
Yara sudah berhasil kabur dari para waria tadi. Dan kini dirinya berada di dalam kamar mandi.
" Huh.. Aku tidak menyangka Tuan akan mendatangkan sekelompok waria untuk mendandaniku, bisa gila aku . " Ucap Yara yang kini bingung untuk memilih mana gaun yang akan di pakainya.
" Apa ini.. sudah ku bilang jangan gaun yang terbuka, Tuan memang mencari mati. Awas saja, aku akan tunjukan pesonaku nanti.. Kau sendiri yang memilih gaun gaun ini tuan. Hehehe.. Sekalian saja, aku tes.. apakah tuan pria normal atau bukan. Hehehe.. " Ucap Yara yang menunjukan seringai senyum iblis nya.
Yara memilah dan memilih di antara gaun gaun yang tergantung di sana. Pandangan nya bertemu dengan gaun yang sangat elegan, dan masih sedikit tertutup di bagian dada nya.
" Nah.. ini saja, setidaknya ini tidak mengekspos keaslian diriku." Ucap Yara.
Yara pun mengenakan gaun tadi. Gaun berwarna hitam berbentuk seperti Cheongsam layer dengan panjang selutut dan sedikit ekor gaun kebelakang,(gaun tradisional China. ) di bagian atas nya tertutup, dengan lengan panjang bermotif borkat. Terlihat sangat elegan dan anggun.
Setelah selesai memakai gaun, Yara pun keluar dari kamar mandi, dan sudah ada penata rambut profesional yang menunggu nya di sana.
" Waaahh.. Adik manis, kamu sungguh terlihat seperti Dewi Tiongkok.. Ya ampun, aku yang sesama pria jadi merasa insecure.." Ucap waria yang mendandani Yara tadi.
" Hehe, terimakasih kak.." Ucap Yara.
" Baiklah, mari kita selesaikan sentuhan terakhir, yaitu rambut mu. Karena kamu memakai gaun ini, maka kita mau tidak mau harus mencari wig yang pas untukmu. " Ucap penata rambut yang juga seorang waria.
" Wig.?? " Tanya Yara .
" Iya, rambutmu sangat pendek. Jadi kita akan menambahkan wig supaya terlihat makin anggun. " Ucap penata rambut itu.
" Oh, baiklah.. " Ucap Yara pasrah.
Penata rambut itu pun langsung memulai untuk menata rambut Yara. Ia memasangkan Wig dan membuat gaya rambut kepang Cepol kebelakang, dengan sedikit di Curly di pinggir an telinga kiri dan kanan nya. Dan jadilah hasil akhir yang membuat semua mata terpesona.
" Ya ampun.. Sungguh jelmaan dari seorang Dewi. Bahkan ini tidak terlihat menggunakan wig sama sekali. " Ucap Penata rambut profesional itu.
" Wajah adik manis ini sudah cantik dari sana nya, di tambah sedikit riasan make up dan gaya rambut ini, siapapun tidak akan menyadari kalau kamu seorang pria." Ucap perias waria tadi.
Yara sendiri takjub melihat tampilan diri nya hingga tidak bisa berkomentar sama sekali.
__ADS_1
" Sekarang sentuhan terakhir. Tambahkan sedikit pemanis di rambut mu. Kakak akan pakaikan jepit rambut model mutiara manja ini." Ucap penata rambut tadi.
" Dan.... Wooww.. Ini adalah mahakarya nyata. Bagaimana bisa seorang pria bahkan lebih cantik dari pada wanita tulen." Ucap perias profesional itu.
Lagi lagi Yara terpukul, benar saja setatus nya sekarang adalah laki laki yang menyamar menjadi wanita. Meskipun sebenarnya dia adalah 100% wanita tulen.
Dan tiba tiba suara ketukan pintu membuat semua orang hening.
" Y, kau sudah siap atau belum.? Ethan sudah menunggu di kantor." Ucap Bara dari balik pintu.
" Iya, saya akan segera keluar." Ucap Yara.
" Uhhh... Itukah pasanganmu.?" Ucap perias rambut kepo dengan tangan yang menutupi mulut nya.
" Bu.. bukan kak. Kalau begitu terimakasih sudah menyulap aku menjadi gadis cantik kak." Ucap Yara.
