Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 44. Kejanggalan pak Bima.


__ADS_3

Bima nampak sedikit gugup, namun mencoba untuk terlihat baik baik saja.


" Oh, iya.. Teman saya meninggal, saya baru saja kembali dari pemakaman. Kalau begitu saya akan membersihkan badan terlebih dahulu." Ucap Bima sambil berlalu pergi dari hadapan Yara.


" Baiklah.. " Ucap Yara.


Yara melihat ada noda darah yang menempel di bagian bawah celana Bima. Meskipun celana berwarna hitam, tapi darah itu terlihat sangat jelas.


" Yara, aku akan ambilkan kotak obat untukmu." Ucap Jackson yang membuyarkan Yara.


" Oh, iya. Terimakasih Jack." Ucap Yara.


Yara yang menggunakan kemeja biru tua dengan stelan jas dan celana berwarna hitam membuat ketampanan Yara meningkat. Apa lagi karena Yara terluka ia menyibak kan rambut depan nya dan ketampanan nya itu sungguh membuat pria tulen iri.


" Yara, bagaimana bisa kau menjadi pria pun sangat tampan.?" Ucap Jackson yang menatap Yara.


" Benarkah.? hehehe.. Apa sebaiknya aku operasi kelamin saja.?" Ucap Yara sembari tertawa.


" Hus.. Sembarangan ngomong apa kau. Tapi aku melihat foto masalalu mu juga cantik. Kau ini jelmaan mahluk apa sebenarnya.? " Ucap Jackson sembari tertawa.


" Ada baik nya kan. ? Jadi aku tidak mudah ketahuan. " Ucap Yara.


Jackson pun membantu Yara mengobati kening nya. Setelah selesai tibalah Caleb yang baru datang.


" Ya ampun... Yang tidak tahu, melihat kalian pasti berpikir kalian gay." Ucap Caleb.


" Hahahaha.. Menggelikan sekali." Ucap Yara.


" Kau kenapa Y.? " Ucap Caleb.


" Tidak apa apa, hanya tidak hati hati terbentur pintu." Ucap Yara.


" Di rumah ini kau bebas jadi dirimu sendiri. Jangan berakting menjadi pria terus." Ucap Caleb.


" Cih, bukannya tadi kau yang memanggilku dengan nama Y.?" Ucap Yara manyun.


" Hahahaha.. Baiklah, baiklah. Aku yang salah.. " Ucap Caleb.


Mereka pun akhirnya menghabiskan waktu untuk saling mengobrol hingga malam hari.


Yara sudah mengganti pakaian nya, ia meminjam baju milik Caleb. Dan kini mereka sedang berada di halaman belakang rumah Bima yang terdapat kolam renang.


" Aku belum mengganti baju milikmu yang ku pinjam dulu, sekarang pinjam lagi. Haha.. " Ucap Yara.


" Sudahlah.. Tidak usah di pikirkan. Kita sudah seperti saudara." Ucap Caleb sambil mengibaskan tangan nya.

__ADS_1


" Aih, ternyata kalian sudah sering saling pinjam pakaian. Apakah aku ketinggalan tren.?" Ucap Jackson.


" Hahaha.. Mana ada.. Kau sudah seperti kakak tertuaku. Caleb kakak keduaku, apakah boleh.?" Ucap Yara.


" Tentu saja boleh, kami akan merasa bangga memiliki seorang adik yang multi fungsi. Hahaha.. " Ucap Caleb.


" Tertawa apa kau.? apa maksud ucapan mu itu hah.?" Ucap Yara kesal.


" Hahaha.. sudahlah kalian ini." Ucap Jackson.


Yara tidak sengaja melihat dari lantai atas Bima sedang memandanginya. Namun tiba tiba menutup gorden kamarnya. Hal itu mengundang kecurigaan Yara.


" Aku akan ambil minum dulu, kalian tunggu disini." Ucap Yara.


" Baiklah.." Ucap Caleb.


Yara berjalan perlahan naik keatas menuju kamar Bima. dan terdengar Bima sedang berbicara lewat telepon dengan seseorang.


" Aku tidak bisa, Dia tidak ada hubungan nya dengan aku. Tidak ,dia sudah seperti cucuku sendiri. Aku melihatnya tumbuh, melihatnya berlatih Nyonya, tolong beri pengecualian. Selain nyawanya aku bisa memberikan nyawaku. Baiklah, berikan aku waktu.." Ucap Bima yang berhasil di dengar Yara.


