mereka masing masing untuk mengurus hal hal penting sebelum mereka pergi. Sedangkan Bara.. Rupanya Bara sedang duduk dan mencoba meretas keamanan rumah Yara.
Bara sedikit curiga dengan Yara, senjata api yang ada di ruangan bawah tanah itu adalah senjata senjata terbaik negara A yang selalu sulit di dapatkan. Namun Yara , bahkan di rumahnya memiliki berbagai jenis senjata itu.
" Kau sedang apa.?" Tanya Jilian setslah selesai berkemas.
" Aku sedang mencoba membobol cctv kediaman Yara saat ini." Ucap Bara dengan wajah seriusnya.
" Kau gila?? Ethan akan marah jika mengetahui ini. Ethan sudah melakukan perjanjian dengan Yara bahwa tidak akan mencampuri urusan pribadi masing masing." Ucap Jilian.
" Yang membobol itu aku, bukan kemauan Ethan. Jadi ini tidak termasuk melanggar perjanjian. Lagi pula apa kau tidak curiga dengan Yara.? Setelah dia menghilang sebegitu lama, ia kembali muncul dengan kepribadian yang berbeda. Dia tegas, cerdik, dan juga.. Misterius." Ucap Bara.
" Walau aku curiga tapi aku menghormati keputusan nya. Seseorang jika sudah menghadapi antara hidup dan mati, maka kehidupannya tidak akan sama seperti sebelumnya. Ia akan menjadi lebih berhati hati dalam mengambil langkah, waspada dengan siapapun itu. Wajar menurutku jika Yara berubah." Ucap Jilian.
" Kenapa ini.. " Ucap Bara.
Laptop yang Bara gunakan untuk membobol sistem keamanan cctv rumah Yara tiba tiba saja mati.
" Itu berarti lawanmu lebih kuat jika berhasil membuat laptop mu mati. Kau terkena Virus, sudah aku bilang jangan bertindak bodoh." Ucap Jilian.
" Aku semakin yakin ada sesuatu yang Yara sembunyikan." Ucap Bara.
" Selama itu bukan hal yang merugikan kita, mengapa kita harus repot. Kau jangan lupa, susah payah kita kembali mendapatkan hatinya, jangan buat dia kecewa dua kali." Ucap Jilian lalu pergi meninggalkan Bara.
Di kamar Roger, Ethan saat ini tengah duduk berhadap hadapan dengan Roger. Saat ini Roger sudah mulai melakukan aktivitasnya. Namun Ethan melarangnya kembali ke Nusa kambangan demi keamanan Roger.
" Ada apa?" Ucap Roger menghentikan aktifitas mengetiknya.
" Aku ada pekerjaan untuk beberapa hari kedepan." Ucap Ethan, namun matanya menatap lekat Roger.
" Lalu.." Ucap Roger.
" Kau.. Tidak apa apa kan jika aku tinggal sendiri." Ucap Ethan.
" Astaga, kau mengkhawatirkan pria dewasa berusia 3 tahun lebih tua darimu? Yang benar saja." Ucap Roger dengan tawanya.
__ADS_1
Melihat Tawa Roger, entah mengapa hati Ethan ada sedikit tidak tega. Bagaimanapun misinya kali ini adalah menangkap Kristin yang adalah ibu kandung Roger.
" Aku hanya takut kau akan merindukanku." Ucap Ethan bergurau.
" Cih, kau sudah dewasa masih saja kekanak kanakan. Pergilah.. Apakah Jil ikut denganmu?" Tanya Roger.
" Iya, dia sebagai bawahanku maka akan ikut denganku demi menjaga kemananku. Bagaimanapun musuh tidak bisa di tebak ada dimana." Ucap Ethan.
" Ya sudah, pergilah dengan selamat, pulang juga begitu. Kapan kau pergi? " Tanya Roger.
" Malam ini.. " Ucap Ethan.
Roger hanya manggut manggut saja, sungguh Ethan ada di titik kebingungan saat ini. Jika ia menangkap Kristin atau paling buruknya jika sampai Kristin terbunuh olehnya bukankah ucapan Roger tentang dirinya pembunuh itu benar.
" Kak.. Aku selalu menyayangimu." Ucap Ethan.
Ethan menepuk pundak sang kakak, lalu pergi.
Setelah kepergian Ethan, wajah Roger menjadi sendu. Entah apa sebabnya tidak ada yang tahu. Matanya tetap menatap punggung Ethan yang berjalan keluar dari kamarnya, hingga Bayangan Ethan benar benar menghilang.
Di tempat lain, Yara sudah sampai di depan Vila tempat tinggal Darren Todd dan keluarganya.
" Ini Vila mereka?" Tanya Yara.
Yara memang baru kali ini datang kesana, ia tidak pernah tahu menahu tentang aset keluarga Todd.
