Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS.99. NILAI KEHIDUPAN.


__ADS_3

Sementara itu Sean kini sudah bersama Jilian, dan menuju kearah bandara.


" Untuk beberapa saat, kau tinggal lah di negara A dengan tenang. Ethan sudah menyiapkan semuanya untukmu, dia tidak bisa ikut karena saat ini ia bersama Bara sedang melakukan penyelidikan tentang pria yang mirip Yara." Ucap Jilian.


" Tidak masalah, aku senang kalian semua selalu ada saat aku butuh." Ucap Sean.


" Itulah gunanya teman brother, meskipun kita bukan sedarah tapi kita seperti saudara." Ucap Jilian.


" Bahkan yang sedarah pun belum tentu menganggap saudara." Ucap Sean sedikit menyendu.


" Tidak usah sedih, Nasib kita kurang lebih sama. Kau tidak sendirian." Ucap Jilian menghibur.


Sean juga menyadari hal itu.. Dirinya dan Jilian memang kurang lebih bernasib sama, bedanya dirinya adalah anak kandung, dan Jilian anak haram. Tapi mereka sama sama tidak di inginkan.


Beruntungnya adalah, mereka bertemu satu sama lain. Ethan, Rayson, Bara, Sean, dan Jilian, mereka saling melengkapi, karena memang latar belakang keluarga mereka tak sebagus yang publik ketahui.


Tak lama, Sena dan Jilian sampai dibandara. Disana sudah ada orang orang Ethan yang menunggu Sean. Sean pun pergi meninggalkan tanah air dan Jilian yang mematung memandangi pesawat yang lepas landas. Saat dirinya berbalik, ia melihat sebuah keluarga sederhana yang tengah bahagia menyambut kepulangan putranya.


Kedua orang tua anak itu terlihat begitu antusias dan bahagia. Tawa yang tidak pernah Jilian lihat dari ayahnya, tangis haru yang tidak pernah Jilian lihat dari ibunya, pelukan hangat yang tidak pernah ia rasakan saat pulang kerumah, semua itu membuatnya tersenyum miris. Ia merasa iri dengan kesederhanaan itu.


Terlahir kaya tidak menjamin hidup kita selalu bahagia, Justru kesederhanaan lah yang membuat kita selalu mensyukuri apa yang kita dapat. Seperti Jilian contohnya.. Ia lahir bisa dikatakan dengan sendok emas dimulutnya, walau dia anak haram tapi kehidupan nya terjamin. Tapi dia tidak pernah mendapatkan sedikitpun kasih sayang dari keluarganya.


' Apakah akan ada saat dimana aku merasakan semua itu.? ' Batin nya bermonolog.


Jikan pun pergi dari bandara, lalu ia menghubungi Ethan.


" Dia sudah terbang dengan orang orangmu, Hmm.. Dia begitu terharu memiliki teman seperti kita.." Ucap Jilian.


" ..... "


" Oke, Ngomong ngomong apakah Rayson sudah kembali.?? "


" ... "


" Oh, semoga saja mereka tidak mati. Aku sudah menyelidiki latar belakang wanita yang di jodohkan dengan Sean, rupanya wanita itu seorang janda dengan dua anak dan anak pertamanya berusia 10 tahun. Pantas saja Sean kabur selama dua tahun." Ucap Jilian.


"... "


" Oke, bye." Ucap Jilian mengakhiri panggilan.


Jilian pun melajukan mobilnya membelah jalanan malam di tengah kota yang sepi.


Di tempat lain..


Ethan kembali mengecek semua berkas yang ia dapatkan dari anak buahnya. Berkas itu adalah berkas penyelidikan tentang Yara. Ya, Ethan menyelidiki latar belakang Yara, dan itu dimulai dari saat Yara masih tinggal di panti asuhan.


" Apakah Jilian sudah menghubungimu?" Tanya Rayson yang baru saja selasai mandi.

__ADS_1


" Sudah dia sedang dalam perjalanan kembali. Singkirkan pakaian mu itu, menjijikan sekali kau, pakaian penuh noda darah musuh kau bawa pulang." Ucap Ethan.


" Ya.. Mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin datang ke hotel dengan tubuh penuh darah kan." Ucap Rayson enteng.


Rayson sudah kembali sekitar setengah jam yang lalu, saat Rayson datang Ethan dan Bara yang sedang fokus dengan komputer masing masing pun terkejut saat melihat penampilan Rayson yang penuh darah. Mereka berdua panik dan mengira Rayson terluka. Rupanya Rayson sengaja melakukan prank pada Ethan dan Jilian.


Rayson kelepasan dari yang hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada orang orang di kediaman Theron, menjadi pembantaian. Rayson tidak membunuh mereka, hanya menyiksa orang orang yang sudah memukuli Sean. Dari mematahkan tangan dan kaki, menyayat wajah, dan memotong jari jari para bawahan keluarga Sean.


" Kau bertindak brutal begitu, bagaimana kalau ada yang mati ?" Ucap Bara.


