
Saat ini, Darren dan megan datang ke rumah sakit tempat Carig Todd di rawat. Tsania nampak mengerutkan keningnya bingung melihat raut wajah putra dan menantunya itu seperti orang yang habis berkelahi. Wajah Darren penuh luka sementara megan , pipinya sedikit membengkak dengan ujung bibirnya berdarah.
" Kenapa dengan kalian berdua? mengapa wajah kalian memar seperti itu?" Tanya Tsania
" Ini karena anak pungut sialan itu bu, kita sudah di usir dari mansion keluarga. Menurut surat wasiat dari kakek, ayah hanya menerima 15 % saham dan sebuah vila di kota Bogor." Ucap Megan dengan emosi.
" Apa? lalu kamu Darren? apa bagianmu?" Tanya Tsania
" Darren tidak dapat apa apa, karen sebelumnya dia memiliki perjanjian pernikahan dengan gadis itu." Jawab Megan lagi
" Kenapa kamu yang jawab pertanyaan ibu? Apa Darren di pukul sampai menjadi Bisu?" Ucap Tsania keheranan.
" Itu karena 2 gigi nya copot, dia ompong ibu. Orang orang itu memukulinya lalu memaksa kami keluar tanpa membawa apapun." Ucap Megan menjelaskan.
" Mereka menjijikan, bahkan wanita pun di pukul." Ucap tsania mengusap pipi megan yang bengkak.
" Bukankah kakekmu memiliki 70% saham perusahaan.? berapa bagian ayahmu?" Tanya Tsania
" Tidak ada.." Ucap Darren pelan.
" Apa maksudmu tidak ada Darren.?" Tanya Tsania.
" Kakek memberikan 35% saham perusahaan kepada Yara. Dan 35% nya... diberikan kepada panti sosial." Ucap Darren.
Seketika itu juga Tsania pingsan. Darren sigap menangkap tubuh ibunya lalu membaringkan nya di sofa.
" Sayang, harus pergi mengurus gigiku, kamu tunggulah disini dengan ibu oke." Kata Darren kepada Megan.
Megan hanya mengangguk, dalam hatinya ia kesal dan menyesal memilih Darren sebagai suaminya. Jika tau Darren tidak memiliki warisan maka ia akan lebih memilih menikah dengan Robin atau menjadi simpanan pria tua yang selalu ia puaskan selama hidupnya bisa terjamin.
Di tempat Lain..
Negara C.
__ADS_1
Ryuchie saat ini tengah memandangi adiknya dengan saksama tanpa memperdukikan yang di pandangi itu merasa terganggu dengan tingkahnya. Aiko dan Joshua hanya menggeleng geleng melihat kelakuan putranya.
" Semuanya sama.. Hanya fisik dan gender saja yang berbeda. Ya Tuhan, aku masih tidak menyangka aku akhirnya bisa menemukan adikku. " Celotehnya dengan mata berbinar.
" Ryu kemana sifat dinginmu pergi? Melihat adikmu kamu langsung seperti anak kecil yang menemukan mainan baru." Ucap Jhosua.
" Ayah, jangan samakan adikku dengan mainan. Dia lebih berharga dari apapun juga. Bagaimana bisa ayah samakan adikku ini dengan mainan, enak saja. " Ucap Ryu.
" Ryu kau hanya membuat adikmu takut." Ucap Aiko.
" Eih... Seorang anggota mafia bisa takut hanya di tatap.? Aku tidak percaya.." Ucap Ryu dengan tangan yang menopang dagunya menatap Yara.
" Baiklah, karena Yara sudah kembali, bagaimana kalau kita umumkan kepada dunia bahwa Yara adalah putri kita? Yara harus dikenal dunia sebagai putri dari Jhosua Maxwell." Ucap Jhosua.
" Tidak ayah." Cegah Yara.
" Kenapa sayang? Kita semua sangat senang kamu sudah pulang kerumah." Ucap Aiko.
" Bukan begitu ibu. Untuk saat ini Yara masih harus menyembunyikan identitas Yara. Yara harus menyelesaikan masalah yang Yara buat. Baru Yara bisa dengan bangga menyandang nama Maxwell." Ucap Yara.
" Ayah benar, kamu juga punya kakak. Kakak akan menyelesaikan apapun masalahmu, atau jika kamu keberatan, kakak hanya membantumu dari belakang. Ingat, kamu adalah nona Maxwell. Tidak ada keluarga yang berani menyinggung." Ucap Ryu.
