
Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol. Bahkan Bima menceritakan asal usul Yara kepada Jackson dan Caleb.
" Nona Yara ini sudah di latih semua jenis bela diri oleh Tuan besar, bahkan keterampilan menembak nya juga di dapat dari pelatihan tuan besar secara pribadi. Hanya saja, nona Yara sempat di buta kan oleh cinta. Jadi dia sedikit tidak percaya dengan apa yang di ucapkan tuan besar kepadanya. Alhasil, seperti ini." Ucap Bima.
" Tapi saya bersyukur, akhirnya nona Yara melihat dengan jelas siapa orang yang benar benar baik kepadanya, dan siapa yang hanya memanfaatkan nya. " Ucap Bima lagi.
" Ternyata begitu, itu berarti hari di awal pertemuan Yara dengan kami adalah hari dimana dia mengalami penghianatan dan di tinggalkan.? Pantas saja dia bilang tidak punya rumah. " Ucap Caleb.
" Aku akui Yara adalah gadis yang hebat juga kuat. Aku dan Caleb berhutang nyawa kepadanya. " Ucap Jackson.
Tak lama mereka sampai di sebuah rumah yang bisa di bilang tidak terlalu besar, hanya saja rumah itu terdiri dari tiga lantai.
" Silahkan masuk, selamat datang di rumah sederhana ku ini. " Ucap Bima yang membuka pintu rumah itu.
Gaya klasik namun terlihat mewah, dengan cat berwarna putih gading di kombinasi cokelat.
" Rumah ini sepi sekali.? " Tanya Jackson.
" Iya, saya tidak menikah.. Jadi saya tinggal hanya sendiri di rumah ini. " Ucap Bima.
" Maaf tuan, saya lancang. " Ucap Jackson.
" Tidak apa apa.. Saya terlalu mendedikasikan diri saya dalam pekerjaan. Hingga lupa masa nya harus menikah. Sebagai contoh untuk kalian, sesibuk apapun, dan sesukses apa pun kalian, jangan sampai tidak menikah, atau nanti kalian akan menjadi pria kesepian seperti saya. Haha.. " Ucap Bima dengan tawa nya.
Caleb dan Jackson hanya bisa ikut tersenyum.
" Jangan sungkan, anggap rumah sendiri. Bertahun tahun rumah ini tidak pernah ada orang lain, paling paling pelayan yang datang hanya di pagi dan sore hari. " Ucap Bima.
" Terimakasih tuan." Ucap Caleb dan Jackson bersamaan.
Di tempat lain..
Tak terasa satu bulan sudah berlalu, Luka di tangan dan kepala Yara sudah berangsur membaik. Namun Yara masihlah tidak di perbolehkan untuk keluar bertugas. Apalagi setelah Jil menganggapnya sebagai adik, Yara jadi semakin di batasi melakukan pekerjaan berat.
" Lumayan, kau sudah semakin kuat berlari sekarang. Tapi untuk hari ini, sudah cukup, kau jangan terlalu lelah." Ucap Jilian.
Kini Yara berada di bawah bimbingan Jil langsung. Mereka kembali ke Nusa Kambangan untuk mengasah kemampuan Yara tepat satu Minggu yang lalu, yang tanpa mereka ketahui sebenarnya Yara bisa di bilang adalah ahli.
" Kak, aku bisa menangani ini. Lagi pula aku juga sudah terbiasa melakukan bela diri, dan tidak bisa selamanya bergantung pada orang lain. Aku harus membuat kemajuan." Ucap Yara, yang membuat Jil seketika terdiam.
__ADS_1
" Orang lain.? Kau menganggap kakak mu ini orang lain.? Jahat sekali.." Ucap Jil yang di bumbui rengekan, membuat Yara lagi lagi harus mengalah.
" Aihhh.. Baiklah.. baiklah.. Untuk hari ini saja aku akan menuruti kakak, tapi mulai besok aku akan mulai berlatih dengan senior lain. Dan kakak, tidak boleh melarang. " Ucap Yara.
" Itu baru adik ku." Ucap Jilian yang langsung merangkul pundak Yara.
Sementara itu dari kejauhan Ethan yang menatap kedekatan antara Jil dan Yara semakin merasa tidak nyaman. Menurut Ethan, sikap posesif Jil hanya memperlambat kemajuan pencarian orang orang kelompok mahkota duri itu.
