
Yara sedikit kaget hingga menjadi sedikit canggung.
" Terimakasih tuan." Ucap Yara.
" Cih, Kau ini kan gadis Tarzan, kenapa tiba tiba berpenampilan seperti ini.? mau mencari perhatian siapa kau.?" Ucap Megan dengan nada sedikit keras.
Seketika semua orang pun memperhatikan kearah Yara. Banyak orang yang mengenali Yara , karena dulu Yara selalu ada di sebelah mendiang Kakek angkatnya.
" Sabar Yara, saat ini statusmu adalah pacar dari bos mu." Ucap Yara dalam hati.
" Cih, diam saja..? Kau perempuan kotor yang menjual diri di hari pertunangan mu, siapa yang tidak tahu hal itu.?" Ucap Megan lagi.
" Nona, perkataan mu ini apakah tidak keterlaluan ?" Ucap Pria yang menggunakan topeng itu.
" Tuan tidak mengenal nya yah.? Saya beri tahu ya tuan .." Ucap Megan terhenti ketika lengan nya di tahan Darren.
" Megan diam!"Ucap Darren yang tiba tiba membentak Megan.
" Kau tahu dia siapa.? dia adalah pria misterius itu, cucu pertama dari keluarga ini." Ucap Darren lagi.
Megan pun langsung diam.
" Siapa yang mengatakan kekasih dari Ethan Dominique sebagai orang yang kotor ?" Ucap Ethan tiba tiba yang langsung menarik Yara kedalam pelukan nya.
" Apa kamu terluka sayang.? " Ucap Ethan kepada Yara dengan lembut, dan hanya di jawab dengan gelengan kepala Yara.
" Nona ini sudah merusak acara ulang tahun kakek ku, dan berani mengatai calon istri ku ini sebagai gadis yang kotor. Apa yang seharusnya tuan Darren lakukan sebagai pacarnya.?" Ucap Ethan kepada Darren.
" Ini, Saya minta maaf tuan Ethan, saya akan membawa kekasihku pergi." Ucap Darren.
" Kenapa.? Tuan, apa kau tidak tahu apa yang dilakukan oleh calon istrimu ini.? Dia menjual dirinya di malam pertunangan nya dengan kekasihku ini, dia bahkan tidak memberikan muka untuk kekasihku ini." Ucap Megan yang tersulut emosi.
" Oiyah.? Berarti kekasihmu ini tidak lebih menarik dariku. Tahukan nona di malam pertunangan itu calon istriku ada dimana.? Dia ada bersamaku malam itu. " Ucap Ethan yang mengagetkan semua orang.
" Dan aku, jatuh cinta padanya pada pandangan pertama saat itu. Betapa sulit nya mendapatkan hati nya, tuan Darren sepertinya adalah pria yang beruntung. Karena pernah di cintai oleh calon istriku ini. " Ucap Ethan lagi.
Sementara Yara kini diam. Ia semakin bingung, apa maksud dari Ethan menjelaskan masalah pada malam itu kepada Megan dan Darren.
Baik Darren dan Megan, kini terdiam mematung. Begitu juga pria yang menggunakan topeng itu.
" Maaf kan saya tuan , saya mohon diri. " Ucap Darren yang langsung menarik tangan Megan pergi dari hadapan Ethan dan Yara.
__ADS_1
" Sepertinya Nona sudah tidak apa apa, kalau begitu aku juga permisi. " Ucap pria yang menggunakan topeng tadi.
" Terimakasih tuan." Ucap Yara kepada pria itu.
Sementara Ethan hanya diam di tempat, Setelah pria bertopeng itu pergi Ethan langsung membawa Yara pergi ke sudut ruangan.
" Tuan, ada apa.?" Ucap Ethan.
" Kau, apa kau mengenalnya.?" Ucap Ethan dengan emosi.
" Siapa yang tuan maksud.? " Ucap Yara yang kebingungan.
" Pria bertopeng tadi." Ucap Ethan.
" Tidak, ini pertama kalinya saya bertemu orang itu. " Ucap Yara jujur.
Yara tidak tahu siapa yang berada di balik topeng itu, tentu saja ia tidak mengenal nya.
" Jauhi dia." Ucap Ethan memberi peringatan.
" Baik tuan." Ucap Yara.
Sementara itu, di sisi lain ruangan itu, pria yang bertopeng tadi menunjukan senyum misterius nya.
