
Panggilan itu langsung di matikan, membuat Jackson semakin khawatir. Tiba tiba dokter keluar dari ruang ICU dan terlihat Caleb yang di perban hampir seluruh badan.
Caleb di pindahkan ke kamar rawat dan masih belum sadarkan diri akibat anastesi.
" Tidak, aku harus memastikan Yara aman di tangan pria itu." Ucap Jackson.
Jackson pun pergi dari rumah sakit untuk langsung pulang ke rumah Caleb.
Di tempat lain..
Yara berada di atas sebuah tempat tidur, kepala dan lengan kiri nya di perban. Perlahan ia mulai sadar dari pingsan nya.
" Kau sudah sadar.?" Suara seorang pria yang mulai samar ia lihat.
" Kau.?!" Yara kaget karena Roger duduk di sofa tepat di samping nya.
" Kenapa aku bersamamu mu?. " Tanya Yara.
" Aku menemukan mu pingsan di depan gedung terbengkalai, sekarang kau berada di rumah ku." Jawab Roger.
Awal nya Roger tidak kepikiran sama sekali dirinya akan bertemu dengan Yara, sampai saat di lampu merah ia melihat Yara dengan motor kuning nya yang melesat dengan terburu buru. Akhirnya Roger pun menyuruh bawahan nya mengikuti Yara hingga ke pabrik terbengkalai.
" Terimakasih." Ucap Yara.
" Melihat mu seperti ini, mengapa aku merasa kau lebih mirip dengan seorang gadis yah.? " Ucap Roger menggoda , yang membuat Yara seketika diam memucat.
" Ma.. mana ada, aku ini 100% pria tulen." Ucap Yara ter gagap.
Melihat Yara yang Ter gagap membuat nya tertawa. Sebenar nya Roger sudah mengetahui bahwa Y adalah Yara. Karena Y muncul saat Yara berada di Villa nya, sementara Yara menghilang.
" Haha, aku hanya bercanda.. Tapi sekarang kita impas, kau menyelamatkan aku saat di Villa ku. Sekarang aku menyelamatkan mu." Ucap Roger.
" Iya, Kalau begitu aku akan pergi sekarang." Ucap Yara yang mencoba bangun dari tidur nya.
" Kau baru sadar, mau langsung pergi.?" Tanya Roger.
" Benar, temanku pasti mencariku." Ucap Yara.
Roger juga tidak bisa menahan Yara, akhirnya ia menyuruh orang suruhan nya untuk mengantar Yara sampai di tempat tujuan.
" Hati hati di jalan, kawan." Ucap Roger.
" Terimakasih." Ucap Yara singkat.
Yara pun pergi dari kediaman Roger.
Roger tersenyum karena menurutnya Yara sangat unik.
__ADS_1
" Deon, selidiki latar belakang nya " Ucap Roger kepada Deon asisten nya.
" Baik Tuan." Saut Deon.
Di tempat lain..
Jackson berhasil menemukan alamat rumah Ethan dari catatan misi milik Yara.
Saat Jackson menanyakan keberadaan Yara kepada Rayson, Rayson justru mengira bahwa Yara bersama Jackson.
" Bagaimana ini, apa Y di tangkap orang yang mengincarnya? Ini salahku meninggalkan dia di gudang itu." Ucap Jackson yang sedang terlihat cemas di hadapan Rayson.
" Apa kau tidak tanya nama orang yang menghubungimu ?" Tanya Rayson.
" Dia hanya mengatakan bahwa Y aman bersamanya. Aku pikir Y ada bersama kalian." Jawab Jackson.
Jackson tidak mengatakan identitas Yara yang sebenar nya kepada Rayson.
Saat semua orang sedang panik, Yara yang adalah Y tiba tiba muncul di sana.
" Y, apa kau baik baik saja.? apa yang terjadi kepadamu.?" Ucap Jackson yang melihat Yara.
" Tidak apa apa, kenapa kau ada disini.? " Tanya Yara.
" Aku pikir kau disini, setelah sebelum nya seorang pria mengatakan kau aman. Jadi aku ingin melihat keadaan mu, tapi katanya kau tidak disini. " Jawab Jackson.
" Aku di selamatkan seorang teman." Ucap Yara.
Awal nya Rayson ingin marah kepada Yara, tapi mengingat Ethan sangat marah, jadi ia urungkan niat nya.
