
Setelah kehebohan yang terjadi di sekolah, Pras selaku wali dari Timothy pun datang kesekolah. Tentu saja semua orang kembali terkejut, siapa yang tidak tahu bahwa Pras adalah ayah Nicholas, tapi kini dia datang kesekolah menjadi wali Timothy.
" Apa apaan ini, bukankah itu ayah nya Nicholas? " Ujar teman kelas Nicholas.
" Oh, Astaga.. apakah, Oh my God. " Ujar yang lain nya sampai tidsk bisa berkata apa apa.
" Apakah itu sebabnya Nicholas begitu membenci Timothy?? Astaga.." Ujar yang lain nya.
Sementara Nicholas sendiri tampak acuh tak acuh mendengar bisikan bisikan itu. Dirinya sudah tidak lagi menahan kesakitan di hatinya, ia merelakan apa yang mungkin tidak bisa ia miliki lagi, seperti ayahnya contohnya.
Nicholas tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi, dia melepaskan diri dari masalalu yang menyiksanya selama tiga tahun itu. Nicholas hanya duduk sambil terus tersenyum kearah Vaye dan sebaliknya.
" Lihat, Nicholas justru terlihat acuh tak acuh. Sepertinya benar, Timothy merebut ayah Nicholas." Ujar siswi lain.
" Benar juga, bukankah ibunya Timothy seorang janda? Pasti ibunya Timothy menikah dengan ayahnya Nicholas, dan Nicholas jadi membenci Timothy karena itu." Ujar mereka.
Setelah sekolah selesai, Vaye dan Nicholas datang ke rumah sakit guna mengunjungi Bagas. Terlihat ibu dan ayah Bagas berdiri di sisi kanan dan kiri Bagas saat Vaye masuk.
" Halo tante, om." Ujar Vaye.
" Halo, nak.." Ujar ibu Bagas dan langsung memeluk Vaye.
" Terimakasih nak, kamu sudah mengungkap kejahatan itu." Ujar ibu Bagas.
" Nona Vaye, saya mengucapkan banyak terimakasih padamu. Kamu sungguh berhati malaikat seperti nyonya dan tuan Dominique." Ujar ayah Bagas.
" Om terlalu berlebihan, aku melakukan itu karena Bagas adalah temanku, om." Ujar Vaye, dan ayah Bagas mengangguk angguk.
Sementara itu di tempat lain.
Pras sedang melakukan konferensi pers karena kasus penyiksaan yang di tuduhkan pada Timothy. Kebenaran tentang pernikahan Pras dan Tamara pun mencuat, bahkan status Timothy pun ikut terbongkar.
Pras mau tidak mau mengatakan kepada media bahwa dirinya dan Tamara sudah menikah, dan Timothy adalah anak kandungnya.
" Saya sangat merasa tidak terima putra saya di fitnah. Saya sangat mengenal baik putra saya Timothy, dia adalah anak yang sangat baik. Tapi berbanding terbalik dengan putra saya yang satu lagi, Nicholas. " Ujar Pras dalam konferensi pers itu.
" Jika itu Nicholas mungkin saya masih bisa percaya, tapi tidak dengan Timothy. Saya meminta pihak yang berwajib untuk menyelidiki kebenaran Video itu. Zaman yang sudah begitu canggih, bisa saja kan video itu di edit." Ujar Pras lagi.
Dan kebetulan tv di ruangan kamar Bagas menyiarkan konferensi pers itu. Vaye sampai geleng geleng di buatnya.
" Bagaimana bisa ada ayah seperti ayamu itu? Aku benar benar tidak habis pikir." Ujar Vaye.
" Apakah tuan Pras adalah ayahmu?" Tanya ayah Bagas.
__ADS_1
" Mm.. ya, tapi kami sudah tidak tinggal bersama, aku tinggal bersama ibuku. " Ujar Nicholas.
" Om, kami pulang dulu, Tante terimakasih untuk kerja samanya. dengan ini kami memiliki senjata untuk membuat Timothy tertangkap. " Ujar Nicholas.
" Tapi tuan Pras meminta untuk menyelidiki ulang hal ini, nak." Ujar ibu Bagas.
" Tante tenang saja, aku akan pastikan Timothy tidak akan bebas begitu saja, dia akan menerima ganjaran yang pantas atas semua keslahan yang telah ia buat. " Ujar Nicholas.
" Kami permisi om dan tante. " Ujar Vaye.
Nicholas dan Vaye berjalan keluar dari rumah sakit. Sejak dari kamar rawat Bagas hingga ke tempat parkir, Nicholas hanya terlihat terus diam walaupun tangan nya menggandeng tanga Vaye.
Vaye tahu Nicholas pasti sedang sangat edih karena sang ayah lebih membela Timothy dari pada dirinya di depan publik. Vaye berdiri di hadapan Nicholas dan menatap Nicholas dalam dalam.
