Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 146. SEASON 2. Berkelahi.


__ADS_3

Pelajaran berlangsung, dan seperti biasanya Nicholas menelungkupkan dirinya di meja, lalu tidur. Timothy yang berada di sebelah kiri Vaye terus menatap kearah Nicholas, entahlah apa yang terjadi diantara keduanya.


" Hai, sepertinya kamu murid baru?" Ucap Timothy pada Vaye, ketika jam istirahat dimulai.


" Oh, hai.. Ya aku murid baru. " Sahut Vaye.


" Selamat datang di kelas kami." Ucap Timothy.


" Ya, terima kasih. Mohon bantuannya juga." Ucap Vaye.


" Ya.. kamu mau ke kantin?" Tanya Timothy.


" Ya."


" Ayo bareng, aku juga akan ke kantin." Ucap Timothy.


Akhirnya mereka berdua pun berjalan bersama menuju ke kantin. Timothy adalsh siswa yang cerdas dan rajin. Dia juga selalu mengikuti olimpiade, jadi seluruh sekolah mengenalnya.


Bahkan saat Timothy berjalan beriringan dengan Vaye, banyak yang menatap iri pada Vaye dan mengatakan Vaye gadis yang beruntung karena bisa berjalan bareng Timothy. Selama ini Timothy selalu sendiri dan tidak pernah bersama siapapun.


" Apakah gadis culun itu mengenal Timothy? Kenapa Timothy sepertinya akrab dengan gadis culun itu." Bisik teman kelas Vaye.


BRAK!!


Suara meja yang di gebrak oleh Nicholas. Saat itu, Nicholas mendengar semua ucapan antara Timothy dan Vaye. Ia terlihat mengepalkan tinjunya, lalu ia mendengar bisikan teman sekelasnya, dan ia menjadi semakin kesal.


' Beraninya kau melupakan kejadian itu dan hidup bahagia. Aku tidak akan membiarkan kamu menjalani hidupmu dengan bahagia.' Batin Nicholas.


Ia berjalan keluar meningglakan kelas, dan teman kelas yang ia buat ketakutan. Nicholas berjalan menyusuri lorong sekolah menuju kantin, dan saat sampai di sana, ia melihat Timothy yang tengah duduk bersama dengan Vaye.


Dengan gerakan cepat ia merampas makanan milik orang lain dan duduk di sebelah Vaye. Baik Vaye dan Timothy menatap bingung pada Nicholas.


" Bukankah tempat dudukmu disana?" Ucap Vaye, sambil menunjuk tempat duduk yang kemarin di perebutkan oleh dirinya dan Nicholas.


" Aku bosan disana, dan ingin duduk denganmu disini. Oh, kamu suka makan nuget juga, Bolehkah aku minta?" Ucap Nicholas, dan mengambil nuget milik Vaye.


" Nic, kamu bisa mengambilnya sendiri bukan?" Ucap Timothy.


Tetapi seakan tuli, Nicholas tidak memperindah ucapan Timothy. Ia hanya sibuk menikmati nuget milik Vaye.


" Jika kau mau kau bisa makan semuanya." Ucap Vaye.


" Benarkah? Gadis culun, kamu rupanya baik juga, ya?" Ucap Nicholas.


" Terima kasih." Ucap Vaye singkat.


" Kita tukar makanan saja, ini.." Ucap Nicholas menukar makanan miliknya dengan milik Vaye.


" Nic.." Ucap Timothy.

__ADS_1


" Diamlah!! Aku tidak bicara padamu." Ucap Nicholas.


" Aku tidak apa apa, mungkin dia kelaparan." Ucap Vaye.


Nicholas menatap Vaye sambil tersenyum smirk.


" Apa kau menyukainya?" Tanya Nicholas pada Vaye.


" Dia bukan musuhku, jadi tidak ada alasan untuk aku membencinya, bukan?" Ucap Vaye.


" Ck.. Dia itu anak haram, kau mau berteman atau berpacaran dengan nya?" Ucap Nicholas.


Timothy terlihat mengepalkan tangannya di bawah meja, lagi lagi Nicholas memojokan dirinya.


" Nicholas!" Bentak Timothy.


" Sstt.. berisik. Pelankan suaramu, kau tidak lihat mereka semua terlihat tegang?" Ucap Nicholas.


Memang, satu kantin itu kini terlihat tegang, karena mereka melihat Nicholas yang duduk di dekat Timothy. Belum lagi gelagat diantara keduanya begitu menegangkan.


" Bisakah kau mengatakan hal itu?" Ucap Timothy.


" Hal apa? Tentang kau anak haram?" Ucap Nicholas sengaja mengeraskan suaranya.


" Kau cemburu bukan? Kau cemburu karena pada akhirnya apa yang kau mau tidak terpenuhi, kau cemburu karena aku lebih cepat bangkit dan menerima kenyataan dari pada dirimu, Iya, bukan? " Ucap Timothy.


BUK!!


Nicholas bangun dan memukul wajah Timothy. Vaye sampai tersentak kaget melihatnya.


