
Ethan sangat marah setelah mendengarkan penjelasan dokter yang merawat ibunya selama ini. Dia marah bukan pada orang lain, tetapi kepada dirinya sendiri. Ia begitu keras kepala dan membenci ibunya, hingga tidak mengetahui kebenaran apapun.
' Jadi yang di ucapkan Kristin waktu itu benar. Bodoh.. Aku sangat bodoh.' Batin Ethan bermonolog.
Ethan langsung mencari kepala pelayan, dan menyuruhnya untuk mengumpulkan semua orang yang bekerja di kediaman ibunya itu. Dan disinilah Ethan, di halaman belakang rumah itu. Ethan tengah memarahi semua pekerjanya.
" Aku membayar kalian semua untuk menjaga dan melaporkan semuanya tentang ibuku mengapa kalian diam saja dengan kondisi ibuku yang begini.!?" Ucap Ethan kepada semua pelayan dirumah itu, terutama kepala pelayan.
" Aku yang menggaji kalian dan mempekerjakan kalian, aku menyuruh kalian untuk melaporkan apapun yang terjadi kepada ibuku, apapun itu.. Mengapa kalian tidak mematuhiku.!!" Teriak Ethan.
Semua orang ketakutan, bagaimanapun Ethan di kenal sangat kejam dan dingin.
" Tu.. Tuan muda, maafkan kami. Kami hanya mematuhi perintah nyonya." Ucap kepala pelayan.
" Siapa tuan kalian.??" Ucap Ethan.
" Aku tanya SIAPA TUAN KALIAN.!!" Teriak Ethan.
" Anda tuan muda." Ucap semua orang serempak.
" Lalu kenapa kalian tidak mendengarkan perintahku.? Kalian ingin menjadi pembangkang? Apa kalian sudah siap menerima konsekuensinya.?!" Ucap Ethan.
Mereka semua diam menunduk. Mereka seolah serba salah disini, memang benar mereka bekerja di bawah perintah Ethan, dan Ethan yang menggaji mereka. Tetapi yang dilayani adalah Liana, bagaimanapun mereka tidak pernah ada interaksi langsung dengan Ethan, dan hari ini adalah pertama kalinya.
" Jika sampai terjadi sesuatu kepada ibuku, maka kalian akan ikut menemaninya." Ucap Ethan.
" Tuan muda.. " Ucap kepala pelayan sedikit keberatan.
" Kenapa.?? Itu adalah ganjaran untuk kalian yang tidak mematuhiku. Aku tidak suka dengan orang yang tidak setia." Ucap Ethan.
Ethan pergi dari sana meninggalkan puluhan maid dan puluhan pengawal yang bekerja di rumah Liana. Wajah mereka pucat ketakutan.
Sementara Ethan sendiri kini menuju ke kamar Liana, dimana ada dokter yang masih memeriksa kondisi Liana.
__ADS_1
" Bawa ibuku kerumah sakit, lakukan apapun yang terbaik yang bisa dilakukan. Jika kau gahal maka kau akan menemaninya di liang kubur." Ucap Ethan kepada sang dokter.
Tentu saja sang dokter terkejut, atau lebih tepatnya dia ketakutan. Di Jakarta, siapa yang tidak mengenal Ethan Dominique. Saat awal ia bekerja dengan Liana, dia tidak tahu bahwa Liana adalah ibu kandung Ethan. Dokter itu belum lama. Mengetahui bahwa Liana adalah ibu kandung Ethan yang sengaja di sembunyikan keberadaan nya.
" Tuan muda.. Saya benar benar minta maaf, tetapi nyonya tidak memiliki data diri yang bisa membawanya masuk rumah sakit." Ucap sang dokter.
Ethan memejamkan matanya, ia teringat.. Identitas ibunya sangat dirahasiakan sebagai istri kedua sang ayah yang tidak di sahkan di mata negara. Liana selama ini hidup tanpa identitas, karena identitasnya di simpan oleh Ronald.
" Tunggu sebentar." Ucap Ethan .
Ethan mengeluarkan oonselnya dan menghubungi seseorang.
" Bawa dokter terbaik ahli leukimia , juga semua alat alat canggih yang ada di rumah sakit keluargamu. Bawa ke kediaman ibuku, aku tidak bisa menunggu lama." Ucapnya lalu panggilan langsung di akhiri.
Dokter itu sangat takjub, Sekali telepon.. Ethan bisa begitu saja memerintah orang.
Tiba tiba Liana membuka matanya, Liana terkejut melihat Ethan berdiri di sebelahnya dan menatapnya dingin, sedingin kutub utara.
" E.. Ethan.." Ucap Liana.
Dokter yang mendengarnya begitu terkejut, babarapa saat lalu Ethan memarahi semua orang termasuk dirinya, dan mengkhawatirkan kondisi Liana hingga memanggil dokter dan alat alat canggih untuk kemo. Kini saat Liana bangun Ethan berbicara begitu dingin kepada ibunya.
" Tidak.. Ethan, ibu tidak bermaksud begitu." Ucap Liana, ia ingin meraih tangan Ethan tetapi Ethan menghindar.
" Jika tidak begitu, mengapa kau diam diam menyembunyikan penyakitmu.?? Kau juga membuat orang orangku berkhianat kepadaku." Ucap Ethan dingin.
" Tuan muda.. " Ucap sang dokter khawatir. Bagaimanaoun Lisna baru sadar, dan Ethan sudah memarahinya dengan kata kata kasar.