" Benar." Ucap Jackson.
Jika bertanya siapa yang mengelola perusahaan yang di wariskan kepada Yara maka jawaban nya adalah Sandy. Perusahaan itu kini dibawah naungan Sandy dan saat Yara sudah siap memimpin kelak, maka perusahaan itu akan dikembalikan kepada Yara.
" Kenapa terlihat seperti rumah berhantu.?" Ucap Yara.
Benar, halaman yang rimbun dengan rumput liar, pohon pohon besar, Vila itu juga terlihat tidak terawat.
" Diamana yang bekerja disini?" Tanya Yara lagi.
PRANG.!!
Terdengar benda yang jatuh dengan sangat keras.
" Ayo kita masuk" Ucap Yara.
Mereka bertiga pun masuk kedalam pekarangan Vila itu. Dan saat sampai di halaman Vila, yang Yara lihat adalah Carig tengah tertidur dilantai.
" Astaga, Paman.. " Ucap Yara. Dengan sigap Yara membantu Carig agar duduk kembali di kursi rodanya di bantu dengan Jack dan Caleb.
" Aaaa..!! " Ucap Carig berteriak tidak jelas.
" Kenapa harus keras kepala jika tidak mampu mengurus diri sendiri.? " Ucap Yara.
Carig terdiam, dia malu dilihat Yara yang ia benci itu dalam kondisi seperti itu. Kebencian nya semakin membesar kepada Yara ketika melihat Yara hidup baik baik saja sedangkan ia dan keluarganya harus menderita.
" Paman, aku datang untuk membantumu, aku tahu kau dulu nya orang baik seperti kakek. Hanya saja entah mengapa kau jadi butah arah karena harta." Ucap Yara.
Jack dan Caleb masuk kedalam Vila, dan ternyata tidak ada siapa siapa disana. Entah kemana Tsania dan Megan pergi.
" Yara, didalam tidak ada orang. Vila ini seperti Vila kosong." Ucap Caleb.
"Hu.. Hu.. Hu.. " Suara tangis Carig pecah setelah Caleb berkata demikian.
Beberapa jam yang lalu, Tsania istrinya, pergi entah kemana. Ia pergi dari vila itu dengan keadaan marah. Tsania terus menyalahkan Carig atas keadaan nasibnya yang kesusahan itu. Setelah Tsania pergi, Megan di bawa oleh segerombolan pria dengan paksa. Dan tersisa Carig sendiri disana.
" Dimana yang lain nya paman.?" Tanya Yara.
Carig hanya menggeleng pelan sembari menangis tersedu sedu.
" Lalu Darren?" Tanya Yara lagi.
__ADS_1
Carig kembali menggeleng.
" Apakah dia di telantarkan keluarganya sendiri? Miris sekali nasibnya. Carig todd yang dulu terkenal sukses kini di tinggal keluarganya setelah lumpuh." Ucap Caleb.
Caleb memang lebih spontan saat berbicara. Apalagi jiks mengenai penderitaan orang yang ia benci, ia akan lebih semangat mengatai mereka. .
Yara memandang iba pria paruh baya dihadapan nya itu. Bagaimanapun dulunya Carig memang baik, ia menerima Yara pada awal awal. Namum berubah membenci Yara seiring berjalannya waktu.
" Paman, jika aku membantumu apakah kau bersedia berubah menjadi lebih baik? Dan memulai lembaran hidupmu yang baru?" Tanya Yara.
Jack dan Caleb terkejut, sebenarnya dari awal mereka tidak setuju dengan apa yang Yara lakukan. Menurut mereka Yara terlalu baik pada orang orang yang sudah jahat padanya. Apalagi Carig sempat berencana membunuh Yara saat itu, hingga meminta bantuan dari dunia bawah. Jika bukan karena Tuhan menyayangi Yara mungkin Yara sudah tidak ada di dunia ini.
Carig mengangguk, Matanya berbinar menatap Yara. Entah apa yang coba ia sampaikan, bagai orang bisu ia berbicara tidak jelas. Sebenarnya niat Yara melakukan itu untuk menebus kegagalan kakek angkatnya. Kakek angkatnya mungkin memang memberikan semua aset dan warisan nya kepada Yara agar Carig tidak mendapat sepeserpun. Yara tahu tujuan kakeknya, adalah karena kakeknya merasa gagal mendidik putranya hingga putranya menjadi gila akan harta.
" Baiklah, Cari keberadaan Darren Todd, jika ia bisa di tolong maka tolonglah, tapi jika dia berencana meninggalkan ayahnya, maka biarkan dia diluar." Ucap Yara pada Jackson.
" Baik.. " Ucap Jackson.
" Cari tahu juga siapa yang membawa Megan pergi, juga cari tahu kemana bibi pergi." Ucap Yara lagi.
