
Di gedung pengadilan Agama, Prasetya sudah sampai dan dudum menunggu di ruang tunggu. Ia menunggu giliran dirinya dan Nely yang akan melakukan sidang perceraian.
" Cih, sudah hampir waktunya pun belum juga sampai. Aku yakin dia datang dengan angkutan umum kemari." Gumam Prasetya.
" Tuan Prasetya dan nyonya Nely lidya." Panggil petugas.
" Saya.." Ujar Prasetya.
Pras pun masuk, dan duduk di kursi bagian nya.
" Dimana pihak penggugat??" Tanya hakim.
" Saya disini, maaf saya terlambat." Ujar Nely yang masuk kedalam.
Prasetya tercengang melihat penampilan Nely, sangat jauh di luar ekspektasinya. Ia berpikir karena ia sudah tidak lagi memberikan biaya hidup untuk Nely dan Nicholas, maka Nely pasti datang dengan keadaan mengenaskan.
' Apa apan ini.. Kenapa Nely justru terlihat semakin cantik dari sebelumnya.' Batin Pras.
Ya, Nely datang dengan penampilan sangat sederhana namun elegan, bagaimanapun dia adalah nona kaya dulunya. Tata cara berpakaian dan sikapnya sudah mencerminkan latar belakangnya.
" Apakah bisa kita mulai proses sidangnya?" Tanya sang hakim.
" Ya, silahkan yang mulia." Ujar Nely.
Hakim pun memberikan pertanyaan pada Nely, apakah Nely sudah mantap dengan keputusannya menggugat cerai Prasetya atau akan memberikan kesempatan kedua. Namun Nely menjawab dengan mantap untuk berpisah.
" Saya sudah yakin dan tidak akan menyesal untuk mengakhiri pernikahan ini. Dan juga.. Saya tidak mau menerima sedikitpun pembagian harta gono gini yang seharusnya saya terima. Saya ingin berpisah, tanpa ada embel embel apapun." Ujar Nely dengan berani.
Pras tentu terkejut mendengarnya, ia berpikir mungkin Nely akan meminta sebagian hartanya, tapi rupanya Nely justru menolak sebelum hakim memutuskan apapun.
" Apakah anda yakin nyonya?" Tanya hakim.
" Ya, saya sangat yakin. Tolong pisahkan kami secara baik baik dan sah di mata hukum. Saya Nely lidya, tidak menerima pembagian harta gono gini." Ujar Nely lagi.
" Kalian memiliki seorang putra? Pada siapa putra kalian akan tinggal?"Tanya hakim.
" Saya." Ujar Nely.
Hakim menganggukan kepalanya, lalu ia membaca semua berkas itu dan kemudian palu di pukulkan.
" Tuan Prasetya dan nyonya Nely dengan ini pengadilan menyatakan bahwa, kalian telah resmi bercerai." Ujar hakim.
__ADS_1
TOK! TOK! TOK!
Nely memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya. Entah mengapa ia merasakan kelegaan setelah mendengar keputusan hakim. Ia pun tersenyum dan berdiri menghadap kearah Pras.
" Terimakasih untuk semua yang telah kita lalui, aku minta maaf apa bila tidak sempurna ketika masih menjadi istrimu dulu. Semoga kau menjalani hidupmu dengan bahagia tanpa sedikitpun merasa kekurangan." Ujar Nely lalu mengulurkan tangan nya.
Pras kembali merasa terpana dengan ketegasan Nely, dulu.. Ketegasan itu yang membuat dirinya jatuh cinta pada Nely sebelum akhirnya ia jatuh cinta pada Tamara.
" Kau juga.." Ujar Pras dan menjabat tangan Nely.
Nely tersenyum lalu melepaskan tangan nya dari Pras dan berbalik pergi dari sana. Nely tersenyum menatap Nicholas dan Abraham yang berdiri jauh di hadapannya.
" Mama, akhirnya kita bebas." Ujar Nicholas, lalu memeluk Nely.
" Selamat atas perceraianmu." Ujar Abraham.
" Terimakasih." Ujar Nely, tersenyum.
Sementara itu Pras menatap kearah Nely dan Abraham. Pras tersenyum mengejek melihat dua insan itu.
" Rupanya dia sudah mendapat sokongan, tidak heran dia berpenampilan sangat elegan. Siapa pria itu, mau maunya bersama Nely." Gumam Prasetya.
Nicholas melihat tatapan merendahkan dari Pras, ia pun melepaskan pelukan nya dari Nely.
" Umm.. Apakah anak mama akan mengunjungi Vaye?" Ujar Nely dan Nicgholas pun mengangguk sambil tersenyum.
" Baiklah, hati hati.. Mama pulang dulu dengan dokter Abraham." Ujar Nely.
" Ya, mama juga .. Dokter, maaf merepotkan untuk mengantar mama saya pulang." Ujar Nicholas.
