Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 135. WEDDING DAY.


__ADS_3

Yara kembali kedalam kediaman Ethan, ia melihat Ethan yang sedang berdiri di luar kamar rawat ibunya dengan air mata.


" Ethan.. " Ucap Yara.


Ethan menatap mata Yara dan kemudian ia memeluk erat Yara.


" Apa yang terjadi.??" Ucap Yara .


" Ibu semakin melemah.." Ucap Ethan.


Yara mengeratkan pelukannya seakan menyalurkan kekuatan agar Ethan lebih tabah.


" Ibu akan baik baik saja. " Ucap Yara.


Aiko dan Jhosua yang kebetulan melihat itu pun terharu, anak dan calon menantunya saling menguatkan.


" Mengapa saat melihat mereka, Ayah jadi ingat tentang masa kita muda dulu." Ucap Jhosua..


" Lalu kenapa kau menghalangi mereka sebelumnya.?" Ucap Aiko sinis.


" Ayah hanya ingin mengujinya.. " Ucap Jhosua.


Aiko berjalan menghampiri Ethan dan Yara.


" Nak, ibumu akan baik baik saja.. Besok adalah hari pernikahan kalian, bukankah kau ingin membuatnya bahagia walau sekali.? Tabahlah.. Kuatkan dirimu oke." Ucap Aiko menepuk pundak Ethan .


" Terimakasih bibi." Ucap Ethan.


" Lebih baik kalian segera keruang tengah, sudah ada beberapa gaun pernikahan untuk Yara dan juga jas untukmu. Kamu dan Yara harus bahagia, agar ibumu juga bahagia." Ucap Aiko lagi.


" Baiklah.. Ayo sayang. " Ucap Ethan pada Yara.


Yara pun mengangguk, dan mereka pun pergi ke ruang tengah dimana ada berbagai macam gaun indah dari perancang ternama. Jangan tanya bagaimana mereka bisa mendatangkan begitu saja perancang ternama, beberapa daei mereka dibawah sponsor Maxwell, jadi tidak heran jika mereka bisa saja di panggil.


" Enatah mengapa rasanya aku tidak seharusnya menggunakan gaun indah diaat ibu Liana sedang kristis." Ucap Yara pada Ethan.


" Sayang, yang ingin ibu lihat adalah kita bersanding di pelaminan dengan bahagia. Jangan berbicara begitu oke.. " Ucap Ethan memegang kedua pipi Yara.


" Baiklah.. " Ucap Yara.


" Gadisku yang baik." Ucap Ethan.


CUP..

__ADS_1


Ethan mengecuk kilas kening Yara.


" Masuklah, aku akan menunggu disini." Ucap Ethan.


Yara mengangguk, kemudian ia masuk kedalam ruang ganti yang di persiapkan. Gaun pertama yang Yara coba adalah gaun tanpa lengan dengan bagian bawah yang mekar dan berekor panjang. Tetapi Yara langsung merasa tidak pas dengan gaun itu. Akhirnya Yara memilih sendiri gaun yang ingin dia kenakan.


Pilihan Yara jatuh pada gaun putih yang terlihat simpel, bagian atasnya terbuat dari borkat yang di jahit sangat rapih dan indah, bagian lenagnnya terbuat dari payet payet yang di jahit menggunakan tangan. Sungguh elegan di pandang mata. Gaun itu berwarna broken white dengan panjang hingga menyentuh lanatai dan memiliki ekor yang tidak terlalu panjang.


Di padukan dengan rambut Perak Yara, gaun itu benar benar terlihat begitu menawan. Terutama Yara yang terlihat begitu cantiknya. Penata gaun itu membuka tirai agar Ethan bisa melihat penampilan Yara, dan.. Betapa terkejutnya Ethan melihat bagaimana Yara dihadapan nya itu.


" Cantik.. " Ucap Ethan.


" Aku pilih ini." Ucap Yara.


Penata gaun itu lun mengangguk mengerti, lalu Yara kembali mengganti pakaian nya kesemula.


" Sayang, kamu tidak mencoba yang lain.??" Tanya Ethan.


" Kamu jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, jadi aku tidak akan mencari yang lain." Ucap Yara.


" Baiklah.. " Ucap Ethan.


...........


Semua orang sudah beristirahat malam itu. Yara harus ikut kembali dengan ayah ibunya untuk tinggal di Penthouse. Dan besok mereka akan bertemu kembali di altar pernikahan.


Namun semua orang yang mengerjakan itu semua, tidak ada sarupun dadi pereka yang mengeluh. Justru senang, karena akhirnya ketua ketua mereka akan menikah.


.........


Ke esokan harinya.. di sebuah Gereja yang tak asing bagi Yara.. Semua orang nampak berkumpul dengan khidmat. Liana.. Juga berada disana walaupun ia harus duduk di kursi rodanya dengan bantuan selamg pernafasan.


