
SEBULAN BERLALU..
Sebulan telah berlalu, dan tidak ada yang tahu tentang keberadaan Kristin, Semua orang mengira mungkin Kristin telah tewas di suatu tempat dan tidak ada yang melihat jasad nya. Dan tidak terasa beberapa hari lagi adalah ulang tahun Yara dan Ryu yang ke 19 tahun.
Yara sendiri kini benar benar merasa ketakutan, ia takut dirinya tidak bisa mematahkan kutukan pada dirinya. Ia sengaja tidak kembali ke negara C karena tidak ingin melihat wajah sedih ibunya. Yara tidak kuasa jika harus melihat ibunya menangisinya saat kutukan itu tidak berhasil di patahkan.
Saat ini, Yara dan Ethan tengah duduk di dalam biang lala, Yara meminta Ethan membawanya menaiki wahana itu lagi.
" Ethan, sebenarnya aku memintamu membawaku kemari karena ada yang ingin aku bicarakan.. " Ucap Yara.
" Aku tahu sayang.." Sahut Ethan dengan lembut.
" Kamu tahu.??" Ucap Yara terkejut.
" Hm... Sudah beberapa hari ini kamu terlihat gusar, seperti ingin memberitahuku sesuatu tetapi kemudian kamu mengurungkan niatmu. Kenapa ? Apakah ada yang mengganggu pikiranmu.?" Ucap Ethan sembari membelai kepala Yara dengan sayang.
" Apakah kamu percaya kutukan itu ada.??" Ucap Yara.
' Akhirnya dia mau bercerita tentang kutukan itu.' Batin Ethan bermonolog.
" Hmm.. Aku percaya, seperti yang ada di dongeng dongeng kan.?" Ucap Ethan berpura pura tidak tahu arah pembicaraan mereka.
" Iya, tapi ini nyata.. " Ucap Yara ragu.
" Kenapa sayang, bisakah kamu cerita dengan tenang.?? Apakah telah terjadi sesuatu.?" Ucap Ethan.
" Ethan.. Aku dikutuk." Ucap Yara.
Ethan terkejut, namun hanya di buat buat.. Ia harus senatural mungkin agar Yara tidak mencurigainya.
" Apa maksudmu sayang, aku tidak mengerti." Ucap Ethan.
" Aku... " Yara menceritakan semua yang di ucapkan oleh Kristin, dan awal mula kutukan itu ada.
" Jadi karena kakekmu mengambil sebuah segel, maka ia di kutuk? Tetapi kutukan itu berlaku kepada cucunya, yaitu kamu.?" Ucap Ethan.
" Benar.. Dan di hari ulang tahunku nanti, kutukan itu akan beraksi. Aku hanya takut aku tidak bisa mematahkan kutukan itu." Ucap Yara.
" Ada aku dan kakakmu, kami berdua akan berusaha agar bisa mematahkan kutukan itu." Ucap Ethan.
Ya, Yara sudah menceritakan kepada Ethan bahwa ia memiliki saudara kembar laki laki, dan itu kakak nya. Ethan juga sudah tahu bahwa Yara adalah putri keluarga Maxwell, karena Ryu yang memberitahunya.
" Jika sesuatu terjadi.. "
" Tidak akan ada yang terjadi sayang.. Kamu harus percaya pada diri.u sendiri, kamu pasti bisa.. " Ucap Ethan.
" Oiyah, apakah akhir akhir ini kamu mewarnai rambutmu.?" Tanya Ethan.
" Tidak.. Tetapi rupanya kamu juga menyadari rambutku berubah warna.?" Tanya Yara.
" Hmm.. Rambutmu berubah ke abu abuan.. Apakah akan berubah seperti warna rambut kakakmu.?" Tanya Ethan.
" Aku tidak tahu, aku takut.. " Ucap Yara memeluk Ethan.
" Ini hanya warna rambut yang berubah sayang.. Kamu tetap lah kamu, Yara ku, gadisku, cintaku.." Ucap Ethan memeluk erat Yara.
Memang akhir akhir ini warna rambut Yara berubah sedikit demi sedikit, dari warna cokelat menjadi ke abu abuan hampir seperti warna perak. Bahkan jika di lihat secara seksama, warna mata Yara juga sedikit berubah dari warna cokelat, kini menjadi seperti jingga secara perlahan.
Ethan tentu menyadari itu, hanya saja ia tidak mempermasalahkan nya, ia tidak ingin Yara ketakutan. Jadi ia tetap diam.. Dan melakukan apapun agar Yara tidak merasa tertekan.
