
Puluhan helikopter tengah mengudara saat ini, mereka seperti tengah mencari sesuatu di tengah hingga pinggiran kota. Warga yang melihat itu mengira bahwa itu adalah helikopter Presiden yang sedang memantau warga warga nya. Nyatanya itu adalah helikopter GHOST yang sedang mencari keberadaan Kristin.
" Tim satu, lapor.. Disini tidak ada target." Ucap salah seorang pria yang sednag memantau dari helikopter.
Helikopter itu pun mengudara jauh meninggalkan tempat yang sebelumnya mereka pindai. Namun setelah helikopter itu pergi , sebuah tong sampah terbuka dan muncul seorang perempuan dari dalamnya, orang itu adalah Kristin.
Kristin tidak tahu itu helikopter siapa dan sedang apa yang sedari tadi berkeliaran di atas, tapi firasat nya mengatakan bahwa dirinya saat ini tengah diburu, jadi ia benar benar berwaspada dengan apapun itu.
Kristin yang sekarang benar benar berbeda dengan Kristin yang di kenal orang sebelumnya. Dia terlihat kurus, kumuh, menjijikan dengan mata yang hanya ada satu dan yang satunya di tutup kain karena buta. Yang tidak tahu akan merasa kasihan dengan nya, Kristin bagai tunawisma tak berdaya.
Yara dan Ryu juga sedang memutari langit langit kota Jakarta dan sekitarnya guna mencari keberadaan Kristin. Karena mobil siaga yang di bawa Kristin berhenti tepat di perbatasan antara Jakarta dan Jawa barat. Kemungkinan Kristin masih berada disana, jadi Ryu dan Yara pun memutari temoat itu berulang ulang.
" Kemana dia pergi, aku tidak percaya aku tidak bisa menemukan wanita yang sudah tua dan lemah itu." Ucap Ryu.
" Dia licik, juga jangan lupakan dia adalah ketua mafia sebelumnya. Jadi wajar jika dia bisa menyembunyikan dirinya kak." Ucap Yara.
Sementara itu, Kristin menaiki sebuah bus antar provinsi, Ia berpura pura menjadi wanita tua yang di tinggalkan anaknya di kota besar dan ingin pulang ke kampung halaman nya. Supir bus yang merasa kasihan padanya pun akhirnya mengijinkan Kristin ikut dalam perjalanan itu.
"Terimakasih nak, kamu baik sekali.. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu." Ucap Kristin kepada supir bus yang terlihat masih muda.
" Amin, ayo nek masuk." Ucap Supir itu.
' Kurang ajar, aku yang masih muda ini di panggil nenek. Jika bukan karena penampilanku yang rusak ini, kau sudah kujadikan budak ranjangku anak muda." Ucap Kristin dalam hati.
Penampilan sudah rusak, bahkan hidupnya pun tidak jelas. Bisa bisa nya dia masih bertinggi hati.
Dari dalam bus, Kristin melihat Helikopter helikopter itu mendarat di atas gedung, karena Helikopter itu mengudara sedari siang hingga menjelang malam.
Kristin hanya menatap lurus saja, dalam pikiran nya saat ini adalah menyusun rencana sematang matangnya untuk membalas dendam kepada Yara, dan membunuh Yara. Hingga akhirnya bus itu pun melaju pergi dari sana.
Yara masih setia menyusuri jalanan kota untuk mencari Kristin. Baginya Kristin sangat berbahaya, apalagi saat ia bertanya kepada seorang anak perempuan, apakah anak itu melihat wanita dengan ciri ciri seperti Kristin yang Yara sebutkan.. Anak itu justru menangis.
Saat Yara bertanya apa yang dilakukan Kristin, jawaban dari anak itu membuat Yara menggelengkan kepalanya. Anak itu mengatakan Seorang wanita tua dengan ciri ciri seperti Kristin , merampas makannya pagi tadi. Dan hal itu membuat gadis kecil itu kelaparan hingga sore.
Gadis kecil itu juga mengatakan bahwa bukan hanya dirinya yang di palak oleh Kristin, tetapi ada beberapa tunawisma lain. Akhirnya Yara pun membelikan mereka makanan dan lainnya, serta memberikan mereka masing masing uang.
