
Nicholas masih setia dengan ponselnya, ia masih mendengarkan Vaye yang bercerita bahwa nenek dan kakek nya meninggal.
" Maaf ya, sayang.. Aku tidak bisa ada di sampingmu disaat kamu butuh sandaran, sebenarnya aku ingin menyusul kesana tapi paman bilang tidak perlu. " Ujar Nicholas.
"Tidak apa apa, aku juga begitu terkejut sampai terburu buru dan langdung melakukan penerbangan bersama paman Lucas. Oiya, mungkin aku aksn lsms di sini.. Mommy sangat membutuhkan aku." Ujar Vaye.
" Mommy sangat terpukul atas khilangan oma dan opah." Ujar Vaye lagi.
" Tidak apa apa, aku mengerti sayang. Tapi aku minta jaga dirimu baik baik oke. " Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh mendengarnya.
Sejujurnya Nicholas sangat keberatan dengan keputusan Vaye, tapi dia juga tidsk boleh egois dengan mengengkang Vaye untuk terus berada di sisinya.
" Sampaikan salamku pada mommy mu, ya? Maaf sekali aku tidak bisa datang je negara C." Ujar Nicholas.
" Iya, nanti aku sampaikan.. Tidurlah, ini sudah sangat malam. " Ujar Vaye.
" Tapi aku merindukanmu." Ucap Nicholas dan Vaye terkekeh.
" Ya, aku juga merindukanmu.. Sabar ya, mungkin sekitar seminggu aku disini. Setelah mommy sudah mulai terbiasa, aku akan pulang ke tanah air."Ujar Vaye.
" Pulang.. Apakah kamu sudah menganggap Jakarta sebagai rumahmu?" Ucap Nicholas sambil senyum senyum.
" Tentu saja iya, aku kan sekolah disana. Dan ya.. Aku sudah mulai terbiasa hidup disana." Ujar Vaye.
" Baiklah, pergilah istirahat.. Jangan merindukan aku ya? Rindu itu berat, aku saja yang menanggung." Ujar Nicholas.
" Ekhem!! Sudsh mulai pandai berkata kata manis rupanya." Ujar Vaye.
" Hanya padamu saja, kok.. Tidak dengan yang lain nya." Ujar Nicholas sambil terkekeh.
" Ya sudah, sudah malam, pergilah istirahat. Besok kamu sekolah." Ujar Vaye.
" Hmm.. Kamu juga, selamat malam Vaye cantik. " Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh mendengarnya.
" Malam juga.." Ujar Vaye.
Panggilan pun diakhiri, tidak ada yang special dari obrolan itu sebenarnya, tapi bagi mereka yang sedang di mabuk cinta.. Ucapan selamat malam saja sangat berarti. Vaye tersenyum senyum ketika panggilan itu berakhir. Nicholas adalah obat kesedihan nya setelah dia sedih seharian itu.
Sementara Nicholas sendiri, kini dia kembali menelungkupkan wajahnya di ranjang. Ia kembali uring uringan seperti sebelumnya, bahkan kini kakinya tidak mau diam menendang kesegala arah.
" Seminggu Vaye ada disana, mana aku kuat.m baru sehari saja aku sudah begini tersiksa." Keluh Nicholas, setelah lama beruring uringan tidak di rasa Nicholas justru tidur dengan posisi seperti itu.
Keesokan harinya, Nicholas datang kesekolah sendirian dengan tidak bersemangat sama sekali, tentu saja karena tidak ada Vaye di sisinya. Teman teman di sekolah juga bertanya tanya kemana Vaye gerangan.
Nicholas duduk di bangkunya dan tak lama wali kelas pun datang.
__ADS_1
" Hari ini kita kedatangan murid baru, anak anak. Kalian pasti akan terkejut melihatnya, saya saja terkejut. Silahkan masuk." Ujar wali kelas.
Tap.. Tap.. Tap..
Suara langkah kaki, dan semua orang langsung menutup mulut mereka karena terkejut.
" Astaga, itu Timothy.. Apakah Timothy masih hidup?" Bisik teman kelas.
Nicholas pun menatap dengan tidak percaya sosok yang saat ini sedang berdiri di hadapan kelas. Dia terlihat sama dengan Timothy.
" Perkenalkan dirimu." Ujar wali kelas.
" Nama saya Mark, senang bertemu dengan kalian dan mohin bantuan nya." Ujar sosok itu yang rupanya bernama Mark.
' Apakah dia yang kemarin aku lihat? Jadi aku tidak melihat hantu, tapi melihat dia.' Batin Nicholas.
' Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Timothy terbujur kaku di peti mati. Jadi sudah pasti dia bukan Timothy.. Apakah dia kembaran Timothy?' Batin Nicholas lagi.
" Silahkan duduk, Ah.. Bangku di tengah itu milik seorang siswi yang sedang izin, kamu bisa duduk di sebelahnya." Ujar wali kelas.
" Baik, terimakasih." Ujar Mark.
Mark berjalan kearah tempat duduk yang dulunya di duduki Timothy, dan tidak sengaja tatapan nya bertemu dengan Nicholas. Mark tersenyum, tapi Nicholas hanya menatap datar Mark.