" Baiklah, Jack kau kembali dulu saja temani Caleb, nanti aku akan menjenguk nya setelah urusanku selesai." Ucap Yara.
" Cih, dia pikir dia siapa datang dan pergi sesuka hati. Kalau bukan karena dia kenalan lama Ethan, dan kunci satu satunya untuk menemukan pelaku sebenarnya di balik penembakan Ethan, sudah ku singkirkan dia jauh jauh." Ucap Rayson dalam hati.
Jackson pergi dari kediaman Ethan, dan Yara pun masuk ke ruang kerja Ethan. Terlihat Ethan yang sedang memijat pelipisnya.
" Tuan, aku sudah kembali." Ucap Yara.
Ethan sangat kaget melihat Yara yang sudah kembali, awalnya ia berpikir mungkin Yara sudah di bawa oleh pelaku itu.
" Kau dari mana.? " Tanya Ethan.
" Maaf tuan, saya di selamatkan oleh seorang teman." Jawab Yara.
" Baguslah kalau kau masih hidup. Pergilah, Istirahat." Ucap Ethan.
" Baik, terimakasih tuan." Ucap Yara. Yara pun pergi dari hadapan Ethan
__ADS_1
Setelah Yara pergi , Ethan menghembuskan nafas nya lega.
" Aku berpikir terlalu berlebihan." Ucap Ethan.
" Orang nya sudah pulang. Aku sudah menghubungi Jil, Sean , dan Bara untuk kembali." Ucap Rayson yang mengagetkan Ethan.
" Oke." Ucap Ethan singkat.
" Than, apa Y tidak mengenalimu sebagai kenalan lama nya.? " Tanya Rayson.
" Tidak." Jawab Ethan singkat sambil meminum jus jeruk di tangan nya.
" Than, apa kau tidak merasa.? sikap nya itu sangat menjengkelkan, lebih seperti perempuan. " Ucap Rayson yang membuat Ethan tersedak.
" Uhuk.!! Uhuk.!! "
" Than!! berapa usia mu , minum saja sampai tersedak.!" Ucap Rayson yang kini menepuk nepuk punggung Ethan.
" Sialan kau, kalau bukan karena mu aku tidak akan tersedak." Ucap Ethan.
" Cih, Tapi aku serius. Aku tidak menyukai nya sama sekali." Ucap Rayson serius.
" Kalau kau menyukainya , berati kau tidak normal bodoh." Ucap Ethan.
" Bukan suka yang itu maksudku bodoh.! Aku tidak suka rekan seperti dia, beda dengan kau atau pun Jil, Sean, dan Bara. Dia itu seperti.. Seperti ada yang aneh pada dirinya. Tapi aku tidak tahu dimana nya." Ucap Rayson sambil menerawang.
" Gila kau, pergi sana. Jangan ganggu aku, aku sangat sibuk." Ucap Ethan mengusir.
" Cih, Ya sudah." Ucap Rayson.
Rayson pun pergi dari hadapan Ethan, kini Ethan pun mengeluarkan senyum nya yang sejak tadi ia tahan akibat ulah Rayson.
" Kalau suatu hari dia tahu siapa Y sebenarnya, entah seperti apa wajah nya. " Ucap Ethan .
Ethan kembali sibuk dengan urusan perusahaan nya. Ia mendapati beberapa orang yang berani bertindak di saat dirinya di kabarkan koma.
" Bagus, mereka mulai menunjukan keaslian mereka. Dasar para rubah tua licik." Ucap Ethan .
Yara sedang berada di dalam kamarnya. Karena kini ia masih sedikit lemah, akhir nya ia merebahkan dirinya dia atas ranjang.
" Kenapa aku tidak bisa menggali informasi siapa dalang di balik penembakan itu, apa memang benar itu di lakukan oleh orang berkuasa lain nya.? " Ucap Yara dalam hati.
" Tidak! kalau aku tidak bisa menangkap orang itu, maka aku akan selamanya tertahan disini. Aku harus menyelidiki semua nya dari awal." Ucap Yara kembali.
Yara mengaktifkan handphone nya yang ternyata sedari tadi dalam keadaan mati. Lalu mencoba menghubungi Jackson.
" Halo , Jack.. Kau dimana.?. Ok, aku akan ke sana, ada beberapa hal butuh bantuan mu."
__ADS_1
Yara mematikan sambungan telepon nya, lalu berjalan keluar dari kamar nya.
TO BE CONTINUED.