
Nicholas sampai di kediaman nya, dan terlihat Nely yang duduk memandangi taman bunga di halaman belakang rumah nya.
" Ma.." Panggil Nicholas.
" Sayang, kamu sudah pulang?" Ujar Nely.
" Apakah mama sedih??" Tanya Nicholas pada Nely, karena Nely terlihat hanya diam saja saat dirinya masuk kedalam rumah.
" Mama hanya kasian pada papamu, dia sebenarnya pria yang baik.. Hanya saja dia bodoh." Ujar Nely.
" Dia bukan papaku, ma.. Aku hanya anak mama, bukan anaknya." Ujar Nicholas.
" Mama tahu kamu sangat kecewa padanya.. Nak, benci boleh.. Tapi jangan sampai ada dendam di hatimu." Ujar Nely.
" Nicholas tidak memiliki dendam apapun lagi padanya, dia akan menuai karma nya sendiri karena telah menelantarkan kita." Ujar Nicholas.
Nely tersenyum, ia bangga karena Nicholas tumbuh dengan baik dan menjadi pria yang baik. Tapi semua itu sebenarnya berkat Vaye, Vaye lah yang mengubah Nicholas yang seperti iblis itu menjadi penuh kasih.
" Apakah kamu ingin makan sesuatu? Panggil Vaye untuk datang dan kita makan malam bersama dirumah." Ujar Nely.
" Mama mau masak?" Tanya Nicholas, dan Nely mengangguk sambil tersenyum.
" Baiklah, Oiyah.. Apakah Ruth belum datang?" Tanya Nicholas.
" Ruth? Apakah Ruth masih bekerja dengan kita?" Tanya Nely.
" Masih ma, mungkin sebentar lagi dia datang. Ruth yang menjaga Nicholas selama ini, dia adalah wanita yang baik." Ujar Nicholas.
Sementara itu di Aoaertemen Vaye, Vaye sedang besrsama mommynya menonton drama vaforite sang mommy, Saat ini Yara bahkan terlihat sedang menghaous air matanya.
" Astaga mom.. itu hanya drama mom, apakah mommy harus menangis seperti itu? " Ujar Vaye sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" Mommy tahu, tapi itu sangat mengharukan. Protagonis wanita nya begitu kuat menghadapi ayah yang kejam seperti ayahnya, dia adalah gadis yang hebat. " Ujar Yara.
" Tapi tidak ada yang sehebat mommy ku, sudah dong nangis nya.. nanti daddy datang akan salah paham melihat mommy sembab. " Ujar Vaye sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
RING.. RING..
Ponsel Vaye bergetar.
" Siapa, apakah daddy? " Tanya Yara.
" Bukan ini Nicholas, sebentar Vaye angkat telepon dulu mom. " Ujar Vaye dan Yara mengangguk.
Vaye pergi menjauh dari Yara untuk menerima panggilan dari Nicholas.
__ADS_1
" Halo.. " Ujar Vaye.
" Sayang, apakah kamu ada waktu? Mama mengundang mu makan malam bersama. " Ujar Nicholas.
" Ada.. bagaimana persidangannya, Apakah lancar? " Tanya Vaye.
" Lancar, aku jemput kamu, ya? Akan aku ceritakan. " Ujar Nicholas.
" Baiklah.. hati hati di jalan. " Ujar Vaye, dan panggilan pun diakhiri.
" Mom, Vaye diundang ibu Nicholas untuk makan malam bersama, mommy tidak apa apa kan sendirian? Ujar Vaye.
" Ekhem!! Yang sudah punya pacar .. selalu sibuk. " Ujar Yara, mwnggoda Vaye.
" Moooommmm... " Ucap Vaye.
" Hehehe.. Iya.. iya.. pergilah, titip salam untuk mama Nicholas. Lain kali kita harus bertemu untuk makan malam bersama." Ujar Yara.
" Makasih mommy, kalau begitu Vaye siap siap dulu. " Ujar Vaye.
Setelah bersiap, Vaye pun turun dari unit apartemennya dan seperti biasa, Nicholas sudah menunggunya di loby.
" Apakah aku lama? " Tanya Vaye.
" Sama sekali tidak, bahkan menunggu setahun pun aku tidak keberatan sama sekali. " Ujar Nicholas, dan Vaye hanya manyun.
Mereka berdua akhirnya melaju pergi dari sana menuju ke kediaman Nicholas, sepanjang jalan itu akhirnya Ncholas menceritakan kejadian saat di pengadilan tadi.
" Aku juga sudah memberikan rekaman itu padanya, mungkin saat ini dia sedang meratapi kebodohannya sendiri. " Ujar Nicholas.
Ya, benar.. mungkin yang di katakan Nicholas benar apa adanya, saat ini Prasetya sedang berdiri di hadapan Tamara yang sedang menangis.
" JAWAB!!" Bentak Prasetya pada Tamara yang sedang menangis.
" Timothy... Timothy memang bukan putra kandungmu." Ujar Tamara akhirnya.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Prasetya emosi hingga air matanya menetes begitu saja tanpa ekspresi.
" Timothy bukan putra kandungmu, tapi aku sangat mencintaimu.. Aku tidak jujur padamu demi kebaikan kita. " Ujar Tamara.
" Kebaikan kita katamu?? Aku sampai harus mematahkan hati Nely dan menelantarkan nya hanya demi seorang anak haram yang kau bawa, apa kau tahu itu!! " Teriak Prasetya.
