
" Jadi sebenarnya kakek juga mengenal sosok Nayara Valerie itu. Kalau begini semakin mudah saja jalan rencana ku. Hanya saja, Gadis itu statusnya adalah laki laki sekarang jadi agak rumit. " Ucap Ethan menimbang nimbang.
" Diantara semua wanita, mengapa hanya kamu yang membuatku tidak jiji untuk ku dekati.. " Ucap Ethan sembari menghela nafas nya.
Ethan memang memiliki semacam fobia wanita. Jika ada yang mendekatinya, ia akan merasa jiji. Apalagi jika mencium bau parfum wanita. Selain dijuluki sebagai dewa kebersihan, dia juga tidak bisa di dekati sembarang orang.
Namun saat pertemuannya dengan Yara di hotel saat itu, Ia merasa heran karena ia tidak jiji sama sekali. Bahkan Ethan menggendong Yara dan mengobati Yara secara langsung. Itulah mengapa Ethan memilih Yara untuk berpura pura menjadi pasangan nya. Hanya saja kesulitan nya adalah identitas Yara kini adalah seorang laki laki.
Flashback on.
Saat itu Ethan baru saja kembali dari perjalanan bisnis nya. Dan juga, ia sedang dalam pengejaran orang orang yang mengikutinya. Ia sembarang masuk ke hotel dan juga sembarang memilih kamar presiden suite, di hotel itu. Tanpa di duga ada seorang wanita yang tergeletak di lantai.
" Cih, bahkan mereka sudah bersiap siap untuk menjebak ku." Ucap Ethan.
Awalnya Ethan menendang nendang kaki gadis itu yang tak lain adalah Yara. Namun tidak bergerak. Namun Ethan melihat ada darah di lantai itu, akhirnya Ethan membalik posisi gadis yang tadinya telungkup itu menggunakan kakinya.
" Eh, Ini kan.. Nayara." Ucap nya.
Ethan dengan ragu mengecek detak jantung Yara yang ternyata masih ada. Ethan pun langsung menggendong Yara dan di letakan ke atas ranjang hotel itu. Ethan melihat kepala Yara yang berdarah, akhirnya langsung mencari kotak obat yang tersedia di sana.
" Bisa bisanya pertemuan kita selalu di warnai darah. Siapa orang yang bisa melukaimu hingga seperti ini, orang itu patut aku acungi jempol." Ucap Ethan.
Setelah selesai memasang perban, Ethan pun berdiri didekat jendela, sembari mengawasi keadaan di luar. dan tak lama Yara pun sadar.
Saat itu Ethan sengaja bersikap arogan dan berpura pura tidak mengenal Yara, Tujuan nya adalah apakah Yara masih mengenalinya atau tidak ternyata tidak. Akhirnya Ethan pun menyuruh Yara pergi dengan diam diam.
Flashback off.
" Sudahlah jalani saja rencana ini pelan pelan." Ucap Ethan.
Sementara kini Yara sedang menghitung uang yang ia dapatkan dari Ethan.
" dua puluh sembilan, tiga puluh. Dan masih ada sebuah kartu.? Ini... apa bos salah memberikan amplop.? Berapa sebenarnya gajiku.? " Ucap Yara bingung.
Ia menghitung begitu banyak nya uang, dan masih ada sebuah kartu ATM di dalam nya.
__ADS_1
" Salah memberikan ya biarkanlah. Pekerjaan ku juga lumayan berat. Kalau di pikir pikir aku ini melakukan pekerjaan apa.? Gadis yang menyamar menjadi pria lalu menyamar menjadi seorang gadis?? Haiss.. sudahlah. Semakin dipikir semakin pusing, lebih baik aku gunakan uang ini nanti untuk mentraktir Dawn dan Noah." Ucap Yara lagi.
Ke esokan harinya.
Yara keluar dari kamar nya , Ia sudah rapih dan berjalan menuju kamp teman teman nya.
" Y.. sini.. Apa kau tahu sesuatu.?" Ucap Noah dengan berbisik.
" Apa.?" Tanya Yara penasaran sembari meminum segelas teh hangat.
" Semalam, kekasih tuan datang ke sini." Ucap Noah yang sontak membuat Yara tersedak.
" Y, kau tidak apa apa .? " Ucap Dawn sembari menepuk tepuk punggung Yara.
