
Di belahan negara lain, tepatnya di negara A.
Dua orang pria tengab saling bahu membahu melewati antara hidup dan mati.
Ryuchie, saat ini ia bersama Sandy sedang dalam bahaya besar sesungguhnya. Tes keluarga yang di berikan kepada Ryuchie ternyata bocor ke telinga musuh. Dan saat ini ia sedang dalam pengejaran musuh musuhnya.
" Tuan muda, di depan ada sebuah goa, kita brsembunyi saja disana." Ucap Sandy.
Pelatihan keturunan Maxwell memang lain dari yang lain. Saat ini mereka berada di tengah hutan belantara, sebenarnya bisa saja mereka membawa pasukan Ghost, namun Ryu tidak ingin orang orang curiga padanya terutama ibunya, Ryu tidak ingin ibunya tahu bahwa ia adalah pemimpin kelompok mafia paling di takuti disana.
Sebagai syarat untuk menjadi penerus garis keturunan Maxwell yang menggandrungi sebagian besar perusahaan raksasa di berbagai bidang, Ryuchie harus latihan bertahan hidup di tengah hutan, dengan berbagai rintangan. Lebih tepat nya seperti latihan militer, bahkan ini lebih sadis. Setidaknya pasukan militer memiliki senjata, tapi tidak dengan Ryu. Ryu dilarang membawa senjata apapun. Itulah sebabnya kesempatan itu dimanfaatkan musuh untuk menyerang.
" Jangan sampai adikku tahu tentang kondisiku ini." Ucap Ryu kepada Snady.
Wajah Ryu sangat pucat pasi. Si tangan kiri yang selalu mendampinginya itu kini masih belum sadar dari koma nya setelah menyelamatkan nyawa Ryu saat jatuh dari tebing yang cukup curam. Jika bukan karena si tangan kiri, kemungkinan saat ini yang terbaring koma adalah Ryu.
" Baik tuan muda, Saat ini nona sudah menangkap Kristin Evron." Ucap Sandy.
" Adikku memang gadis yang hebat." Ucap Ryu.
Nafas Ryu tersenggal senggal karena kelelahan, bibirnya kering dan pecah pecah. Sangat berbeda dengan Ryuchie yang biasanya selalu tampan dan mempesona.
" Tuan muda, aku rasa disini aman. Mereka tidak mungkin mengejar sampai kemari." Ucap Sandy.
" Itu bagus, apa kau masih punya persediaan air?" Tanya Ryu.
" Ada.. Ini tuan muda." Sandy memberikan sebotol air kepada Ryuchie.
" Tuan muda, tetaplah disini jangan kemana mana, aku akan mencari sinyal dan meminta bantuan anak buah agar kemari." Ucap Sandy.
Ryu hanya mengangguk, sambil memejamkan matanya.
Untuk pertama kalinya seorang Ryuchie tampak lemah dan tak berdaya. Itu karena luka nya belum kering sempurna namun ia sudah memaksakan diri untuk kembali menjalani pelatihan. Ryu pikir tidak akan ada halangan, tapi siapa yang tahu musuh datang.
' Tuhan, kau membuatku menjadi lelucon.' Batinnya brmonolog.
Sandy keluar dari goa itu sembari mencari sinyal. Entah mengapa sangat sulit mendapatkan sinyal disana. Apalagi saat ini ia hanya membawa sebuah belati saja, akan sangat berbahaya jika sampai di temukan oleh musuh.
" Astaga, kenapa begitu sulit mencari sinyal. Apa aku harus naik keatas pohon.? " Ucap Sandy.
Sandy melihat pohon yang sangat rindang di hadapan nya, pohon itu tinggi dan berdaun lebat. Akhirnya Sandy memanjat pohon itu dengan gerakan kilat, ia sudah sampai diatas.
" Ah... Masih saja belum dapat sinyal, eh.. Apa ini." Ucap Sandy saat melihat buah aneh di depan nya.
" Ini anggur?? Tapi kenapa anggur pohon nya besar seperti pohon beringin.?" Ucap Sandy heran.
Sandy melihat ke sekelilingnya dan terkejut, ternyata pohon itu penuh dengan buah aneh itu. Buah berwarna hitam mirip seperti anggur.
