
Satu minggu berlalu..
Saat ini, Roger tengah duduk di sebelah ranjang ibunya, yaitu Kristin. Sudah satu minggu Kristin masih terbaring lemah, Ia hanya bisa berbicara tapi tidak bisa bergerak. Padahal obat itu hanya bekerja kisaran 3 sampai 5 hari saja. Entah dia sungguh tidak bisa bergerak atau pura pura.
"Ibu, makan dulu yah, agar bisa segera pulih. Dokter bilang ibu masih bisa disembuhkan." Ucap Roger.
" Ibu sudah lumpuh, mungkin ini karma untuk ibu karena telah menjadi wanita dan ibu yang jahat." Ucap Kristin dengan terisak.
" Tidak, ibu tidak boleh berkata seperti itu. Aku akan mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkan ibu. Sekarang, ibu maksn dulu oke." Ucap Roger membujuk.
" Maaf kan ibu sayang, ibu benar benar buta hati selama ini." Ucap Kristin.
" Aku memaafkan ibu, selalu.. " Ucap Roger.
Kristin tersenyum mendengar ucapan Roger.
' Anak bodoh ini masih saja peduli padaku walau aku sudah menembaknya saat itu. Karena dia bodoh, maka biarkan aku memanfaatkan nya. Jika orang orangku dan orang orangnya di gabung, maka akan menjadi sebuah kekuatan besar, dan dipastikan Yara serta anak haram itu akan mati.' Batin Kristin bermonolog.
Dan.. Benar saja, Kristin hanya berpura pura lumpuh agar bisa menarik simpati Roger dan memanfaatkan keadaan serta kekuatan orang orang Roger.
" Kamu memang anak ibu yang baik, tapi bagaimana jika ibu tidak sembuh.? Entah sebenarnya obat apa yang disuntikkan oleh Yara pada ibu." Ucap Kristin sengaja menyebut nama Yara.
Roger kini menyesali kebodohannya yang pernah menyukai Yara bahkan mencintai gadis itu. Saat ini dihatinya hanya ada kebencian dan dendam untuk Yara. Walaupun awalnya ia setuju saja jika Kristin di tangkap dan mengatakan bahwa jika Kristin mati ditangan Yara adalah takdir, tapi hati kecilnya tidak terima.
Apalagi saat melihat kondisi Kristin yang seperti itu dan ditambah tambahi cerita berbumbu dari Kristin, membuat semakin dalam saja kebenciannya.
" Ibu jangan dipikirkan lagi, sekarang ibu istirahat saja, aku harus pergi kesuatu tempat. " Ucap Roger.
" Baik, hati hati dijalan sayang." Ucap Kristin dengan nada lemas.
Roger mengusap rambut ibunya, lalu ia pun berdiri dan pergi dari kamar Kristin. Setelah Roger pergi, Kristin akhirnya menyudahi kepura puraan nya, ia menunjukan sifat aslinya. Saat ini ia duduk dan meregangkan otot ototnya yang terasa pegal karena harus berpura pura lumpuh dihadapan Roger.
" Anak bodoh itu benar benar tidak tertolong lagi. Tapi baguslah, aku jadi tidak perlu turun tangan terlebih dahulu. Biarkan dia berperang dengan saudara tirinya terlebih dahulu, setelah itu baru aku bertindak." Ucapnya sembari meregangkan otot otot nya.
Kristin berjalan menuju sebuah telepon rumah. Dan ia menekan beberapa nomor, dan la gsung tersambung.
" Ini aku, aku sudah bebas.. Tugasmu adalah menangkap seorang gadis bernama NAYARA VALERIE. Aku belum bisa kembali, jadi kau handel sisanya selama aku tidak ada. Aku ingin menikmati waktu liburanku." Ucap Kristin dan panggilan itu pun di akhiri.
" Hoaamm... Ruapanya anak itu memiliki beberapa properti juga. Tapi dimana ini, aku tidak pernah keluar dari kamar jadi penasaran." Ucap Kristin.
Kristin berjalan menuju jendela, dan rupanya itu langsung menghadap laut. Pemandangan yang ia lihat adalah lautan yang lepas.
' Apakah ini pulau pribadinya?' Batin Kristin bermonolog.
' Nayara Valerie, jangan harap kau bisa menang. Kau bukan tandinganku. Sekarang, nikmati dulu sisa waktumu, sebelum akhirnya aku datang dan menghabisimu.' Ucap nya dalam hati.
Kristin masih belum menyadari bahwa dirinya telah memberi tahu kebenaran tentang segel dan kutukan itu pada Yara. Walau kadang ia sulit membedakan mana yang halusinasi, mana yang nyata, tapi ia tidak pernah menyadari dirinya sudah membocorkan rahasianya sendiri.