" Pencarian hari ini cukup sampai disini. Kita lanjut besok, kakak sudah menyebar tim keseluruh penjuru kota dan memantau setiap jalanan yang di lalui mobil serta kapal laut. Kalau untuk udara, kakak yakin dia tiadak bisa terbang." Ucap Ryu.
" Baiklah.." Ucap Yara.
" Bagaimana BLOOD.?" Tanya Ryu.
" Mereka juga melakukan pencarian di seluruh kota. Dan hasil nya sama seperti kita, nihil." Ucap Yara.
__ADS_1
" Adik, kakak boleh bertanya ??" Ucap Ryu sambil mendaratkan helikopternya.
" Kakak mau bertanya apa.? Misterius sekali." Ucap Yara.
" Apakah kamu dan Ethan Dominique berkencan.?" Ucap Ryu.
Yara seketika gusar, dirinya tidak tahu harus bagaimana menghadapi perasaan nya.
" Adik, kakak tahu kamu jatuh cinta padanya. Tapi bagaimana dengan janjimu yang akan kembali pada ayah dan ibu setelah ini semua berakhir.?" Tanya Ryu.
Ryu tentu saja mengerti perasaan adiknya, hanya saja kisah mereka ini jika dilanjutkan maka hanya akan saling menyakiti, mustahil. Kecuali salah satu dari mereka mengalah dan ikut dengan salah satunya. Tetapi disini kasus nya berbeda. Yara baru saja bertemu dengan keluarga kandungnya, juga telah berjanji akan kembali dan tinggal bersama dengan orang tuanya ketika maslaah nya selesai. Tidak mungkin jika ia harus mengingkari janjinya.
Sementara Ethan sendiri, lebih mustahil lagi bagi seorang Ethan Dominique meninggalkan negaranya dan kekuasaan nya, lalu menetap bersama kekasihnya di negara yang sama. Walau bisa saja perusahaan di pindahkan ke negara dimana Yara akan tinggal nanti, tetapi apakah Ethan mau melakukan hal itu.?
" Aku tidak akan mengingkari janjiku kepada ayah dan ibu kak, aku pasti kembali dan tinggal bersama kalian." Ucap Yara.
" Lalu bagaimana dengan perasaan mu.?? Walaupun sejujurnya kakak belum menyukai Ethan Dominique apalagi ketika mengingat bahwa dia dulu memanfaatkan mu, tetapi kakak juga tidak bisa mengabaikan rasa mu untuknya." Ucap Ryu..
" Apakah kamu sudah mengambil keputusan.??" Tanya Ryu, saat ini mereka tengah duduk di dalam helikopter yang sudah terparkir di atas kediaman mereka.
Yara hanya menggeleng pelan. Sejujurnya Yara bingung harus bagaimana. Ia tidak mau menjadi egois..
" Adik , dengar... Kamu berhak bahagia. Jika kamu mencintainya, maka kamu harus berjuang bersama dengan nya. Beri dia penjelasan tentang kondisimu, dan biarkan dia memikirkan jalan yang terbaik untuk kalian. Dia sudah dewasa, kakak yakin dia bisa mengambil keputusan yang bijak. " Ucap Ryu sambil memegang pundak Yara.
" Tapi aku tidak mau dia tahu siapa diriku yang sebenarnya sebelum aku melewati kutukan itu kak, aku tidak mau memberinya harapan yang tidak pasti. Sementara aku saja tidak tahu apakah aku akan hidup atau .."
" Adik dengar, Kamu dan kakak adalah saudara kembar. Kakak bisa merasakan apa yang kamu rasakan, ke khawatiranmu, ketakutanmu, kakak bisa merasakan itu. Hanya saja kamu lupa, bahwa kamu tidak sendirian. Kamu memiliki kakak, ibu, ayah.. dan semua yang menyayangimu. Kamu tidak sendirian, kakak akan berjuang bersamamu untuk mematahkan kutukan itu." Ucap Ryu serius.
" Lalu bagaimana dengan kakak.? Apakah kakak tidak apa apa jika identitas kakak di ketahui olehnya.?" Tanya Yara.
Ryu terkekeh mendengar pertanyaan adiknya itu. Sejujurnya Ryu merasa bahwa Ethan tidak percaya bahwa dirinya adalah Yara saat melakukan penyamaran. Kemungkinan Besar, Ethan sudah tahu kebenaran nya. Ia yakin akan hal itu.
