Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. HE DIE..


__ADS_3

Nicholas dan Vaye keluar dari kelas karena sekolah sudah selesai, mereks pun berjalan menuju tempat parkir seperti biasanya. Saat Nicholas hendak membuka pintu mobilnya tiba tiba ponsel Nicholas berdering, Nicholas mengernyit bingung menatap deretan nomor yang tertera disana, dia tidak mengenalinya.


" Siapa? " Tanya Vaye, dan Nicholas menggeleng karena dia tidak tahu nomor siapa itu.


" Aku angkat sebentar, halo.. " Ujar Nicholas.


Nicholas mengangkat panggilan itu, yang rupanya adalah panggilan dari pihak polisi. Polisi mengatakan bahwa Timothy telah meninggal dunia karena tertembak saat sidang. Nicholas tentu saja terkejut, bagaimana bisa Timothi tertembak pikirnya.


" Apakah itu sungguhan?" Tanya Nicholas.


Nicholas di minta datang ke kantor polisi karena buku yang Timothy tulis menyebutkan banyak tentang dirinya. Nicholas menjadi diam karena mendengar apa yang polisi katakan hingga akhirnya panggilan itu berakhir.


" Baik, saya akan datang kesana, terimakasih pak." Ujar Nicholas.


Panggilan di akhiri, dan Nicholas menatap Vaye. Vaye menatap Nicholas yang terlihat sedikit aneh.


" Ada apa??" Tanya Vaye.


" He die.. ( Dia meninggal )" Ujar Nicholas.


" Dia?? Siapa??" Tanya Vaye.


" Timothy.." Ujar Nicholas, dan Vaye menutup mulutnya terkejut.


" Bukankah dia ada di tahanan, bagai mana dia bisa meninggal?" Ujar Vaye.


" Dia tertembak, untuk detailnya aku di suruh datang ke kentor polisi karena Timothy meninggalkan buku catatan yang sepertinya di peruntukkan untuk diriku. " Ujar Nicholas.


" Baiklah, ayo ke kentor polisi." Ujar Vaye dan Nicholas mengangguk.

__ADS_1


Mereka berdua pun pergi menuju ke kantor polisi, tak lama mereka pun sampai di kantor polisi. Petugas yang sebelumnya menghubungi Nicholas langsung mengantar Nicholas menuju ruangan nya.


" Buku ini milik saudara Timothy.. dia meminta buku dan pulpen pada saya, saya pikir mungkin dia akan menulis sesuatu yang penting tentang kejadian penyerangan terhadap saudara Bagas, jadi saya memberikan ini padanya. " Ujar polisi itu.


" Di persidangan tadi dia mengatakan bahwa kamu adalah orang yang penting menurutnya, dan alasan dia menyakiti saudara Bagas adalah karena dia iri pada sudara Bagas yang bisa dekat dengan anda. " Ujar polisi itu lagi.


" Aku?? " Ucap Nicholas bingung.


" Ya , ini buku milik Saudara Timothy, anda bisa melihatnya sendiri. Di dalam sana tertulis banyak nama anda, itulah sebabnya saya menghubungi anda dari pada ibunya." Ujar polisi itu lagi.


Nicholas mengangguk anggukan kepalanya dan menerima buku itu dari polisi, walau sebenarnya dia sendiri masih heran dengan maksud Timothy yang menuliskan tentang dirinya dibuku itu.


" Terimakasih, pak, " Ujar Nicholas.


Adegan beralih, kini Nicholas dan Vaye berada di dalam mobil, baik Vaye dan Nicholas menatap bingung buku yang saat ini ada di tangan Nicholas.


" Kira kira apa yang Timothy tuliskan di buku itu? " Tanya Vaye penasaran.


Nicholas membuka buku itu, di halaman pertama terdapat gambar dua anak laki laki kecil yang saling merangkul. Nicholas ingat betul itu adalah gambarnya saat dirinya baru menginjak sekolah menengah pertama, Dan Timothy membuatnya sama percis di buku itu.


" Ini... gambarku, dia masih mengingatnya dengan jelas detail gambar yang aku buat. " Ujar Nicholas.


Lanjut ke halaman berikutnya, disana Timothy menuliskan bahwa Nicholas adalah satu satunya saudara yang dia punya. Timothy juga menuliskan alasan dia tidak menyukai Gama, karena Gama sudah lebih dudlu tahu bahwa Timothy memiliki sindrom dan kemungkinan bisa membahayakan orang lain atau dirinya sendiri.


Timothy menuliskan bahwa Gama mengatakan pada Timothy untuk tidak terlalu dekat dengan Nicholas, tanpa alasan yang jelas. Hingga akhirnya Timothy semakin iri pada Gama. Dia pun akhirnya meminta para preman itu untuk menghabisi Gama dengan alibi yang bagus.


