
Saat ini Yara dan Ethan tengah membersihkan tempat tinggal Roger. Mereka berada di Nusa kambangan saat ini. Setelah prosesi pemakanan selesai kemarin, Salah satu anak buah Roger menghampiri Ethan dan mengatakan bahwa dirinya ingin menyampaikan sebuah pesan terakhir dari Rogeruntuk Yara dan Ethan.
Anak buah Roger memberitahu Ethan dan Yara bahwa Roger selama sebulan itu merencanakan semua itu, Roger meminta agar setelah dirinya tidak ada, Ethan dan Yara lah yang akan memegang semua peninggalan nya, semua aset, hingga anak buah Roger pun diminta untuk di didik langsung oleh Ethan dan mengikuti Ethan dengan setia.
Dan disinilah Yara dan Ethan saat ini. Mereka berdua tengah berdiri diantara ribuan anak buah Roger.
" Aku Ethan Dominique, adik dari Roger Dominique, tuan kalian yang sebelumnya. Aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut denganku, aku memberikan kalian kekebasan untuk memilih. Jika kalian ingin ikut bersamaku, maka mari kembali ke Jakarta bersamaku. Tetapi jika kalian tidak mau, aku tidak memaksa." Ucap Ethan kepada anak buah Roger.
" Kami semua mengikuti perintah tuan kami yang sebelumnya, Ketua Roger. Untuk mengikuti anda tuan Ethan dari BLOOD. Dan kami tidak akan membantah, ucapan nya adalah perintah bagi kami." Ucap salah seorang anak buah Roger.
" Benar, Kami ikut tuan Ethan dari BLOOD." Ucap semua anak buah Roger serempak.
' Pria baik akan mendidik anak buahnya dengan baik. Dan anak buahnya pun begitu loyal dan setia. Kak.. Terimakasih. Beristirahatlah dengan damai di sana.' Ucap Ethan dalam hati.
Yara menggenggam tangan Ethan dan tersenyum. Mata Yara sudah semakin terlihat berbeda. Warna jingga itu, kini semakin mendominasi. Namun itu tidak mengurangi tatapan cinta diantara mereka berdua.
" Kita pulang." Ucap Ethan.
Yara mengangguk, dan mereka pun pergi dari sana bersama dengan sebagian anak buah Roger. Sebagian dari mereka di tinggal untuk menjaga apa yang Roger tinggalkan di Nusa kambangan, dan anak buah Roger sama sekali tidak keberatan akan hal itu. Bagi mereka Roger adalah sosok malaikat tanpa sayap.
Dan hingga akhirnya Yara dan Ethan telah kembali ke kota mereka, Mereka langsung di sambut oleh Ryu. Ryu tidak tenang mendengar adiknya mengalami penyerangan. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali.
" Adik.. " Ucap Ryu dengan khawatir langsung memeluk Yara.
" Kak, aku tidak apa apa.. kenapa kakak kembali?" Ucap Yara.
Ryu memandang mata Yara, Ryu terkejut, baru beberapa hari ia tidak melihat adiknya, warna mata adiknya kian makin pekat menjadi jingga.
" Kakak mengkhawatirkanmu.. " Ucap Ryu. Tangan nya tanpa sadae membelai kepala Yara dan melihat rambut Yara yang juga telah banyak berubah warna.
" Kakak pasti bingung kan.?? Aku lebih bingung kak, apakah aku akan bisa melewati kutukan itu.." Ucap Yara yang menyadaei tatapan penuh pertanyaan dari Ryu.
" Bisa, adikku hebat.. Pasti bisa mematahkan kutukan itu. Oiyah, kakak mendapatkan sebuah info dari pak tua Huang yang sebelumnya ingin menerjemahkan bahasa Yunani kuno kepadamu. Dia bilang, ada sebuah cara umtuk mematahkan kutukan itu.. Hanya saja pak tua Huang belum yakin kamu dikutuk. Maukah kamu pergi dengan kakak menemui pak tua Huang.?" Ucap Ryu.