" Ada apa?" Tanya Nicholas yang bingung karena Vaye tiba tiba tiba berdiri di hadapan nya.
" Kamu baik baik saja? " tanya Vaye.
" Bohong jika aku mengatakan baik baik saja, entah mengapa di dalam hatiku masih ada sedikit terasa sakit." Ujar Nicholas.
" Tapi tidak apa, aku masih bisa mengatasinya. Aku tidak sendirian sekarang, aku punya kamu." Ujar Nicholas.
Vaye tersenyum, lalu memeluk Nicholas dengan erat. Tinggi Vaye yang hanya sebatas ketiak Nicholas membuat dirinya tenggelam dalam kedua lengan Nicholas yang kekar.
" Kamu benar, kamu punya aku.." Ujar Vaye, dan Nicholas mengecup pucuk kepala Vaye.
" Mulai... Baru saja dalam suasana haru, langsung buyar." Ujar Vaye dan Nicholas terkekeh.
" Jadi kamu maunya aku sedih?? " Ujar Nicholas dengan kekehan nya.
" Ya bukan begitu, tapi kamu tidak romantis, masa aku di panggil anak kucing ." Ujar Vaye, dan Nicholas malah terbahak.
" Maaf ya.. Tapi mau bagaimana lagi, aku bukan orang yang romantis. Tapi aku akan berusaha menjadi apa yang kamu mau, jika kamu ingin aku melakukannya. Katakan, kamu mau aku romantis yang seperti apa?" Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh.
" Menggelikan." Ujar Vaye sambil terkekeh.
" Kok menggelikan? Katamu aku tidak romantis." Ujar Nicholas.
" Cukup jadi dirimu sendiri saja, wajahmu tidak mendukung untuk menjadi romantis. Yang ada aku akan terbahak jika kamu melakukan nya." Ujar Vaye, dan Nicholas hanya berkedip kedip bingung.
" Ayo pulang." Ujar Vaye.
" Tidak jadi romantisnya? Tanya Nicholas.
__ADS_1
" Tidak usah, romantis natural saja." Ujar Vaye.
" Yakin??" Ucap Nicholas.
" Ish!! Ayo.. mau pulang tidak? " Ujar Vaye, dan Nicholas terbahak.
Sementara itu di tempat lain..
Timothy sedang berada di ruang tahanan, dia di tahan sementara di kantor polisi sampai bukti video dan foto itu selesai di selidiki.
Saat pengejaran pagi tadi, dia berhasil lolos tapi tiba tiba seseorsng memukul nya sampai pingsan, dan saat dia sadar dia sudah berada di kantor polisi.
Para polisi yang melihat wajah Timothy pasti mengatakan tampan, tetapi saat tahu bahwa Timothy itu seorang psikopat, mereka menatapnya dengan tatapan heran.
" Sejak pagi dia terlihat sangat tenang seperti tidak terjadi apapun padanya. Mengerikan sekali dia." Gumam seorang polisi.
" Itulah psikopat, selalu bersikap tenang dalam hal apapun. " Ujar polisi yang lain.
Terlihat Timothy yang hanya duduk diam di ruang tahanan nya, jika orang lain mungkin akan berteriak memanggil orang tua mereka, tapi tiddk dengan Timothy.
" Pak, saya mau mengunjungi putra saya, Timothy." Ujar suara Tamara.
Timothy menengok kearah suara Tamara dan terlihat Tamara yang beruraian air mata.
" Sayang, Timothy.. Apakah kamu baik baik saja? mama dan papa sedang melakukan penyelidikan tentang keaslian video itu, nak. Kamu sabar ya, kamu akan bebas nanti." Ujar Tamara.
" Mama jangan menangis." Ujar Timothy.
Timothy paling tidak bisa melihat Tamara menangis, bagi Timothy Tamara adalah segalanya, jadi ia tidak suka jika melihat Tamara menangis.
" Mama hanya khawatir dengan mu sayang, kamu baik baik saja kan?? Mereka tidak menyakitimu kan?" Tanya Tamara.
" Tidak ma.." Ujar Timothy.
" Anak mama.." Ujar Tamara sambil menciumi Timothy berkali kali sambil terisak.
" Mama pulang saja, Timothy akan baik baik saja." Ujar Timothy.
" Bagaimana denganmu, kamu pasti kedinginan disini." Ujar Tamara.
" Tidak apa apa, mama bisa datang lagi kemari besok." Ujar Timothy.
" Baiklah, jaga dirimu baik baik ya sayang." Ujar Tamara, dan Timothy mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Yang tidak tahu, mungkin akan mengira bahwa Timothy ini sungguhan korban fitnah. Wajah bagai malaikatnya itu, sangat tidak cocok menyandang status psikopat sebenarnya, sangat disayangkan.
TO BE CONTINUED..