Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 81. Belum berakhir.


__ADS_3

Seorang pria tengah berdiri menatap langit malam yang tidak ada satupun bintang. Bulan pun seakan bersembunyi di balik awan, suram.. Itu yang terlihat. Sama seperti hati dari pria yang tengah berdiri itu.


Roger, kini ia sedang menatap langit malam itu. Ia berharap kehidupan nya ini hanya mimpi, tapi siapa yang bisa merasakan begitu nyata saat di alam mimpi?. Roger masih tidak percaya ibunya yang selalu ia rindui, cintai, dan banggakan begitu berhati dingin dengan dirinya. Tak tanggung tanggung, bukan sekedar mengancam, ibunya langsung menembaknya tanpa belas kasih.


Flashback on..


Roger berdiri dihadapan wanita yang selalu ia rindukan. Wanita itu masih nampak cantik dan anggun seperti biasanya, hanya saja entah mengapa ia terasa begitu asing.


" Ibu.. " Ucap Roger.


" Kau sudah besar? Apakah sudah menikah?" Ucap Kristin.


Bukan sapaan rindu atau pelukan hangat yang Roger rasa, tapi sikap dingin dan seakan asing.


" Ibu, apa kabar ibu selama ini.?" Tanya Roger.


" Seperti yang kau lihat, aku baik dan sehat. Tidak usah basa basi dan penuh drama. Kau sudah besar, dan aku tidak punya banyak waktu untuk membuat drama kesedihan." Ucap Kristin.


" Apa maksud ibu? Sebagai seorang anak apakah aku salah merindukan ibuku sendiri? Kita sudah lebih dari 10 tahun tidak bertemu, apakah ibu sedikitpun tidak memikirkan perasaanku?" Ucap Roger dengan emotional.


" Haih, sudah aku bilang aku tidak mau ber drama dengan mu. Rindu ya rindu, toh sudah bertemu kan sekarang." Ucap Kristin seakan acuh.


Sungguh, Roger tidak mengenali ibunya lagi. Wanita yang dulu lemah lembut, baik hati, penyabar dan penyayang tidak terlihat di diri Kristin yang sekarang.


" Kenapa ibu bicara seperti itu?" Tanya Roger.


" Akan aku ucapkan tujuan ku datang kemari, aku tidak punya banyak waktu. Bergabunglah denganku melawan Ethan dominique, dan singkirkan dia. Setelah itu kau boleh hidup bersama ku, bukankah kau selalu merindukan aku?" Ucap Kristin dengan nada arogan.


Terkejut, untuk kesekian kalinya Roger terkejut dengan perubahan sikap Kristin kepadanya.


" Ibu mengatakan itu sebagai seorang ibu atau seorang partner sekutu?" Ucap Roger.


" Kau boleh anggap apapun yang kau rasa benar. Lagi pula aku ibumu kan." Ucap Kristin.


Roger menggelengkan kepalanya pelan, hilang sudah keseluruhan kesan baik yang ia tanam dihatinya tentang Kristin. Walau beberapa waktu lalu beredar kabar tentang Kristin, juga fakta yang ia dapat dari Yara tentang siapa Kristin sebenarnya, setidaknya masih ada sedikit rasa kerinduan dihatinya.


Namun kini seakan semua rasa itu hilang dalam sekejap setelah ia melihat secara langsung sosok yang paling ia rindukan itu berdiri dengan acuh tak acuh di hadapanya dengan permintaan gila nya itu. Roger, sungguh tidak mengenal lagi ibu kandungnya.


" Aku tidak mau." Ucap Roger menolak permintaan Kristin.


" Cih! Apa bagusnya anak dari hasil selingkuhan itu? Kau masih saja berdiri di belakangnya, melindunginya, apa yang kau dapat.?" Ucap Kristin emosi.


" Tahukah kau ibu, dia selama ini menderita menanggung tuduhan dariku atas berita kematianmu? Dari hari dimana kau dinyatakan mati, aku membencinya, menjauhinya, tak percaya apapun yang ia katakan, aku selalu menyalahkan nya untuk semua hal. Tapi lihat dirimu.. Ibu berdiri dihadapanku dengan kondisi baik, hidup mu bahkan sepertinya bahagia. Apa tidak sedikitpun ibu memikirkan aku??" Ucap Roger.


