Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 52. Kecurigaan 3


__ADS_3

Yara tidak tahu bahwa dirinya tengah di curigai sebagai mata mata oleh semua orang, Ia berjalan memasuki kamarnya dan langsung mempersiapkan dirinya. Dalam waktu yang singkat itu, Yara tidak memiliki waktu untuk mandi, jadi ia langsung mengganti pakaian nya menggunakan stelan jas yang di berikan Ethan.


" Baru juga lepas dari stelan jas tadi, sekarang malah kembali memakai jas lagi." Ucap Yara.


Setelah bersiap, Yara pun keluar dari kamar nya dan menunggu Ethan.


" Kau sudah siap.?" Ucap Ethan yang keluar dari kamarnya.


" Sudah tuan." Ucap Ethan.


" Kau kemudikan mobil, Jamie sedang mengurusi hal lain." Ucap Ethan sembari melemparkan kunci mobil kearah Yara.


Mereka pun menuruni lift menuju tempat parkiran mobil milik Ethan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua.


Hingga mereka pun kini sudah di dalam mobil milik Ethan.


"Kita akan kemana tuan ?" Ucap Yara.


" Pelabuhan Ancol." Ucap Ethan.


" Baik." Yara pun menjalankan mobilnya dan pergi menuju ke sana.


Dalam perjalanan tiba tiba Ethan mengatakan sesuatu yang membuat Yara bingung.


" Y, menurutmu jika seseorang berkhianat, sebaiknya berikan hukuman apa yang pantas.?" Ucap Ethan.


" Hukuman untuk penghianat? Tentu saja mati." Ucap Yara spontan.


" Hukuman mati ya.?" Ucap Ethan.


" Dia menjawab tanpa ragu. Apa sungguh dia berkhianat.? " Ucap Ethan dalam hati.


" Tapi ngomong ngomong, siapa yang berkhianat tuan.?" Ucap Yara bertanya dengan penasaran.


" Hanya tikus kecil, berani menyusup kedalam sebuah kelompok mafia. Dia pikir dirinya pintar, padahal dia sudah ketahuan." Ucap Ethan.


" Oh.. " Sahut Yara.


" Oh.?? Apa hanya itu respon mu? Cih, dia sungguh tidak menyadari dirinya sudah terperangkap." Ucap Ethan dalam hati.


" Apa sebaiknya aku beritahu tuan masalah pak Bima, setidaknya saat dia tahu pak Bima adalah salah satu dari mahkota berduri aku masih bisa meminta tuan untuk mengampuni pak Bima." Ucap Yara bimbang dalam hati.


Tak lama mereka pun sampai di daerah Ancol. Mereka pun memasuki sebuah kapal pesiar yang besar, pertemuan itu akan di adakan di tengah laut, hanya orang orang tertentu saja yang bisa bergabung.


" Presdir Ethan ternyata datang, tidak sia sia aku kemari. Jika bisa mengajak Presdir Ethan bekerja sama dengan ku maka masa depan perusahaan ku akan cerah. " Ucap Salah satu pria pebisnis .


Banyak orang yang memandang kagum Ethan. Bagaimana tidak, di usia muda ia sudah terkenal dan menjadi pengusaha nomor satu. Di tambah dia juga adalah bos besar mafia yang di takuti semua kalangan.


" Presdir Ethan, ternyata anda juga datang kemari.?" Ucap seorang pria yang tak lain adalah Robin.


" Apa aku butuh persetujuanku untuk datang kemari.?" Ucap Ethan dengan nada suara datar nya.

__ADS_1


" Hehe.. bukan bukan seperti itu Presdir. Aku orang kecil mana bisa di bandingkan dengan Presdir." Ucap Robin.


Robin terkejut saat melihat Yara berdiri di sisi Ethan, ia bahkan hampir jatuh karena saking kaget nya.


" K.. kau.?" Ucap Robin dengan wajah pucat.


" Ayo jalan." Ucap Ethan.


Yara pun melangkah pergi dari hadapan Robin mengikuti Ethan dari belakang.


" Dia.. dia sungguhan masih hidup. Tapi mengapa dia seperti pria, bukankah Megan bilang bahwa dia adalah kekasih Ethan.?" Ucap Robin dalam hati.


Ethan dan Yara sudah berada di tempat duduk mereka masing masing. Pertemuan itu sebenarnya adalah acara lelang yang di adakan selama lima tahun sekali.


" Tuan, mengapa pertemuan ini seperti akan ada acara lelang ?" Ucap Yara bertanya.


" Benar, ini adalah acara lelang. " Ucap Ethan.


" Kau akan mendapat kejutan dari acara lelang ini." Ucap Ethan dalam hati.


" Tuhan, mengapa perasaan ku sungguh tidak enak." Ucap Yara dalam hati.


Di tempat lain .


Jamie sudah menangkap pria yang di buru nya. Pria dari anggota Mahkota Berduri yang di curigai bekerja sama dengan Yara , yaitu Bima.


Jamie berhasil mendapatkan rekaman cctv dari sebuah kafe yang kebetulan merekam mereka.


" Aku hanya pria tua yang menyedihkan, jika kau mau membunuhku silahkan saja, maka aku akan sangat berterimakasih. Masalahku ini juga tidak ada kaitan nya dengan orang lain, hanya aku sendiri yang terlibat." Ucap Bima berbohong.


" Iya kah.? Tuan Bima, jika anda tahu anda sudah tua seharusnya bisa lebih hati hati saat bertindak. Memasukkan mata mata di dalam kelompok kami, apa tuan tidak khawatir kami mungkin membunuhnya.?" Ucap Jamie yang seketika membuat Bima terpikirkan akan Yara yang berada di tangan mereka.


