
Nicholas telah sampai di sebuah rumah, rumah itu adalah rumah miliknya yang ia bangun untuk ia tinggali kelak. Ia tinggal di apartemen tidak akan lama lagi, karena apartemen itu adalah milik ayahnya, Pras.
Tidak ada yang tahu bahwa Nicholas sudah membangun rumah mewah di daerah elit, bahkan Ruth yang merupakan pelayan di apartemen nya pun tidak tahu menahu.
" Tuan muda, anda sudah kembali? " Tanya seorang pria yang bekerja disana sebagai penjaga keamanan.
" Hm.. berapa lama lagi rumah ini selesai?" Tanya Nicholas.
" Sudah jadi tuan muda, tinggal proses finishing. Semingguan lagi mungkin selesai, mereka sedang mengemas semua peralatan yang ada dan membersihkan sisa sisa bahan bangunan." Ujar pria itu.
" Baiklah, Joly.. Pulang lah, nanti aku akan datang lagi." Ujar Nicholas.
Joly di berikan pada penjaga rumah itu untuk di kandangkan, sementara dirinya pergi dari halaman rumah itu.
' Akhirnya, sebentar lagi aku akan bisa bebas dari bayang bayang pria itu ( Pras) Aku akan bawa mama kemari tanpa sepengetahuan siapapun, dan mama akan mendapatkan perawatan khusus di rumah ini. ' Batin Nicholas.
Diam diam, Nicholas bekerja secara virtual. Dan gaji yang ia dapatkan lebih dari cukup untuk membiayai sekolahnya dan hidupnya. Nicholas perlahan menabung hingga bisa membeli tanah yang luas, dan membangun rumahnya sendiri disana.
Nicholas sama sekali tidak menggunakan uang pemberian dari Pras, baginya Pras bukan lagi ayahnya sejak Pras mengaku pada ibunya bahwa ia berselingkuh dengan Tamara hingga melahirkan Timothy.
Di tempat lain..
Seminggu sudah Vaye berada di negara AS, Ia menikmati momen libur panjangnya dengan baik. Tiga kembaran itu benar benar memanfaatkan waktu mereka dengan baik.
Vaye sedang berada di pusat perbelanjaan saat ini, ia hanya sendiri karena Edmund dan Nathan memiliki urusan mereka masing masing. Saat ini Vaye tengah duduk di cafe karena ia sedang ingin memakan makanan manis.
Tiba tiba, dari kursi yang tak jauh darinya ia mendengar suara yang tidak asing, Vaye pun berbalik untuk memastikan, dan benar.. ia melihat Tamara bersama Pras. Seketika Vaye mencari keberadaan Timothy dan ya, Timothy juga berada disana.
' Astaga, dunia lebar dan luar mrngapa harus bertemu mereka di sini.' Batin Yave.
" Sayang, jika Nicholas tahu bahwa kita pergi tanpa memberi tahunya.. Dia pasti akan mengamuk." Ujar Tamara.
__ADS_1
" Tamara, kita sudsh bahas ini berkali kali, dia yang terlalu keras kepala. Jadi kamu jangan selalu merasa bahwa kamu yang salah, dia yang salah. Aku sudah menurunkan egoku untuk mengajaknya pulang, tapi bukannya pulang dia malah menghinaku." Ujar Pras.
" Dia masih anak anak, dia butuh dorongan orang tuanya." Ujar Tamara.
' Wanita bernama Tamara ini baik juga, dia memikirkan Nicholas.' Batin Vaye yang mebdengar percakapan mereka.
" Jangan lupakan dia yang sudah membunuh kakaknya, mau berapa lama lagi dia menjadi keras kepala? Sudah untung dia tidak di laporkan ke polisi. " Ujar Pras.
Vaye jadi teringat dengan kasus kematian kakak Nicholas, Ia lupa belum menyelidiki kebenaran itu. Seketika ia bangun dari duduknya, tapi kemudian ia mematung ketika mendengar ucapan Pras selanjutnya.
" Timothy, apakah kamu sudsh berhasil mendekati Valleria??" Tanya Pras.
Mendengar itu, Vaye kembali duduk untuk mendengarkan percakapan Pras dengan Timothy.
" Belup pa, Valleria bahkan sangat sulit di temui." Ujar Timothy.
" Akan bagus jika kamu bisa berteman dengannya, lebih bagus lagi jika kamu berhasil menaklukan hatinya dan menjadi kekasihmu. Papa dan tuan Dominique pasti akan menjadi lebih dekat nantinya, dan perusahaan kita akan di sokong olehnya." Ujar Pras.