" Bagus jika dia menderita, dia dan ibunya yang hampir mati itu pantas mendapat karma." Ucap Kristin.


" Apa maksud ibu berkata begitu? Ibu Ethan hampir mati?" Tanya Roger.


Kristin tersenyum sinis menatap Roger, lalu ia menepuk pelan pipi kanan Roger sembari berkata..


" Roger.. Roger.. Lihatlah, kau sungguh polos." Ucap Kristin.


" Ibu mencelakai ibu kandung Ethan?" Tanya Roger.


" Menurutmu? Manusia yang menghancurkan hidupku harus disingkirkan. Tapi aku tidak mau langsung membunuhnya, tidak seru.. Lebih baik aku melihatnya mati perlahan, melihat penderitaan nya hari demi hari, bukankah itu lebih menyenangkan.?" Ucap Kristin dengan senyum kejam nya.


" Dan kau, mau tidak mau kau harus menyingkirkan Ethan, lalu keluarga Dominique yang lainnya, termasuk ayahmu. Bawa dia.!! " Ucap Kristin.


Anak buah kristin langsung mencekal tangan Roger. Roger memberontak pun tidak berhasil, ia berteriak memanggil orang orang nya namun ternyata orang orangnya telah di bunuh oleh anak buah Kristin. Roger dibawa menaiki helikopter lalu menuju ke kota Jakarta, lebih tepatnya ke kediaman Ethan.


Setelah sampai di kediaman Ethan, Roger di beri senjata lalu Kristin nerkata.


" Habisi dia, lalu kita akan hidup bersama sebagai ibu dan anak seperti yang kau mau." Ucap Kristin.


" Aku tidak mau." Ucap Roger.


" Kau ingin mati ditanganku?" Ucap Kristin dengan nada mengancam.

__ADS_1


" Bunuhlah, aku akan sangat bahagia bisa mati di tangan ibuku sendiri." Ucap Roger.


" Baik, jika itu maumu. Diantara kita tidak ada hubungan ibu dan anak lagi, Selamat tinggal." Ucap Kristin, lalu..


DOR.!!


Dengan mata dingin, Kristin menembak Roger tepat didadanya.


Flashback Off.


" Mungkin saat ini Ethan telah berhasil menangkapnya." Ucap Roger setelah sadar dari lamunan nya.


Sebenarnya Roger sudah mengetahui bahwa Ethan, Yara dan yang lain nya saat ini tengah dalam misi penagkapan Kristin. Hanya saja ia berpura pura tidak tahu. Roger ingin memberi ibunya satu kesempatan lagi, saat nanti ia bertemu kembali dengan ibunya.


........


Dua hari berlalu , Saat ini Ethan berada di kediaman Yara. Karena Yara bilang rumahnya adalah tempat paling aman untuk menyembunyikan Kristin, maka dari itu Ethan pun menuruti Yara menyembunyikan Mristin disana. Lagi pula rumah nya saat ini ada Roger, juga markasnya di Nusa kambangan sudsh di pindah ke Jakarta.


" Aku tidak tahu kau memiliki banyak ruang rahasia. Rumah ini tampak kecil, tapi siapa yang tahu di dalamnya sungguh penuh kejutan." Ucap Ethan pada Yara.


Saat ini mereka berdua sedang berada di depan Kristin yang nampak masih belum dapat menggerakan tubuhnya. Kristin baru bisa berbicara sedikit tanpa bisa berbuat apa apa lagi.


" Itulah sebabnya ada istilah JANGAN MENILAI BUKU DARI SAMPULNYA." Ucap Yara.


" Benar. Aku harus kembali, apakah kau tidak apa apa jika sendirian?" Tanya Ethan.


" Sejak kapan aku takut sendirian.?" Tanya balik Yara.


Sebenarnya Ethan ingin agar yara mencegahnya pergi, jadi Ethan punya alasan untuk tetap tinggal. Tapi lagi lagi Ethan melupakan satu hal, Yara gadis yang tangguh. Bahkan ia bisa menyusun rencana untuk menjatuhkan Kristin, bagaimana mungkin ia takut sendirian.


" Hehe.. Barang kali kamu takut sesuatu mungkin." Ucap Ethan.


" Aku justru lebih takut denganmu." Ucap Yara.


" Kenapa denganku?" Tanya Ethan bingung.


