Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 144. SEASON 2. Masih Jet Lag.


__ADS_3

Jam sekolah berlangsung, dan Vaye duduk dengan tenang di bangkunya mencerna setiap kata yang gurunya jelaskan. Mungkin sedikit berbeda dengan pendidikan yang di terimanya selama di luar negeri, bagaimana pun itu adalah dua negara berbeda.


Saat Vaye tengah fokus mengamati jalan nya mata pelajaran, Nicholas yang duduk di sebelahnya membuka mata. Ia hanya diam dengan posisi telungkupnya namun matanya memperhatikan Vaye yang berada di sebelahnya.


KRING..


Bel sekolah berbunyi.


" Baik, pelajaran kita hentikan sampai disini, silahkan kalian beristirahat." Ucap sang guru.


Semua murid langsung berpencar, ada yang langsung keluar kelas, ada juga sebagian yang masih di dalam kelas. Vaye yang penasaran dengan sekolah itu pun bangun hendak berkeliling melihat sekolah barunya.


Namaun saat Vaye hendak bangun, tangan nya di cekal oleh murid yang berada di sebelahnya, Nicholas. Vaye pun melihat tangan nya yang di cekal itu.


" Siapa kau?" Tanya Nicholas.


Saat Nicholas bertanya demikian, semua murid yang berada di kelas langsung heboh dan berbisik.


" Matilah dia, Nicho sudah bangun." Gumam beberapa murid di kelas.


" Vaye." Ucap Vaye.


" Ck, nama apa itu, aneh sekali. Siapa yang mengizinkanmu duduk disini?" Ucap Nicholas.


" Guru." Ucap Vaye lagi.


" Dengar! kau boleh duduk di sembarang tempat di kelas ini, tapi jangan duduk di sebelahku, kau menggganggu tidurku." Ucap Nicholas.


" Sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan untuk tidur. Lagi pula aku sama sekali tidak berisik atau melakukan hal hal yang membisingkan." Ucap Vaye.


Vaye menghempaskan tangan Nicholas yang mencekalnya. Lalu ia pun berjalan pergi. Terlihat wajah Nicholas yang begitu kesal, ia marah karena Vaye membantah ucapannya.


' Beraninya dia melawanku, gadis cupu dari mana itu. Awas saja kau, akan aku buat kau tidak betah sekolah disini.' Batin Nicholas.


Vaye hanya berjalan pergi begitu saja, ia melihat lihat sekolah barunya sambil berjalan menuju kantin. Sesampainya di kantin, ia pun memesan makanan dan mencari tempat duduk.


Saat ia melihat tempat duduk kosong, tiba tiba Nicholas datang menyerobot dan duduk di bangku itu.


" Ini tempat dudukku, kau cari yang lain." Ucap Nicholas.


' Apa dia ini seorang perundung, sejak tadi menyulitkan aku.' Batin Vaye.


Vaye yang pada dasarnya tidak takut siapapun tidak menghiraukan ucapan Nicholas, dan justru duduk di hadapan Nicholas saat ini.


Nicholas meletakan sendoknya, lalu melipat tangan nya di dada sambil menatap Vaye tajam.

__ADS_1


" Kau tuli? Aku bilang ini adalah tempat duduku." Ucap Nicholas.


" Ini milik sekolah." Ucap Vaye, sambil memakan makanannya.


" Kau tidak tahu kata takut, ya? kau tidak takut padaku?" Ucap Nicholas, sembari menatap tajam Vaye.


" Kamu manusia, aku juga sama. Apa yang perlu di takuti? Jika kamu hantu, mungkin aku akan mempertimbangksn untuk takut." Ucap Vaye santai.


Nicholas sampai tidak bisa berkata apa apa, lagi lagi Vaye membantah dan menjawab ucapannya.


" Keberanianmu cukup besar juga, mari kita lihat.. berapa lama kau akan bertahan di sekolah ini." Ancam Nicholas.


Vaye menatap Nicholas, dan saat itu Nicholas langsung terkesima dengan tatapan Vaye. Warna matanya yang jingga ke emasan membuatnya terlihat mempesona.


" Terimakasih." Ucap Vaye dan langsung bangun dari tempat duduknya meninggalkan Nicholas.


Nicholas sampai tidak bisa berkata apa apa dibuatnya. Semua murid di kantin masih bisik bisik membicarakan keberanian Vaye yang duduk satu meja dengan Nicholas. Pasalnya, selama ini tidak ada satupun yang berani duduk dengan Nicholas.


Sementara itu, Vaye kembali ke kelasnya, karena jam istirahat hampir habis.


' Astaga.. Aku mengantuk sekali. Jet lag membuatku pusing.' Batin Vaye.


Hingga akhirnya semua murid sudah kembali masuk ke kelas, dan hanya Nicholas yang belum masuk. Bisa di pastikan kemana dia saat ini, pastinya mengganggu murid lain.


' Rupanya sekolah disini juga kurang lebih hampir sama dengan di sana. Sama sama berkelompok. Sudahlah, tujuanku hanya satu.. menikmati masa mudaku.' Batin Vaye.