" Kakak ipar, Yara bahkan belum beristirahat dengan baik beberapa hari ini. Jika kamu membawanya pergi maka dia akan kelelahan." Ucap Ethan.
" Siapa yang meminta pendapatmu." Ucap Ryu kesal.
Ya, meskipun Ryu membiarkan Yara menjalin hubungan dengan Ethan, tetapi Ryu masih belum memberikan 100 % Restu nya untuk Ethan. Ryu membiarkan mereka bersama karena ia ingin Yara bahagia.
Ryu berpikiran luas, Tidak harus menjadi egois untuk memberikan yang terbik bagi orang terkasih, cukup mendukung apa pun yang orang itu lakukan, selama hal itu adalah baik, dan tidak merugikan. maka kamu adalah orang bijak dalam berfikir.
" Oh, kakak ipar, aku dengar bahwa Jilian memiliki sebuah game baru. Dia sampai ribut dan marah marah karena tidak pernah menang dalam game itu." Ucap Ethan.
" Cih pemain amatiran, dia pasti tidak tahu bagaimana bermain yang benar." Ucap Ryu.
__ADS_1
Dan...begitulah, walau mereka terlihat kadang tidak akur, tetapi ada saja hal yang bisa mengalihkan permusuhan mereka. Dan itu tentu saja adalah pekerjaan Ethan, dan yang menjadi korban nya tentu selalu Jilian
Jilian mungkin senang saat dulu berkata ia memiliki dua adik, satu laki laki dan satu perempuan. Tetapi itu hanya berlaku untuk Yara dan Identitas Yara yang lain. Saat ternyata Tuhan mendengar kata kata nya dan mengirimkan satu adik laki laki yang sesungguhnya, Jilian merasa telah salah berucap.
Tuhanmengiriminya seorang Ryuchie.. Seorang pemuda jenius pemimpin mafia GHOST yang di takuti semua orang. Walau nyata nya wajah Ryu dan Yara sama, tetapi sikap mereka berbanding terbalik menurut Jilian.
" Lebih baik kakak ipar bermain game dulu dengan Jilian, Besok baru bertemu dengan kakek siapa tadi.? Wuhan.??" Tanya Ethan.
" Huang.. Bukan Wuhan.. Tidak bisa, Yara harus bertemu dia hari ini. Ini adalah masalah serius yang menyangkut nyawa adikku." Ucap Ryu.
Ethan tentu tahu hal itu, tetapi Yara.. Yara belum tidur sejak kemarin dari pemakaman Roger. Ethan takut kondisi Yara melemah dan sakit.
" Aku tidak apa apa.. " Ucap Yara.
" Tapi Sayang.. " Ucap Ethan.
" Lebih baik kau ikut saja dari pada berdebat." Ucap Ryu akhirnya.
" Baiklah kalau begitu, Yara tidurlah di mobil oke." Ucap Ethan.
" Nah.." Ryu melemparkan sebuah kunci mobil kepada Ethan.
Ethan menatap bingung kunci itu..
" Kenapa? Ayo cepat jalan.." Ucap Ryu.
" Kenapa.? Kau keberatan menyetirkan calon kakak iparmu.?" Ucap Ryu.
Begitu.. Selalu begitu cara Ryu menindas Ethan. Dengan mengatas namakan calon kakak ipar, dan Ethan hanya pasar saja.
' Kau lebih seperti adik ipar menurutku, dasar bocah.' Batin Ethan bermonolog.
" Kau mengumpatiku.??" Tanya Ryu menatap Ethan tajam .
" Mana ada kak.. Ayo. Aku akan menyetir dan mengantarkan kalian dua keluarga ku ini dengan selamat sampai tujuan." Ucap Ethan.
" Siapa keluargamu.. Enak saja." Ucap Ryu.
" Bukan nya kakak ipar yang bilang bahwa aku adalah calon adik iparmu.? Itu berarti kakak adalal keluargaku." Ucap Ethan.