' Eh.. Astaga ternyata dia menilaiku seperti itu, apakah aku terlalu menempel.? Gadis bodoh ini, aku berbuat seperti itu karena aku.. Aku.. Apakah aku menyukainya? ' Batin Ethan bermonolog. Ethan baru sadar dengan perasaan nya, hal hal yang akhir akhir ini ia lakukan kepada Yara kini ia menemukan jawaban nya, ternyata ia menyukai Yara.


Blush..


Tiba tiba saja pipi Ethan bersemu merah dengan sendirinya. Setelah mengetahui arti dari perasaan nya yang ia rasa aneh akhir akhir ini.


" Mm.. Kalau begitu aku pergi dulu. Kau baik baiklah, nanti malam aku akan datang lagi dengan yang lain nya." Ucap Ethan.


Setelah mengucapkan itu, Ethan langsung buru buru pergi. Yara yang melihat nya pun bingung sendiri.


' Bukanya tadi ia enggan pergi? Sekarang kenapa buru buru pergi? Memang ada yang salah dengan kepalanya.' atin Yara bermonolog.


Kini tersisa hanya Yara dan Kristin berdua saja di ruangan itu. Sebenarnya tidak berdua, tentu saja tim Ghost berada di setiap sudut rumah itu, bahkan pelayan saja adalah kelompok mafia Ghost.


" Bagaimana keadaanmu nyonya Evron? Kesal? Marah? "


Tanya Yara.


" Kau pikir kau sudah menang karena menangkapku?" Ucap Kristin.


" Aku tahu aku belum menang, kemenangan adalah saat aku melihat dengan mata dan kepala ku sendiri saat kematianmu berlangsung." Ucap Yara dengan nada dingin.


" Hahahaha... Hanya seorang bocah, kau bisa apa.? Apa kau pikir bisa menghancurkan apa yang sudah aku buat selama ini?" Ucap Kristin dengan nada mengejek.


" Mungkin bisa.. Buktinya sekali aku bertindak aku langsung menculik ratu dari kelompok yang katanya besar itu." Ucap Yara.


" Dimana kau sembunyikan kakek ku." Ucap Yara lagi dengan wajah sangat datar dan dingin.


" Cih, kau pikir dengan kau bertanya seperti itu maka aku akan menjawab? Apa kau pikir aku bodoh." Ucap Kristin.


" Aku sudah tahu semua kebenaran nya. Juga alasan kenapa kau memburuku. Kau menginginkan segel kan?" Ucap Yara.

__ADS_1


Kristin terkejut, bagaimana Yara bisa tahu tentang segel yang ia cari.


" Oh, kau terkejut? Aku masih punya kejutan lain nya yang kau tidak tahu. Sekarang aku bertanya padamu, sebenarmya dimana kakek ku berada? Aku tidak bodoh dan tidak bisa kau bodoh bodohi nyonya Evron. Kakek ku sebenarnya ada di tangan mu kan?" Ucap Yara.


" Kau memang pintar, iya kakek tua renta itu ada ditanganku. Jika kau ingin dia di bebaskan maka bebaskan aku, kita saling membebaskan. Bukankah itu penawaran yang menarik?" Ucap Kristin.


" Sudah aku bilang aku tidak bisa di bodoh bodohi. Dua kelompok, kau mengendalikan dua kelompok yang seharusnya salah satu diantaranya adalah kelompok kakek ku. Dan yang satunya.. Apakah aku harus katakan itu kelompok yang akan aku kendalikan dimasa depan?" Ucap Yara dengan senyum mengejek nya.


" Jangan bermimpi kau bocah, kau pikir hanya karena kau memiliki segel itu maka kau bisa memimpin mereka? Tidak. Hanya keturunan terpilih yang bisa memimpin mereka. Dan orang itu adalah aku." Ucap Kristin dengan senyum smirk nya.


' Keturunan terpilih? Apa lagi ini.?' Ucap Yara dalam hati.


" Oh iya kah, tapi dari surat wasiat yang di tinggalkan kakek ku tidak tertulis demikian." Ucap Yara memancing.


" Kau pikir siapa dirimu? Kau bukan keturunan keluarga ku, tidak ada darah keluargaku didalam dirimu, apa kau pikir bisa membangkitkan simbol itu?" Ucap Kristin.


' Simbol, apakah simbol lambang Mavros drakos' Ucap Yara dalam hati.


