Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 53. Kembali kehilangan.


__ADS_3

Ethan menatap Yara, untuk pertama kalinya Yara menunjukan tatapan begitu putus asa.


" Kemana.? Lelang akan segera di mulai." Ucap Ethan.


" Tolong tuan, aku ingin menceritakan sebuah rahasia. Tolong ikut saya sebentar." Ucap Yara putus asa.


Tanpa pikir panjang, Ethan bangun dari duduk nya dan memasuki sebuah ruangan yang ia sewa untuk istirahat.


" Katakan." Ucap Ethan.


" Tuan, tolong bebaskan pak Bima.." Ucap Yara spontan yang membuat Ethan membelalakkan matanya.


" Bebaskan siapa katamu.? Jadi ternyata benar kau bekerja sama dengan nya.?" Ucap Ethan yang seketika berubah menjadi dingin kepada Yara.


" Bukan, dia bukan musuh kita.. Dia hanya di paksa oleh ketua Mahkota berduri karena dia memiliki hutang jasa. Tapi sungguh pak Bima bukan orang yang seperti itu." Ucap Yara.


" Bukan orang seperti itu, lalu seperti apa dia.? Dia mengikuti ku pasti karena ingin membunuhku. Dan bisa bisa nya kau mengatakan dia bukan orang yang seperti itu.!" Ucap Ethan emosi.


" Awalnya pak Bima memang ingin membunuh tuan, tapi saya sudah membujuknya untuk tidak melakukan itu. Dia sudah berjanji kepada saya tidak akan membunuh tuan." Ucap Yara kukuh menjelaskan.


" Berjanji kepadamu, Kau juga anggota mahkota berduri beraninya memohon kepadaku.!" Ucap Ethan.


" Saya adalah Nayara Valerie, cucu angkat kakek Davis Todd. Saya sangat mengenal pak Bima dan kakek , mereka bukan orang yang seperti itu." Ucap Yara spontan.


Ethan terkejut mendengar Yara membuka identitas aslinya kepada Ethan demi melindungi Bima.


" Terlambat." Ucap Ethan lalu melangkah pergi dari sana.


Yara terduduk di lantai mendengar itu. Tidak di sangka bahkan ia sampai membuka identitasnya sendiri. Sementara ethan kembali ke ruang lelang, dan tak lama acara lelang pun resmi di mulai.


" Baiklah, para tamu terhormat acara lelang kali ini resmi di mulai. Untuk barang lelang yang pertama ini adalah sebuah bongkahan batu berlian langka , memiliki warna yang terang. Kualitas batu ini sudah pasti sangat bagus. Harga pembuka 12 triliun." Ucap pembawa acara lelang itu.


Semua orang pun riuh memperebutkan batu itu hingga akhirnya resmi di beli oleh seseorang. Lelang berlangsung sangat sengit. Semakin lama barang yang di tawarkan semakin bagus dan semuanya sukses terjual.


Hingga tiba saat nya sang pembawa acara mengeluarkan sebuah kotak kayu yang terlihat sangat tua. Terlihat dari ukiran dan kualitas kayu, di perkirakan kotak kayu itu sudah ada dari jaman dahulu.


Di dalam kotak kayu itu terlihat sebuah kalung dengan bandul berlian merah darah. Berlian yang terkenal sangat langka dan paling mahal di dunia.

__ADS_1


" Baiklah, kali ini kita memasuki akhir dari acara lelang . Kita kembali ke berlian, tapi berlian yang ini adalah berlian yang sangat spesial dan langka dengan warna merah yang cantik dan sudah di bentuk menjadi sebuah kalung yang indah. Untuk harga pembuka 30 Triliun.. " Ucap pembawa acara lelang.


" 100 Triliun." Ucap Ethan yang langsung membungkam semua orang.


" 100 Triliun? memang adalah Presdir Dominique, 100 triliun pun di belinya dengan mudah." Ucap seorang pengusaha lain.


" Tidak ada yang mau menambah harga lagi.? Baiklah, 100 triliun deal. Berlian ini menjadi milik Presdir Ethan. " Ucap Pembawa acara lelang itu.


" Hadirin semuanya, acara lelang kita malam ini sudah selesai, tapi Presdir Ethan ingin memperkihatkan sesuatu." Ucap Pembawa acara itu.


Mendengar itu, jantung Yara kembali berdebar semakin kencang.


" Bawa dia masuk." Ucap Ethan entah kepada siapa.


Tiba tiba masuk dua orang pria yang sedang menyeret seorang pria tua.