Yara yang mendengar itu pun langsung kembali turun ke lantai bawah. Dan tak lama Bima juga turun ke dapur.


" Pak Bima, mari kita berkumpul di belakang. Agar tidak jenuh." Ucap Yara.


Yara memang sengaja mengajak Bima bicara, agar dia tahu seperti apa Bima menyembunyikan kebimbangan nya.


" Nona, saya harus istirahat lebih awal. Selamat malam.." Ucap Bima setelah sudah mengambil segelas air.


" Selamat malam pak. Pak Bima.. " Ucap Yara yang kembali memanggil Bima.


" Ya.?" Ucap Bima yang membalikkan badan nya.


" Yara menyayangi pak Bima seperti Yara menyayangi kakek, selamat malam pak." Ucap Yara yang memeluk Bima.


Yara melepas pelukan nya dan Bima hanya mengangguk pelan, lalu pergi dari sana.


" Malam ini, adalah kesempatan yang bagus untuk bapak agar bisa membunuhku. Aku akan menunggu bapak bertindak. Dan.. Siapa nyonya yang dia maksud.? " Ucap Yara dalam hati.


Yara pun kembali bergabung dengan Caleb dan Jackson.


Di tempat lain..


Ethan baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. Karena Ia emosi, semua karyawan pun bekerja lembur hingga jam sembilan malam.


" Pak Jamie, ayo kita pulang." Ucap Ethan.

__ADS_1


" Baik tuan." Ucap Jamie.


Mereka pun turun kebawah dan saat di loby resepsionis, seorang wanita yang menjadi petugas resepsionis pun menghampiri Ethan.


" Selamat malam Presdir, ini ada titipan dari tuan Y." Ucap wanita itu.


Ethan seketika langsung menghindari wanita itu karena bau parfum nya yang menyengat.


" Berikan kepada saya, Terimakasih." Ucap Jamie.


Setelah memberikan amplop berwarna cokelat itu, petugas resepsionis itu pun pergi.


" Ini, amplop yang berisi kunci unit penthouse milik tuan. Kenapa Y mengembalikan nya." Ucap Jamie bingung.


" Sudahlah, dia bukan orang yang harus di khawatirkan. " Ucap Ethan lalu pergi dari sana menuju mobilnya.


Sesampainya Ethan di penthouse miliknya, ia di sambut oleh orang orang suruhan nya yang ia pekerjakan untuk menjaga penthouse itu. Terdiri dari 4 pria yang berjaga di depan lift, dan masing masing berjaga di dalam dan tiap sudut penthouse. Total sekitar 12 orang bawahan Ethan ada di sana.


Bukan tanpa alasan Ethan menaruh banyak penjaga di sekelilingnya. Itu karena teror yang selalu datang menghantuinya. Selalu ada orang yang berusaha membunuh nya. Itulah sebabnya ia menempatkan banyak penjaga di sekitarnya.


" Apa tidak ada tamu pria datang kemari ?" Ucap Ethan yang bertanya kepada salah satu bawahan nya.


" Tidak ada tuan." Ucap bawahan nya.


" Bagus, memang sifat seorang gadis labil. Mendapatkan perlakuan kasar sedikit langsung tidak pulang." Ucap Ethan dalam hati.


" Baiklah, kembali berjaga." Ucap Ethan yang langsung pergi dari hadapan anak buahnya.


Ethan masuk kedalam kamarnya, Ia masih sedikit kesal dengan Y yang berpura pura menjadi kakak nya dan membuat kakak nya di pukul orang sembarangan.


" Bara bilang ia kembali ke Nusa Kambangan. Apa Y pulang ke rumah.? Ucap Ethan bertanya dengan diri sendiri.


" Sudahlah, untuk apa juga aku memikirkan gadis kurang ajar seperti dia." Ucap Ethan yang langsung berlalu kedalam kamar mandi.


Di tempat lain..


Caleb dan Jackson mabuk berat. Yara sengaja mengajak mereka banyak minum, untuk memberikan kesempatan agar Bima bisa bertindak pada dirinya.


Kini Caleb dan Jackson sudah berada dikamar mereka masing masing. Dan Yara pun masuk kedalam kamar berpura pura tidur. Setelah sekitar tengah malam, seseorang membuka pintu kamar Yara perlahan.


Krrreeeeekkkk... !


Suara pintu yang terbuka.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2