Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 128. Setahun berlalu..


__ADS_3

Di luar ruangan, Ethan tengah memandangi sebuah figura yang terpasang di dinding. Hampir semuanya terisi oleh foto foto masa kecilnya bersama sang ibu. Walau tanpa sosok Ronald, mereka berdua terlihat sangat bahagia. Ada juga fotonya bersama dengan Roger saat masih kecil dulu.


Memang benar saat Roger kecil dulu, ia sangat dekat dengan Ethan dan Liana. Itu karena Roger memiliki pemikiran yang sudah dewasa di usianya yang masih muda. Roger berpikir, jika Liana sangatlah kasihan. Ia tidak oernah ada di depan publik seperti ibunya. Tidak ada yang mengenal Liana, itulah sebabnys Roger berusaha semamounya membahagiakan Liana.


Walau liana bukan ibu kandung Roger, tetapi Rkger sangat menghormati Liana. Baginya karen Liana lah ia bisa memiliki seorang adik yang baik seperti Ethan. Lama hanyut dalam bayang masa kecilnya, Ethan sampai tidak menyadari bahwa Rayson dan yang kain nya telah tiba dan ikut memandangi figura figura itu.


" Waaahh.. Rupanya dulu kau sangat gemuk Than." Ucap Jilian.


Hancur sudah suasana sedih, Seketika diganti dengan perasaan kesal setelah mendengar ucapan Jilian. Seakan bisa membaca isi pikiran Ethan, Rayson langsung tersenyum dan berkata..


" Kau menghancurkan suasana Jil, lihat.. Wajahnya menjadi asam. " Ucap Rayson.


" Eiih.. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Lihat, dia gembul sekali dulu. Woooah... Lihat lihat, ini adalah Ethan Dominique yang terkenal dingin itu.??" Ucap Jilian heboh saat melihat foto Ethan kecil yang tertawa dengan gigi ompong di tengah.


" Pffttt.. Hahahaha.. Senyum kuda mu ini, aku jadi ingat dengan foto yang kau kirimkan ke Yara." Ucap Jilian.


" Foto apa.?" Ucap Bara yang baru datang.


" Dia pernah.."


" Diam kau.!!" Ucap Ethan.


" Ooohhh... Ruoanya Ethan pernah berfoto.?? Oiyah, membicarakan Yara.. Bagaimana ya kabarnya. Ini sudah 3 bulan setelah kepergian nya.." Ucap Rayson.


" Kau jangan mengiris bawang Ray, Suasana yang sudah susah payah aku cairkan malah kau rusak. Aku saja merindukan adik angkatku itu, apa lagi Ethan." Ucap Jilian.


" Haih.. Sudah jangan sedih. Oiyah, bagaimana keadaan ibumu Than.? " Tanya Bara.


Ethan hanya diam, karena ketika mengingat itu ia jadi emosi sendiri. Tiba tiba orang orang yang membawa alat alat kemo datang. Beserta seorang dokter ahli Leukemia.


" Tuan Silvester, kamu sudah tiba." Ucap dokter itu.


" Than, cepat bawa kami menemui ibumu." Ucap Rsyson.


" Siapkan ruangan khusus untuk alat alat terapi, ibuku akan dirawat di rumah." Ucap Ethan kepada kepala pelayan.


" Baik tuan muda." Ucap kepala pelayan itu dengan senang hati.


Ethan melangkah, dan teman teman nya serta dokter itu mengikutinya dari belakang. Hingga tibalah ia di kamar Liana.


CKLEK.


Suara pintu di buka.


" Ethan.. " Ucap Liana lemah.


" Jangan bangun." Ucap Ethan dingin saat melihat Liana hendak bangun.


" Eih than, kau gakak sekali.." Ucap Jilian.


" Halo bibi.?? Kita bertemu lagi.. " Ucap Jilian.


" Halo.. Kamu pasti Jilian." Ucap Liana dengan senyuman.