" Ini sudah sore, ayo kita kembali." Ucap Ethan.
" Hmm.. " Ucap Yara.
Mereka pun turun daei bianglala, dan masuk kedalam mobil Ethan. Mereka menuju kediaman Yara dan Ryu terlebih dahulu. Namun tiba tiba telepon Ethan berdering dan itu panggilan dari Rayson..
" Halo."
" Than, Kristin kembali.. rupanya dia bersama Roger selama ini. Mereka menyerang kediaman mu, kita di serang mendadak." Ucap Rayson.
__ADS_1
" Aku akan kembali." Ucap Erhan dan panggilan pun diakhiri.
" Sayang, hubungi kakakmu, Kristin ada di kediamanku." Ucap Ethan.
" Kristin masih hidup.??" Ucap Yara.
" Iya, lebih baik kita ke kediamanku sekarang, kamu hubungi kakak mu oke." Ucap Ethan.
Yara mengangguk dan dengan panik ia menghubungi Ryu. Namun sepertinya Ryu tidsk bisa dihubungi. Ia pun melihat sebuah pesan singkat yang di kirim oleh Ryu, bahwa siang tadi Ryu dan Lucas melakukan penerbangan ke Negara C, karena sang ayah telah sadar dari komanya.
' Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apapun.' Ucap Yara dalam hati.
Akhirnya Yara menghubungi Sandy, dan panggilan terhubung.
" Sandy, tolong kumpulkan semua tim, dan datanglah ke kediaman Ethan secara sembunyi sembunyi. Kristin ada disana." Ucap Yara.
" Kristin masih hidup.?" Tanya Sanduly.
" Ya, aku juga baru mendapst kabar dari Rayson, mereka butuh bantuan." Ucap Yara.
" Baik." Ucap Sandy.
Ethan menggenggam tangan Yara erat, ia berusaha menenangkan Yara. Bagaimanapun, kembalinya Kristin ini sangat kebetulan dengan hari ukang tahun Yara yang akan tiba 3 hari mendatang.
" Semua akan baik baik saja." Ucap Ethan.
" Ethan, apakah di mobil ini ada persenjataan.?" Tanya Yara.
" Aku hanya membawa satu senjata, kamu berlindunglah di belakangku." Ucap Ethan.
Tak lama mereka pun sampai disana, banyak korban yang yelah berjatuhan, baik itu dari pihak Ethan, maupun Kristin.
" Akhirnya kau datang juga.. Nayara Valerie." Ucap Kristin.
Kristin tampak sehat dan baik baik saja, hanya saja matanya tetap di tutup salah satunya karena buta.
" Semua sudah berakhir, mengapa kau masih saja serakah.?" Ucap Yara.
" Sudah banyak yang mati sia sia karena dendam mu, bisakah kau tidak keras kepala dan terus mendendam.?" Ucap Yara.
" Tidak bisa.. Sebelum salah satu diantara kita mati, maka ini belum berakhir." Ucap Kristin. .
" Baik, jika begitu maumu.. " Ucap Yara.
Kristin memperhatikan perubahan pada Yara, warna rambut nya, juga matanya bahkan Kristin bisa tahu bahwa aura Yara berubah.
' Dia sudah memiliki tanda tanda itu, apakah dia sungguh orang terpilih itu.? Tidak, aku harus membunuhnya hari ini.' Batin Kristin.
" Anakku, kau lawan Ethan, biar ibu yang melawan Yara. Duel ini, hsrus kits menangkan." Ucap Kristin pada Roger.
Roger yang entah datang dsri mana, tiba tiba berdiri di sebelah Kristin ia menggunakan topeng nya seperti dulu.
" Lagi lagi kau menipuku Roger.." Ucap Ethan.
Namun Roger hanya diam, tatapan matanya bahkan kosong.
" Ibu, biar aku yang melawan Yara. Yara tidak sekuat itu, aku bisa membunuhnya. Tali aku bukan tandingan Ethan." Ucap Roger.
Ethan tentu terkejut dengan apa uang diucapkan Roger.
" Roger Dominique, seujung kuku pun aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh kekasihku." Ucap Ethan penuh penekanan.
Pupil mata Roger mengecil, ia terkrjut mendengar Ethan menyebut Yara sebagai kekasih.
" Baiklah, aku minta kau habisi dia.. Jika sampai ada perasaan, maka ibu yangbakan menghabisinya." Ucap Kristin.
" Baik.." Ucap Roger.
