
Saat Yara akan hilang kesadaran, samar samar ia mendengar kericuhan dari luar.
" Tuan muda, kita telah di kepung. Sebuah kelompok tidak diketahui sudah menghabisi anak buah kita yang lain." Ucap Anak buah Roger.
Tiba tiba masuklah dua pria yang roger kenal. Dua pria yang selalu ada di sisi Yara, yaitu Jackson dan Caleb bersama pasukannya yang lengkap dengan persenjataan mengepung Roger dan mengarahkan senapan mereka padanya.
" Tuan Roger, ingat hari ini. Hari ini adalah hari dimana kau mengibarkan bendera perang dengan kami. Aku sungguh kasian dengan mu, kau pria yang pintar dalam bisnis dan perang, tapi bodoh dalam masalah hati. Kau sudah menyakitinya, semoga kau tidak menyesal dikemudian hari." Ucap Jackson.
" Terima ini, kau benar benar pria menyedihkan." Ucap Caleb sembari memberikan sesuatu berupa sebuah alat perekam suara.
Saat ini baik Roger dan anak buahnya tengah di todong senjata, mereka semua tidak bisa melawan karena serangan itu begitu mendadak.
Yara di gendong oleh Jackson dan mereka pun pergi dari gedung terbengkalai itu, meninggalkan Roger dan timnya yang tersisa sedikit.
Tak lama setelah helikopter yang dinaiki Jackson dan Caleb serta rombongan nya pergi, datang lagi beberapa rombongan helikopter. Namun kali ini Ethsn dan timnya yang datang.
Dengan emosi, Ethan berjalan kearah Roger dan..
BUGH.!!
Ethan memukul Roger hingga Roger terjatuh.
" Dimana Yara.?" Ucap Ethan pada Roger.
" Tidak ada." Sahut Roger.
" Kau tidak mau memberi tahuku.? Geledah tempat ini.!! " Teriak Ethan, dan timnya pun langsung berpencar.
" Katakan dimana Yara, atau kau akan menyesal Roger." Ucap Ethan.
Roger melirik tajam adik tirinya itu.
" Kau begitu terobsesi padanya hingga kau buta tidak bisa membedakan gadis baik dan buruk." Ucap Roger.
" Kau yang buta! Yara melakukan itu demi kebaikan kita semua, ibumu memang bukan manusia, ia iblis berhati keji dan kejam. Tidakkah kau bisa menilai, dia bahkan tega menembakmu, menembak putranya sendiri."Ucap Ethan emosi.
" Tuan, nona Yara tidak ada dimanapun." Ucap Salah satu anak buah Ethan.
" KATAKAN DIMANA KAU SEMBUNYIKAN YARA ROGER DOMINIQUE.!!! " Teriak Ethan menggelegar dengsn mats menggelap.
Ini.. Adalah kali pertama Ethan terlihat begitu marah. Selama ini ia di serang bertubi tubi oleh musuh bahkan anggota keluarganya sendiri secara perlahan. Namun ia sama sekali tidak pernah terlihat se emosional ini. Rayson, Sean, dan Bara terkejut mendengar betapa marah teman nya itu.
" Dia sudah pergi." Ucap Roger.
" Apa maksudmu pergi.? " Ucap Ethan dengan nafas memburu.
" Dia dibawa pergi oleh kedua teman nya dan pasukannya. Ck.. Ck.. Aku tidak mengerti mengapa kau begitu sangat terobsesi padanya. Padahal dia sangat kejam." Ucap Roger.
" Kejam? Jika kau ingin tahu manusia kejam, jawabannya adalah ibumu sendiri. Kau mengecewakanku Roger.. Aku sungguh berharap kita bisa hidup berdampingan sebagai adik dan kakak. Tapi rupanya aku salah." Ucap Ethan.
" Jika dia tidak kejam, maka dia tidak akan membuat ibuku lumpuh. Kau jangan hanya bisa menyalahkan ibuku dan membela dia, aku tidak masalah jika ibuku hanya di ikat, tapi mengapa harus dibuat lumpuh.?!!" Teriak Roger.
Ethan menggelengkan kepalanya..
" Sungguh... Kau sudah tidak tertolong lagi. Obat yang Yara berikan pada ibumu hanya membuat ibumu lumpuh sementara, obat itu hanya bekerja 3 sampai 5 hari yang artinya.. Ibumu seharusnya sudah pulih saat ini. Kau sudah ditipu ibumu mentah mentah kau tahu?." Ucap Ethan..
Roger terdiam.. Dia mencerna kata demi kata yang Ethan ucapkan. Apakah benar ibunya telah membohonginya dengan berpura pura lumpuh.