" Timothy mengerti, pa. Timothy juga menyukainya, apakah ini yang dinamakan cinta pandangan pertama?" Tanya Timothy.
" Uluh.. Uluh.. Putra mama sudah tahu yang namanya jatuh cinta." Ujar Tamara.
" Lalu bagaimana dengan gadis bernama Vaye itu?? Bukankah kamu juga sering bercerita tentangnya." Ujar Tamara lagi.
" Vaye... Entahlah, dia lebih dekat dengan Nicholas. Timothy tidak bisa berteman dengan Vaye karena Nicholas terlalu mendominasi Vaye." Ujar Timothy.
' Apa apaan dia ini.. Menggelikan. Menceritakan aku pada ibunya?? Apakah aku semenarik itu..' Batin Vaye .
Semakin Vaye lama duduk disana, semakin banyak ia mendengar. Tapi satu yang Vaye tidak habis pikir, Timothy bisa hidup dengan begitu tenang setelah melenyapkan nyawa seseorang. Timothy seperti tidak memiliki trauma sedikitpun.
' Dia bisa hidup dengan begitu nyaman dan mengambil apa yang seharusnya Nicholas dapatkan. Apakah dia sedikitpun tidak memiliki rasa bersalah pada Nicholas dan ibunya.' Batin Vaye.
__ADS_1
Padahal Nicholas saja tidak bisa hidup dengan tenang dan terus di hantui rasa bersalah dan ketakutan ketika mengingat kejadian kematian kakaknya. Akhirnya Vaye pergi dari sana, karena ia sudah ingat dengan janjinya pada Nicholas, ia pun pergi kembali kekediaman nya.
" Mommy.. " Panggil Vaye.
Vaye tidak melihat siapapun dirumah, mungkin mereka sedang sibuk dengan urusan nya masing masing. Ia masuk kedalam kamarnya dan membuka laci untuk mengambil sebuah remote, Vaye menekan remote itu dan tiba tiba dinding kamarnya bergeser.
Vaye tersenyum smirk dan masuk kedalam ruangan rahasianya. Didalam ruangan itu terdapat alat alat canggih yang di rakit secara khusus olehnya sendiri.
" Semangat! " Gumamnya, lalu langsung memulai aksinya.
Siapa yang menyangka, rupanya Vaye sudah terjun kedalam dunia yang sama dengan sang daddy dan mommy nya. Ia sangat cerdas dan jenius seperti paman nya, Ryuchie. Vaye diam diam sudah memiliki tim khususnya sendiri sehingga ia bisa dengan mudah mendapatkan bukti apapun yang ia cari, tanpa meminta bantuan siapapun.
Hingga tidak terasa, Vaye sudah ber jam jam di dalam sana dan terus mengotak atik komputernya. Vaye menyelidiki itu sendiri, Ia menyelidiki kasus kematian Gamalael di tahun itu hingga mendapatkan lokasi terjadinya pengeroyokan itu.
" Astaga.. " Vaye menutup mulutnya ketika berhasil memperbaiki rekaman cctv yang telah rusak itu.
Terlihat bagaimana Gamalael berlari menggandeng Nicholas kecil untuk mencari tempat bersembunyi. Karena hanya ada satu tempat, akhirnya Gamalael menyuruh Nicholas untuk bersembunyi dan tidak bersuara.
Hingga akhirnya para preman itu memukuli Gamalael hingga tidak bernyawa. Gamalael tewas di tempat, dan ketika para preman itu pergi, Nicholas keluar dari persembunyiannya dan menangis terisak memeluk sang kakak.
" Ya Tuhan, sekarang aku tahu mengapa sampai Nicholas mengalami trauma yang begitu besarnya. Gamalael sangat mengenaskan." Gumam Vaye.
Saat ia hendak menyimpan rekaman itu, dari sudut gambar terlihat sesuatu yang bergerak, Vaye memperhatikan apa itu, rupanya ada anak laki laki yang juga bersembunyi disana. Setelah Vaye perbesar, rupanya itu wajah Timothy.
" Apa ini.. jadi Timothy juga melihat kejadian itu?? Tapi dia tidak berekspresi sama sekali." Batin Vaye.
Terlihat Timothy yang hanya diam di tempat persembunyiannya namun melihat kearah Gamalael, juga Nicholas yang sedang menangis.
' Apakah Timothy seseorang yang seperti itu? ' Batin Vaye.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1