" Bukankah itu adalah Bima Laksmana,? pengacara sekaligus asisten pribadi mendiang tuan Davis Todd.? " Ucap seseorang.


Semua orang riuh membicarakan Bima. Mata Yara memerah, ia ingin berlari ke depan dan menyelamatkan Bima. Namun ia hanya bisa mengepalkan tangan nya. Yara mengepalkan tangan nya erat, ingin sekali rasanya ia menghajar semua orang disana. Namun keadaan tidak menguntungkan nya.


" Hadirin semua pasti mengenal siapa dia kan, dia adalah Bima Laksmana. Dia di tangkap karena sudah berkonspirasi dengan sebuah kelompok mafia untuk mencelakai Presdir. Presdir sengaja membawa dia kemari, untuk memberi tahu kalian, bahwa akhir dari orang yang berniat buruk padanya adalah mati. " Ucap Jamie sembari menodongkan pistol kepala Jamie.


" Akhirnya kau mengakui jika kau adalah mata mata yang di pekerjakan Bima di sisi tuan.? Y, ternyata kau orang yang seperti itu." Ucap Jamie.


" Aku memang mengenal pak Bima, tapi dia bukan anggota mahkota berduri. Pak Jamie, tolong jangan lakukan itu." Ucap Yara.


" Beraninya kau menyangkal.!!" Ucap Jamie.


" Aku sudah memberi tahu tuan, dia bukan anggota mahkota berduri." Ucap Yara.


" Berkhianat kepada Presdir dan bersekutu dengan musuh, Y kau harus di hukum mati.!" Ucap Jamie.


" Jangan!! Dia tidak mengenal ku, aku memang anggota mahkota berduri. Jangan seret dia dalam masalahku, dia tidak tahu apa apa. Jika kalian ingin bunuh , bunuh saja aku." Ucap Bima tiba tiba.


" Tidak, pak Bima apa yang bapa lakukan.!" Ucap Yara.


" Saya tidak mengenal mu.!! Siapa kau.! Hari ini, saya disini sekalian saja saya akan mengatakan , Bahwa Jamie

__ADS_1


DOR.!


Tanpa aba aba , Jamie menembak mati Bima di depan semua orang. Yara yang melihat Bima langsung tewas di hadapan nya dadanya bergemuruh seolah ingin meledak. Terasa sesak, sakit , marah, namun tidak bisa berbuat apa apa.


" Pak Bima.!!" Ucap Yara yang bergegas menghampiri Bima.


" Pak Bima, tolong jangan begini. Mengapa pak Bima tidak mendengarkan ku." Ucap Yara di tengah tangis nya.


Semua orang tampak ketakutan dengan penembakan itu. Beberapa orang sudah lari ketakutan, mereka menjadi semakin segan kepada Ethan.


" Ini juga sebagai peringatan untuk kalian semua.!!" Ucap Jamie lagi.


"Kenapa Jamie menembak Bima secepat itu, ini di luar rencana ku." Ucap Ethan dalam hati.


" Brengsek.!! Kenapa kau membunuhnya.!" Teriak Yara kepada Jamie.


Yara langsung menyerang Jamie, ia membanting Jamie ke lantai dan menodongkan pistol ke kepala Jamie.


" Jika kau membunuhnya, aku akan pastikan jasad Bima tidak akan bisa di makamkan.!" Ucap Ethan dari tempat duduk nya.


" Ternyata begitu.?? Ha.!! Hahahaha.. Ternyata selama ini aku telah salah menilai mu." Ucap Yara seperti hilang akal.


Dor.!


Tiba tiba Yara di serang Jamie, namun beruntung peluru itu hanya mengenai lengan Yara. Yara langsung berlari , baku tembak pun terjadi.


" Kejar dia.!! Bunuh penghianat itu.!" Ucap Jamie memerintah tim 1.


Semua orang mengejar Yara, Yara yang sudah terluka pun berlari dengan putus asa. Yara melihat sekilas kearah Ethan, namun Ethan terlihat hanya diam di tempat.


Yara berlari di ujung lorong , ternyata lorong itu menuju ke balkon kapal yang memperlihatkan lautan bebas.


" Y, menyerahlah.. Kau sudah tidak bisa lari kemana pun.!" Ucap Jamie yang berlari menuju kearah Yara.


" Mati pun aku tidak akan rela mati di tanganmu, lebih baik aku jadi makanan hiu.!" Ucap Yara.


Tanpa pikir panjang, Yara lompat kedalam lautan bebas dan hilang di antara buih buih ombak lautan.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2