Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 191. SEASON 2. IDENTITAS VAYE TERBONGKAR.


__ADS_3

Jilian berjalan masuk ke ruang kepala sekolah. Ia mendapat laporan bahwa kepala sekolah di sekolah miliknya sudah berganti, namun tidak ada yang memberi tahu dirinya. Ia berpikir mungkin karena dirinya tidak pernah muncul di sekolah, jadi semua orang bisa seenaknya bertindak.


Jadi ia memutuskan untuk datang dan mendisiplinkan kembali semua guru di sekolahnya. Hingga saat ia berjalan di koridor, ia menjadi begitu emosi saat melihat foto Vaye terpampang di sepanjang koridor sekolah.


" Siapa anda, jangan ikut campur urusan kami." Ujar Prasetya.


" Astaga, dia adalah Chef Jilian. Mengapa dia ada di sekolah ini? " Bisik guru pengawas.


"Dia tampan sekali." Ujar yang lain.


" Sejak kapan sekolah ini menerima anda sebagai kepala sekolah? " Ujar Jilian menatap kepala sekolah yang baru.


" Saya adalah kepala sekolah yang baru, kepala sekolah yang lama sudah begitu tua jadi saya yang nenggantikannya. Siapa anda??" Ujar kepala sekolah.


" Siapa yang menunjuk anda?" Ujar Jilian.


" Semua dewan petinggi sekolah." Ujar kepala sekolah.


" Oh, saya baru tahu semua orang itu tidak menganggapku ada. Panggil semua petinggi sekolah, dan kumpulkan mereka di ruang rapat guru." Ujar Jilian.


" Siapa anda berani memerintah?" Ucap kepala sekolah.


" Saya bilanga panggil semua petinggi sekolah!! Cepat!!" Teriak Jilian.


Baru pertama kali ini, mereka semua melihat chef yang di kagumi karena tampan dan baik hati itu marah.


Dengan kesal kepala sekolah yang baru itu pun menghubungi semua petinggi sekolah, ketika mereka menerima telepon dan kepala sekolah yang mengatakan seorang chef bernama Jilian datang, semua petinggi sekolah menjawabnya dengan gugup.


Disinilah mereka semua berada, di ruangan rapat khusus guru. Namun kali ini bukan para guru saja yang ikut tapi beberapa murid, orang tua Lini, Nicholas dan Pras juga ada disana. Vaye saat ini sedang ketar ketir karena ia takut identitasnya ketahuan.


" Kenapa kalian mengganti kepala sekolah tanpa izin dariku?!" Tanya Jilian murka.


" Tuan Cavil, tolong maafkan kami. Kepala sekolah yang lama sudah terlalu tua, donatur terbesar sekolah kita juga mengatakan demikian dan mencsrikan keoala sekolah yang baru." Ujar salah satu petinggi sekolah.


" Lalu kalian bisa se enaknya membuat keputusan mengganti tata tertib yang sudah aku buat!! Aku tidak semiskin itu untuk tetap membesarkan sekolah ini, Apakah kalian menganggap aku sudah mati?!!" Bentak Jilian.


" Maaf kan kami." Ujar petinggi sekolah itu.


Baik Pras dan Nicholas terkejut, rupanya Jilian memiliki posisi setinggi itu di sekolah hingga apapun harus mendapat izin darinya terlebih dahulu. Begitu juga dengan kedua orang tua Lini.

__ADS_1


" Lalu apa yang terjadi pada kedua murid itu??" Tanya Jilian, menatap Vaye dan Nicholas.


" Mereka kedapatan mencontek catatan guru, jadi kami sedang menyidang mereka." Ucap kepala sekolah angkat bicara.


" Anda bahkan baru masuk di sekolah ini dua hari, dan anda mengatakan bahwa mereka mencontek catatan guru?? Panggil guru yang bersangkutan." Ujar Jilian.


" Maaf tuan Cavil, guru itu sudah mengundurkan diri." Ujar pengawas ujian.


Jilian menjadi merasa emosi, tidak pernah dalam sejarah selama sekolah itu berdiri ada pergantian kepala sekolah dan guru tanpa sepengetahuan dirinya. Dia sendiri yang memilih kepala sekolah itu, juga guru guru yang mengajar di sekolah nya.


" Mereka berdua pandai membuat alibi, jiga merusak barang bukti berupa rekaman cctv di ruang guru dan perpustakaan. Bahkan mereka merundung murid yang berdiri disana." Ujar kepala sekolah sambil menunjuk Lini.


Akhirnya Jilian menatap Lini, ibunya Lini begitu terpesona dengan Jilian, namun Ayah Lini, seperti menatap Jilian tidak suka.


" Beliau adalah donatur terbesar sekolah ini." Ujar kepala sekolah.


" Bukankah donatur terbesar sekolah ini adalah tuan Ethan Dominique? Bagaimana bisa menjadi dirinya?" Ujar Jilian.


" Apa maksud anda tuan? Apakah saya terlihat setidak mampu itu untuk menjadi donatur sekolah??" Tanya ayah Lini.