" Tebakan bibi benar sekali, bibi jangan masukan ke hati ucapan putra kutub utara mu itu. Dia memang keras kepala.." Ucap Jilian.

__ADS_1


" Jilian baik sekali.." Ucap Liana tersenyum.


Jilian selalu menginginkan itu, senyuman seorang ibu. Senyuman dan kasih sayang yang mustahil dia dapatkan.


" Bibi, dokter datang untuk memeriksamu, tolong bekerja sama dengan baik oke." Ucap Jilian.


Liana mengangguk patuh, Dokter pun memeriksa keadaan Liana. Liana menatap putranya itu yang mengernyit kan alisnya berulang kali saat Liana di ambil darahnya untuk di tes.


' Dia khawatir kepadaku.. ' Batin Liana bermonolog.


" Apakah alat alatnya sudah siap.?" Tanya Dokter kepada asisten nya.


" Sudah dok." sahut sang asisten.


" Kalau begitu mari nyonya, kita pindah ke ruangan pemeriksaan." Ucap sang dokter.


Liana mengangguk, lalu perlahan ia bangun dari ranjangnya. Liana berjalan dengan lemah menuju pintu di bantu oleh sang dokter. Tetapi tiba tiba keseimbangan nya hilang, ia hampir terjatuh tetapi kemudian Ethan menangkap tubuhnya.


" Biar aku gendong." Ucap Ethan datar.


Ethan menggendong ibunya, Entah mengapa ia merasakan sakit ketika melihat ibunya lemah dan sakit. Secara reflek, dirinya mengulurlan tangan saat melihat ibunya hendak jatuh.


Rayson, Jilian, dan Bara pun tersenyum dan saling menyenggol. Itu adalah pertama kalinya Ethan begitu perhatian kepada sang ibu. Mereka tidak tahu saja sebelum mereka datang Ethan bahkan sudah memarahi seisi kediaman itu.


Ethan membaringkan ibunya perlahan di sebuah alat untuk memeriksa keadaan Liana.


" Silahkan semua tuan tunggu di luar." Ucap sang dokter.


Semua orang pun keluar dari ruangan itu. Setelah berada di luar ruangan Ethan melipat kedua tangan nya seakan tengah cemas memikirkan sesuatu.


" Keduanya.." Ucap Ethan.


" Kau sungguh tidak mau menyusulnya.?? " Tanya Rayson.


" Aku akan menunggunya, selama apapun. Aku bisa saja menyusul Yara di Negara C. Tapi aku tidak mau mengingkari janjiku." Ucap Ethan.


" Kau takut dengan calon kakak ipar kecilmu itu.?? Ekhem, Than.. jika Yara berubah dan tidak mencintaimu lagi, bagaimana.?" Ucap Rayson.


" Maka biar aku membuatnya jatuh cinta lagi padaku." Ucap Ethan.


............


Tak terasa waktu begitu saja cepat berlalu..


Yara, tengah duduk bersama dengan kedua orang tuanya, juga sang kakak Ryuchie. Mereka sudah tinggal bersama selama 1 tahun lamanya. Selama itu juga Yara sibuk dengan studinya, ia melanjutkan ketertinggalan pendidikan nya.


Yara yang pada dasarnya cerdas, tidak butuh waktu lama untuk menguasai semua yang di ajarkan oleh guru privatnya. Dia menyesaikan nya dalam waktu satu tahun itu.


" Sayang, apa ada yang mengganggu pikiranmu.??" Tanya Jhosua, ayah Yara.


Ryu tentu menyadari itu, juga mengerti penyebab adiknya terlihat murung akhir akhir ini.


" Tidak ada ayah, Yara hanya sedang merindukan makanan dari Indonesia. " Ucap Yara.


"Kamu merindukanmakanan Indonesia atau sedang merindukan seseorang di Indonesia hm?" Tanya sang ayah menggoda Yara.

__ADS_1


" Ayah... " Ucap Yara.