" Berarti takdir mereka." Ucap Rayson enteng.


" Ck.. Ck.. Memang pantas di namai iblis nya Blood. " Ucap Bara.


" Sudahlah, bagaimana?? Apakah ada hasil dari penyelidikanmu.?" Ucap Rayson kepada Ethan.


" Singkirkan dulu pakaianmu itu.. " Ucap Ethan.


" Ck.. Iya.. Iya.. " Akhirnya Rayson pun memungut pakaian nya itu lalu membuang nya.


" Than, aku tidak bisa melacak keberadaan kristin." Ucap Bara.


" Tentu saja sulit di lacak, yang bisa menemukan nya hanya Yara. Entah teknologi rakitan siapa yang digunakan Yara sampai begitu canggihnya." Ucap Ethan.


" Benar juga.. " Sahut Bara.


" Yang tertulis hanya Yara di temukan di depan pintu panti asuhan, lalu setelah usia nya sekitar 10 tahun, dia di adopsi oleh Daviss Todd karena telah menyelamatkan nyawa Davis saat Davis terkena serangan jantung di taman." Ucap Ethan.


" Lalu.?? " Tanya Rayson.


" Lalu selanjutnya dia tumbuh besar di kediaman Todd dan hampir di tunangkan dengan cucu Davis Todd yaitu Darren Todd." Ucap Ethan lagi dengan kesal.


" Kenapa juga kau begitu kesal.?" Tanya Rayson.


" Bodoh.. Dia tentu saja kesal, karena Yara nya pernah dengan mudah mencintai Darren, tapi begitu sulit mencintai Ethan." Ucap Bara dengan kekehan.


" Ck.. Ck.. Menyedihkan." Ucap Rayson.


" Jika bukan karena Darren, maka seharusnya Yara bertunangan denganku sejak awal." Ucap Ethan.


Hal itu tentu saja membuat Rayson dan Jilian terkejut.


" What.!!! " Teriak mereka bersamaan.


" Tidak percaya.? Kakek ku dan kakek angkatnya Yara berteman sejak dulu, dan mereka berencana menjodohkan aku dengan Yara, tapi Darren lebih dulu mengajukan pertunangan dengan mengatasnamakan dia mencintai Yara. Dan Yara ku yang lugu, termakan begitu saja oleh ucapan Darren. " Ucap Ethan dengan kesal.


" Uluh.. Uluh... Rupanya dia sudah mengenal Yara sejak dulu. " Ucap Bara meledek.

__ADS_1


" Eh tunggu, jangan bilang yang dimaksud kau mengatakan Yara adalah kenalan lama mu itu karena dia adalah orang yang pernah dijodohkan denganmu.?? Kalau benar maka.. Hahahahahaha... " Ucap Rayson berakhir tawa renyah.


" Kenapa kau tertaw, idiot.. " Ucap Ethan.


" Kau mengejar cinta orang yang sama dua kali, dan masih bekum juga mendapatkan nya. Ck.. Ck.. pesonamu rupanya tidak menyilaukan mata Yara Than." Ucap Rayson dan kembali tertawa.


Sementara Ethan hanya memandang sinis kesua teman nya itu.


" Teman teman laknat, beraninya kau menertawakan aku." Ucap Ethan.


" Ada apa ini?? Sepertinya seru sekali.?? " Tanya Jilian yang baru saja tiba setelah mengantar Sean ke bandara.


" Kau tau Jil, Ethan... "


" Diam kau.!!" Ucap Ethan memotong ucapan Rayson.


" Apa.. Apa.. " Ucap Jilian sengaja memancing.


" Dia.. "


" RAYSON SILVESTER!!" Teriak Ethan.


" Hahahahaha.. " Akhirnya Rayson dan Bara hanya tertawa terbahak bahak karena melihat Ethan kesal. Sementara Jilian masih dengan rasa penasaran.


" Ck. Berapa umur kalian? Kekanak kanakan." Ucap Ethan.


" Bukankah kau yang memulai cerita.?" Ucap Rayson.


" Aku bukan bercerita, tapi aku memberi tahu." Ucap Ethan.


" Apa bedanya.?? " Ucap Bara dengan kekehan.


" Tunggu.. tunggu.. Sebenarnya kalian sedang membahas apa.?" Tanya Jilian.


" Seseorang mengejar orang yang sama dua kali dan belum di terima hingga sampai saat ini." Ucap Bara.


" Siapa.?" Tanya Jilian memancing.


" E "


" BARA CLARKE, RAYSON SILVESTER dan kau JILIAN CAVILL, besok kalian bertiga menerima tugas menjaga perbatasan." Ucap Ethan.


" Lalu siapa yang akan membantumu mencari Yara.? " Ucap Rayson meledek.


Ethan terdiam, benar juga pikirnya.


" Hahahahaha.." Tawa Rayson, Bara, dan Jilian bersamaan. Mereka merasa lucu melihat atasan nya itu bingung.

__ADS_1


...TO BE CONTINUED.. ...


__ADS_2