" Roger, jika sampai terjadi sesuatu kepada Yaraku, aku akan anggap kau sudah mengibarkan bendera perang denganku. Ayo kita pergi." Ucap Ethan.
__ADS_1
Ethan dan timnya pun pergi dari sana meninggalkan Roger yang masih terbengong. Saat Roger hendak bangun, tangan nya tidak sengaja menyentuh alat perekam yang sebelumnya di berikan oleh Caleb. Ia pun menekan sebuah tombol , lalu muncul suara yang ia kenali.
"Ini aku, aku sudah bebas.. Tugasmu adalah menangkap seorang gadis bernama NAYARA VALERIE. Aku belum bisa kembali, jadi kau handel sisanya selama aku tidak ada. Aku ingin menikmati waktu liburanku."
Tertegun.. Roger kembali tertegun.
' Jadi rupanya benar.. Aku yang bodoh. ' Ucapnya dalam hati.
Untuk yang kesekian kalinya Roger dibohongi ibunya sendiri. Ia kembali patah hati setelah ia merasa yakin bahwa ibunya sudsh berubah.
" Tuan muda.. " ucap anak buah nya.
" Kembali ke Bali, perintahkan perketat penjagaan jangan sampai ibuku kabur." Ucap Roger.
Saat Roger melangkah, kakinya tidak sengaja menginjak kalung yang dikenakan oleh Yara, dan pecah. Roger mengambil kalung itu dan menggenggamnya lalu pergi dari sana.
..........
Disisi lain, Ethan dan tim nya telah sampai di kediaman Yara. Mereka langsung menuju kediaman Yara karena Jack dan Caleb sama sekali tidak bisa dihubungi. Ethan sangat panik, ia takut sesuatu terjadi kepada Yara nya.
Ethan berlari dan memasuki rumah itu, namun ia tidak menemukan siapapun disana. Yang tersisa hanya tabung tabung bom asap yang sudah kosong memenuhi seluruh pekarangan rumah Yara.
" Gila... Roger menggunakan bom asap jenis ini untuk menangkap Yara. Aku yakin, bisa dipastikan saat ini Yara.. "
" Diam!! Tidak akan terjadi apapun pada Yara ku." Ucap Ethan memotong ucapan Rayson.
Ethan turun keruang bawah tanah rumah itu, dan melihat seluruh persenjataan disana sudah tidak ada. Rumah itu benar benar kosong tak berpenghuni.
" Dia pergi.. " Ucap Ethan.
Tak terasa air matanya jatuh. Baru saja pagi tadi ia bercanda dan tertawa bersama dengan Yara, dan sore nya Yara sudah tidak ada.
" Than.. " Ucap Rayson menenangkan Ethan.
" Kita pulang, lacak semua cctv, dan cari keberadaan Yara." Ucap Ethan.
Mereka semua pun pergi dari kediaman Yara.
Sepanjang perjalanan Ethan terlihat murung, ia kembali terlihat seperti saat Yara hikang di laut bahkan sekarang lebih buruk lagi. Namun tatapan nya sangat dingin.
" Sebuah pesawat pribadi baru saja lepas landas beberapa saat yang lalu, tidak di ketahui tujuan nya." Ucap Bara.
Bara mengecek semua jalur transportasi, dadi darat, laut hingga udara. Ia menghubungi orang orang nya untuk mengecek.
" Tunggu, ini pesawat pribadi keluarga Maxwell bukan.?" Tanya Rayson.
" Dari mana kau tahu? Sok tahu sekali." Ucap Bara.
" Hanya keluarga Maxwell yang mempunyai pesawat ini, ini di desain khusus untuk mereka. Tapi mengapa mereka melakukan keberangkatan? Memangnya sejak kapan anggota kekuarga Maxwell ada di negara ini.?" Ucap Rayson lagi.
" Benar, kita tidak pernah mendengar bahwa keluarga Maxwell ada di negara kita. " Ucap Bara.
"Cari tahu sejak kapan mereka ada disini." Ucap Ethan.
Entah mengapa ia merasa akhir akhir ini sering mendengar orang orang menyebut nama GHOST saat berada di kediaman Yara. Ethan tentu saja tahu siapa GHOST. Kelompok mafia terbesar dan terkuat di negara A. Bahkan saking besarnya, mereka sampai memiliki anggota di berbagi belahan dunia. Hanya saja mereka sangat sulitbdi lacak keberadaan nya.
' Semoga bukan seperti yang aku pikirkan..' Ucap Ethan dalam hati.