Terlihat juga Jhon Dominique dan yang lain nya, hadir disana. Bagaimanapun mereka adalah keluarga Ethan. Jhon sempat terkejut mengetahui bahwa Yara dan Ethan akan menikah, karena yangbia tahu Yara tengah berada di Negara C.


Ryuchie, Rayson, Bara, Jilian, Sean, Sandy, Jackson dan Caleb semuanya berada disana. Merwka begitu terharu dengan pernikahan ini.


" Adik kecilku akan menikah. Hiks.. " Ucap Jilian.


" Cih, dia adiku." Ucap Ryu.


" Bisakah kalian jangan ribut, ini pernikahan adik kalian." Ucap Rayson jengah.


" Iya, adik kita." Ucap Ryu dan Jilian bersamaan.

__ADS_1


Rayson hanya bisa melirik dua makhluk dikanan dan kirinya itu sambil menggelengkan kepalanya.


Di ujung altar, berdiri dengan gagahnya seorang Ethan Dominique yang menggunakan stelan jas berwarna broken white sesuai dengan gaun yang Yara pilih semalam. Ia tengah menunggu Gadisnya, cintanya, calon istrinya, Yaranya dengan jantung yang berdetak sangat kencang.


Saat pemain musik mulai memainkan alunan biola, masuklah seseorang yang di tunggu tunggu. Yaitu sosok pengantin wanita, Nayara Valerie Maxwell. Yara terlihat begitu cantik dengan gaun putih broken white nya. Rambut peraknya ia sanggul dengan jeoitan berwarna jingga seperti warna matanya.


Ia berjalan menggandeng tangan sang ayah, Jhosua Maxwell dengan senyum manisnya. Semua mata yang melihat itu begitu terpesona. Ethan yang melihat Yaranya berjalan menghampirinya itu begitu terharu, hingga ia meneteskan air mata bahagia nya. Akhirnya ia akan segera menjadikan Yaranya sebagai istrinya, datu dihatinya.


Hingga akhirnya Yara sampai di altar dimana Ethan berada.


" Kamu cantik sekali sayang.." Ucap Ethan.


" Kamu juga tampan, kenapa kamu menangis." Ucap Yara.


" Aku begitu terharu melihatmu.. Terimakasih ayah." Ucap Ethan kepada Jhosua.


Jhosua oun tersenyum dan menepuk oundak Ethan sembari berkata.


" Berbahagialah selalu anak anakku." Ucap Jhosua.


Sejujurnya , Jhosua telah menangis semalaman. Ia masih tidak rela putri kecilnya yang baru beberapa tahun hidup dwngan nya itu harus menikah. Ia masih ingin melihat putrinya itu berlarian dirumah. Tetapi Jhosua lupa satu hal, Yara sudah dewasa sebelum waktunya karena tekanan keadaan.


Akhirnya Yara dan Ethan pun berhadap hadapan dan melakukan sumpah pernikahan yang di pandu pendeta.


" Dihadapan imam dan para saksi saya, Ethan Dominique menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Nayara Valerie Maxwell yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." Ucap Ethan dengan lantang dan mata berkaca kaca.


" Dihadapan imam dan para saksi saya, Nayara Valerie Maxwell, menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Ethan Dominique yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." Ucap Valerie.


Ethan memasang cincin yang entah siapa yang menyiapkan nya. Tetapi cincin itu begitu indah di tangan Yara dan begitu pas, begitu juga dengan cincin yang ada di jari Ethan. Mereka pun berciuman.


Hari itu, menjadi hari yang bersejarah untuk Ethan dan Yara yang akhirnya mereka menjadi satu dalam pernikahan. Ethan dan Yara berjalan bergandengan menghampiri Liana yang tersenyum sangat bahagia.


" Ibu senang, akhirnya bisa melihat putra ibu menikah." Ucap Liana.


" Terimakasih karena ibu telah melahirkan putra yang begitu baik dan tampan ini untuk ku." Ucap Yara.


" Berbahagialah kalian berdua, ibu akan melihat resepsi kalian dari tv.. Ibu rasanya lelah." Ucap Liana.


" Baiklah.. Dokter, tolong bawa ibuku pulang dan istirahat." Ucap Ethan.


Dokteroun mengangguk, Liana pun pergi dari Gereja itu.


'Suster Lilith pernah berkata.. Bahwa sebaik baiknya manusia adalah ibu.. Dia.. Yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan kita. Walaupun kami besar di panti asuhan.. Tetapi suster Lilith selalu mengatakan untuk tidak membenci siapapun ibu kita. Karena dia adalah malaikat tak bersayap yang telah melahirkan kita.. Malaikat malaikat kecil Tuhan.'

__ADS_1


Batin Yara bermonolog..


TO BE CONTINUED..


__ADS_2