Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 166. SEASON 2. Perkumpulan.


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Setelah Nicholas bercerita dengan Vaye tentang apa yang ia alami, Nicholas jadi sedikit lebih ceria dari pada biasanya. Bahkan Nicholas tidak lagi sembarangan memukul teman kelas atau murid lain.


Setiap harinya ia akan bersama Vaye, dan mengikuti Vaye bahkan ke tempat berlatih sekalipun. Setelah berlatih, mereka ke danau untuk belajar bersama disana. Seperti saat ini, Nivholas datang dengan dua minuman ditangan nya.


" Vaye.." Panggil Nicholas, dan Vaye pun melambai.


Vaye bahkan menjadi sangat akrab dengan Nicholas, tapi tetap ia tidak menunjukan siapa jati dirinya yang sebenarnya pada Nicholas.


" Huft.. hausnya." Ucap Vaye.


" Nah, minumlah.." Ujar Nicholas.


Vaye mengambil satu minuman boba dari tangan Nicholas, dan menyedotnya dengan rakus tanpa takat tersedak sedikitpun. Dia terlalu haus saat ini, Nicholas sampai terkekeh melihatnya.


" Ah.. Terimakasih." Ujar Vaye.


" Apa kamu sudah selesai?" Tanya Nicholas.


" Hampir, dua sesi lagi. Sebentar, aku akan segera menyelesaikanya." Ujar Vaye.


Vaye kembali berlari ke tempat latihan, dan Timothy pun menatap Vaye yang mulutnya saat ini tengah mengunyah sesuatu. Timothy melihat kebelakang, dan rupanya ada Nicholas disana.


" Kamu mau pergi dengan Nicholas lagi?" Tanya Timothy.


" Hm, kami harus belajar bersama." Ujar Vaye.


DOR! DOR!


Vaye menyelesaikan latihan nya dengan cepat.


" Vaye, sebagai teman satu tim, kita bahkan tidak pernah menghabiskan waktu bersama untuk sekedar membicarakan tentang turnamen ini, apakah kamu tidak merasa bahwa kamu keterlaluan?" Ujar Timothy.


Vaye menatap Timothy yang berada di sebelahnya, kemudian ia tersenyum.


" Aku keterlaluan, ya? Hmmm.. baiklah, jika kamu mau ikut bergabung maka setelah kita selesai kau boleh ikut dengan kami." Ujar Vaye.


" Nicholas tidak ikut turnamen ini, jadi untuk apa ada dia. Kita akan pergi dengan teman teman lain dari kelas lain. " Ujar Timothy.


" Baik, kita bertemu di depan pintu keluar saat kau selesai." Ujar Vaye, lalu pergi meninggalkan Timothy.


Timothy menjadi merasa bersalah telah mengatalan itu pada Vaye. Ia tidak bermaksud ingin memarahi Vaye atau berkata kasar pada Vaye, ia hanya iri dengan kebersamaan Vaye bersama Nicholas.


Setelah berganti pakaian, Vaye pun berlari keluar menghampiri Nicholas.


" Ayo.." Ujar Nicholas.


" Hari ini kita libur belajar, Timothy mengatakan bahwa aku keterlaluan karena tidak pernah berkumpul dengan teman teman lainnya untuk membahas turnamen, jadi hari ini kita akan membahas tentang turnamen yang akan kita ikuti besok." Ujar Vaye.


" Kamu mengiya kan nya? " Tanya Nicholas.


" Ya, aku Timothy dan yang lainnya memang harus membahas turnamen itu. Kamu mau ikut? " Ujar Vaye.

__ADS_1


Nicholas sebenarnya kesal, tapi dia tidak ingin Vaye melihat itu. Nicholas juga tidak ingin membatasi Vaye untuk berteman dengan siapapun.


" Kamu pergilah, kita bisa belajar lain kali." Ujar Nicholas.


" Baiklah.." Ujar Vaye, sedikit tidak enak.


" Vaye, ayo." Ujar Timothy yang menghapiri mereka.


Tatapan Nicholas pada Timothy sudah bukan hanya sekedar benci, Nicholas bahkan sudah tidak menganggap Timothy ada. Ia sama sekali tidak berekspersi atau menunjukan emosinya terhadap Timothy bagai dua orang yang tidak pernah saling mengenal.


" Pergilah.. " Ujar Nicholas, pada Vaye dengan senyum.


Timothy merasa sedikit sakit di hatinya, dari pada ia melihat Nicholas mendiaminya begitu, lebih baik mereka berkelahi setiap hari. Setidaknya Nicholas masih menunjukan bahwa dirinya menganggap Timothy ada, walau menganggapnya sebagai musuh.


" Ya, bye.." Ujar Vaye.


Vaye dan Timothy pun pergi meninggalkan Nicholas sendirian. Nicholas akhirnya melajukan motormya dan pergi dari sana.


" Apakah kalian setiap hari bersama?" Tanya Timothy.


" Aku dan Nicholas? Ya kami setiap hari belajar bersama." Ujar Vaye.


" Apakah dia tidak pernah kasar lagi padamu?" Tanya Timothy.


" Dia adalah anak yang baik, hanya saja keadaan yang membuatnya menjadi kasar." Ujar Vaye.