" Ikut aku." Ucap Ethan yang langsung menarik tangan Yara pergi dari sana menuju sebuah ruangan.
" Eh, kalian.. " Ucap Kakek John yang melihat Ethan dan Yara berada di dalam kamarnya.
" Kakek, aku masih ada urusan.. Harus segera pergi. Kami kesini untuk pamit." Ucap Ethan kepada kakek nya.
"Haih.. kalian anak muda ini selalu memiliki banyak acara. Apalah daya kakek yang sudah tua ini. " Ucap John mengela nafas nya.
" Lain kali aku akan datang kembali kek." Ucap Ethan.
" Bagus, sering seringlah datang dengan kekasihmu ini. Kakek sangat menyukainya, apalagi dia adalah si gadis kesayangan nya tuan Davis, teman kakek." Ucap John.
Yara terkejut , Ternyata Kakek itu mengenalinya. Namun karena ia yang sekarang adalah Y, jadi tidak bisa bertanya apa apa.
" Baik kakek .." Ucap Ethan.
" Eh, apa maksudnya baik.? Apa aku akan sering datang kesini dengan penampilan wanita.? " Ucap Yara dalam hati.
__ADS_1
" Nak, kakek mu adalah teman baik kakek, dia sangat menyayangi mu melebihi anak kandungnya sendiri. Kakek tenang jika pasangan Ethan adalah kamu. Kakek merestui kalian." Ucap John yang membuat Yara bingung harus berbuat apa.
" Emm .. Terimakasih kakek. Kalau begitu Yara permisi." Ucap Yara sembari membungkuk kearah John.
Lalu Ethan dan Yara pun keluar dari kamar John dan keluar hendak pergi. Pria bertopeng itu terus menatap Yara membuat Ethan semakin mengerat kan genggaman tangan nya kepada Yara yang kebingungan.
Hingga kini mereka sudah berada didalam mobil.
" Hufft.. Akhirnya " Ucap Yara.
" Kenapa.?" Ucap Ethan.
" Eh, tidak apa apa tuan. Hanya saja aku inikan seorang pria, berdandan seperti wanita tentu saja tidak nyaman." Ucap Yara berbohong.
" Oyah.? Bukan kah kau jadi terkenal.?" Ucap Ethan lagi.
" Tapi tuan, mengapa tuan menyuruhku menggunakan identitas Nona Yara.? " Ucap Yara pura pura bertanya.
" Tidak apa apa. Hanya saja kebetulan wajahmu mirip dengan nya, dan kakek ku menyukai gadis itu." Ucap Ethan singkat.
Yara semakin penasaran, mengapa sepanjang hidupnya ia tidak pernah menyadari bahwa dirinya mengenal sosok Ethan ini.
" Tuan, apakah tuan mengenal sosok nona Yara ini dengan baik.?" Tanya Yara menyelidik.
" Kenapa.? Kau mau menjadi dia seterusnya.?" Ucap Ethan yang justru meledek Yara.
" Ma.. mana ada. Aku hanya bertanya saja. Lagi pula kan aku kini berperan sebagai dirinya. Jadi kan anggap saja aku mencoba mengenali peran ku." Ucap Yara berdalih.
" Hanya teman di masa kecil yang terlalu posesif kepada kakek angkat nya , sebelum menjadi bodoh." Ucap Ethan singkat.
" Bodoh.? Kau lah yang bodoh, seluruh keluargamu bodoh. Apa apaan itu. Dia pasti adalah hatters ku di masa lalu." Ucap Yara dalam hati.
Yara tidak mengingat kejadian saat dirinya menembak Ethan saat di lapangan tembak.
" Eh, tunggu.. Dia bilang apa tadi.? Teman.? Apa aku dulu berteman dengan nya ? Kapan ? " Ucap Yara dalam hati.
" Kau lumayan lancar memerankan sosok nya. Terimakasih.. " Ucap Ethan singkat. Dan membuat Yara kaget karena mendengar Ethan mengucapkan kata terimakasih.
" Tidak masalah tuan." Ucap Yara singkat.
" Iya kah.? Apa sungguh tidak Maslah.? kalau begitu aku akan merepotkan mu kelak untuk berpura pura lagi menjadi Yara lagi." Ucap Ethan singkat padat dan jelas lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
" Eh.. Ap.. apa? Tunggu, bukan itu maksudku tuan. Tuan salah paham." Ucap Yara yang hendak menjelaskan namun tidak berani karena Ethan sudah menutup matanya.
TO BE CONTINUED..