" Y, ikut aku." Ucap Ethan yang tiba tiba berteriak kepada Yara.
" Baik tuan." Ucap Yara.
Yara langsung berjalan menuju kearah Ethan.
Ethan membawa Yara ke sebuah arena tembak.
" Kau gunakan tangan kirimu untuk menembak."Perintah Ethan singkat.
" Maaf tuan, tapi.." Ucap Yara tertahan.
" Musuh selalu datang tidak di duga, jika hanya mengandalkan tangan kanan mu , takutnya kau akan mati begitu saja di Medan perang. " Ucap Ethan singkat.
" Baik tuan." Ucap Yara.
Yara mengangkat pistol dengan tangan kirinya dan membidik sasaran dengan asal. Tanpa berkedip atau pun memejamkan sebelah matanya, Yara berhasil mengenai sasaran. Ethan yang melihat nya pun terkejut.
" Kau sudah menguasai teknik menembak dengan tangan kiri.? " Tanya Ethan dengan nada kaget.
" Eee.. Iya tuan. " Ucap Yara gugup.
Awalnya Yara sedikit gugup, dia tidak berharap akan mengenai tepat sasaran. Bisa mengenai 7 poin saja sudah cukup bagus, Tapi ternyata ia mengenai 10 poin .
" Bagus, ternyata kau sudah memiliki cukup kemampuan. Mulai besok kau mulai menjalankan tugas dariku." Ucap Ethan lalu langsung pergi dari hadapan Yara.
" Baik tuan. " Ucap Yara.
" Sudah satu bulan aku tinggal dengan nya, tapi dia masih belum menyadari kalau aku adalah seorang gadis. Terlebih lagi, aku adalah gadis yang dia selamatkan di hotel saat itu. Sepertinya dia memang tidak mengenaliku. Bagus kalau begitu." Ucap Yara dalam hati.
Yara pun kembali berlatih menembak di sana.
__ADS_1
Sementara itu, kini Ethan kembali masuk kedalam kamp dan duduk dengan teman teman nya.
" Orang orang yang kita latih ini sudah memiliki banyak kemajuan. Yang paling menonjol adalah Dawn dan Noah.. Mereka bisa dikatakan lulus seleksi." Ucap Rayson.
" Dawn dan Noah? Panggil mereka kesini." Ucap Ethan.
" Baik." Ucap Rayson. Rayson langsung pergi ke kamp tempat Dawn dan Noah berada.
" Aku lihat kemampuan Y juga semakin terlihat. Meski jujur aku tidak terlalu banyak melatih nya, seperti nya dia memang sudah memahami seni menembak dengan baik." Ucap Sean.
" Dia adik ku, tentu saja berbakat." Ucap Jil.
" Cih, lagi lagi menganggap nya adik. Kalau bukan karena kau yang terlalu baik padanya, strategi melatih anak buah tidak akan kendur. " Ucap Sean.
" Tapi kan kenyataan nya kebalikan nya." Ucap Jil bangga.
Setelah Yara bergabung di kamp itu lagi, Yara meminta tolong kepada Jil untuk setidaknya tidak memperlakukan para orang orang itu seperti anjing petarung yang berebut makanan.
" Aku masih penasaran sampai sekarang, apa yang membuat mu begitu baik kepadanya. " Ucap Sean lagi.
" Kalau untuk hal itu, aku tidak bisa katakan. Intinya, semenjak dia mengatakan hal itu kepadaku, aku jadi memiliki dorongan hidup." Ucap Jil dengan senyum nya.
" Cih, dorongan hidup.. Mengetahui rahasia bahwa Y adalah perempuan saja langsung bicara seperti itu." Ucap Ethan dalam hati.
Ethan masih salah paham kepada Jil dan Yara.
Tak lama Rayson datang membawa masuk Dawn dan Noah yang mereka bicarakan tadi.
" Ketua." Ucap Dawn dan Noah memberi salam kepada Ethan.
" Kalian berdua, hari ini kalian di anggap lulus." Ucap Ethan.
" Terimakasih Ketua." Ucap kedua orang itu.
" Kudengar kalian yang paling menonjol diantara yang lain. Bisa di bilang kalian sudah cukup kuat. Besok, kalian akan ikut aku ke Jakarta. Dan memulai tugas pertama kalian."Ucap Ethan dengan wajah dingin nya.
" Baik ketua. " Ucap Dawn dan Noah.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1