Yara sangat bahagia, bagaimana tidak.. Setelah sekian lama, akhirnya ia merasakan kasih sayang kekuarga kandung nya dan itu sangat tulus.
" Terimakasih kak, Ayah, Ibu. Aku akan ingat itu. Dan, aku harus kembali ke negaraku. Bagaimana pun apa yang sudah kumulai, harus aku yang mengakhiri. " Ucap Yara.
" Apa kamu mau pergi lagi sayang? ibu bahkan masih belum puas memelukmu." Rengek Aiko.
Sungguh, mungkin sifat Aiko itu yang menurun kepada putranya Ryuchie. Mereka berdua sama sama memiliki sifat yang sama.
" Awalnya aku akan menemui kalian saat masalahku sudah selesai, tapi setelah mendengar Dokter Li mengatakan bahwa ayah sekarat, maka aku tidak berpikir apa apa lagi dan langsung terbang kemari." Ucap Yara.
" Oh.... Jadi dokter Li juga terlibat??" Ucap Ryu tiba tiba dengan tatapan mautnya.
__ADS_1
" Kakak, jangan marahi dokter Li, itu kemauanku sendiri." Ucap Yara menghalau kakaknya yang hendak bangun.
Melihat adiknya dengan inisiatif menggenggam tanganya, Ryu pun kembali melunak.
" Katakan, sebenarnya apa yang terjadi padamu? mengapa kamu di sembunyikan paman kecil? dan mengapa juga dokter Li terlibat.? Ucap Ryu menatap iris mata Yara.
Yara bingung harus jawab apa, namun ia juga tidak bisa terlalu lama menyembunyikan kebenaran.
" Sebenarnya, Aku hampir mati kak." Ucap Yara.
" Apa.!! siapa yang mencelakaimu?" Teriak Jhosua dan Ryu bersamaan sementara Aiko hsnys menutup mulutnya kaget.
" Ceritanya panjang, intinya diawali oleh kesalahpahaman. Apakah ayah tahu anggota mafia Mahkota berduri? mereka mengincarku dan atasanku secara bersamaan.... " Ucap Yara, Cara menceritakan semua kejadian nya tanpa terlewat sedikitpun. Ia kembali sedih ketika mengingat kematian Bima dan Lilith di hadapan nya sendiri. Kedua orang baik itu, sudah mempertaruhkan nyawa mereka demi Yara.
Jhosua dan Ryuchie menggeram marah mengetahui kebenaran nya. Sementara Aiko, wanita itu menangis memeluk putrinya.
Ia tidak menyangka, di usia yang sangat muda, Yara audah mengalami banyak hal bahkan sampai di buru mafia.
" Putriku, Ayah akan menghubungi kakekmu, masalah ini adalah ulahnya. Dia harus menyelesaikan apa yang ia buat. Dan Mahkota Berduri itu.. Ayah tau siapa mereka." Ucap Jhosua.
Yara sedikit terkejut, ternyata Ayahnya bisa dengan mudah mengetahui siapa mahkota berduri yang ia cari mati matian selama ini.
Namun perihal kakeknya, sepertinya Yara memiliki prefrensi lain tentang kakeknya. Karena kakeknya yang telah membuangnya saat bayi, apakah kakeknya tidak menyukainya.? Pertanyaan itu sering muncul di kepalanya.
" Terimakasih banyak Ayah." Ucap Yara lembut.
" Adik, mulai sekarang kamu jalani saja kehidupan selayaknya gadis muda pada umumnya. Kamu tidak perlu lagi menyamar maenjadi laki laki. Biar kakak yang menyelesaikannya." Ucap Ryuchie.
" Tidak kak, aku bisa mengatasinya. Lagipula, jika menurut cerita dokter Li, seharusnya kakak akan menjadi penerus Maxwell Company saat usia kakak 19 tahun nanti kan? jangan buat nama kakak jadi kotor."Ucap Yara.
Yara belum tahu bahwa kakaknya adalah ketua Mafia Ghost. Mafia yang selalu tersembunyi keberadaan nya sesuai dengan namanya. Namun sekali mereka menargetkan seseorang, maka orang itu tidak akan bisa bangkit lagi.
"Baiklah, kakak akan membantumu dari belakang." Ucap Ryu, ia menghormati keteguhan Yara untuk menghadapi sendiri masalahnya.
__ADS_1
" Terimakasih kak." Ucap Yara dengan senyim manisnya.
TO BE CONTINUED..