" Tidak diketahui, pesawat itu baru tiba hari ini, dan langsung melakukan keberangkatan lagi. Ada pekerja bandara yang mengatakan, bahwa pesawat itu membawa seorang pasien laki laki muda dan dikawal oleh banyak orang." Ucap Bara.
__ADS_1
" Kenapa kejadian nya bisa bertepatan dengan Yara yang hilang." Ucap Bara .
" Apakah tidak ada rekaman cctv?" Tanya Rayson.
" Tidak ada.. Semua cctv yang merekam mereka telah di hapus." Ucap Bara.
" Tunggu, ini.. " Ucap Bara.
" Jackson.. itu adalah Jackson. Dia mengapa terlihat dibandara.?" Ucap Rayson.
" Apakah dia membawa Yara pergi dari negara ini.?" Ucap Bara.
Bara memutar satu demi satu rekaman cctv guna mencari wajah Jackson. Namun tidak menemukan apapun. Akhirnya informasinya menjadi buntu. Mereka hanya bisa mengambil kesimpulan, bahwa Yara di bawa keluar kota atau ke luar Negeri.
.........
Sementara itu di kamar pribadi yang ada di dalam sebuah pesawat yang sangat mewah. Kini terlihat sosok wajah yang sedang dicari cari semua orang. Saat ini, ia masih dalam keadaan tidak sadar.
" Baik tuan muda.. " Ucap Caleb.
Saat ini Caleb tengah melakukan pnggilan dengan Ryuchie.
" Sudah dipastikan tidak akan ada yang tahu jika Yara pergi dari negara Indonesia. " Ucap Caleb.
" Baik tuan muda." Ucap Caleb lagi.
Panggilan itu pun berakhir.
" Bagaimana.?" Tanya Jackson.
" Tuan muda yang akan menggantikan Yara selama Yara tidak ada. Dan kali ini tuan muda tidak akan menerima penolakan apapun dari Yara. " Ucap Caleb.
" Huuft.. Segala sesuatunya menjadi sulit, ini gara gara Roger si bodoh itu. Kurasa otak nya itu otak bayi. Berapa usianya, dia masih saja menangis mencari ibunya." Ucap Jackson.
" Sudahlah, mengingat dia hanya membuat emosi. Pria bodoh sepertinya tidak pantas menerima kebaikan Yara. Berapa lama kira kira Yara akan sadar ?" Tanya Caleb.
" Dokter bilang Yara menghirup banyak asap dari bom itu, jadi untuk bernafas dia harus menggunakan bantuan oksigen sampai efeknya benar benar hilang." Ucap Jackson.
" Semoga tidak terjadi sesuatu yang serius. Entah mengapa bisa kebetulan tuan muda datang ke Indonesia, dan Yara malah di serang secara tiba tiba." Ucap Caleb.
" Benar, sekarang rencana tuan muda Ryu memberikan kejutan kepada Yara jadi berantakan gara gara Roger." Ucap Jackson.
Ryu diam diam datang ke Indonesia, tujuan nya adalah memberikan Yara kejutan. Sekaligus Ryu juga ingin membantu Yara memberikan pelajaran untuk Kristin, walaupun Yara tidak memintanya.
Ryu juga membawa Si kecil imut bersamanya, ia ingin memberikan nya kepada Yara sebagai hadiah pertemuan lagi, tapi semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
Pesawat itu pun mengudara menuju belahan dunia lain.
Sementara itu.. Kini sosok yang sama dan percis dengan Yara tengah menatap pemandangan kota Jakarta dari sebuah gedung hotel.
" Susah payah aku bisa datang kemari agar bisa bertemu dengan adikku, malah sekarang kami bertukar tempat. Ini pasti gara gara keluarga Dominique lagi. Aku akan buat perhitungan dengan mereka." Ucap Ryu kesal sendiri.
" Tuan muda, besok saya harus keperusahaan. Untuk memancing musuh nona, Tuan muda sebaiknya ikut dengan saya menggunakan identitas Yuka milik nona Yara. " Ucap Sandy.
" Jadi aku harus menjadi adikmu.?" Ucap Ryu dengan wajah malas.
" Benar , Adik.. " Ucap Sandy malah meledek.
" Kau sudah siapkan kediaman baru untuk ku kan?" Tanya Ryu.
__ADS_1
" Sudah, adik tidak perlu khawatir. Kakak sudah menyiapkan kediaman yang baru dan lebih bagus lagi. Juga ada rumah untuk si kecil imut disana." Ucap Sandy sembari menahan tawa karena melihat wajah Ryu yang kesal.
TO BE CONTINUED..