" Ceritakan kepadaku cerita keseluruhan nya." Ujar Jilian.


" Biar saya ceritakan." Ujar kepala sekolah.


Jilian menatap kepala sekkolah yang baru itu dan mendengarkan cerita keseluruhan darinya. Sepanjang kepala sekolah yang baru itu bercerita, Jilian hanya menangkap satu hal, kepala sekolah itu dan orang tua Lini, berusaha membuat Nicholas dan Vaye di hukum.


" Jadi saya membuat keputusan keduanya akan di keluarkan dari sekolah." Ujar kepala sekolah yang baru itu.


" Kurang ajar!! Apakah kalian tahu siapa Vaye??" Ucap Jilian.


" Paman, jangan." Ujar Vaye menggeleng.


Semua orang terkejut mendengar Vaye memanggil Jilian paman, kecuali Nicholas.


" Maaf nak, paman hanya ingin melindungi nama baikmu. Paman tidak terima orang orang ini merendahkanmu dan mengeluarkan dirimu dari sekolah ini dengan tidak hormat." Ujar Jilian.


" Yang kalian tuduh sebagai pencontek ini, adalah seorang jenius di LA. Dia sudah lulus tahun lalu dan datang kemari untuk memulai ulang sekolah karena dia terlalu bosan, Valleria Maxwell Dominique, putri tuan Ethan Dominique." Ujar Jilian.


Vaye menutup matanya, semua orang juga terkejut mendengarnya.. Siapa yang tidak kenal Valleria Maxwell Dominique, si jenius kembar tiga dengan Edmund dan Nathanael.

__ADS_1


Nicholas bahkan menatap Vaye tidak percaya.. Dia berada dekat setiap hari sengan Vaye tapi dia tidak mengenali Vaye.


" Dan kalian menuduhnya mencontek catatan guru??" Ucap Jilian menatap kepala sekolah.


" Saya mengatakan pada kalian untuk menyembunyikan identitas Vaye bukan berarti kalian tidak perlu melindungi Vaye. Lihat! Vaye jadi bulan bulanan dan kalian tidak tahu itu." Ujar Jilian pada petinggi sekolah.


" Maafkan kami tuan, Cavil." Ujar para petinggi sekolah.


Baik kepala sekolah dan orang tua Lini, semuanya terkejut, begitu juga dengan Pras. Pras bertemu Vaye di LA pada pesta ulang tahun nya, dan dia bahkan tidak mengenali Vaye.


" Jadi kamu Valleria??" Tanya Pras, namun Vaye menatap Pras datar dan menarik tangan Nicholas.


' Gawat, aku pikir siapa donatur terbesar sekolah ini.. Jika harus bersinggungan dengan Ethan Dominique, aku tidak bisa. Aku masih ingin hidup.' Bagin kepala sekolah.


" Vaye, maafkan saya.. Saya tidak bermaksud menghakimimu. Ini karena sogokan orang tua Lini." Ujar Kepala sekolah.


' Wah, akhirnya dia lempar batu dan sembunyi tangan.' Batin Vaye.


" Beraninya anda berkata demikian!!" Teriak ayah Lini.


" Saya berkata jujur, saya di utus oleh orang tua Lini agar menjadi kepala sekolah untuk mempersulit Vaye dan Nicholas, karena mereka menggeser posisi Lini." Ujar kepala sekolah itu lagi.


" Kepala sekolah!!" Bentak ayah Lini.


Sesungguhnya Ayah Lini juga ketar ketir saat ini, ia mengenal siapa itu Ethan Dominique, dan dirinya tidak sekuat itu untuk bersinggungan dengan nya.


"Kalian semua mempersulit kami, kalian tidak hanya tidak mendengarkan kami, bahkan kalian tidak memberi kami sedikitpun waktu. Kalian terus mencecar bahwa kami pencontek." Ujar Vaye.


" Aku Valleria Maxwell Dominiqe, sesungguhnya aku tidak ingin orang lain tahu siapa diriku, tapi paman Jilian benar. Reputasi ku dan Nicholas tidak akan aku biarkan hancur. Nicholas sudah belajar mati matian untuk mendapatkan nilai uang bagus, dan aku tidak terima dengan tuduhan kalian." Ujar Vaye lagi.


" Itu benar, ayah Lini juga mengancam papa ku jika aku sampai menjadi saksi Nicholas belajar. Tapi sungguh, Nicholas belajar bersamaku sepanjang dua minggu sebelum ujian di mulai." Ujar Bagas.


" Kau!!" Bentak ayah Lini.


" Maaf tuan, anda tidak bisa membeli kebenaran dengan menyogok. Papaku mengatakan jika anda menarik sokongan anda di perusahaan papa, silahkan.. tapi kebenaran harus tetap saya junjung tinggi." Ucap Bagas lagi.


Ayah Lini menjadi terpojok sekarang, tapi anehnya.. Vaye justru tidak melihat emosi sedikitpun dari Lini, Lini hanya diam dan tidak menunjukan kegelisahan sedikitpun.


" Anda akan di kenai pasal, tuan." Ujar Jilian..

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2