
Yara telah tiba di Negara Y, ia berjalan bersama Ryu juga beberapa pengawal di belakang mereka. Yang tidak tahu mungkin mengira bahwa Yara dan Ethan ini adalah member idol yang baru saja datang untuk konser. Bagaimanapun wajah asia blasteran mereka itu sangat menarik perhatian walaupun tertutup masker.
Mereka keluar dari bandara International dan langsung di jemput oleh mobil mobil mewah, mereka pun pergi dari sana meninggalkan keriuhan yang sedari tadi mengejar langkah mereka.
" Hufftt... Kita bukan artis mengapa mereka mengejar kita begitu hebohnya.." Ucap Yara kelelahan.
" Haha.. Wajah kita ini begitu menarik perhatian adik." Ucap Ryu.
Dulu mungkin wajah asia begitu asing menurut orang negara Y, tetapi sekarang tidak. Mereka sangat mengidolakan wajah tampan khas Idol.
Mobil melaju membelah jalanan kota di sore itu, mereka menuju sebuah tempat yang berhasil di selidiki oleh Lucas sebelumnya.
" Kakak sudah tahu letak tempat itu? Markas Mavros drakos.." Ucap Yara.
" Lucas sudah menyelidikinya, tempat nya memang agak terpencil, lebih baik kita istirahat saja. " Ucap Ryu.
" Baiklah.." Ucap Yara.
Yara memejamkan matanya dan ter tidur, sepanjang jalan ia benar benar tidak sadarkan diri. Mungkin karena perbedaan waktu, jadi Yara tertidur sangat lelap.
Yara perlahan membuka matanya, ia terkejut karena melihat hari sudah malam. Dan ternyata mereka telah sampai di tempat tujuan mereka.
" Kamu sudah bangun.??" Tanya Ryu.
" Kakak kenapa todak membangunkan aku, aku pasti tidur sangat lama." Ucap Yara.
" Tidak masalah, kakak melihat kamu sepertinya sangat lelah jadi tidak tega membangunkanmu. Ayo kita turun.." Ucap Ryu.
Mereka pun turun, dan berdiri di depan sebuah bangunan yang bisa di bilang seperti kastil. Yara begitu takjub menyaksikan bangunan di hadapan nya itu.
" Ini... "
" Markas Mavros drakos, yang asli.." Ucap Ryu.
" Yang asli.? Apakah ini berarti tempat utama dimana kakek menglahkan ayah Kristin, ketua Mavros drakos yang sebenarnya.?" Tanya Yara.
" Benar.. Dan disini kakek kita dimakamkan." Ucap Ryu.
Tiba tiba keluar beberapa orang berbadan tinggi dengan wajah khas Negara Y menghampiri Ryu dan Yara. Para pengawal Ryu sontak saja langsung maju menghadang di depan.
" Kami tidak akan menyakiti kalian.." Ucap salah satu pria itu.
" Kalian bisa berbicara menggunakan bahasa Negara I.?? " Tanya Yara terkejut.
" Kami menguasai berbagai macam bahasa, selamat datang orang terpilih." Ucap pria itu lagi.
Patut di acungi jempol memang, hal itu membuktikan bahwa Mavros drakos sebelumnya adalah kelompok Mafia yang tidak sembarangan menyerang. Mereka menghormati orang baru, juga kepintaran mereka sungguh patut di acungi jempol. Mereka bukan kelompok Mafia kaleng kaleng.
__ADS_1
" Orang terpilih..?" Ucap Yara bingung.
" Mari masuk.." Ucap Orang itu.
Ryu, Yara dan para anak buah Ryu yang ikut disana pun memasuki kastil itu. Serasa berada di negeri dongeng memang, kastil besar yang megah dengan berbagai macam benda benda antik di dalamnya yang mencerminkan ke khas an Negara Y.
" Tuan Ryuchie, anda sudah datang.?" Ucap seorang pria berumur yang tidak Yara kenal.
" Hm.. " Sahut Ryu singkat tanpa berbicara.
Yara bingung, sebenarnya siapa pria itu. Mengapa dia mengenal sang kakak pikirnya.
" Nona, anda jangan terkejut. Saya adalah orang yang di selamatkan tuan Ryuchie beberapa tahun lalu. Kami tidak saling mengenal sebelumnya, tetapi setelah utusan tuan Ryuchie datang dan menceritakan tujuan nya, saya benar benar terkejut, rupanya penyelamatku adalah ketua GHOST, sekaligus keluarga dari nona terpilih." Ucap Pria itu.
" Oiyah, perkenalkan.. Saya Aegis." Ucap pria itu.
" Sebenarnya sedari tadi aku bingung, mengapa kalian memanggil ku sebagai orang terpilih, bisa tolong jelaskan maksudnya.?" Ucap Yara.
" Karena kamu orang yang terpilih, yang akan melanjutkan langkah Mavros Drakos. Kamu.. Adalah calon tuan kami selanjutnya." Ucap Aegis.
" Bukannya aku terkutuk.?? Karena kakek ku mengambil segel kalian.." Ucap Yara.
" Benar, kami mengatakan itu terkutuk karena kamu akan mengalami sakit luar biasa sebagai ganti dari kekuasaan yang akan kamu miliki kelak." Ucap Aegis.
" Adikku tidak membutuhkan kekuasaan, aku bisa menjamin apapun yang dia inginkan di dunia ini tanpa harus menjadi tuan kalian." Ucap Ryu.
" Tuan Ryuchie memang benar, siapa yang tidak mengenal Ryuchie dari GHOST. Hanya saja apa yang sudah di tanam telah tumbuh dan harus segera di tuai.. Jika tidak malah akan mendatangkan bahaya." Ucap Aegis.
