Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 131. Calon menantu.


__ADS_3

Ethan dan Yara tengah berada di dalam mobil, mereka menuju ke kediaman Ethan. Ethan tak henti hentinya menciumi tangan Yara yang ada di genggaman nya itu, sambil satu tangan nya mengemudikan mobil.


" Hey, bisa berhenti tidak menciumi tanganku." Ucap Yara.


" Tidak, aku terlalu merindukanmu." Ucap Ethan.


" Cih, rindu konon... Tapi tidak mengabariku." Ucap Yara.


" Karena aku memegang janjiku sayang. Jika aku menyusulmu kesana, kakakmu pasti tidak akam memberiksn 100% restunya untukku. Lagi pula aku tetap setia menunggu kamu kembali." Ucap Ethan, lalu kembali menciumi tangan Yara.


Yara tersipu, rupanya Ethan oun dengan setia menunggunya. Menunggu kabar apakah dirinya hidup atau mati.


" Ethan.. " Ucap Yara.


" Hm..." Sahut Ethan.


" Jika.. Saat itu aku tidak kembali hidup, kamu bagaimana.? " Ucap Yara.


" Aku pernah berjanji pada diriku sendiri, saat melepasmu pergi di landasan pesawat jika kamu tidak selamat, maka aku akan ikut denganmu." Ucap Ethan.


DEG.!!


Yara terkejut, sebegitu besarnya kah rasa cinta Ethan untuknya.


" Kamu bisa hidup dengan gadis lain jika aku mati, kenapa harus memikih mati." Ucap Yara.


" Sayang, tidak mudah untuk aku jatuh cinta. Sedari dulu aku tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta hingga aku bertemu denganmu. Aku mengenalmu sejak kecil hanya saja kita tidak tumbuh besar bersama. Awalnya memang aku menganggap kamu sebagai kenalan lama, tetapi tiba tiba tumbuh rasa aneh di dalam hatiku, dan itu.. Hanya aku rasakan jika aku bersamamu. Jadi.. Jika kamu mati maka, aku juga akan mati." Ucap Ethan.


Yara sungguh terharu dengan penjelasan Ethan. Dari awal bertemu memang ia tidak pernah sedikitpun berpikir bahwa akan ada hari dimana dirinya akan saking jatuh cinta. Apalagi, awal pertemuan mereka benar benar buruk.


" Mulutmu manis sekali." Ucap Yara.


" Iya kah, aku tidak tahu jika bibirku begitu manis, kita belum mencobanya loh.. Mau mencobanya sekarang kah.??" Ucap Ethan menggoda Yara.


BLUSHH..


' Sial, aku terjebak ucapanku sendiri.' Batin Yara.


" Sayang, kalau kamu diam begitu, aku akan mengartikannya kamu mau mencoba bibirku loh.." Ucap Ethan menggoda.


" Ak.. Aku tidak bilang bibirmu manis, aku bilang mulutmu manis dalam berkata kata. Kau salah mengartikan kata kata ku." Ucap Yara gelagapan sendiri.


Melihat itu, Ethan terkekeh sendiri.


" Yara ku memang tidak oernah berubah, masih pemalu seperti biasanya." Ucap Ethan sembari terkekeh.


" Aku tidak pemalu.." Ucap Yara.


" Iya kah.?? Buktinya kita hanya membahas ciuman saja wajahmu lanhsung merona. Bagaimana kalau aku membahas yang lain nya.?" Ucap Ethan menggoda.

__ADS_1


" ETHAN.. Kau mesum, pria mesum. " Teriak Yara sembari memukul lengan Ethan.


" Hahahaha... Ouch.. Sayang, kita baru bertemu lagi loh setelah perpisahan kita di negara berbedam Jangan sampai kita terpisah beda dunia." Ucap Ethan.


" Salahmu terlalu mesum." Ucap Yara.


" Aku tidak mesum, memang aku membicarakan hal mesum apa.??" Ucap Ethan.


' Sialan.. Sejak kapan pria ini banyak bicara hal aneh aneh. Semakin tua semakin mesum.' Batin Yara bermonolog.


Tak terasa mobil oun sampai di kediaman Ethan. Yara langsung turun dan berlari memasuki kediaman Ethan, tetapi tiba tiba langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang wanita asing di kediaman Ethan. Namun, kemudian Yara menungat, mungkin itu adalah ibu nya Ethan.


' Rupanya dia sudah berbaikan dengan ibunya.' Batin Yara bermonolog.


" Yara.. " Teriak Jilian langsung memeluk Yara.


" Kak Jilian." Yara membalas pelukan Jilian.


Tetapi kemudian pelukan itu harus terpaksa di lepas, karena seseorang menarik keduanya dengan wajah masam.


" Lepas.!!" Ucap Ethan datar.


" Ish, aku sedang melepas rindu dengan adik angkat ku, kau tidak tahu kah." Ucap Jilian.


" Tidak tahu, dan tidak mau tahu. Dia Yaraku." Ucap Ethan kekanak kanakan.


Liana yang melihat hal itu pun tersenyum, rupanya Ethan sangat mencintai gadis itu.


" Kau tidak mau memperkenalkan nya kepada ibu nak." Ucap Liana.


Ethan dan Yara langsung menengok kearah Liana yang uduk di kursi roda.


" Halo bibi.. " Ucap Yara langsung memeluk Liana, lalu berjongkok di depan Liana.