Nicholas datang dengan luka luka di wajahnya, bisa di pastikan dia pasti baru saja berkelahi dengan murid lain, Vaye hanya melihatnya sekilas sebelum akhirnya guru juga masuk dan pelajaran di mulai. Nicholas langsung merebahkan kepalanya di meja dan tidur.


Vaye pun fokus pada pelajaran nya, walau sesungguhnya ia sudah hafal betul, tetapi dia harus tetap memperhatikannya. Sambil menahan rasa kantuknya, ia mencatat semua materi yang gurunya berikan.


" Baiklah, pelajaran sampai disini. Selamat ber akhir pekan anak anak." Ucap guru kelas.


Kelas pun bubar, Vaye melirik Nicho yang berada disebelahnya. Sebenarnya mereka tidak duduk dalam satu meja, karena tempat duduk mereka di tata satu anak satu meja dan kursi. Hanya saja Vaye berada tepatdi samping Nicholas.


' Dasar, murid macam apa dia ini, jam istirahat berkelahi, jam pelajaran tidur. Untuk apa dia datang kesekolah.' Batin Vaye.


Saat Vaye bangun dan keluar dari kelas, rupanya ada satu siswi yang menunggunya di depan pintu kelas.


" Hai, Vaye.. aku Lini, kita teman satu kelas." Sapa gadis dengan rambut bob sebahu bernama Lini itu.


" Hai, senang berkenalan denganmu, Lini. " Ucap Vaye.


" Vaye, aku hanya ingin memberitahu sesuatu. Jangan duduk di dekat Nicho jika kamu mau bersekolah dengan tenang disini. Dia adalah siswa dengan predikat terburuk." Ucap Lini.


Vaye melirik Nicholas yang masih tertidur di meja nya, rupanya benar dugaan nya, Nicholas adalah perundung.

__ADS_1


" Hm, terimakasih sudah mengingatkan aku." Ucap Vaye.


" Ya, kalau begitu aku oukang dulu. Bye Vaye.." Ucap Lini.


Setelah Lini pergi, Vaye merogoh tas sekolahnya, lalu mengeluarkan kotak obat kecil yang selalu ia bawa kemana mana, lalu meletakannya di dekat Nicholas. Setelah menaruh kotak itu, Vaye pun pergi.


Vaye pernah menemui murid yang kurang lebih sama seperti Nicholas di kelas nya dulu, bahkan lebih parah dari Nicholas. Selain nakal, brutal, dan menjadi perundung, teman kelasnya dulu juga terlibat pergaulan bebas.


Tapi rupanya, dia melakukan hal itu karena ia ingin di perhatikan, ia kurang nya kasih sayang dan perhatian orang tua . Ditambah dia juga tinggal di lingkungan yang buruk, jadi ia terbawa arus keadaan lingkungan.


Setelah Vaye pergi, Nicholas membuka matanya dan melihat kotak obat yang Vaye tinggalkan. Ia hanya menatap malas kotak itu, lalu meninggalkan nya pergi.


Vaye telah sampai di apartemen nya, ia langsung merebahkan dirinya di sofa tanpa berganti pakaian lebih dulu. Matanya terlalu berat untuk sekedar terbuka.


" Hoam.. Astaga, aku mengantuk berat." Ucapnya lalu tergidur begitu saja.


Hingga tak terasa hari sudah malam, dan Vaye baru saja bangun dari tidurnya ketika mendengar dering ponsel. Rupanya itu adalah Yara yang menghubunginya.


Vaye melihat sekelilingnya yang masih gelap gulita, karena lampu masih belum menyala.


" Halo mom.." Ucap Vaye, dengan suara serak.


" Sayang, kamu baru bangun ya?" Ucap Yara.


" Iya, Vaye masih mengalami jet lag, masih penyesuaian." Ucap Vaye, yang sambil mulai menyalakan lampu ruangannya.


" Bagaimana sekolah baru mu sayang? Daddy mu mengatakan pada paman Jilian untuk menyembunyikan identitasmu." Ucap Yara.


" Ya, sekolah berjalan baik mom, bagaimana mommy disana? Apakah mommy kesepian?" Ucap Vaye.


" Sangat, mommy sangat kesepian. Nasib jadi mommy yang memiliki anak anak jenius." Ucap Yara menyedih.


" Mommy, Vaye juga disini hanya tiga tahun, setelah itu Vaye akan kembali ke AS." Ucap Vaye menghibur.


" Baiklah, walau lama tapi mommy akan menunggu. Sayang, apakah kamu sudah makan malam?" Ucap Yara.


" Belum, setelah mandi Vaye akan mencari makam malam di bawah." Ucap Vaye sambil minum air dingin dari kulkas.


" Ya sudah, kalau begitu. Kamu baik baik ya, sayang. Jika ada apa apa kabari mommy." Ucap Yara.


" Ya, mom.. Vaye mau mandi dulu, bye mommy.. Vaye love you." Ucap Vaye.


" Bye sayang, Mommy love you too.." Ucap Yara , dan panggilan pun berakhir.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2