" Kematian.. " Ucap Aegis.
Ryu dan Yara saling pandang satu sama lain, hal itulah yang mereka takutkan. Yara takut mati, dan Ryu tidak ingin kehilangan Yara.
" Itulah sebabnya aku datang kemari tuan Aegis, aku ingin mematahkan kutukan itu." Ucap Yara.
" Anda tidak bisa mematahkan apapun, itu sudah tertanam di darah dan dagingmu nona. Sejak anda lahir, alam sudah memilih anda." Ucap Aegis.
" Tetapi aku bukan keturunan ketua kalian yang sebelumnya. Kami tidak memiliki hubungan darah, dan lagi aku terkutuk karena kakek ku yang telah mengambil segel itu sebelumnya. Ini tidak masuk akal bukan.??" Ucap Yara
" Memang banyak hal yang bisa dikatakan tidak masuk akal dan naluri. Tetapi Takdir mungkin memiliki rencana lain. Kau orang yang terpilih nona." Ucap Aegis lagi.
" Lihatlah.. Tanda tanda itu sudah mulai terlihat jelas. Rambutmu, matamu, juga juga warna kulitmu, berubah.. Itu menandakan bahwa kau akan segera mengalami kebangkitan." Ucap Aegis.
" Apa maksudmu kebangkitan.!" Ucap Ryu sembari mencengkeram kerah baju Aegis.
" Kakak, tenanglah.. " Ucap Yara menenangkan Ryu.
" Jelaskan, apa maksudmu mengatakan adikku akan segera mengalami kebangkitan." Ucap Ryu setelah melepas cengkeraman nya.
__ADS_1
" Nona akan mengalami kematian.."
BUGH.!!
Ryu melayangkan tinjunya ke wajah Aegis. Saat anak buah Aegis hendak menyerang Ryu, Aegis langsung menghentikan nya.
" Aku tidak apa apa, kalian mundur saja." Ucap Aegis.
" Beraninya kua mengatakan adik ku akan mati. Aku todak akan membiarkan hal itu terjadi." Ucap Ryu.
" Kakak, tolong dengarkan tuan Aegis bicara sampai selesai. Tenangkan diri kakak." Ucap Yara.
" Nona menang sangat bijak sana. Tuan Ryuchie.. Mari ikut saya. Saya akan menjelaskan semua mnya secara rinci." Ucap Aegis.
Akhirnya Ryu dan Yara pun mengikuti Aegis dari belakang. Ryu menggenggam tangan Yara sangat erat, apa yang baru saja di katakan oleh Aegis membuat ketakutan nya semakin besar. Yara juga demikian, ia merasa takut.
Aegis menggeser sebuah patung dan tiba tiba sebuah tembok besar tergeser. Ada sebuah lorong di balik tembok tebal itu. Aegis menengok kearah Ryu dan Yara lalu mengangguk.
" Mari.." Ucap Aegis.
Aegis kembali berjalan menjadi pemandu untuk Ryu dan Yara. Aegis menyalakan sebuah lilin besar di dinding, dan tiba tiba lilin lain nya ikut menyala. Setelah ada pencahayaan, barulah terlihat betapa panjangnya lorong itu.
" Kau mau membawa kami kemana.?" Tanya Ryu.
" Saya akan menjelaskan tentang apa yang akan nona alami, tetapi saya tidak bisa sembarangan bicara. Saya tidak akan menyakiti kalian, apalagi kalian berdua orang penting bagiku dan Mavros drakos." Ucap Aegis.
Wajah Aegis memang tidak bisa di bilang ramah, pria berusia 40 tahunan itu begitu dingin tak bisa terbaca. Walau ia berbicara sambil tersenyum ramah, tapi senyum yang terlihat di mata orang lain bagai senyum kematian.
Aegis berjalan hingga sampailah mereka bertiga di sebuah ruangan yang lebih terlihat seperti sebuah altar Gereja.
" Mari nona, tuan Ryuchie anda bisa duduk disini." Ucap Aegis.
" Kau mau apakan adikku.?" Ucap Ryu khawatir.
" Saya akan mengajak nona duduk tuan.." Ucap Aegis dengan senyuman.
Mereka bertiga duduk di sebuah kursi kayu panjang. Aegis membuka sebuah buku besar yang tersimpan di rak buku. Ryu dan Yara bingung mengapa Aegis justru membuka buku bukan nya menjelaskan.
" Kenapa kau malah membaca buku.?" Ucap Ryu.
" Hahaha.. Tuan Ryuchie , saya ini adalah generasi penerus. Orang orang yang bersangkutan langsung dengan mendiang ketua sebelumnya sudah banyak yang tiada karena menunggu kembali nya calon pemimpin kami. Saya.. Adalah putra daei salah satu pasukan perang Mavros drakos. Saya di dedikasikan untuk tetap menjaga dan melanjutkan semua ini, serta menunggu nona datang." Ucap Aegis.
" Nona.. Di ruangan ini, nantinya nona akan meninggal, dan di bangkitkan kembali. Terdengar tidak masuk akal memang, hal hal mistis masih terjadi di masa sekarang ini. Tetapi ini nyata.. " Ucap Aegis.
" Tulang nona, darah, semua yang ada pada tubuh nona.. Akan berubah. " Ucap Aegis lagi.
" Kau tidak sedang menipu kami kan.?" Ucap Ryu.
__ADS_1
" Tuan Ryuchie, jika pemimpin kami tidak bangkit maka kami pun akan mati. Jadi untuk apa saya menipu. Ini sudah larut malam, lebih baik nona dan tuan beristirahat dulu. Mari saya antar ke kemar kaliian." Ucap Aegis.
TO BE CONTINUED..