BUK!! BUK!! BUK!!


Nicholas terus memukuli Timothy.


" Kau bilang aku cemburu, huh? Aku tidak pernah sedikitpun cemburu dengan predikat anak harammu itu! Dan beraninya kau melupakan kejadian itu. Kau tidak boleh lupa kejadian itu, bren*sek!! " Teriak Nicholas, dengan nafas memburu.


Saat Nicholas hendak memukul Timothy, Vaye menahan tangan Nicholas. Nicholas pun melirik tajam Vaye.


" Kau bisa membunuhnya, ini sekolah." Ucap Vaye.


" Lepas." Ucap Nicholas, namun Vaye tidak sedikitpun melonggarkan cekalan tangan nya.


" Aku bilang lepas!!" Teriak Nicholas.


Seluruh penghuni kantin menjadi tegang, Nicholas dan Timothy yang berkelahi saja mereka sudah takut. Apa sekarang Nicholas akan menghajar murid baru.


Karena Vaye tidak melepaskan cekalan nya, Nicholas pun menarik tangan Vaye dan hendak membantingnya ke lantai namun dengan gerakan cepat Vaye membalik keadaan dan..


BRUK!

__ADS_1


Nicholas terkapar di lantai. Semua siswa disana menatap terkejut kearah Vaye, Vaye mampu membanting Nicholas yang merupakan pemegang sabuk hitam.


Tidak hanya siswa lain, Nicholas sendiri juga terkejut, karena Vaye mampu membaca gerakan nya.


' Ah, dasar.. Padahal aku tidak ingin menunjukan kelebihan. Pria ini benar benar membuat ku emosi.' Batin Vaye.


" Jika kau ingin membunuhnya, bunuh di luar sekolah, setidak nya carilah tempat yang sepi. Kau memukulinya di hadapan siswa lain, mereka menjadi ketakutan karena ulahmu." Ucap Vaye.


Setelah mengatakan itu, Vaye membantu Timothy bangun dan pergi dari sana menuju ke UKS. Sementara Nicholas, ia bangun dan terduduk sembari menatap tajam Vaye dan Timothy yang pergi dari sana.


" Terimakasih.." Ucap Timothy.


" Tidak masalah." Ucap Vaye.


Vaye membantu mengobati Tymothy, yang terkena bogeman mentah Nicholas. Ia melakukannya tanpa mengatakan apapun atau berkata apapun. Dan Timothy pun menatap Vaye penuh kagum.


" Selesai, ayo kembali ke kelas." Ucap Vaye.


" Kamu tidak penasaran dengan apa yang terjadi, kah?" Ucap Timothy.


" Tidak, sama sekali. Itu privasimu dan dia." Ucap Vaye.


Timothy menjadi kagum dengan sosok Vaye ini, dia begitu kalem dan tenang meskipun melihat perkelahian di depan matanya. Akhirnya mereka berdua pun kembali ke kelas, terlihat Nicholas yang menatap tajam Vaye dan Timothy.


Vaye melihat bangkunya yang berantakan, dan tas sekolahnya yang berada di tangan Nicholas. Sementara Nicholas duduk di dekat jendela dengan menggantungkan tas sekolah Vaye keluar jendela. Vaye tetap tenang, dan membereskan meja kursinya di bantu Timothy.


" Yo... apakah kalian berpacaran? Kalian terlihat saling melindungi. Gadis cupu dan anak haram, pasangan yang cocok." Ucap Nicholas.


" Berikan tasku." Ucap Vaye.


" Ambil lah, jika kau bisa." Ucap Nicholas.


" Nic, masalahmu adalah denganku. Jangan bawa bawa Vaye dalam hal ini. Berikan tasnya." Ucap Timothy.


" Sejak dia mencekal tanganku, maka dia juga musuhku." Ucap Nicholas.


Satu kelas itu pun riuh berbisik. Ada yang mengasihani Vaye, ada juga yang tidak peduli. Vaye berjalan menghampiri Nicholas yang juga sedang menatapnya, dan dengan gerakan cepat, Vaye menaiki meja dan memajukan tubuhnya mengambil tas miliknya.


Gerakan Vaye yang tiba tiba itu membuat Nicholas terkejut, apalagi wajah keduanya begitu dekat saat ini. Nicholas bahkan bisa mencium wangi parfum Vaye.


" Jika ingin bertarung, lakukan secara baik baik dan secara berani. Bukan dengan cara kekanakan seperti ini." Ucap Vaye lalu menjauh dari Nicholas.


Dan saat itu, guru juga kebetulan masuk kedalam kelas. Nicholas yang masih terkejut sampai kesulitan menelan ludahnya.


" Nicholas, apa yang kamu lakukan, duduk di tempat dudukmu." Ucap Guru. Nicholas pun duduk di temoat duduknya dengan perasaan kesal.


' Awas saja kau gadis cupu. Kau yang minta bertarung, baik.. akan aku beri kau pelajaran karena telah melawanku. Tidak ada yang berani mempermalukan aku seperti itu sebelumnya.' Batin Nicholas..


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2