Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 192. SEASON 2. PELAKU SEBENARNYA.


__ADS_3

Sidang berakhir, semua orang pun bubar dari sekolah termasuk Pras. Pras tidak menyangka bahwa Vaye ini adalah Valleria, ia ingin mendekatkan Vaye dengan Timothy, tapi tampaknya kini dia akan kesulitan karena Nicholas lebih akrab dengan Vaye.


' Bagaimana ini bisa terjadi, Vaye seharusnya bersama Timothy.' Batin Pras.


Jika Vaye bersama Nicholas, Pras akan kesulitan menghasut Nicholas untuk mendekati Vaye karena mereka saja tidak akur, belum lagi dirinya baru saja menampar Nicholas. Ia mengenal Nicholas, dia pendendam.. akan sulit memperbaiki keadaan.


Akhirnya Pras pergi dari sekolah dengan kesal, sementara itu ayah Lini di tangkap polisi karena telah menyogok beberapa orang untuk mengeluarkan Vaye dan Nicholas dari sekolah.


Mobil polisi sudah berada di halaman sekolah, dan menggiring ayah Lini. Ayah Lini tampak menundukan wajahnya karena malu, ia tidak menyangka rencananya bisa hancur begitu saja.


' Itulah akibatnya ketika dirimu berusaha menjatuhkan lawan tanpa tahu kekauatan lawanmu, kau sendiri yang akan terbanting ke tanah. ' Batin Vaye.


Semua orang kini menatap kagum kearah Vaye, mereka semua tidak menyangka bahwa gadis cupu di sekolah itu rupanya adalah si Jenius Valleria Maxwell Dominique. Bahkan Nicholas sejak tadi hanya diam.


Akhirnya semua orang bubar, dan polisi sudah pergi membawa ayah Lini. Lini tidak ditangkap karena ayah Lini mengatakan bahwa Lini dan ibunya tidak ada sangkut pautnya dengan rencana jahatnya.


" Kenapa kamu hanya diam sejak tadi?" Tanya Vaye.


" Apakah kamu sungguh Valleria yang terkenal itu? Maksudku, jenius yang sudah menyelesaikan sekolah sebelum waktunya?" Tanya Nicholas.


" Hmm.. " Ujar Vaye.


Nicholas menjadi merasa asing sekarang. Jika dia Valleria, siapa yang tidak mengenal ayahnya yang seorang pria sukses di AS.


" Tolong jangan menatapku begitu, kau seolah sedang menatap orang asing. Aku tetap Vaye.. Vaye adalah nama panggilan kecilku." Ujar Vaye.


" Kenapa kamu menyembunyikan identitasmu??" Tanya Nicholas.


" Karena aku ingin mencari suasana baru. Aku jngin orang lain berteman denganku, bukan dengan latar belakangku. Juga.. aku belum siap masuk universitas, terlalu malas untuk menjadi orang sibuk seperti kedua kakakku." Ujar Vaye.


" Tunggu, jika kamu Valleria.. Berarti Edmund.." Ucap Nicholas terhenti.


" Dia kakak kembaranku." Ujar Vaye terkekeh.


" Pantas saja aku merasa tidak asing dengan nya.." Gumam Nicholas.


Kini keduanya bisa berjalan tanpa mendengar gunjingan dari penghuni sekolah itu lagi. Malah kini baik Vaye dan Nicholas mendapatkan banyak pujian.


" Kita belum selesai, masih ada yang harus kita luruskan." Ujar Vaye.

__ADS_1


" Apa lagi??" Tanya Nicholas.


" Kau akan tahu, ayo ikut. " Ujar Vaye.


Vaye berjalan mencari Jilian keruangan kepala sekolah. Sesampainya disana, Vaye melihat kepala sekolah yang menunduk dan membawa barang barangnya, kepala sekolah itu telah di pecat.


Bisa kalian tahu bahwa setelah keluar dengan tidak hormat dari sekolah itu, maka akan sulit di terima di sekolah manapun itu. Kepala sekolah itu, tamat.


" Paman, bolehkan Vaye meluruskan semuanya agar semakin jelas. Ini belum benar benar selesai." Ujar Vaye.


" Kenapa sayang?" Tanya Jilian.


" Rekaman cctv itu, ada yang sengaja merusaknya dan menghapusnya. Vaye ingin memperbaiki itu agar kita tahu apa isi dari rekaman itu." Ujar Vaye.


" Baik, paman akan panggil petugas cctv untuk datang." Ujar Jilian.


" Dan paman, kumpulkan semua murid.. Agar mereka semua tahu kebenaran nya." Ujar Vaye, dan Jilian mengangguk.


Dan disinilah mereka, di ruang kesenian. Dimana terdapat layar besar yang bisa memutar video lewat proyektor. Semua orang termasuk Lini juga sudah berada disana setelah sekolah berakhir.