..........
Di sisi lain, Kediaman Yara saat ini.
Anak buah yang Ryu kirim untuk mencari keberadaan Kristin, baru saja mendapat sinyal panggilan yang memiliki kesamaan suara dengan Kristin. 99% dapat dipastikan bahwa itu adalah Kristin.
Teknologi canggih yang GHOST gunakan ini lebih canggih dari milik pemerintah setempat, hanya dengan memberikan contoh rekaman suara, maka GHOST bisa langsung melacak keberadaan si pemilik suara itu.
" Nona, dia akhirnya menghubungi seseorang." Ucap salah seorang top hacker di GHOST yang selama ini berada dibalik layar.
" Dimana ini.?" Tanya Yara.
__ADS_1
" Ini pulau buatan pribadi, di daerah Bali." Ucap sang hacker.
" Memang patut menjadi tuan muda Dominique, dia memiliki beberapa pulau. Pantas kita kesulitan mencarinya. Cari tahu nomor siapa yang ia hubungi." Ucap Yara.
Hacker itu langsung memainkan qiboard laptopnya dan mencari sesuatu. Lalu tak lama muncul lah rekaman panggilan telepon serta nomor yang dihubungi.
"Ini aku, aku sudah bebas.. Tugasmu adalah menangkap seorang gadis bernama NAYARA VALERIE. Aku belum bisa kembali, jadi kau handel sisanya selama aku tidak ada. Aku ingin menikmati waktu liburanku." Begitu bunyi rekaman telepon itu.
" Nona, dia menghubungi asisten nya dari Mavros drakos. Mereka pasti saat ini tengah mengintai nona diluar sana." Ucap sang hacker.
" Hmm.. Menarik. Kalau begitu biar kita pancing dia keluar." Ucap Yara.
" Maksud nona.?" Tanya si hacer bingung.
" Dia memerintahkan bawahannya untuk menangkapku, maka mari kita bermain." Ucap Yara dengan senyum smirknya.
" Nona.. Jangan katakan kalau nona mau mengorbankan diri lagi. Tidak nona, kami semua bisa mati di gantung oleh tuan muda Ryuchie jika sampai seujung jari nona tergores." Ucap si hacker panik.
" Kau terlalu khawatir berlebihan. Kita akan menyusun rencana terlebih dahulu sebelum memulai. Sekaligus aku ingin menyadarkan seseorang dari kebodohan nya." Ucap Yara.
Yara masih mengingat kejadian pada pagi itu, saat Roger dengan bodohnya menyelamatkan Kristin dari Yara. Jika Yara tidak menganggapnya teman, mungkin dia akan membiarkannya. Sayangnya Yara sudah terlanjur menganggapnya teman, jadi bagi Yara keselamatan temannya itu penting. Apalagi dia berada ditangan Kristin.
Namun Yara tidak tahu bahwa saat ini Roger justru menganggapnya musuh. Dan kemungkinan besar Roger tidak akan segan segan mencelakai Yara.
" Nona, jangan mengambil resiko terlalu banyak. Kita bisa saja saat ini terbang ke Bali lalu menangkap Kristin Evron dan mengeksekusinya ditempat." Ucap sang hacker .
" Kematian untuk Kristin terlalu baik, Aku ingin ia merasakan apa yang dinamakan lebih baik langsung mati, dari pada mati perlahan." Ucap Yara.
Sang hacker merasa dingin, ia tidak menyangka Yara adalah gadis yang sifatnya sama seperti Ryuchie. Kebanyakan walau kembar, sifat dan sikap mereka akan berbeda, tapi menurutnya Yara dan Ryu adalah duplikat. Duplikat dua iblis penyiksa.
..........
" Bagaimana.?" Tanya Ethan kepada Bara.
Bara adalah hacker top BLOOD, kemampuan nya juga tidak bisa diremehkan.
" Sudah dapat, sistem sudah pulih." Ucap Bara.
Akhirnya Bara bisa bernafas lega. Selama semingguan ini ia sangat jarang tidur, jika ia menutup mata sebentar saja maka sistem akan kembali dibobol. Maka dari itu, ia jadi duduk di depan laptopnya terus.
" Sebenarnya hacker mana yang kemampuan nya begitu mengerikan ini. Aku sudah termasuk dibilang TOP tapi ternyata masih ada yang lebih diatasku." Ucap Bara heran.
" Kita cari tahu nanti. Aku harus lergi dulu, kau jangan kemana mana, tunggu disini sampai aku kembali." Ucap Ethan.
" Jangan bilang kau mau menemui Yara.." Ucap Bara.