Setelah mengatakan itu, Yara mendorong kursi roda Carig dan pergi dari Vila itu.
Di tempat lain..
Hari sudah malam, dan sudah waktunya juga Yara dan yang lainnya terbang ke negara Y. Namun Yara belum juga menunjukan dirinya.
" Kemana Yara, apakah terjadi sesuatu padanya.?" Ucap Ethan khawatir.
" Lagi pula ini masih ada setengah jam sebelum kita take off. Mungkin dia terkena macet." Ucap Rayson.
Saat ini Ethan, Jilian, Sean, Rayson, dan Bara sudah berada di jet pribadi milik Ethan. Pesawat jet itu tinggal menunggu kedatangan Yara, Caleb dan Jackson.
" Aku akan keluar sebentar." Ucap Ethan.
Ethan pun menuruni pesawat Jet itu, ia berjalan mondar mandir di sebelah pesawat jetnya. Ia gelisah takut sesuatu terjadi pada Yaranya.
Tiba tiba Ethan melihat dari kejauhan tiga orang berjalan menuju kearahnya, terlihat Yara yang menggunakan hoddie putih dan celana yang juga berwarna putih berjalan kearahnya. Entsh dapat keberanian dari mana, tiba tiba saja Ethan memeluk Yara dihadapan Jack dan Caleb.
" Kau tidak apa apa kan?" Ucap Ethan.
Yara yang tiba tiba di peluk pun terkejut, entah mengapa ia bosa merasakan debaran di dada Ethan.
" Aku tidak apa apa, maaf karena aku terlambat datang." Ucap Yara sembari mencoba melepaskan pelukan Ethan.
" Maaf " Ucap Ethan setelah pelukan itu berhasil terlepas.
" Ayo, kita akan semakin terlambat nanti." Ucap Yara.
Mereka pun menaiki Jet itu, posisi duduk Ethan adalah di sebelah Yara. Tentu saja siapapun tahu itu adalah pengaturan dari Ethan sendiri. Dan di depan mereka ada Rayson dan juga Jilian. Posisi duduk mereka berhadap hadapan. Begitu juga dengan Bara dan Sean yang duduk berhadapan dengan Jack dan Caleb juga beberapa pengawal terlatih yang melindungi Ethan. Pesawat pun lepas landas.
" Jika kau butuh sesuatu tekan saja bel ini, akan ada pelayan yang datang untuk membantumu." Ucap Ethan pada Yara.
" Terimakasih." Ucap Yara.
" Istirahatlah, perjalanan kita akan panjang." Ucap Ethan lalu memejamkan matanya. Ethan hanya terlalu canggung dengan Yara, apalagi tadi ia tiba tiba memeluk Yara. Entahlah apa yang terjadi pada dirinya, saat dengan Yara ada debar aneh, namun nyaman secara bersamaan.
Rayson dan Jilian hanya bisa saling lempar senyum saja melihat kelakuan Ethan yang terlihat kekanak kanakan. Tidak pernah dalam sejarah hidup Ethan Dominique terlihat sangat kekanakan dan konyol. Ethan terkenal tegas dan dingin, juga kaku sebagai manusia. Namun kehadiran Yara, mengubah si gunung es itu perlahan menjadi es cair yang akan segera menjadi sungai.
Yara mengeluarkan laptopnya, ia melihat kearah Ethan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Ethan benar benar tidur. Saat ia sudah yakin, Barulah ia membuka laptop itu. Ia membuka beberpaa email dari sang kakak dan juga Sandy. Perjalanan Yara tentu saja akan ada campur tangan GHOST, itu pun karena Ryuchie yang bersikeras.
Lalu Yara membuka juga email dari sebuah rumah sakit terkenal di negara S. Email itu menyatakan bahwa kondisi Carig kemungkinan masih bisa disembuhkan dengan bantuan terapi dan obat obatan, namun tentu saja itu perlu banyak waktu. Dan disaat itu pula Ethan membuka matanya dan tidak sengaja membaca Email dari rumah sakti yang menangani Carig.
' Dia bahkan masih peduli dengan keluarga angkat yang dulu berusaha melenyapkan nya. Betapa baiknya hati Yara, dia bagai malaikat.' Batin Ethan bermonolog.
Tak ingin Yara terus sibuk dengan laptopnya dan lupa istirahat, Ethan tiba tiba menjatuhkan kepalanya di pundak Yara, dan itu berhasil menghentikan aktifitas Yara. Yara dengan perlahan mematikan laptopnya, lalu ia menatap wajah Ethan yang terlihat sangat dekat dengan nya itu denagn tatapan tidak bisa diartikan. Tak ingin mengganggu tidur Ethan, Yara hanya bisa membiarkan Ethan tertidur dipundaknya, yang kemudian dirinya pun ikut tertidur.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1