" Baiklah.. Kalau begitu selamat bersenang senang, kami permisi dulu." Ucap penata rias tadi.
Yara hanya mengangguk saja. Setelah mereka berdua pergi Yara juga mulai bersiap dan menarik nafas panjang panjang sebelum akhirnya keluar dari kamar nya.
" Tuan muda Bara, saya sudah siap. " Ucap Yara yang mengagetkan bara , karena kini bara sedang berbalas balasan pesan dengan senyum senyum sendiri.
" Oh, kau sudah si... ap.? Eh, nona kau siapa.? " Ucap Bara yang kaget melihat seorang gadis cantik berdiri di hadapan nya sekarang.
" Tuan muda Bara, ini saya Y.. " Ucap Y berbisik supaya tidak kedengaran orang lain.
" Ha.?" Ucap Bara yang masih terbengong dan terpesona dengan sosok cantik di hadapan nya.
" Tuan muda Bara.!" Ucap Yara sedikit keras dan membuyarkan lamunan Bara.
" Eh, Apa.? Tadi kamu bilang kamu siapa nona.? Eh, tunggu .. Suaramu kenapa sangat familiar yah.? " Ucap Bara yang belum menyadari itu adalah Yara.
" Saya Y.. " Ucap Yara dengan suara pelan lagi.
__ADS_1
" Apa.!! Kamu.. " Ucap Bara kaget dengan suara keras, namun Yara langsung membungkam mulut Bara.
" Tuan muda Bara, tolong jangan keras keras, saya tidak mau orang lain tahu ini saya " Ucap Yara sembari membungkam mulut Bara, dan seketika membuat wajah Bara memerah.
" Ugh.. Lepas, aku.. aku.. hanya kaget saja. Ekhem, kamu cepatlah masuk mobil, Ethan sudah menunggumu." Ucap Bara dengan nada sedikit canggung.
"Sial, ternyata jauh di luar dugaan ku. Bagaimana bisa seorang pria terlihat sangat cantik. Tidak, aku pasti hanya terlalu lama tidak di temani wanita. Iya benar .. pasti itu." Ucap Bara dalam hati.
Yara duduk dengan biasa saja , tapi lain dengan Bara, bara merasa sedikit canggung duduk bersebelahan dengan Y yang di kenal nya.
" Ekhem.. Buka laci di depan mu, itu adalah identitas mu. " Ucap Bara membuka percakapan.
" Oh, baiklah." Ucap Yara.
Yara membuka laci mobil, dan mengambil sebuah kertas catatan yang berisi data diri seseorang.
" Nayara.?" Ucap Yara yang kaget dengan identitas yang di persiapkan oleh bos nya untuk dirinya.
Bagaimana tidak kaget, Nayara Valerie itu adalah dirinya sendiri sebelum berubah menjadi pria.
" Kenapa kaget.? Memang nya kau kenal siapa pemilik asli identitas itu?" Ucap Bara.
" Eh, apa tidak ada na lain yang bisa saya gunakan Tuan, ini sedikit.. " Ucap Yara gugup.
" Kenapa ? Itu Ethan sendiri yang menyiapkan nya. Ethan bilang pemilik asli identitas itu sudah mati, jadi dia asal mengambil identitas. " Ucap Bara.
Yara berpikir keras, namun ya sudahlah.. Lagi pula itu hanya pertemuan keluarga, tidak akan ada yang mengenali nya nanti.
" Kita sudah sampai, Ayo. Kau jangan mempermalukan Bos kita oke.? Berjalan dan berperilaku lah yang baik selayak nya wanita. " Ucap Bara.
" Berjalan dan berperilaku baik kepalamu, aku ini kan memang seorang wanita. Aduh, seketika aku menyesal sudah menyetujui ide gila bos ini." Ucap Yara dalam hati.
Bara turun dari mobil, dan memberikan kunci mobil nya kepada petugas valet. Yara juga turun dari mobil nya, dan ketika Yara turun semua mata memandang kearah nya. Melihat seorang gadis cantik yang berdiri di sebelah Bara.
__ADS_1
" Emm.. akting mu lumayan." Ucap Bara dengan wajah merah nya.
TO BE CONTINUED..