Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. SELEKSI DARI PAMAN.


__ADS_3

Vaye sudah sampai di apartemen nya. Ia menghabiskan sore nya hingga malam hari dengan Mark. Mereka berkeliling mal dan makan malam bersama, namun tidak bersama Tamara dan Frans.


" Tumben sekali dia tidak meninggalkan satu pun pesan. Biasanya dia akan menelepon walau bukan membahas hal penting." Ujar Vaye sambil menatap ponselnya.


Yang sedang Vaye bicarakan adalah Nicholas. Sejak berpisah di mall sore tadi, Nicholas belum satu kali pun menghubungi Vaye.


" Mungkin dia sangat sibuk, sudahlah.." Ujar Vaye.


Vaye membereskan semua buku buku di meja lalu menyusun nya ke atas rak buku, baru kemudian ia merebahkan diri di sofa lalu terpejam.


Di tempat lain..


Nicholas yang sedang di bicarakan oleh Vaye, saat ini sedang berada di tengah hutan. Ia membawa senjata di tangan nya dan bersembunyi di balik pohon seolah menghindari sesuatu.


" Kau menyerah??" Teriak sebuah suara pria.


" Tidak! " Teriak Nicholas.


" Keberanianmu boleh juga, tapi juga tidak akan luluh begitu saja. Vaye adalah segalanya buat kami, dia adalah kesayangan kami. Dan tentu saja kami menginginkan yang terbaik untuk Vaye." Ujar suara itu.


" Maka aku akan membuktikan bahw aku layak bersama Vaye." Ujar Nicholas.


Nicholas kembali fokus pada sekelilingnya, ia mahir menembak.. Tapi tak se mahir Vaye, karena Nicholas lebih mahir menyerang dalam jarak dekat.


" Hutan ini luas, hati hati dengan setiap langkahmu." Ujar suara itu lagi.


Nicholas tersenyum ketika melihat sedikit pergerakan di balik pohon, ia mengarahkan senapan nya dan membidik sesuatu yang bergerak itu, dan..


DOR!


" Aduh, s*alan! Kenapa kau menembak bokong ku." Teriak suara yang sebelumnya berbicara dengan Nicholas.


" E... Maaf, mana aku tahu itu bagian belakang paman Ryu." Ujar Nicholas.


Rupanya itu adalah Ryuchie, Ryuchie memberikan tantangan pada Nicholas untuk melawan nya sebagai tanda penyeleksi apakah Nicholas pantas dengan Vaye atau tidak.


" Ish! Banyak spot lain kau malah mengarah ke sana." Ujar Ryu kembali menggerutu.


" Maaf paman." Ujar Nicholas.


Ryuchie terbang dari negara C ke kota B untuk menemui Nicholas. Surat yang di titipkan pada Vaye untuk Nicholas berisi tentang tantangan itu, tentu saja Nicholas menerima nya.


Dia harus membuktikan pada Ryuchie bahwa dirinya layak untuk bersama dengan Vaye.


"Sudahlah, kamu menang. Ayo kita kembali, ini sudah sangat malam." Ujar Ryu,dan Nicholas mengangguk.


Keduanya pun berjalan keluar dari hutan itu, jalanan hutan di malam hari begitu sulit di tebak, bisa saja ada ular yang beracun atau paling parah babi hutan yang menghadang mereka.


" Paman, apakah aku lulus seleksi menjadi kekasih Vaye sampai kami menikah nanti?" Ujar Nicholas.


" Masih bocah sudah mikir menikah, sekolah dulu yang benar, jadi orang sukses baru menikahi keponakanku tersayang." Ujar Ryu.

__ADS_1


" Kalau itu aku tahu, paman. Jadi aku lulus atau tidak?" Ujar Nicholas lagi.


" Jika saja kau bukan keponakan kak Jilian, pasti sudah aku pisahkan kau dengan Vaye." Ujar Ryu.


" Ih, jahatnya.. " Ujar Nicholas.


" Vaye harus mendapatkan pendamping yang terBAAA!! " Ucap Ryu sebelum akhirnya terpeleset.


" Paman!! "Teriak Nicholas dan langsung menahan tangan Ryu.


Ryu menginjak lubang jebakan yang di pasang untuk menangkap binatang buas, dan saat ini dia sedang bergelantungan di tepi lubang jebakan itu. Beruntungnya Nicholas sigap meraih tangan Ryu dan menahan nya.


" Shh!! Jangan teriak, banyak binatang buas disini, tarik saja aku." Ujar Ryu dan Nicholas mengangguk.


Dengan susah payah, Nicholas berusaha menarik tangan Ryu. Namun kini bahaya yang mereka hadapi bertambah satu. Di belakang Nicholas, Ryu melihat mata yang bercahaya, bisa di pastikan itu mata binatang buas entah itu apa.


' S*al, kenapa jadi begini rumit.' Batin Ryu.


" Nicholas, jangan bergerak." Ujar Ryu.


