
Di luar ruangan terdengar sangat ribut. Mau dibilang perang tapi bukan, tapi di bilang tidak perang mereka juga saling memiting. Bahkan orang disana pun sampai geleng gekeng melihatnya.
" Diam kau, kau pasti curang kan. Mana bisa aku yang pro ini kalah olehmu." Ucap Ryu.
Ethan kembali menyadari bahwa.. Sifat calon kakak iparnya itu tidak berubah.
" Adik, kau kalah dengan kakak angkat bagaimana bisa kau mengatai kakak angkat curang.?" Ucap Jilian.
Aiko dan Jhosua pun terkejut dengan Ryuchie yang bisa seperti itu. Walaupun saat dirumah kelakuannya kurang lebih sama, tapi setidaknya jika diluar kandang dia selalu jaga image nya. Tetapi ini.. Sudah seperti taman kanak nakak.
" Kenapa aku merasa kakak ku lebih cocok menjadi adik nya kak Jilian.? " Ucap Yara berbisik.
" Aku juga berpikir demikian." Ucap Ethan.
" Hei !! Ini mana bisa menggunakan senjata begini kau curang sekali. " Teriak Ryuchie lagi.
" Jika belum pro, akui saja adik.. Kakak akan mengajarimu." Ucap Jilian.
Aiko tersenyum senyum sendiri melihat tingkah mereka.
" Ekhem.!! Dengar semuanya ada kabar baik, dan diharapkan semua orang berkontribusi dalam hal ini." Ucap Jhosua.
Jilian, Lucas dan Ryuchie yang saling memiting pun menghentikan aksi mereka.
" Ryuchie Jhose Maxwell, dimana wibawamu.?!" Teriak Jhosua.
" Ayah.. Jangan galak galak." Ucap Aiko.
" Dengar besok Yara dan Ethan akan menikah."
" WHAT.!!!!" Teriak semua orang bersamaan.
" Kalian sebagai anggota Mafia, diharapkan turun tangan sekarang juga untuk menyebar undangan. Ayah tidak mau tahu, apapun caranya ayah hanya mau terima beres." Ucap Jhosua.
" Than, serius.??" Ucap Rayson.
" Hmm.. " Sahut Ethan.
" Horree... " Teriak Jilian.
Entah mengapa sosok Lucas yang melihat itu perlahan menjauh, dan senyumnya juga hilang. Yara tentu menyadari itu, ia sudah menganggap Lucas sebagai adiknya. Tetapi sosok lain didalam tubuh Lucas itu.. Seperti lebih dewasa daei pada dirinya.
" Baiklah, bubar semuanya.. Ayah mau besok semuanya sudah selesai, dan rapi. Oiyah Yara, Ethan, nuansa apa yang kalian inginkan.?" Tanya Jhosua.
" Kau mau apa sayang.? " Tanya Ethan.
__ADS_1
" Putih." Ucap Yara.
" Oke, putih." Ucap Ethan.
Dan akhirnya semua orang pun bubar. Malam itu, satu malam itu mereka harus menyelesaikan semuanya. Undangan, Tempat untuk menikah, semuanya.. Entah bagaimana tamu mereka akan datang nanti, semua serba mendadak.
" Boleh aku bicara dengan Lucas.? " Ucap Yara.
Ethan menatap Lucas yang berubah tidak cerewet seperti biasanya. Entah mengapa Ethan merasa sosok itu lebih mirip dengan pria yang berdansa dengan Yara. Ingin rasanya Ethan menahan Yara, tetapi Ethan tidak mau menjadi pria yang egois. Akhirnya ia mengangguk sambil tersenyum.
" Terimakasih." Ucap Yara.
Yarapun berjalan menuju tempat Lucas saat ini berdiri. Lucas seolah sangat kesepian berdiri memandangi langit yang hampir gelap itu.
" Anthony.. " Ucap Yara.
Lucas menengok kearah Yara, Benar.. Yang saat ini menguasai tubuh Lucas adalah Anthony.
" Kenapa kau disini sendirian.??" Ucap Yara.
" Bisakah aku melihatmu menikah dengan nya nanti.?? " Ucap Lucas menatap dalam mata Yara.
" Maksudmu.??" Yara bingung.
" Akan aku beri tahu alasan mengapa aku ada disini padamu. Sebenarnya Lucas tidak pernah ada.. Lucas adalah sebagian diriku yang tidak pernah ada. Aku.. Adalah pemilik asli tubuh ini." Ucap sosok Anthony itu.
" 13 tahun yang lalu, seorang anak laki laki tengah di hajar oleh ayahnya, ia dipaksa untuk bisa melakukan semua hal yang tidak disukai anak laki laki itu. Kemudian anak laki laki itu pun melarikan diri dari rumah dan bertemu dengan seorang anak perempuan yang seumuran dengan nya. Ia bermain dengan gembira, tertawa dengan lepas, dia ingin menjadi sama sepertinya." Ucap Anthony..
Anthony menggenggam tangan Yara.