Mark benar benar sama percis dengan Timothy, tingginya, suaranya, bentuk wajah bahkan tahi lalat di hidungnya pun sama. Hanya saja, bentuk gaya rambut mereka berbeda.
" Oke, mari kita lanjutkan pelajaran. Mark, kamu bisa mengikuti pelan pelan pelajaran di sini. " Uajr sang guru, dan Mark mengangguk.
Sepanjang pelajaran itu, Nicholas sesekali melirik ke arah Mark. Nicholas jadi penasaran dengan siapa sebenarnya Mark itu, teman kelas juga sesekali melirik kearah Mark karena saking miripnya Mark dengan Timothy.
Di tempat lain...
Vaye sedang berada di ruang latihan menembak, dia dan Yara berada disana saat ini. Benar apa yang di katakan oleh Vaye, bahwa Yara pasti tidak baik baik saja.
Seperti saat ini, Yara kembali pada mode badasnya seperti 17 tahun yang lalu, dia sedang menembaki papan target yang berada di depan nya.
" Mommy.. Tolong sudahi latihan nya, mommy menembaki papan latihan pun percuma. Kita hanya harus menemukan pelakunya, lalu mengadili dia." Ujar Vaye.
Yara menatap Vaye kemudian berkaca kaca.
" Apakah mommy terlihat semakin lemah, nak?? Mereka sampai berani mengganggu anggota keluarga kita. Mommy tidak terima oma dan opah pergi begitu cepat. "Ujar Yara.
" Mom.. paman, daddy, semua orang sedang mencari pelakunya. Vaye yakin pelakunya akan segera di temukan."
' Termasuk aku, mom.. Aku pun sedang mencari pelakunya.' Batin Vaye.
__ADS_1
" Tolong mommy jangan seperti ini, jika mommy kehilangan sisi lembut mommy, bagaimana dengan kami?" Ujar Nathan yang muncul dari belakang.
Yara menunduk, benar.. Dia tidak bisa membuat anak anak nya kehilangan sosok ibu yang lembut. Akhirnya Yara mengangguk dan memeluk kedua anaknya itu.
" Mommy tidak akan berubah menjadi apapun, mommy adalah mommy kalian." Ujar Yara.
Dan Ya, Ryuchie dan Ethan menggabungkan dua kubu mafia mereka lalu menyebarkan nya keseluruh negara AS untuk menemukan pelaku yang sudah merenggut nyawa Aiko dan Jhosua.
" Jika pun dia mati, bawa jasadnya kehadapanku." Ujar Ryuchie.
" Baik tuan." Ujar para bawahan dan langsung menyebar.
" Aku sangat yakin, pelakunya mungkin musuh salah satu dari kita. Mengingat kita adalah keluarga mafia yang besar, mereka mungkin menaruh dendam. Cerobohnya aku yang tidak menempatkan penjagaan terhadap mereka hari itu." Ujar Ryu.
" Kak, jangan salahkan dirimu begitu dalam. Mama dan papa tidak akan suka melihatnya. Kita akan mencari sama sama pelakunya." Ujar Ethan.
" Ayo kita pulang, Yara pasti masih bersedih." Ujar Ryu.
" Hmm.. Ayo." Ujar Ethan.
Kematian Aiko dan Jhosua memang tidak bisa di katakan wajar. Jika itu kecelakaan tunggal, tidak mungkin ada banyak bekas roda mobil yang bergesekan.
Dan juga Dr. Li yang mengemudikan mobil itu, di temukan sangat jauh dari lokasi jatuhnya mobil dengan banyak luka tusuk. Sudah bisa di pastikan, dokter Li saat itu melakukan perlawanan dengan pelaku.
__________________
Kembali ke tanah air, Nicholas saat ini sedang duduk di kantin satu meja sendirian. Tiba tiba Mark datang menghampiri Nicholas.
" Halo, Nicholas." Ujar Mark
Tentu saja Nicholas mengernyitkan keningnya, ia bahkan brlum berkenalan dengan sosok Mark ini.
" Kamu terkejut? Tidak perlu takut, aku tahu kamu dari ibuku.. Dia bercerita bahwa adikku sangat menyayangimu dan menganggapmu sebagai saudaranya. " Ujar Mark.
" Siapa adikmu?" Tanya Nicholas.
" Timothy Morgan. Dia adikku, kami kembar namun terpisah. Aku pindah ke sekolah ini karena aku ingin tahu sebenarnya se spesial apa Nicholas itu, yang berhasil membuat adikku begitu menyayanginya. " Ujar Mark.
" Sebagai penebusan atas semua kesalahan adikku, maukah kau berteman denganku? Mungkin akan membuat dia senang disana." Ujar Mark lagi.
" Tidak perlu berkata tentang penebusan, aku sudah memaafkan nya. Tspi jika kau ingin berteman denganku, maka silahkan.." Ujar Nicholas, dan Mark tersenyum.
" Terimakasih." Ujar Mark.
Mereka pun makan bersama, Nicholas tentu tidak tahu apakah Mark ini punya motif tersembunyi atau tidak. Dia hanya ingin mengabulkan kainginan terakhir Timothy, yaitu berteman dengan nya ketika sudah keluar dari penjara.
__ADS_1
Walau sosok di hadapan nya itu bukanlah Timothy, tapi dia adalah saudara kembaran nya.
TO BE CONTINUED..