Roger berjalan menuju Yara, Dan Ethan dengan cepat berlari menuju kearah Yara tetapi Kristin menghentikan nya.
__ADS_1
" Lawanmu adalah aku, anak haram." Ucap Kristin.
" Beraninya kau.!!" Teriak Ethan.
Kristin dan Ethan saling berkelahi, Walau Kristin sudah berumur, tetapi bela dirinya sungguh tidak bisa di ragukan. Sementara Ethan melawan Kristin, Saat ini Yara berdiri di hadapan Roger.
" Lama tidak bertemu.. Valerie.. " Ucap Roger.
Roger menatap Yara, ia melihat perubahan pada diri Yara, rambut Yara tidak lagi sependek rambut anak laki laki.
" Mari kita akhiri dengan cepat." Ucap Roger.
" Kau sungguh ingin menjadi musuhku.? Dan melawanku Roger." Tanya Yara.
" Kenapa?? Kau takut.??" Tanya Roger.
" Tidak sedikitpun, aku sungguh tidak menyangka kau begitu bodoh dan keras kepala. Aku pikir dengan kejadian yang sudah sudah kau bisa berpikir dengan luas dan terbuka, tali nyatanya otak mu memang sempit." Ucap Yara.
" Karena hanya dengan begini, semuanya akan cepat berakhir.." Ucap Roger pelan namun masih bisa di dengar Yara.
Yara melihat tatapan kesenduan dimata Roger, entah mengapa Yara hanya melihat keputusasaan di diri Roger.
Saat Roger hendak menyerang Yara, tiba tiba hujan tembakan mengarah kepadanya. Dengan cepat, Roger berlari memasuki kediaman Ethan.
" Nona, kamu tidak apa apa." Ucap Sandy.
" Berikan senjatamu, Ethan sedang melawan Kristin aku akan mencarinya. " Ucap Yara.
" Tapi nona, tunggu.." Ucap Sandy
Yara mengambil senapan yang ada ditangan Sandy dan berlari untuk mencari dimana perginya Ethan dan Kristin. Ia pun melihat Kristin dan Ethan yang masih sengit bertarung dari jauh, Yara membidikan senapan nya kearah Kristin namun ia kesulitan karena berubah ubah posisi.
" Bagaimana ini." Ucap Yara.
Yara kembali membidikkan senapan nya, dan kali ini ia berhasil, Namun ia terkejut saat melihat Kristin tengah menodongkan senjatanya kearah Ethan. Dengan gerakan cepat Yara membidik Kristin namun tiba tiba Roger menarik senapan itu dari tangan Yara.
" BERIKAN.!!" Teriak Yara .
" Ambil jika kau mampu." Ucap Roger.
" ROGER, DIA ADIKMU, DIA SANGAT MENYAYANGIMU, MENGAPA KAU BEGITU KEJAM KEPADANYA. Aku mohon Roger, berikan." Ucap Yara.
Tanpa berkata kata , dengan gerakan cepat, Roger membidikkan senapan nya kearah Ethan dan Kristin. Yara yang meliat itu pun takut, takut jika Roger akan menembak Ethan.
" Roger, Jangan Ethan adikmu, dia.."
DOR.!!!
Teriakan Yara tertahan dan dingantikan oleh suara tembakan.
Yara menatap kearah Ethan.. Terkihat Ethan dan Kristin saling diam tidak bergerak, tidak terlihatvsebenarnya siapa yang tertembak. Yara mengira Roger telah menembak Ethan, Yara pun merebut senapan dari tangan Roger dan membidik Kristin.
Namun dengan gerakan cepat, Roger menusuk Yara di perut nya. Yara pun terkejut dengan hal itu hingga kemudian...
" Jangan tembak.." Teriak Yara, namun terlambat.
DOR.!! DOR.!!
Suara tembakan.
Dua kali tembakan, dan berhasil mengenai punggung Roger. Ya, Sandy menembak Roger, karena Sandy melihat Roger melayangkan belati ke perut Yara.
" Tidak, Roger.! apa yang sebenarnya kau lakukan.?" Ucap Yara tidak mengerti.
Saat ini, Roger berlutut di hadapan Yara dengan mulut mebgeluarkan darah dan air mata yang bercucuran.
Rupanya Roger tidak menusuk Yara , Roger melihat Sandy yang hampir sampai, lalu ia berpura pura menusuk Yara agar apa yang ia rencanakan berhasil.
" Va.. Valerie.. Maaf.." Ucap Roger dengan suara paraunya.
__ADS_1
TO BE CONTINUED...