" Hmm.. Sudah seminggu ini aku tidak bisa bertemu dengannya karena masalah kebocoran data ini. Jadi kau jangan kemana mana oke." Ucap Erhan sembari menepuk pundak Bara.
" Than.. Kau tidak melihat aku butuh tidur kah.? Than.. Setidaknya izinkan aku mandi dulu than.. Than.. THAN... " Teriak Bara, namun tidak di gubris oleh Ethan.
" Astaga... Kejam sekali punya Atasan. Ketampananku hilang sudah.. Ugh, aku sangat merindukan kasur dan bantal gulingku." Ucap Bara lesu.
Sementara Ethan sendiri kini sedang dalam perjalanan menuju kediaman Yara. Ia tersenyum senyum sepanjang jalan sembari ia mengemudikan mobilnya. Dirinya sangat merindukan Yara. Dalam semingguan ini, mereka hanya bisa berbicara lewat telepon, itu oun hanya sebentar karena Ethan begitu sibuknya.
" Akhirnya aku akan segera bertemu lagi denganmu. Si gadis ceroboh." Ucap Ethan.
Dan tak lama mobil Ethan pun masuk kedalam pekarangan Rumah Yara. Yara yang kebetulan sedang diatas, melihat mobil Ethan masuk kedalam pekarangan nya. Ia pun langsung turun kebawah.
" Nona, ada tuan Dominique." Ucap pelayan saat melihat Yara kekuar dari lift .
__ADS_1
" Hm..." Sahut Yara.
Yara mengampiri Ethan, Ethan lun menyambut kedatangan Yara dengan senyuman lebarnya.
" Apa kabar.??" Yanya Yara.
" Seperti yang kamu lihat." Ucap Ethan.
" Apa masalahmu sudah teratasi?" Tanya Yara.
" Hmmm.. Sudah. Aku merindukanmu." Ucap Ethan.
Yara hanya bisa tersenyum senyum saja, akhir akhir ini dirinya sudah terbiasa dengan ucapan ucapan manis Ethan. Ia tidak mempermasalahkan hal itu, entah mengapa jantungnya juga sering berdebar kencang saat mendengar suara Ethan di dalam telepon, lalu tanpa sebab ia merindukan Ethan.
" Hei.. Kau tidak menjawab capanku." Ucap Ethan.
" Memangnya aku harus jawab apa.?? Aku tidak merindukanmu." Ucap Yara dengan senyuman.
" Bohong... " Ucap Ethan.
" Tidak percaya ya sudah." Ucap Yara.
Ia hendak berbalik pergi meninggalkan Ethan di ruang tamu, namun tiba tiba Ethan menarik tangan Yara hingga Yara pun jatuh kedalam pelukan Ethan.
" HEI.!! " Pekik Yara protes.
" Jangan bergerak. Aku sedang menebus satu mingguku tidak melihatmu." Ucap Ethan.
" Aku tidak mau, lepaskan." Ucap Yara meronta.
" Diam, atau aku cium sekarang juga." Ucap Ethan mengancam.
" Hei.. Kenapa kau.. Mmpph.. " Ucapan Yara terhenti setelah Ethan mengecup bibirnya, dan saat itu juga Yara berhenti meronta.
Ethan yang melihat itu pun tersenyum, Yara terlihat menggemaskan saat sedang terbengong.
" Nah.. begitu kan bagus." Ucap Ethan lalu kembali memeluk Yara dengan erat.
Yara tersipu sendiri, ini adalah ciuman kedua kalinya bersama Ethan. Walau itu bukan di kategorikan ciuman tapi kecupan singkat, Hal itu berhasil membuat Yara berdebar.
' Bagaimana ini Tuhan, kenapa kau buat jantungku berdentum sangat keras seperti genderang. Aku tidak boleh jatuh cinta.. Masih banyak yang harus aku selesaikan.' Batin Yara bermonolog.
" Hei, sudah hentikan.. Aku sesak nafas." Ucap Yara. Akhirnya Ethan pun melepaskan pelukannya.
" Aku merindukanmu, sangat.." Ucap Ethan sembari menatap manik mata berwarna Cokelat Yara itu.
" Ayo masuk, kau mau disini sampai kapan.??" Ucap Yara mengalihkan pembicaraan.
" Kau tidak membalas ucapanku.?" Tanya Ethan.
" Tidak mau." Ucap Yara..
" Harus, kamu harus membalasnya. Apa yang kamu raskaan.? Kamu pasti merindukan aku juga kan.? " Ucap Ethan.
" Narsis.." Ucap Yara , lalu berlari dari hadapan Ethan.
" Hei... Gadis nakal, berhenti kamu." Ucap Ethan.
" Hahahahaha... " Terdengar tawa Yara.
__ADS_1
...TO BE CONTINUED......