" Kenapa, paman? Jika paman tidak cepat naik, maka kita berdua bisa jatuh bersama kedalam. " Ujar Nicholas.


" Di belakangmu ada binatang buas, ini adalah hutan yang memiliki banyak binatang buas." Ujar Ryu dan Nicholas terkejut.


" Aku beri kau dua pilihan, lepaskan tanganku dan selamatkan dirimu sendiri, at.."


" Tentu saja aku akan menyelamatkan paman, jangan bicara omong kosong. Ini bukan waktunya untuk melucu, paman. Ayo! Jika memang harus jatuh berdua ya jatuh berdua saja." Ujar Nicholas memotong perkataan Ryu.


" Baik, ayo." Ujar Ryu akhirnya.


Tangan kanan Ryu meraih senjata api yang di letakan di belakang bajunya, dan Ketika Nicholas menarik dirinya bintang buas itu berlari hendak menerkam Nicholas, dan dengan sigap Ryu menembaknya.


DOR! DOR!


Dan binatang bias itu terjatuh, rupanya benar itu adalah harimau liar.


Nicholas menarik tangan Ryu hingga akhirnya keduanya pun berhasil selamat.


" Terimakasih." Ujar Ryu.


" Tidak masalah paman." Ujar Nicholas.


Ryu melihat harimau yang sudah mati itu lalu menghela nafas.


" Ayo kita pergi." Ujar Ryu, dan Nicholas mengangguk.


Dua pria berbeda usia itu berjalan mencari jalan keluar dari hutan itu, Ryu tidak membawa serta masuk anak buahnya, karena ia tidak mau jika Nicholas terkejut. Nicholas belum tahu bahwa Ryuchie adalah ketua mafia GHOST.


" Paman, apakah aku sudsh lulus seleksi? " Ujar Nicholas tiba tiba.


" Kau menyelamatkan aku karena agar aku memberimu restu?" Ujar Ryu.

__ADS_1


" Tentu saja tidak, aku menyelamatkan paman karena perikemanusiaan." Ujar Nicholas.


" Tapi... masa tidak menambah poinku di mata paman?" Ujar Nicholas, dan Ryu menggelengkan kepalanya.


' Dia memang baik, Vaye.. Paman merestui kalian.' Batin Ryu.


" Tidak sama sekali menambah poin." Ujar Ryu, dan Nicholas melesu.


Hingga akhirnya keduanya sampai di Vila milik Ryu yang berada di kota B. Vila itu dulunya adalah tempat persinggahan Jhosua ketika mengunjungi tanah air.


" Makan dulu, setelah itu aku antar pulang." Ujar Ryu.


" Eh, tidak perlu paman, tidak apa apa. Aku akan langsung pulang saja, Vaye juga pasti mencari diriku karena sejak sore aku menghilang." Ujar Nicholas.


" Hubungi Vaye agar dia tidak khawatir, jangan katakan aku ada di kota B." Ujar Ryu, dan Nicholas mengangguk.


Nicholas menyingkir dari hadapan Ryu dan mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


" Sudah jam segini, Vaye pasti sudah mau tidur." Gumam Nicholas ketika melihat jam yang menunjukan pukul 21.30 WIB.


" Sudahlah, aku kirim pesan saja." Ujar Nicholas.


Nicholas pun mengirim pesan, dan setelah pesan terkirim justru ponselnya langsung berdering. Nicholas pun tersenyum melihat siapa nama pemanggil, My one and only Vaye.


" Halo.." Ucap Nicholas ketika sudah mengangkat panggilan itu.


" Jahatnya kamu, tidak memberi kabar sejak sore." Ujar Vaye, dan Nicholas terkekeh.


" Maaf, sayang.. Ini juga aku baru menyentuh ponsel lagi. Kamu khawatir?" Tanya Nicholas.


" Percaya diri sekali anda." Ujar Vaye dan Nicholas terkekeh.


" Ish, malah tertawa.. Kamu sudah pulang ke rumah?" Tanya Vaye.


" Aku sedang bersiap untuk pulang ke rumah. Kamu tidur saja, ini sudsh malam." Ujar Nicholas.


" Hmm.. Hati hati di jalan, jangan mengebut." Ujar Vaye.


" Siap, bu!! " Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh.


Akhirnya panggilan itu pun berakhir, Nicholas berbalik dan hendak mencari Ryu tapi ia justru di kagetkan oleh Ryu yang berdiri di belakangnya.


" Astaga paman! Membuatku terkejut saja." Ujar Nicholas.


" Apakah Vaye baik baik saja?" Tanya Ryu.


" Ya, Vaye baik baik saja. Dia sudah mau tidur. " Ujar Nicholas, dan Ryu mengangguk angguk.


Setelah dari situ, Nicholas akhirnya pulang. Saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Dan tanpa Nicholas ketahui, Ryu mengirim anak buahnya untuk mengantar Nicholas agar selamat sampai di Jakarta.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2