" Apa kau bilang.?" Ucap Yara setelah berhenti dari batuk nya.
" Sungguh, dia sangat cantik, elegan, dan mempesona. Aku saja sampai takjub melihatnya. " Ucap Noah.
"Aihh, ternyata gosipan pria lebih mengerikan daripada gosipan wanita. " Ucap Yara dalam hati.
" Cih, biasa saja." Ucap Yara yang kembali meminum teh nya.
" Em.. Hanya tidak sengaja berpapasan saat di dalam." Ucap Yara mencari alasan.
" Y.. Kelak kalau mau mencari pacar yang seperti dia saja. Sungguh aku sampai tidak bisa lupa wajah nya." Ucap Noah sembari tersenyum melayang.
" Gila ini anak. Lalu kau dari mana semalam Y, kenapa tidak keluar sama sekali.? " Ucap Dawn.
" Oh.. Itu aku harus menunggu kak Jil di ruangan nya. Iya.. Bagaimanapun juga dia sudah seperti kakak ku hehehe.. " Ucap Yara sambil sesekali gugup.
" Oh.. ternyata begitu. Kupikir kau ikut tuan pergi. " Ucap Dawn.
" Dawn.." Ucap Noah.
" Hmm.?" Saut Dawn.
__ADS_1
" Aku merasa wajah Y itu sangat mirip dengan kekasih nya tuan loh. Apa jangan jangan.. " Ucap Noah tertahan sambil menatap Yara dengan lekat.
" Jangan jangan apa.?" Ucap Dawn.
Sementara Yara kini semakin tegang dan beranjak ingin pergi.
" Y.. Katakan kepadaku yang sejujurnya." Ucap Noah sembari memegang kedua tangan Yara.
" Ka.. katakan apa.? Apa yang kau maksud.. Ak.. aku tidak mengerti. " Ucap Yara gugup.
" Wajah mu dan wajah kekasih tuan sangat mirip. Meskipun kekasih tuan menggunakan make up dan sangat anggun, tapi kemiripan kalian bisa di kategorikan 100% mirip. Y, jujur padaku, jangan jangan kekasih tuan adalah.. adikmu.?" Ucap Noah yang membuat jantung Yara hampir copot.
" Haihhh... Aku pikir bakal ketahuan, ya Tuhan.." Ucap Yara dalam hati.
" Mana mungkin adiknya Y.." Ucap Dawn.
" Mungkin saja, buktinya saat dulu y di hukum oleh ketua kedua ( Rayson ) untuk berendam di sungai. Tuan yang baru sadar dari pingsan nya pun langsung terjun ke sungai menyelamatkan Y. Bahkan dengar dengar tuan sampai meminjamkan ****** ***** nya kepada Y loh.. Apa itu kalau bukan tuan sedang mengambil hati calon kakak iparnya.??" Ucap Noah yang membuat Yara kehabisan kata kata.
" Eh, benar juga. Apalagi kan tuan sangat cinta kebersihan, bisa langsung terjun ke sungai menyelamatkan kamu itu pasti ada alasannya Y. " Ucap Dawn sembari manggut manggut.
" Itu pasti karena Y adalah calon kakak ipar nya tuan." Ucap Noah berdiri sembari menggebrak meja makan.
" Ini.. pemikiran macam apa.. Aku jadi kakak dari diriku sendiri.? Apa sekarang aku harus memerankan dua sosok.?" Ucap Yara pusing.
Akhirnya setelah sarapan Yara pun langsung bangun dan mencari alasan untuk pergi. Bisa panjang ceritanya kalau dia tetap di sana.
" Aku harus menemui tuan, ada yang harus aku sampaikan. Bye.. " Ucap Yara sembari berlari.
" Sepertinya benar tebakanku, buktinya dia langsung lari. " Ucap Noah.
" Tidak disangka, Y memiliki adik yang begitu beruntung di cintai oleh tuan." Ucap Dawn.
Sementara Yara kini sudah berada di dalam rumah. Dan terlihat Ethan yang sudah rapi dengan stelan jas nya berjalan beriringan dengan asisten nya, Jamie.
" Y, kau ikut aku ke kantor." Ucap Ethan.
__ADS_1
" Baik tuan." Ucap Yara tanpa
TO BE CONTINUED..