" Apa apaan dia ini, apa dia seorang gay?? " Ujar Nicholas tidak habis pikir.


Vaye membuka halaman berikutnya, lalu disana muncul sebuah catatan yang di beri tanda tersendiri dengan seperti garis tepi disekitaran nya. Isi tulisan itu adalah...

__ADS_1


' Hai Nicholas...


Apakah kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi? Aku minta maaf karena telah membunuh kakakmu, aku hanya iri padanya yang bisa lebih dekat denganmu. Maaf juga karena aku menghalangi dirimu saat kamu hendak menjelaskan tentang kebenaran siapa yang memanggil Gamalael saat itu, aku takut jika kamu mengatakan kebenarannya dan akanmembuat aku dan ibuku terancam.


' Kamu mungkin berpikir bahwa aku tidak normal, bukan? Aku tahu ini aneh, tapi beberapa orang yang mengalami hal yang sama sepertiku mungkin tahu rasanya, betapa pentingnya sosok pertama yang memberikan kehidupan kedua. '


' Kamu adalah orang pertama yang memelukku saat aku sedang  benar benar terombang ambing. Aku tahu bahwa aku bukan anak kandung ayahmu, dan ibuku telah sangat salah karena merusak pernikahan ibumu dan ayahmu. Tapi aku hanya seorang anak yang juga menginginkan agar ibuku bahagia, maaf karena aku sangat egois. '


' Aku menutupi kebenaran itu agar kita tidak semakin terpisah, tapi nyatanya aku salah, kita bukan hanya terpisah.. kamu bahkan sangat membenci diriku. Kamu pernah mengatakan bahwa seandainya kita menjadi saudara kandung, maka itu akan lebih baik, jadi aku tidak memprotes saat ibuku mengatakan bahwa dia akan menikah dengan ayahmu. '


' Nyatanya, Nicholas... apapun yang aku lakukan justru membuat kita semakin jauh terpisah, aku tidak tahu bagaimana cara menyikapimu.. kamu terlalu membenciku. Nicholas.. aku menulis ini bukan karena besok aku akan mati, tapi karena aku sudah sadar dan menyerah. Aku akan menyerahkan diri, aku akan mengakui semuanya agar aku mendapatkan hukumanku. '


' Setelah aku keluar dari penjara nanti, tolong jangan perlihatkan wajah kebencianmu padaku. Tolong maafkan aku atas semua yang aku lakukan.. sampai jumpa nanti saat aku sudah bebas.. '


Begitu yang Timothy tuliskan, Vaye menatap Nicholas yang berwajah sendu. Nicholas benci mengakui bahwa apa yang Timothy tulis itu berhasil membuat dirinya merasakan sedih, dirinya sendiripun dulu memang sangat menyayangi Timothy, hingga kejadian naas yang Gama alami terjadi, semuanya menjadi benci dan berakhir menjadi permusuhan.


" Bodoh... " Gumam Nicholas.


" Kamu baik baik saja?" Tanya Vaye.


" Aku baik baik saja, ayo kita kunjungi dia.. di peristirahatan nya yang terakhir." Ujar Nicholas, dan Vaye mengangguk.


Kabar kematian Timothy yang terkenal sebagai anak dari seorang Prasetya tentu saja langsung mencuat ke publik, Prasetya semakin banyak di kenal orang karena putra yang dia banggakan rupanya hanya seorang yang begitu berhati keji yang merundung teman kelasnya hingga koma.


Saat ini  Prasetya hanya berdiri tanpa melakukan apapun di dekat peti mati Timothy, semantara Tamara sendiri kini sedang menangisi kepergian Timothy.


Nicholas dan Vaye sampai di rumah duka, dimana Timothy saat ini berada. Datangnya Nicholas dan Vaye di sana sungguh membuat publik heboh, pasalnya mereka juga mengenali Nicholas yang adalah putra Prasetya.


Pras menatap keramaian yang terjadi di pintu masuk, dan tatapan nya terkunci pada sosok putra kandungnya, yaitu Nicholas. Nicholas hanya menatap lurus ke arah peti mati Timothy tanpa melihat kearah Pras sama sekali.

__ADS_1


Vaye melihat tatapan Pras yang penuh penyesalan itu, Vaye yakin Pras saat ini tengah menyesali kebodohannya sendiri. Tapi dia sama sekali tidak peduli, dia hanya menggandeng tangan Nicholas lalu berjalan menuju peti mati Timothy.


...TO BE CONTINUED......


__ADS_2