" Apakah ini bisa dimakan?? " Akhirnya Sandy mengambil satu buah yang berada tepat di depan nya. Ia pun memakan nya dengan ragu. Yang ia harapkan buah itu tidak beracun dan bisa dimakan, agar ia dan Ryuchie tidak kelaparan.
" Mm... Manis, tapi sedikit asam. Rasa nya aneh tapi enak. Aku harus membawa ini untuk tuan muda." Akhirnya Sandy melepaskan kemejanya dan menyisakan hanya kaos pendek di tubuhnya. Ia menggunakan kemeja nya sebagai keranjang buah. Siapapun yang melihat itu akan menangis, bagaimana tidak, kemeja Sandy itu di desain khusus untuknya oleh perancang terkenal dan harganya sangat mahal.
Dengan gerakan hati hati ia mengambil buah buahan itu, takut takut jika bunyinya di curigai musuh yang bisa saja sedang berada di dekat sana. Hingga akhrinya satu kemeja itu penuh dwngan buah hitam seperti anggur itu. Sandy pun turun dengan perlahan lalu kembali ke goa.
" Tuan muda.. Tuan muda.." Ucap Sandy mencoba membangunkan Ryuchie yang tengah tertidur.
" Gawat, tubuh nya demam. Tuan muda.. " Ucap Sandy lagi.
" Ryuchie.. " Akhirnya Sandy menghikangkan keformalan nya.
" Mmm.." Sahut Ryu.
" Ayo bangun, aku membawa buah, kau harus makan." Ucap Sandy.
Sandy membantu Ryu bangun, lalu memberikan buah hitam itu kepada Ryuchie.
" Ini makanlah.." Ucap Sandy.
" Buah apa ini? Anggur? Tapi keluarga ku tidak menanam anggur di hutan ini." Ucap Ryu.
Benar, hutan belantara itu adalah milik keluarga Maxwell yang di khusus kan untuk pelatihan penerus keluarga.
" Entahlah, tapi aku sudah mencobanya. Rasanya manis asam seperti anggur kurang lebih." Ucap Sandy.
Akhirnya Ryu pun memakan buah itu, ia tahu keluarganya tak menanam buah buahan beracun, namun siapa yang tahu jika buah liar tumbuh di hutan itu.
Dan setelah beberapa buah masuk, Ryu pun merasakan sedikit bertenaga.
__ADS_1
" Setidaknya buah ini mengurangi rasa lapar, bagaimana keadaan diluar?" Tanya Ryu
" Masih aman, tapi kita tidak bisa terus berada disini. Binatang buas pasti akan berkeliaran dimalam hari, kita harus mencari tempat berlindung dari binatang buas." Ucap Sandy.
" Baiklah." Ucap Ryu.
Karena hari hampir petang, mereka harus mencari tempat berlindung dari binatang buas.
" Kita bermalam di atas pohon jika bisa, biasanya harimau dan babi hutan berkeliaran dimalam hari." Ucap Ryu.
" Kalau begitu kita bermalam di atas pohon buah ini saja. Pohon nya besar dan rindang, tidak akan ada yang tahu bahwa ada manusia yang bersembunyi disana." Ucap Sandy.
" Oke.."
Akhirnya Ryu dan Sandy pun berjalan menuju pohon tempat Sandy memetik buah sebelumnya.
DOR.!!
suara tembakan menggema dari ujung jalan.
" Ada orang, ayo cepat kita harus segera naik keatas pohon itu." Ucap Sandy.
Dengan gerakan kilat, mereka berdua kini berada diatas pohon. Tak lama terlihat dua pria yang tengah berlari larian menghindari kejaran babi hutan.
" Brengs*k!! kenapa babinya malah semakin bertambah banyak." Teriak pria yang tengah di kejar segerombolan babi hutan.
" Cepat lari , cepat.. Jangan mengoceh." Ucap Pria yang satunya lagi.
" Itu adalah orang yang mengejar aku dan si tangan kiri terakhir kali. Rupanya mereka belum menyerah setelah kelompok mereka dibantai." Ucap Ryuchie.
" Kelompok mafia harimau putih, bisa bisanya berulah di daerah kekuasaanku." Ucap Ryu lagi.
" Bukankah di hutan ini kau melepaskan si keci imut?" Tanya Sandy.
" Benar, kenapa aku tidak kepikiran menggiring mereka ke si kecil imut." Ucap Ryu.