" Aku tidak bekerjasama dengan siapapun." Ucap Jamie berbohong.


" Masih tidak mau jujur juga. Aku melihatnya sendiri, kau dan Y berada dalam satu mobil di dekat perusahaan siang ini. Dan kau juga yang mengikuti tuan kami sejak keluar dari hotel. Masih kurang bukti apa.?" Ucap Jamie yang semakin kesal.


" Dia melihat nona masuk kedalam mobilku.? Tidak boleh, nona tidak boleh sampai terlibat. Aku tidak mau membuat nona menderita lagi." Ucap Bima dalam hati.


" Pria muda itu hanya kebetulan menolongku. Dia tidak ada kaitannya denganku." Ucap Bima.


" Oh yah.? kalau begitu tuan Bima mari ikut denganku. Kita lihat apakah anak itu tidak mengenalimu atau mengenalimu." Ucap Jamie lalu menyuruh beberapa orang untuk membawa Jamie menaiki kapal pesiar lewat jalur lain.


" Nona.. maafkan saya, ternyata saya tidak bisa menepati janji saya. " Ucap Bima dalam hati.


Sebelumnya Bima memang sudah memutuskan untuk tidak terlibat lagi, ia bahkan sudah berencana untuk melarikan diri keluar kota. Namun siapa sangka saat di perjalanan ia di hadang oleh beberapa anak buah Ethan lalu di tangkap kembali.


Semua orang sudah siap untuk memulai acara lelang itu. Yara meminta izin kepada Ethan untuk pergi ke toilet. Yara tidak suka naik kapal pesiar, itu membuatnya mabuk.


" Bisa bisanya aku mabuk laut." Ucap Yara dalam hati.


Setelah Yara selesai dari toilet, Yara melihat tim khusus milik Ethan yang berjalan dan hilang di ujung koridor.

__ADS_1


" Tim satu membawa siapa, apakah itu adalah penghianat yang di maksud tuan." Ucap Yara dalam hati.


Yara berlari kecil mengikuti kemana perginya Tim satu, tapi Yara sengaja tidak menunjukan dirinya dan bersembunyi. Yara kaget hingga membelalakkan matanya, ia melihat pria yang di giri g oleh tim satu adalah Bima.


" Itu pak Bima, mereka menangkap pak Bima . Aku harus menolong pak Bima." Ucap Yara dalam hati.


" Jaga dia, jangan sampai ada orang lain yang masuk." Ucap Jamie lalu pergi dari sana.


" Pak Jamie ternyata menangkap pak Bima." Ucap Yara dalam hati.


Setelah Jamie pergi, Yara pun menghampiri beberapa penjaga tim satu.


" Aku di suruh pak Jamie untuk melihat orang di dalam." Ucap Yara.


" Siapa kau? Pak Jamie mengatakan tidak boleh ada orang lain yang masuk." Ucap penjaga itu.


" Aku adalah tangan kanan tuan yang sementara, Y. Apa kau tidak membiarkan aku masuk juga.?" Ucap Yara .


" Ternyata Y, maaf aku tidak mengenalimu, silahkan masuk." Ucap Pengawal itu.


Yara pun masuk kedalam, dan melihat Bima yang sedang meringkuk di lantai.


" Pak Bima, ini Yara.. " Ucap Yara berbisik.


Mendengar suara Yara , Bima langsung membuka matanya.


" Nona, mengapa nona ada disini. Cepat pergi nona, mereka akan menangkap nona juga." Ucap Bima yang membuat Yara kaget.


" Menangkap saya.? apa maksud bapak.?" Tanya Yara.


" Mereka melihat nona masuk kedalam mobil saya tadi siang, jadi mereka mengira nona adalah mata mata yang saya kirim. Mereka sudah tau saya adalah salah satu anggota mahkota berduri. Nona cepat pergi sejauh mungkin, Cepat ." Ucap Bima dengan linangan air mata.


" Tidak, saya tidak akan meninggalkan pak Bima sendirian . Kita akan pergi sama sama. " Ucap Yara yang berusaha melepaskan ikatan di tubuh Bima.


" Tidak nona, saya akan merasa sangat bersalah jika nona sampai terlibat. Saya mohon nona, cepat selamatkan diri nona. Jika tidak bisa pergi dari sini, berpura pura lah tidak mengenal saya. Tolong nona jaga diri nona, Jika hari ini adalah hari kematian saya, maka saya tidak akan menyesalinya." Ucap Bima.


Mendengar Bima mengatakan itu, Yara menangis tanpa suara.


" Ini salahku, ini semua karena aku yang bodoh dan berbuat sembarangan hingga menjadi seperti ini. Ini salahku.. " Ucap Yara yang menangis menunduk merasa bersalah.


" Tidak nona, ini takdir. Dari awal saya memang sudah terlibat dengan mahkota berduri, tapi nona tidak. Justru saya yang sudah membawa nona kedalam masalah. Nona, berjanjilah satu hal, tolong nona tetap hidup agar saya dan tuan besar tenang di sana. Jangan menaruh dendam kepada siapapun, ini karma untuk saya ." Ucap Bima.


" Tidak, aku akan menjelaskan ini kepada tuan, dia pasti bisa mengerti." Ucap Yara menghapus kasar air matanya.


Yara langsung pergi meninggalkan Bima, dan berlari menuju tempat lelang untuk mencari Ethan.


" Jangan nona, nona akan mendapat masalah nanti." Ucap Bima pelan setelah Yara sudah menghilang di ambang pintu.


Yara sampai di tempat lelang, Ia langsung berdiri di hadapan Ethan.


" Tuan bisakah tuan ikut dengan saya sebentar.?" Ucap Yara.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2