" Terserah kau saja." Ucap Ryu malas lalu pergi dari sana.
Ethan memandangi Yara yang menatap kepergian kakak nya itu.
" Sayang, kamu yakin dia kakakmu.? Kenapa aku selalu merasa bahwa dia lebih seperti adikmu.?" Tanya Ethan kepada Yara.
__ADS_1
" ETHAN DONINIQUE, AKU BISA MENDENGARMU.!" Teriak Ryu dari luar.
Dan Ethan pun menyengir kaku, Yara yang melihat itu pun tertawa terbahak bahak.
" Sayang.. " Ucap Ethan.
" Dia kakak ku, ayo.. " Ucap Yara.
Mereka berjalan keluar menuju mobil milik Ryuchie yang terparkir di halaman depan kediaman Ethan. Ryu telah masuk lebih dulu dan duduk dibelakanng. Saat Yara akan masuk dan duduk di depan mendampingi Ethan, Ryu bersuara..
" Adik, kamu duduk di belakang dengan kakak, biarkan pria tua itu menyetir di depan sendirian." Ucap Ryu.
Ryu masih kesal, karena bukan satu dua orang yang mengatakan bahwa dia lebih seperti seorang adik, dari pada kakak bagi Yara.
" Tap.. "
" Adik.. Kakak ingin duduk denganmu." Ucap Ryu.
Yara menatap Ethan dan menaikan kedua alisnya.
" Aku tidak bisa apa apa." Ucap Yara.
Yara pun duduk di belakang bersama sang kakak. Ethan hanya menghela nafas pasrah. Baginya tidak akan menang melawan Ryu, belum lagi Ryu masih tidak mau memberikan 100% restunya, jadi ia masihlah harus tetap banyak banyak bersabar menghadapi Kakak ipar rasa adik iparnya itu.
Mobil pun melaju meninggakkan kediaman Ethan, Yara benar benar tertidur di pangkuan sang kakak sebagai bantalnya. Ryu mengusap sayang kepala adiknya itu.
" Aku mengijinkanmu ikut dengan kami adalah untuk memberi kalian lebih banyak waktu bersama. Jika ternyata kutukan itu tidak berhasil terpatahkan, setidaknya adikku tekah merasakan sedikit kebahagiaan bersamamu." Ucap Ryu di tunjukan kepada Ethan, hanya saja matanya tetap fokus memandangi wajah lelap sang adik.
" Dia pasti bisa.. Aku percaya kepadanya." Ucap Ethan.
" Terimakasih karena telah mencintai dan menyayangi adik ku dengan tulus." Ucap Ryu.
Tak terasa mata Ryu berkaca kaca, saat air matanya hendak menetes, Ryu langsung dengan sigap menghapusnya, tetapi ternyata salah satunya menetes di pipi Yara. Yara yang merasakan tetesan air pun membuka matanya dan melihat sang kakak.
" Kakak menangis.??" Ucap Yara.
" Tidak, mana ada.. Ac mobil begitu panas hingga keringat kakak bercucuran. Hei, kau tidak merasa panas apa.? Naikan lagi suhunya, ini panas sekali." Ucap Ryu berpura pura sambil mengibas kibaskan tangan nya.
" Aduh, keringat kakak menetes di pipimu adik." Ucap Ryu.
" Kakak... Jorok." Ucap Yara langsung bangkit.
" Hahahah.. Maaf maaf.. sini kakak bersihkan." Ucap Ryu.
Ethan yang melihat kejadian itu pun tersenyum. Begitu mudah bagi seorang Ryuchie mengendalikan emosinya, tidak salah jika dia di sebut memiliki kepribadian ganda. Namun kemudian wajahnya menjadi sendu.. Ia memikirkan apa yang Ryu katakan barusan..
__ADS_1
' Jika itu terjadi, maka aku akan ikut bersamanya..' Batin Ethan berucap..
TO BE CONTINUED..