" Kau urus dia, suruh dia makan dan istirahat dengan baik. Aku menunggu diluar." Ucap Ethan lalu pergi meninggalkan ibunya yang terlihst sedih.
" Nyonya.. Anda jangan bersedih." Ucap sang dokter menghibur.
" Dia membenciku..Sangat membenciku." Ucap Liana, sebutir air mata lolos dari sudut matanya.
__ADS_1
" Nyonya, saat anda tidak sadarkan diri tuan muda memarahi semua orang, termasuk saya. Itu sudah menunjukan bahwa tuan muda sangat peduli pada anda, hanya saja caranya berbeda dalam menunjukan perhatian nya. Tuan muda bahkan menghubungi dokter ahli oenyskit leukimia untuk menangani anda." Ucap dokter itu menghibur Liana.
Liana terkejut mendengarnya, rupanya putra kandungnya itu masih menaruh rasa simpati kepadanya. Liana selalu berpikir mungkin dengan dia mati juga Ethan akan hidup lebih baik tanpa harus membenci siapapun lagi, rupanya dirinya salah mengira.
" Benarkah.." Ucap Liana lemah.
" Benar nyonya, anda beristirahatlah. Saya akan menemui tuan muda. Tolong nyonya, untuk saat ini.. Berjuanglah untuk kesembuhan anda." Ucap Sang dokter.
Dokter pun pergi dsri kamar Liana, Liana memegangi dadanya dan menangis. Ia bukan menangis karena duka, tetapi karena ia begitu bahagia. Ethan, putranya masih peduli dengan nyawanya.
" Ethan... " Ucapnya dalam sela sela tangisnya. Perlahan ia justru teringat dengan kesalahan fatalnya dulu.
Flashback on..
Sesungguhnya Liana adalah wanita baik baik, hanya saja ia bekerja di bar dengan terpaksa saat itu demi untuk mengumpulkan uang agar bisa membayar operasi ibunya. Ia selalu di ganggu oleh pria pria hidung belang, tetapi juga disaat bersamaan ia di tolong oleh Ronald yang merupakan pelanggan tetap bar itu.
Karena mereka saling berinteraksi dengan baik, mereka pun berteman. Tetapi siapa sangka, di malam laknat itu, Ronald mabuk berat dan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi lalu menarik Liana untuk memuaskan nya. Liana hanya gadis lugu , ia juga menaruh perasaan kepada Ronald jadi ia tidak melawan dan merelakan keperawanan nya di renggut Ronald tanpa tahu bahwa Ronald sebenarnya sudah menikah.
Dan saat esok harinya, Liana terbangun dengan perasaan bahagia, ia mengira bahwa mungkin Ronald juga memiliki perasaan yang sama terhadap dirinya. Tetapi apa yang ia bayangkan tak sesuai realitanya. Saat Ronald bangun, ia terkejut mendapati dirinya tidur dengan Liana yang sudah ia anggap sebagai teman baik.
Ronald begitu marah pada Liana, dan disaat itu juga Ronald mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dan memiliki seorang anak. Liana begitu terkejut, rupanya dirinya hanya mencintai sepihak dan lagi kenyataan bahwa Ronald telah menikah, membuat dirinya merasa menjadi wanita jahat. Liana pun akhirnya perlahan mengbindar dari Ronald.
Liana memutuskan untuk berhenti bekerja di bar itu dan pergi mencari pekerjaan lain. Liana akhirnya bekerja sebagai pelayan restoran. Dan disana ia harus kembali menelan pil pahit, Liana melihat Ronald dan juga anak serta istrinya yaitu Kristin dan Roger kecil makan malam bersama direstoran tempatnya bekerja. Rupanya bukan hanya Liana yang melihat Ronald, tetapi Ronald juga melihat Liana.
Saat setelah Ronald mengantarkan Kristin dan Roger pulang, rupanya Ronald datang kembali ke restoran itu dan menarik paksa Liana pergi dari sana. Liana tidak bisa berbuat apa apa, walau dia selalu berkata tidak mau merusak rumah tangga Ronald, tetapi hati kecilnya merindukan Ronald.
Hingga akhirnya terjadi kembali hubungan terlarangnya dengan Ronald dan hingga akhirnya ia hamil Ethan. Setelah Liana hamil, Liana menyadari keseriusan masalahnya. Ia telah bemar benar merusak rumah tangga Ronald dan Kristin. Ronald begitu marah saat ia tahu bahwa Liana hamil, ia akhirnya mau tidak mau membawa Liana pulang kerumah nya dan memperkenalkan nya sebagai calon istri mudanya kepada Kristin.
Dari sanalah kehancuran dimulai.. Ia menikah dengan Ronald tetapi hanya dimata agama, dan tidak di sahkan dimata Negara. Liana juga harus merelakan Ethan tertulis sebagai anak Ronald dan Kristin sementara dirinya tetap disembunyikan. Liana.. Menyesali semuanya, tetapi dia sudah terlalu jauh dan terlambat untuk kembali.
Saat ia memutuskan pergi, Ronald justru menyimpan semua data diri Liana, hingga maubtidak mau Liana hidup bagai burung dalam sangkar, dan menerima setiap cacian, juva tuduhan bahkan kemarahan Ronald, saat Kristin memilih pergi dan dinyatakan meninggal.
...Flashback off.....
__ADS_1
" Maafkan ibu yang tiedak berdaya ini.." Ucap Liana dalam tangisnya..
TO BE CONTINUED...