" Besok saja kita cari si kecil imut, sekalian bawa dia pulang dan hadiahkan untuk Yara. Dia pasti suka dengan si kecil imut." Ucap Yara.
Ting.. Ting.. Ting..
Suara ponsel.
Sandy langsung mengirimkan sinyal biru tanda keadaan sangat genting dan bahaya kepada anak buahnya. Ia juga mengirim pesan kepada beberapa anak buahnya untuk membawa persenjataan lengkap karena musuh saat ini tidak dapat di tebak berapa banyak di luar sana.
Dalam hitungan jam, hutan itu sudah di penuhi oleh anak buah Ryuchie. Mereka bersembunyi di segala tempat.
" Tuan muda, mari.." Ucap salah satu anak buah Ryuchie.
Yang tengah bergelantungan di sebuah helikoper.
Ryu menyambut tangan itu, kemudian naik keatas heli, lalu di susul Sandy.
" Kepung seluruh hutan ini, habisi penyusup." Ucap Ryu.
" Baik tuan muda." ucap anak buahnya.
" Segera kembali." Ucap Ryu lagi.
Akhirnya helikopter itu pun mengudara jauh, sementara di hutan itu terdengar suara tembakan yang saling menggema. Perang antara musuh dan pasukan Ghost berlangsung, dan tentu saja di menangkan oleh pasukan Ghost.
.........
Saat ini Ryu sudah sampai di kediaman nya, dokter sudah memeriksa luka nya, juga sudah memberikan obat pada Ryuchie.
" Bagaimana kabar ayah?" Tanya Ryu kepada Sandy.
" Tuan besar belum sadarkan diri, nyonya juga sering terlihat murung." Sahut Sandy.
" Ibuku pasti kesepian, Pelatihanku sudah selesai aku akan kembali setelah luka ini sembuh. Dan kurang dari dua bulan lagi aku akan berulang tahun, aku berharap bisa merayakan nya bersama adikku dengan statusnya yang baru sebagai putri keluarga Maxwell." Ucap Ryu.
" Akan aku usahakan tuan muda, Aku dan pasukan Ghost selalu berada di belakang nona. Membersihkan kekacauan yang tidak perlu seperti yang tusn muda minta." Ucap Sandy.
Benar, selama ini Sandy selalu bergerak diam diam tanpa sepengetahuan Yara, menyingkirkan marah bahaya yang mencoba mendekati Yara.
" Saya juga menempatkan Darren Todd di perusahaan, akan lebih mudah memantaunya. Sedangkan Carig todd, nona mengirimnya ke negara S." Ucap Sandy.
" Adikku berhati malaikat, bukankah begitu?" Ucap Ryu bangga.
__ADS_1
" Benar tuan muda." Sahut Sandy.
.........
Di belahan negara lain..
Yara sedang duduk di ruangan paling atas lantai rumah itu, ia tenga memeriksa semua laporan anak buahnya tentang kondisi di negara Y setelah hilangnya Kristin.
" Sungguh bawahan yang royal. Tapi bodoh.. " Ucap Yara.
Yara melihat kebawah, ia melihat deretan mobil yang ia kenali, siapa lagi jika bukan Ethan dominique.
" Dia benar benar kembali lagi.?" Ucap Yara.
Kemudian Yara mengingat ucapan Jackson dan Caleb, yang mengatakan bahwa Ethan kemungkinan besar menyukainya. Sebenarnya bukan nya Yara tidak bisa jatuh cinta lagi, hanya saja Yara tidak mau membuang waktunya untuk jatuh cinta kembali.
Akhirnya Yara membereskan semua berkas di meja nya itu, lalu menyimpan nya. Kemudian ia pun turun kelantai bawah.
" Yara... " Teriak Jilian langsung memeluk Yara.
" Kak, kalian datang juga.?" Ucap Yara melihat Rayson dan yang alain nya dan pandangan terakhir jatuh pada Ethan.
Entah mengapa wajah Ethan se masam lemon, namun tidak ada yang menyadarinya.
" Ya, bagaimana Kristin?" Ucap Rayson.
" Dia hanya bisa berbicara, tubuhnya belum benar benar bisa di gerakkan." Ucap Yara.
" Baguslah, lalu apakah kau akan menunjukan segel itu kepada Anggota Mavros drakos?" Tanya Rayson.