" Sudahlah, kau tidak mau di bebaskan jadi ya sudah." Ucap Yara seakan acuh.


" Bukannya sudah ku katakan sebelumnya, kau lepaskan aku, aku lepaskan kakek mu." Ucap Kristin.


" Lalu kau pikir aku akan percaya dan menuruti mu.? Kau licik, sama liciknya dengan ular. Kau nikmati saja ketidak berdayaan mu ini nyonya, sampai saat itu aku akan memimpin Mahkota berduri dam Mavros Drakos dengan segel itu. Bagaimana menurutmu??" Ucap Yara sembari menunjukan senyum iblisnya.


" Kau tidak akan bisa.!!! Hei.. Kembali, kau tidak akan bisa memimpin mereka!! Mereka hanya mendengarkan aku.!! Nayara Valerie.!! " Teriak Kristin frustasi. Ia hanya bisa berteriak, tapi tubuhnya kaku bagai mayat.


' Sial!! Jika sampai dia menunjukan segel itu pada kelompok Mavros drakos maka semuanya akan berakhir, semuanya..' Batin Kristin bermonolog.


" Aku harus mencari cara, sebenarnya obat apa yang di gunakan gadis itu padaku, kenapa aku seperti orang lumpuh. Aarggh.!! Kalau begini bagaimana caranya aku melarikan diri." Ucap Kristin frustasi.


Yara naik ke lantai atas, sudah ada Jack dan Caleb disana menunggu Yara untuk makan siang.


" Bagaimana? Apa sudah berhasil memancingnya?" Tanya Caleb.


" Dia bilang hanya keturunan terpilih yang bisa memimpin kelompik itu. Aku tidak mengerti dengan ini semua. Keturunan terpilih, membangkitkan simbol.. Terlalu tidak masuk akal untuk di cerna otak." Ucap Yara sedikit frustasi.


" Mm.... Apakah ada kaitan nya dengan kutukan yang kau bicarakan dengan Tuan John?" Ucap Jack.


" Kutukan itu.. kakek John bilang bahwa kutukan itu akan terhadi padaku, tapi, apakah mungkin?? Secara aku terlahir kembar dengan kakak ku. Bisa jadi kan orang yang terkena kutukan adalah kakak ku, dan dia yang seharus nya memegang segel." Ucap Yara.


" Benar juga. Terlalu banyak teka teki untuk di kupas." Ucap Jack.


"Oiyah, Aku lihat kau dan Ethan semakin dekat akhir akhir ini, apakah diantara kalian ada sesuatu?" Tanya Jack.


" Sesuatu?? Seperti apa.?" Tanya Yara polos.


" Jack , kau bertanya kepadanya bagaimana dia bisa kanhsung mengerti." Ucap Caleb.


" Iya juga.. Aku penasaran dengan mu Yara. Bukankah kau pernah jatuh cinta sebelumnya dengan Darren Todd? Mengapa kau tidak mengerti dengan kedekatan mu bersama Ethan?" Ucap Jack.


" Eh.. ?? Kalian membahas apa sebenaenya?" Ucap Yara.


" Sudahlah, bagaimanapun dulu kau yang mencintai Darren tapi Darren tidak mencintaimu, jadi kau tidak bisa membedakan mana orang yang mencintaimu dan tidak." Ucap Caleb.


" Yara, aku rasa Ethan menyukaimu." Ucap Jackson.


" Yang benar saja, dia dari dulu hanya menganggspku partner kerja sama, tidak lebih." Ucap Yara tidak percaya.


" Astaga anak ini.. Benar benar tidak tertolong." Ucap Jackson.


" Aku sudah lapar, ayo segera makan. Setelah itu aku ingin melihat Darren todd yang berada di perusahaan kak Sandy." Ucap Yara mengalihlan pembicaraan.


Akhirnya mereka pun memulai makan siang mereka.


' Apakah Ethan jatuh cinta padaku? Tapi aku tidak semenarik itu untuk di sukai, bukankah penampilanku ini sangatlah kontras dari gadis kebanyakan.?' Batin Yara bermonolog.


Tanpa sadar Yara menilai dirinya sendiri, ia merasa bahwa ia tidak mungkin disukai laki laki jika ia berpenampilan seperti laki laki. Yara tidak tahu bahwa rasa cinta itu datangnya dari dasar hati. Tentang penampilan, siapa yang tidak setuju Yara begitu cantik.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2