" Tidak masalah.. " Ucap Ryuchie.
Yara tentu saja terkejut, Kakak nya yang selama ini menyembunyikan identitasnya dari publik rela begitu saja identitasnya di ketahui oleh orang lain.
" Kakak serius? Bukankah kakak sangat berhati hati menjaga identitas kakak.? " Tanya Yara.
" Itu dulu.. Lagi pula kakak sudah melewati tes ahli waris keluarga Maxwell, tidak lama lagi setelah kita berulang tahun, kakak juga akan memberitahukan jati diri kakak ke hadapan dunia, bahwa kakak lah Ryuchie Jhose Maxwell. " Ucap Ryu dengan senyuman.
" Selain itu, di hari itu juga kita akan memberitahu dunia, bahwa kamu.. Adalah nona muda keluarga Maxwell, Nayara Valerie Maxwel, Adikku." Ucap Ryu.
Yara berkaca kaca, ia tidak menyangka kakak nya begitu memikirkannsemua konsekuensi dalam hidup.
__ADS_1
" Jadi adik.. Berikan lah kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Bebaskan dirimu untuk merasakan kebahagiaan, apa yang terjadi dimasa depan, tidak ada yang tahu. Sebelum itu, jalanilah hidupmu dengan kebahagiaan yang berlimpah, dan kakak yang akan berdiri di belakangmu." Ucap Ryu.
" Terimakasih kak.." Ucap Ryu lalu memeluk kakak nya penuh haru.
" EKHEM!! Maaf tuan muda, nona Yara aku harus mengganggu sesi berpelukan kalian, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan tuan muda." Ucap Sandy yang tiba tiba muncul di sebelah pintu helikopter.
" Jika sampai apa yang ingin kau katakan itu tidak sepenting apa yang kau bicarakan sekarang, maka bersiaplah kau menerima hukuman." Ucap Ryu menatap Sandy tajam.
" Aku tidak berani tuan muda.." Ucap Sandy.
" Adik, kamu istirahatlah.. Kakak harus mengurus sesuatu." Ucap Ryu.
Mereka pun turun dari helikopter dan rurun kebawah memasuki kediaman Ryuchie. Yara menuju ke ruang tengah, sementara Ryu pergi bersama Sandy.
Yara membaringkan dirinya di sofa ruang tengah lalu memejamkan matanya. Tiba tiba sebuah bayangan menutupi wajahnya, jadi Yara membuka kembali matanya dan terkejut, ia melihat Lucas berdiri di sana.
" Lucas.. " Ucap Yara.
Namun Lucas hanya diam, sikap nya dingin tidak cerewet seperti saat pertama bertemu. Yara pun mengingat perkataan kakaknya, bahwa Lucas memiliki kepribadian ganda.
" Anthony.. " Ucap Yara. Dan itu berhasil membuat Lucas menengok kearahnya.
Lucas mendekat kearah Yara, dan duduk disebelah Yara. Tatapan nya tak beralih kemanapun hanya tertuju pada Yara. Tatapan yang tadinya dingin, tiba tiba menghangat.
" Kamu sudah makan.?" Ucap Lucas.
Yara terkejut, bagaimana bisa sosok Anthony itu bersikap baik padanya.
" Belum.. " Ucap Yara jujur.
" Gadis ini.. ayo ikut aku." Ucap sosok Anthony itu. .
" Kamu.. Anthony.?" Tanya Yara bingung.
" Kamu lupa denganku??" Tanya sosok Anthony.
" Eh.. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya.?" Tanya Yara.
Sosok Anthony itu terlihat sedih, matanya menatap Yara dalam dalam. Tangan nya memegang tangan Yara lalu di tempelkan di wajahnya sendiri. Yara kaget, karena sebelumnya sosok Lucas memiliki phobia dengan perempuan, tetapi rupanya Anthony tidak.
" Kamu tidak ingat aku.? Aku Anthonio.. Yara." Ucap sosok itu.
Yara makin terkejut, sosok Anthony itu bahkan mengenalnya.
__ADS_1
" Anthonio..??? " Ucap Yara bingung.
...TO BE CONTINUED.....