" Timothy bukan anak haram! Bukankah kau bilang kau mencintaiku?? Sejak awal kita sudah saling mencintai, terlepas apakah aku hamil atau tidak. Dan kau bahkan sudah berniat meninggalkan Nely sebelum itu." Ujar Tamara.
" JIKA AKU TAHU KAU BERSELINGKUH DENGAN PRIA LAIN SAMPAI HAMIL, MANA MUNGKIN AKU SUDI DENGANMU!! " Teriak Prasetya menggelegar.
__ADS_1
Tamara sampai tersentak kaget karena besarnya suara Prasetya. Tamara tahu masalahnya kini tidak sesepele itu, Pras tengah sangat marah saat ini.
" Aku akan menceraikanmu." Ujar Pras akhirnya.
" Tidak!! Kamu tidak boleh menceraikan aku, kamu bilang kamu mencintai aku bukan? Aku bahkan sudah menanggung malu karena terkenal sebagai selingkuhanmu, demi apa? Itu demi dirimu. " Ujar Tamara.
" Itu bukan demi akuTamara, kau hanya membutuhkan sosok ayah bagi anak harammu. Aku yakin ayah kandung Timothy tidak mau bertanggung jawab, itu sebabnya kau datang padaku dan mendesakku untuk bertanggung jawab, bukan? "
" Bodohnya aku yang tergiur dengan tubuh murahanmu itu, berapa banyak laki laki yang sudah menjamah tubuhmu itu, dulu? " Ujar Prasetya tanpa perasaan.
" Aku bukan perempuan murahan!! " Teriak Tamara.
" Lalu apa!! Perempuan berhati malaikat?? Perempuan yang hamil dengan pria lain dan datang padaku dan memintaku bertanggung jawab dengan mengatakan bahwa anakmu adakah anakku, iya??! " Teriak Pras.
" Kau lihat anakmu??? Dia memiliki sindrom seperti itu, pasti karena dirimu. Kau yang membuatnya diam diam menderita sendirian. Kau perempuan kejam Tamara!! Kau hanya berpura pura baik, padahal kau lah penjahatnya." Ujar Pras.
" AAARRGGGH !!! "Teriak Tamara.
" Kau tidak boleh menceraikan aku Pras, Timothy saat ini sedang di dalam penjara, kenapa kau tidak sedikitpun kasihan padanya!" Ujar Tamara.
" Tujuh belas tahun Tamara! Tujuh belas tahun aku membesarkan dia yang bukan anak kandungku. Tujuh belas tahun aku mengkhianati pernikahanku demi anak haram itu! "
" Kau bilang aku tidak kasihan padanya?? Aku bahkan menuduh Nicholas yang adalah putra kandungku sebagai pembunuh kakaknya, Tamara!! Tapi kenyataan nya anakmu itu yang membunuh anakku!! Timothy yang membunuh Gamalael, putraku!!" Teriak Pras menggebu gebu.
" Aku tidak hanya kehilangan putra kandungku yang pertama, tapi aku juga sudah kehilangan Nicholas! Aku menuduhnya selama ini sebagai pembunuh kakaknya, tapi kenyataan pembunuh yang sebenarnya ada di dalam rumahku sendiri, aku bahkan membesarkan nya dengan penuh kasih sayang!! "
" Dan kau bilang aku tidak sedikitpun kasihan padanya?!! Aku tidak akan menyewakan pengacara manapun untuk anakmu, dia pantas di penhara untuk perbuatan kejinya." Ujar Pras.
Tamara terdiam karena terkejut mendengar apa yang Pras katakan. Timothy membunuh Gama?? Tamara sama sekali tidak tahu hal itu.
" Didalam sini, kebenaran tentang anakmu yang psikopat itu berada." Ujar Pras dan memberikan USB yang Nicholas berikan.
" Lihat baik baik bagaimana anakmu itu dengan santainya melihat kematian putraku Gamalael." Ujar Pras lalu pergi dari sana.
" Timothy bukan pembunuh.. Itu pasti bohong, itu pasti bukan Timothy." Gumam Tamara.
Tamara luruh kelantai, dia dulu memang menghalalkan segala cara untuk bisa menikah dengan Pras, sampai tega menyakiti Nely yang adalah teman nya.
Dia terobsesi dengan Pras sejak dulu, tapi Tamara adalah wanita yang bebas.. Dia berhubungan dengan siapapun yang dia mau, sampai dia hamil dengan pria yang tidak dia kenali. Dan karena dia hamil, dia mendesak pras untuk bertanggung jawab.
Walau tidak menikah, tapi Pras sungguh bertanggung jawab dengan menghidupi Tamara dan Timothy. Hubungan mereka benar benar disembunyikan dengan rapi dari Nely. Mereka menjalani kehidupan layaknya keluarga normal yang terikat pernikahan.
Tapi lambat laun Tamara lelah dengan status yang tersembunyi itu, dia ingin menjadi istri sah Pras.. Dan dengan memanfaatkan keadaan Nely yang sedang terpuruk karena kehilangan Gama, Tamara membujuk Pras untuk jujur tentang hubungan mereka pada Nely. Hingga Nely menjadi syok dan gila.
Demi egonya, dia menjadi tanpa perasaan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Dan dengan berpura pura menjadi wanita yang menderita, dia mengambil simpati Pras.
__ADS_1
" Timothyku bukan pembunuh.. hiks.. hiks.. " Tangis Tamara pecah tak tertahan lagi.
TO BE CONTINUED..