" Besok malam adalah ulang tahun perusahaan, kita akan merayakan nya sekaligus merayakan ulang tahun kalian. Sekaligus memperkenalkan mu kepada dunia, bahwa kamu adalah Nayara Valerie Maxwell, Putri dari Jhose Maxwell. " Ucap Jhosua.


" Apakah harus ayah.??" Tanya Yara.


" Harus tentu saja.. Ayah mau seluruh dunia tahu bahwa kamu adalah putri ayah.. Dan lagi..." Ucap Jhosua perlahan mendekat kearah Yara lalu berbisik di telinga Yara.


" Bantu kakakmu itu agar mau di sorot kamera. Selama ini dia selalu misterius." Ucap Jhosua berbisik


Tetapai Ryu tentu saja mendengarnya.


" Aku dengar ayah... " Ucap Ryu sambil memutar bola matanya.


" Astaga kakak, telingamu itu terbuat dari apa.? Tajam sekali.." Ucap Yara menggoda Ryu.


" Haih.. Jika kalian bersama, pasti selalu membuli kakak. Lebih baik kakak bersama ibu." Ucap Ryu lalu memeluk Aiko sang ibu.


" Hei, kamu sudah dewasa masih mau peluk peluk ibu.??" Ucap Aiko.


" Dewasa tidak berarti tidak butuh kasih sayang ibu ku, ratuku.. " Ucap Ryu manja.


" Dasar mulut manis." Ucap aiko.


...........


Ke esokan harinya.. Kediaman Maxwell di Negara C, penuh dengan hiasan.. Mereka tidak kembali ke negara A karena mereka memutuskan untuk menetap di Negara C.


Malam ini, seluruh dunia akan tahu identitas Yara. Aiko sudah cantik dengan gaun panjangnya yang berwarna nude, dengan riasan sederhana Aiko terlihat begitu mempesona. Dan Jhosua pun sudah terlihat gagah kembali, ia menggunkan stelan jas berwarna hitam dengan hiasan bunga yang senada dengan warna gaun aiko.


" Sayang, apa kalian sudah siap.??" Teriak Aiko.


" 5 menit ibu ratu.." Ucap Yara dan Ryu bersamaan.


" Astaga, benar benar kembar." Ucap jhosua sambil terkekeh.


Dan lima menit kemudian, Yara dan Ryuchie pun keluar dari kamar rias. Yara terlihat begitu cantik dengan rambut peraknya, ia mengginaksn gaun berwaran nude seperti ibunya. Tak ketinggalan Ryuchie yang juga terlihat begitu tampan dengan rambut yang juga sama berwarna perak. Mereka berdua benar benar akan mencuri perhatian semua orang.


Jhosua dan Aiko maju kedepan aula terlebih dahulu, karena ia harus memberikan pidato juga penyambutan bagi para tamu undangan. Setelah bagian nya selesai, barulah Jhosua memperkenalkan putra dan putrinya.


" Oiyah, malam ini selain acara ulang tahun perusahaan, aku juga ingin mengumumkan sesuatu. Selama ini aku tidak pernah menunjukan pewaris Maxwell corporation kepada dunia karena putraku sangat keras kepala. Tetapi kali ini, aku akan secara resmi memperkenalkan kepada dunia pewaris Maxwell Corporation, Ryuchie Jhose Maxwell." Ucap Jhosua.


Dengan gagah, Ryuchie berjalan ke podium dan yersenyjm sangat menawan bagi mata kaun hawa.


" Astaga tuan muda Maxwell tampan sekali, aku pikir karena ia buruk rupa jadi tidak pernah muncul di publik." Ucap salah seorang tamu.


" Benar, dia bak dewa Yunani.. " Ucap Orang lain nya.


" Selain itu, saya juga ingin memperkenalkan putri ku, Kembaran dari putra ku, Nayara Valerie Maxwell. " Ucap Jhosua.


TAK..TAK... TAK.. TAK..


Suara langkah kaki wanita menggunakan heels.


...TO BE CONTINUED.....

__ADS_1


__ADS_2