" Anak perempuan itu datang pada anak laki laki itu, dan menggenggam tangan anak laki laki itu seperti ini. Lalu mengajak nya bermain. Dan dari sana, tiba tiba anak laki laki itu bisa tertawa untuk pertama kalinya. Awalnya ia mengira akan selalu bahagia seperti yang ia lalui bersama anak perempuan itu. Tetapi takdir berkata lain, anak laki laki itu tertangkap oleh keluarganya dan kembali di paksa menjadi boneka hidup yang seperti mereka mau." Ucap Anthony menyendu.
" Sejak hari itu anak laki laki itu memiliki kepribadian lain.. Yara.. Anak laki laki itu adalah aku." Ucap Anthony.
Yara begitu tersentuh dengan cerita Anthony, tanpa menyadari sebenarnya Anthony mencoba menggali ingatan Yara dimasalalu.
" Dan anak perempuan itu, adalah kamu.. " Ucap Anthony lagi.
DEG !!
" Aku.?? " Ucap Yara bingung.
" Ya, kita pernah bertemu saat kamu masih tinggal di panti asuhan. Kita lernah berteman, tertawa bahagia, kita juga pernah berjanji bahwa kelak kita akan menikah ketika kita besar nanti." Ucap Anthony.
Yara terkejut, ia memang tidak begitu ingat dengan kejadian kejadian di masa kecilnya. Ia tidak mengingat Anthony.
__ADS_1
" Kamu pernah bilang bahwa, jika aku hilang.. Kamu akan menungguku, dan jika kamu hilang aku akan mencarimu. Dan sesuai apa yang kita janjikan, aku mencarimu saat kau hilang dari panti. Suster Lilith mengatakan kamu sudah di adopsi dan dibawa keluar negeri, jadi akupun mencarimu keseluruh negeri hingga akhirnya aku bertemu dengan sosok yang sama dengan dirimu.. Ryuchie." Ucap Anthony.
"Aku memiliki rasa yakin bahwa dengan aku menjadi bawahan Ryuchie, aku pasti akan menemukanmu cepat atau lambat.. Rupanya bensr aku bisa menemukanmu, hanya saja.. Terlambat." Ucap Anthony menyendu.
Yara mencoba mengingat ingat kilasan kilasan balik masa kecilnya, tetapi ia benar benar tidak mengingat sosok Anthony, hingga tiba tiba ia seperti mendengar suara dua anak kecil yang tengah berjanji satu sama lain.
' Jika kita besar nanti, kita akan menikah, Yara.. Dan Anthony. Tidak akan pernah berpisah.. Hahaha. ' Begitu suara yang Yara dengar.
" Anthony... " Ucap Yara.
" Bisakah.?? Bisakah aku melihatmu bersanding dengan nya.?? Sekarag aku baru sadar, bahwa aku selalu menjadi pengecut dengan bersembunyi di balik sosok Lucas. " Ucap Anthony.
" Anthony.. Maaf.." Ucap Yara.
" Apakah tidak bisa jika kita tetap bersama Yara.?? Seperti janji kita dulu.??" Ucap Anthony.
Yara perlahan menggelengkan kepalanya.
" Anthony, itu hanya sebuah janji anak kecil yang belum tahu apapun." Ucap Yara.
" Janji anak kecil.?? Yara, aku mencarimu ke berbagai belahan dunia dengan begitu banyak resiko dengan keyakinan bahwa aku akan menemukanmu dan memenuhi janji kita." Ucap Anthony.
" Aku tahu Anthony.. Tetapi aku benar benar minta maaf, aku tidak mengingatnya lagi. Maaf Anthony, itu hanya janji anak anak.." Ucap Yara.
Anthony menatap mata Yara, memang ia tak melihat tatapan kagum Yara seperti saat kecil dulu. Anthony kehilangan Yara nya yang dulu selalu berteriak memanggil namanya.
" Anthony, bangunlah.. Tidak perlu kamu sembunyi di belakang Lucas.. Kamu bisa melawan kesepianmu, dengan atau tanpa diriku." Ucap Yara.
Tetapi Anthony hanya diam membisu sembari menatap mata Yara.
" Anthony, kau mendengarku.??" Ucap Yara.
" Kakak, kau memanggilku apa barusan? Anthony??" Ucap Anthony.
Yara terkejut, sosok Anthony kembali menghilang dan langsung berganti menjadi Lucas.
" Kakak, jangan bilang kakak menganggapku selingkuhan.?? Bisa bisanya.." Ucap Lucas sambil menutup mulutnya
" Lucas, bisakah kamu pergi.??" Ucap Yara.
" Pergi? Kemana.??" Ucap Lucas bingung.
" Pergilah Lucas, kau tidak seharusnya berada di tubuh Anthony. Kau dan Anthony berbeda.. " Ucap Yara.
" Aku tidak mengerti maksud kakak, oiyah.. Dimana semua orang, aku akan mencari mereka." Ucap Lucas lalu pergi meninggalkan Yara.
__ADS_1
' Anthonio.. ' Batin Yara berucap..
TO BE CONTINUED...