" Tidak masalah." Ujar Abraham.
Abrahan dan Nely pun pergi dari hadapan Nicholas. Dan Nicholas langsung mencari keberadaan Prasetya. Apa yang harus berakhir, maka harus di akhiri saat ini juga.
Nicholas berlari ketika melihat Pras yang hendak memasuki mobilnya, ia pun menghadang pintu mobil itu dan Pras rerkejut karenanya.
" Apa apa an kamu!" Ujar Prasetya.
" Aku datang untuk memberimu sesuatu." Ujar Nicholas.
" Cih, tidak perlu memberi apapun. Kau paling hanya hidup karena di topang pria baru ibumu itu kan? Saat ini diantara kita seudah tidak ada apa apa lagi, dengar itu Nicholas." Ujar Pras.
__ADS_1
" Meskipun kau adalah putraku, tapi aku tidak akan lagi peduli padamu. Tidak ada hubungan anak dan ayah lagi diantara kita." Ujar Prasetya dengan menunjukan jari telunjuknya ke wajah Nicholas.
Nicholas yang mendengar itu oun tersenyum. Lalu ia menepis tangan Prasetya dari hadapan wajahnya.
" Anda tahu, kata kata anda itu sangat melegakan bagiku. Ingat, diantara kita tidak ada apa apa lagi, jangan pernah datang pada kami lagi, pada ibuku dan padaku." Ujar Nicholas.
Nicholas mengeluarkan sebuah map cokelat lalu memberikannya pada Prasetya. Nicholas merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah USB lalu berkata.
" Kebenaran nya ada di dalam sini, siapa pembunuh kakakku yang sebenarnya." Ujar Nicholas sambil memberikan USB itu di telapak tangan Prasetya.
" Silahkan anda lihat tuan Prasetya, semoga anda tidak akan terkena serangan jantung dan mati lebih dulu sebelum anda mendapat karma." Ujar Nicholas tanpa perasaan.
Setelah memberikan USB dan map cokelat itu, Nicholas pun pergi dari sana. Pras menatap penuh tanda tanya pada Nicholas, ia menjadi penasaran dengan isi map dan USB itu.
Pras masuk kedalam mobilnya, dan ia membuka map cokelat yang di berikan Nicholas padanya. Ia terkejut melihat apa isinya, itu adalah hasil DNA antara dirinya dengan Timothy.
" Apa ini... Timothy bukan anak kandungku??" Gumam Prasetya dengan nafas memburu.
Pras terkejut tentu saja, dia yakin bahwa Tamara hanya berhubungan dengan nya saja saat dulu. Ia dan Tamara menjalin hubungan di belakang Nely hingga Tamara hamil, dan saat itu Tamara tidak memiliki pasangan.
" Apakah aku telah di bodohi mentah mentah!" Gumamnya dengan mata nanar.
Pras menatap USB yang di berikan olaeh Nicholas padanya, dan ia pun memasang USB itu di mobilnya hingga munculah Video kejadian saat Gama di bunuh.
Mata Pras berkaca kaca melihat bagaimana putra sulungnya itu di pukuli oleh preman. Hingga video itu berakhir dan muncul slide slide foto yang menunjukan keberadaan Timothy di snaa saat itu.
" Kenapa Timothy ada di sana dan hanya diam saja?" Gumam Prasetya.
Kemudian setelah Slide itu berakhir, munculah video pengakuan preman yang memukuli Gamalaelh hingga meninggal.
Air mata Prasetya mengalir dan menetes tanpa ia berkedip, preman itu mengatakan bahwa Timothylah yang menyuruh mereka membunuh Gama, karena Timothy cemburu.
" Hiks! Hiks! Hiks! " Tangis Prasetya pecah.
Entahlah, pikiran nya menjadi sangat kacau saat ini. Ia menyelingkuhi istri sahnya demi wanita yang ia cintai, Tamara.. Tapi rupanya Tamara berselingkuh darinya hingga hamil dengan pria lain dan menyuruh dirinya yang bertanggung jawab.
Lalu anak sulungnya, Gamalael meninggal oleh Timothy, dan dia menuduh putra bungsunya sendiri, Nicholas sebagai pembunuh. Tidak hanya itu, dia bahkan menelantarkan anak kandungnya itu demi anak yang bukan darah dagingnya.
" ARRGHH!!! " Teriak Prasetya.
Bukankah hidup itu lucu, Prasetya mungkin menganggap bahwa apa yang ada pada dirinya itu adalah yang paling benar, siapa yang tahu dia rupanya hanya pria bodoh yang kehilangan akal karena wanita.
__ADS_1
Jika saja dia bisa setia dan menjalani kehidupannya dengan anak dan istri sah nya dulu, mungkin semua itu tidak akan terjadi. Hidup adalah apa yang kita tanam, itu yang kita tuai.
TO BE CONTINUED..