" Tidak.. Ini belum saatnya." Ucap Yara.
" Kau menunggu apa lagi? Kenapa kau juga tidak langsung membunuh Kristin? Apakah karena ia adalah ibu kandung Roger? Dengan kematian nya, maka ini semua sudah berakhir." Ucap Rayson.
Rayson sedikit bingung dengan Yara, bukankah tujuan nya menangkap Kristin adakah untuk dibunuh? Mengapa Yara tidak membunuhnya dan juga tidak melakukan apapun pikir Rayson.
Rayson tidak tahu saja alasan mengapa Yara tidak membunuh Kristin. Itu karena nyawa kakek kandungnya berada di tangan Kristin. Hanya Kristin yang bisa membebaskan kakek kandung Yara. Namun tentu saja Yara tidak bisa mengucapkan kebenaran itu, Yara tidak mau jati dirinya terbongkar dan di ketahui oleh mereka.
' Bagaimana aku bisa membunubnya, jika aku belum menemukan keberadaan kakek kandungku.' Ucap Yara dalam hati.
Jika bertanya siapa yang selama inj berkomunikasi dengan Jhose Maxwell dengan mengatas namakan Damian Maxwell, maka jawaban nya adalah Kristin. Kristin yang memegang kendali ponsel milik Damian selama ini. Jadi Jhose dan Aiko hanya tahu bahwa ayah mereka itu belum ingin kembali menemui mereka.
" Apakah benar itu alasan nya Yara.? " Tanya Ethan.
" Benar, karena Kristin ibu kandung Roger, dan Roger adalah temanku. Jadi aku belum berani bertindak apapun padanya." Ucap Yara berbohong.
" Tapi bahkan Kristin sudah menembak Roger dengan tangan nya sendiri. Bagaimana mungkin ibu sepertinya itu layak hidup." Ucap Bara.
" Aku lebih memilih untuk membunuhnya jika aku jadi Roger." Ucap Sean.
" Kalian tidak akan tahu, ikatan batin antara seorang anak dan ibunya. Walaupun sudah bertahun tahun tidak bertemu, tapi di hati pasti ada getaran rindu, dan Roger pasti sangat merindukan ibunya. " Ucap Yara.
Ethan menatap Yara lekat lekat, ada kesedihan mendalam di mata Yara. Ethan tidak tahu saja, bahwa yang Yara ucapkan itu adalah hal yang telah terjadi antara Yara dan keluarganya terutama ayah ibunya saat pertama kali mereka bertemu.
' Apakah dia merindukan keluarga kandung nya? Aku berjanji akan menemukan mereka untukmu.' Batin Ethan bermonolog.
" Sudahlah, untuk saat ini kita hanya harus menundukan Mavros drakos dan Mahkota beduri. Karena segel itu sudah berada di tangan Yara." Ucap Ethan.
" Tapi Kristin memberi tahuku bahwa hanya keturunan terpilih yang bisa memimpin mereka." Ucap Yara.
" Keturunan terpilih.? " Ucap Jilian.
" Entah aku tidak mengerti apa maksudnya, maka dari itu aku harus menggali lagi informasi darinya." Ucap Yara .
" Kita pikirkan itu nanti, ayo kita lihat keadaannya." Ucap Ethan.
Mereka pun berjalan menuju ruang bawah tanah yang digunakan untuk mengurung Kristin. Lagi lagi mata Bara melihat kesekelilingnya. Bara sungguh curiga dengan rumah itu, bahkan pelayan wanita disana tidak ada yang bersemu merah seperti kebanyakan pelayan lain saat bertemu dengan pria pria kaya.
' Mereka terlatih, Mereka bukan orang biasa. Sebenarnya rahasia apa yang Yara sembunyikan dari kami. Jika hal itu membahayakan kami , maka aku tidak mau harus menghabisi Yara. ' Ucap Bara dalam hati.
Saat tatapan nya bertemu dengan salah satu pelayan yang lewat, pelayan itu tidak memiliki rasa takut.
" Yara, pelayan pelayan mu ini dapat dari mana? Mereka tidak seperti pelayan kebanyakan yang membuat risih selalu curi curi pandang " Tanya Bara.
" Oh, itu kak Sandy yang mencarinya." Ucap Yara.
Tentu saja Yara tidak akan mengakui bahwa pelayan nya itu adalah pasukan Ghost.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..