Liana terkejut, ia pikir Yara tidak akan menyukainya, ternyata tebakan nya salah. Yara gadis yang baik dan ceria.


" Halo nak, kamu... Kekasih Ethan.?" Ucap Liana.


Yara mengangguk sambil tersenyum. Sungguh, Liana benar benar terpukau dengan gadis dihadapan nya ini. Cantik, ceria, baik hati, dan tidak sombong sungguh tipe menantu idaman Liana. Liana pikir mengingat bahwa putranya itu seorang yang sangat sukses dan terkenal, maka akan memiliki pasangan yang juga terkenal, dan biasanya gadis terkenal itu memiliki watak sombong menurut pengalaman Liana pribadi.


" Siapa namamu.?" Tanya Liana.


" Nayara Valeria Maxwell, bi." Ucap Yara.


" Maxwell? Nama belakangmu Maxwell.?" Tanya Liana terkejut.


Liana terkejut, bagaimana bisa ia melupakan sosok ini. Sosok ini adalah sosok putri keluarga Maxwell yang di perkenalkan di seluruh stasiun televisi hingga surat kabar dan majalah semua ada foto gadis cantik di hadapan nya ini. Semakin kagum saja Liana pada sosok Yara ini, ia begitu baik hati walau dari keluarga ternama yang di agung agungkan orang lain.


" Benar.. Oiyah bibi, aku senang akhirnya si kepala batu itu mau berbaikan dengan bibi." Celoteh Yara.

__ADS_1


" Kepala batu.??" Ucap Liana bingung.


" Ya, Ethan Dominique si kepala batu." Ucap Yara.


" Hahahaha.. " Liana tertawa, itu adalah kali pertamanya Liana tertawa begitu lepas.


" Sayang, kenapa kau menjelek jelekan aku di hadapan ibuku.." Protes Ethan.


" Kau memang kepala batu kan..?" Ucap Yara polos.


" Hahahahaha" Tawa semua orang.


Walau dirinya di ledek Yara, tetapi Ethan senang.. Dua bidadari hatinya bisa tertawa lepas bersama. Ethan mengira akan sulit mendekatkan Liana dan Yara, mengingat mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Tetapi.. Ethan melupakan satu hal, Yara adalah Yara.. Gadis baik hati yang selalu rendah hati kepada orang lain. apa lagi kepada orang tua, bahkan Darren Todd saja di maafkan olehnya.


Akhirnya mereka pun duduk di ruang tengah, mereka sedang berkumpul bersama layaknya sebuah keluarga besar. Ethan, Yara, Liana, Jilian, Rayson, Bara, dan Sean. Mereka semua berkumpul dalam satu ruangan.


" Hangat... " Ucap Liana.


" Hmm.. Apanya yang hangat bibi.??" Tanya Yara.


Saat ini Yara dan Ethan duduk diantara Liana, Liana duduk di tengah. Liana sungguh tidak pernah membayangkan akan ada hari dimana ia bisa bahagia bersama putranya, dan lagi sekarang ada calon menantunya yang baik hari itu.


" Panggil ibu nak, kamu kan akan menikah dengan Ethan.. " Ucap Liana.


" Eh... Mmm.. Baiklah, ibu." Ucap Yara.


Liana tersenyum, lalu kedua tangan nya masing masing meraih tangan Ethan dan Yara, lalu di satukan dalam genggaman tangan nya.


" Tetaplah kalian bersama, walau ada badai dan angin menerpa. Walau banyak godaan yang akan datang, tetaplah perjuangkan cinta kalian. Ibu ingin kalian menjadi satu satunya bagi kalian masing masing. Yara untuk Ethan, dan Ethan hanya untuk Yara. Ibu berharap kalian berbahagia selalu, hingga menikah dan memiliki anak." Ucap Liana.


" Pasti ibu.. Aku berjanji, akan menjadikan Yara sebagai satu satunya wanitaku, istriku, ibu dari anak anakku kelak." Ucap Ethan penuh keyakinan.


Yara pun terharu, ia tidak pernah membayangkan ada hari dimana Ethan bersumpah demikian untuknya. Mengingat awal nya ia di khianati oleh Darrenn. Tak terasa air matanya menetes.


" Aku juga berjanji, hanya Ethan yang akan menjadi priaku, suamiku, dan ayah daei anak anak ku kelak." Ucap Yara.


Lalu mereka pun berpelukan, berpelukan dengan sangat erat nya satu sama lain. Rayson dan yang lain nya yang melihat hal itu oun tak kuasa meneteskan air matanya. Jika musuh mafia mereka melihat hal ini, mereka pasri akan tertawa terbahak bahak. Jilian yang paling kencang sesenggukan, hingga memeluk Rayson yang berada di sebelahnya.


Rayson, walau tidak sesenggukan seperti Jilian, tetapi ia berulangkali menghapus air matanya. Ia juga ikut terharu dengan pemandangan di hadapannya itu. Bara dan sean pun demikian, mereka saling menangis tetapi kemudian tersenyum merasa geli sendiri menyadari dirinya ikut menangis.


Suasana haru itu, begitu menghangatkan.. Hingga tiba tiba, Yara menyadari tangan Liana melemas.


" Ibu..." Ucap Yara.


DEG.!!!


Semua langsung panik..


" DOKTER.!!! CEPAT KEMARI, IBUKU TAK SADARKAN DIRI.!!" Teriak Ethan.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2