Akhirnya mereka pun sampai, rupanya mereka bertemu di sebuah club. Vaye yang tidak pernah datang ke club pun terdiam.


" Kita berkumpul disini?" Tanya Vaye.


" Ya, peserta kelas lain mengatakan untuk berkumpul di club ini. " Ujar Timothy. Dan Vaye hanya menatap bingung tempat itu.


" Kamu tidak pernah datang ke club? " Tanya Timothy, dan Vaye menggeleng.


" Ayo, tidak apa apa.. Ada aku." Ucap Timothy.


Vaye mencoba untuk percaya pada Timothy, karena tujuan mereka adalah pertemuan anak anak yang akan mengikuti turnamen besok.


Vaye turun, dan masuk bersama Timothy. Vaye yang menggunakan hoodie sempat di persulit saat akan masuk kedalam, namun setelah Timothy berbicarapa pada pihak keamanan Vaye boleh masuk.


' Apakah Timothy sering datang kemari?' Batin Vaye.


Mereka masuk, dan benar.. Di dalam banyak teman dari kelas lain yang akan mengikuti turnamen.


" Hai Timothy." Ujar anak anak itu. Dan Timothy hanya tersenyum lalu mengangguk.


" Oh, apakah ini Vaye yang kamu ceritakan?" Ujar teman Timothy.


" Ya, dia Vaye dari kelasku." Ujar Timothy.


" Hay Vaye, Timothy selalu bercerita tentangmu dan keahlian menembakmu. Semoga kamu benar bisa mengharumkan nama sekolah kita." Ujar seorang anak laki laki, dan Vaye hanya tersenyum.


Vaye merasa sangat tidak nyaman, beberapa diantara anak anak itu bahkan sedang merokok dan ada yang minum. Timothy mengambilkan sebuah minuman untuk Vaye.

__ADS_1


" Ini tidak mengandung alkohol, hanya jus." Ucap Timothy.


" Terimakasih." Ujar Vaye.


" Apakah Nicholas tidak pernah membawamu main ke club?" Tanya Timothy.


" Tidak." Ujar Vaye.


Mereka rupanya telah memesan sebuah ruangan untuk berkumpul di club itu. Mereka mengadakan permainan truth or dare, awalnya permainan itu berjalan lucu hingga akhirnya seseorang bertanya pada Vaye tentang Nicholas.


" Vaye, apakah kamu sudah melakukan itu dengan Nicholas?" Tanya teman dari kelas lain.


" Itu?? Itu apa?" Ucap Vaye bingung.


" Masa kamu tidak tahu, Nicholas kan bad boy, dia pasti sama seperti kami." Ujar anak itu lagi.


" Maksudmu?? Aku tidak mengerti." Ujar Vaye.


Vaye sungguh tidak mengerti kemana arah pertanyaan itu, Tiba tiba anak laki - laki itu menarik teman perempuan di sampingnya dan duduk di pangkuan anak laki - laki itu.


Vaye terkejut melihat keterbukaan mereka. Padahal Vaye tinggal di luar negeri, dan hal seperti itu sangat lumrah disana. Vaye hanya tidak menyangka teman kelasnya bisa melakukan hal seperti itu.


Vaye melihat Timothy, dan Timothy seakan tidak merasa risih sama sekali. Timothy memang tidak melakukan apapaun dan hanya minum sekaleng soda, tapi tetap saja Vaye tidak menyangka bahwa Timothy seolah lumrah dengan pemandangan itu.


" Seperti ini Vaye, kau sudah melakukannya dengan Nicholas?" Tanya anak laki - laki itu lagi sambil mencium mesra gadis yang mungkin teman atau kekasihnya.


" Kau pikir Nicholas adalah anak seperti itu. Rupanya memang benar, tidak boleh menilai buku dari sampulnya." Ujar Vaye, Vaye langsung bangun dari duduknya dan pergi keluar.


Timothy pun mengejar Vaye, dan mencekal pergelangan tangan Vaye.


" Vaye kau mau kemana?" Tanya Timothy.


" Pulang." Ujar Vaye.


" Tapi kita belum selesai, Kita bahkan belum membicarakan inti tentang turnamen itu." Ujar Timothy.


" Kau nyaman dengan pemandangan tadi, Timothy?" Tanya Vaye.


" Apa yang salah dengan mereka? Mereka adalah pasangan kekasih." Ujar Timothy.


" Sakit! " Ucap Vaye, sambil geleng geleng kepala.


" Kau lanjutkan saja, aku mau pulang." Ujar Vaye, kesal.


" Bukankah Nicholas juga sama? Dia adalah anak nakal sejak dulu, aku yakin dia lebih parah dari mereka." Ujar Timothy.


" Dengar Timothy, Nicholas mungkin kejam dan kasar, tapi dia bukan orang seperti itu. Bukankah kau dulu sahabatnya? Bahkan kau adalah saudaranya, tapi kau menilainya begitu buruk." Ujar Vaye dan langsung pergi dari sana.


Timothy mematung, Ia tidak menyangka Vaye mengetahui fakta tentang dirinya dan Nicholas yang adalah saudara satu ayah, Ia mengepalkan tangan nya lalu meneguk asal minuman yang berada disana.


' Rupanya dia lebih dulu memberi tahu Vaye.' Batin Timothy.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2