" Seperti yang kalian tahu, bahwa aku dan Nicholas di curigai mencontek catatan guru, maka aku akan memperbaiki rekaman cctv ini untuk mengetahui sebenarnya apa yang berada di dalam rekaman yang rusak itu." Ujar Vaye.


Lini yang berdiri di tengah tengah siswa lain itu kini hanya bisa diam saja. Ia hanya bisa mendengar gunjingan gunjingan yang diarahkan kepadanya atas apa yang ayahnya lakukan.


" Kalian lihat, Nicholas belajar bersama Bagas. Dia tidak berbohong." Ujar Vaye, menunjukan isi rekaman itu.


" Ya, Nicholas bersamaku selama dua minggu itu. Kami berdua belajar di perpustakaan." Ujar Bagas kini angkat bicara.


Kemudian seisi ruangan itu pun berbisik bisik. Nicholas sendiri kini sedang menatap kagum Vaye yang rupanya pandai mengotak atik komputer dengan lihainya, bahkan petugas cctv saja belum tentu bisa memoerbaikinya. Itu hanya seorang ahli yang bisa melakukannya.


" Dan mari kita lihat, rekaman yang katanya aku memotret isi catatan guru." Ujar Vaye.


Vaye meng klik sebuah tombol kemudian rekaman pun di putar. Lini mundur pergi dari tengah kerumunan sambil di tatap sinis oleh semua orang, bahkan para teman teman nya yang biasanya berkelompok dengannya.


" Astaga..." Gumam semua murid.


Terlihat Lini sendiri yang memotret kunci jawaban milik guru sebelumnya. Dan rupanya ketahuan oleh guru itu, bukan nya takut Lini justru mendorong guru itu hingga sang guru hilang keseimbangan dan jatuh mengenai ujung meja.


" Ya Tuhan, guru kita meninggal." Ujar seorang murid.

__ADS_1


Terlihat guru itu bersimbah darah dan tidak bergerak sama sekali. Rekaman pun di hentikan, karena jika semakin di lanjut maka semua murid akan ketakutan.


" Kemana Lini? Tadi dia berada disini." Ujar seorang teman kelas.


" Astaga, dia pembunuh sekaligus pencontek. Jangan bilang nilainya bagus karena hasil mencontek." Ujar yang lain nya.


" Paman, sekolah ini banyak di sabotase oleh tangan tangan kotor." Ujar Vaye.


" Sepertinya paman harus turun tangan, mereka tidak menganggap paman ada." Ujar Jilian penuh emosi.


" Cari Lini, dia harus di serahkan ke polisi." Ucap Jilian.


Semua orang mencari keberadaan Lini. Bahkan keamanan melarang mobil manapun keluar dari gerbang sekolah. Mereka harus menemukan Lini saat itu juga.


Vaye berjalan di koridor sekolah yang sepi, di ujung koridor ia tidak sengaja melihat Lini yang berdiri di depan Timothy. Lalu Vaye mengernyitkan keningnya ketika melihat Timothy menampar Lini.


" Apa apa an dia, menampar seorang gadis." Gumam Vaye.


Lalu Timothy pergi meninggalkan Lini, perlahan Lini menjatuhkan dirinya di lantai dan menangis. Vaye hanya diam melihat itu, kemudian tak lama ibu Lini terlihat sampai disana. Dan pemandangan yang terjadi adalah hal yang mencengangkan.


Ibu Lini menjambak rambut Lini, lalu kemudian menghempasnya ke lantai. Nicholas melihat Vaye yang seperti bersembunyi, ia pun menghampiri Vaye.


" Vaye ap..."


" Sttt!!" Ucap Vaye yang menghentikan ucapan Nicholas.


" Lihat itu.." Ujar Vaye.


Nicholas melihat pemandangan brutal di hadapan nya, ibu Lini memukuli Lini sangat keras bahkan menendang perut Lini. Vaye merasa emosi melihatnya, walau Lini sudah membuat dirinya dan Nicholas hampir di keluarkan dari sekolah, tapi ia tidak suka melihat apa yang ibu Lini lakukan.


" BERHENTI!!"


" Ibu macam apa anda? Menyiksa anak anda sendiri." Ujar Vaye.


" Kau tidak usah ikut campur!! Karena dirimu suamiku masuk penjara." Ujar ibu Lini.


" Dia masuk penjara karena ulahnya sendiri, mengapa anda menyalahkan saya." Ujar Vaye. Vaye melihat Lini yang sangat berantakan dan penuh luka.


Ibu Liniingat bahw Vaye adalah anak seorang Ethan Dominique, ia pun tidak berani berbuat apapun pada Vaye. Sebaliknya, ia justru menatap Lini dengan tatapan menyalak lalu berucap..

__ADS_1


" Anak tidak berguna!" Ujar ibu Lini lalu pergi dari sana.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2