Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 24


__ADS_3

Saat Yara keluar , terlihat ada Rayson, Jil, Sean, dan Bara yang sedang duduk di ruang tengah.


" Woy, kau mau pergi kemana lagi sialan, kita sampai lelah mencari mu." Teriak Jil yang sedang emosi.


" Aku harus pergi ke suatu tempat." Jawab Yara.


" Jangan berbuat sembarangan yang membuat kami repot, apa kau paham.?" Sinis Jil lagi.


" Aku tidak pernah meminta kau membantuku, kenapa kau bilang begitu.?" Tanya Yara.


" Sudah sudah.!! Kau mau kemana memang nya.? " Ucap Rayson yang menengahi.


" Tentu saja aku akan melakukan penyelidikan tentang pelaku penembakan itu. Bukan kah itu yang bos kalian mau.?! " Ucap Yara sedikit emosi.


Yara langsung melangkah pergi dari hadapan mereka berempat.


" Nah.. nah.. Lihat itu, lihat.. sikap macam apa itu! dia pikir dia siapa, berani mengeraskan suara pada kita." Ucap Jil yang semakin emosi.


" Dia adalah teman lama nya Ethan, kau mau apakan dia.?" Ledek Sean.


" Sudahlah.. Sean, kau ikut aku kembali ke Nusa Kambangan. Gara gara Y kabur, pelatihan kita jadi sedikit berantakan." Ucap Rayson.


" Oke, ayo." Jawab Sean.


" Kalian berdua jaga disini. " Ucap Rayson lagi.


Mereka pun pergi dari sana.


Di tempat lain, Yara sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, karena lengan nya belum pulih, ia menggunakan taksi.


" Sial, aku bekerja pun tidak punya uang sama sekali." Ucap Yara.


Tak lama, ia sampai di sebuah rumah sakit lalu turun dari taksi.


" Y, kau sudah sampai." Ucap Jackson yang menunggu Yara di lobi rumah sakit.


" Jack, aku tidak punya uang untuk bayar taksi ini, boleh pinjam punya mu dulu tidak, nanti aku ganti." Ucap Yara.


" Ya ampun, kamu seperti dengan siapa saja. Tenang, biar aku yang bayar. " Ucap Jackson.


Jackson pun memberikan uang pecahan seratus ribuan kepada supir taksi yang mengantar Yara.


" Terimakasih Jack." Ucap Yara.


" Tidak masalah, ayo." Jawab Jackson.

__ADS_1


Mereka pun memasuki rumah sakit itu. Saat baru masuk di dalam, Yara melihat seseorang yang ia kenal, Yara pun langsung sembunyi.


" Kau kenapa.?" Tanya Jackson yang melihat Yara seperti menyembunyikan dirinya.


" Tolong tutupi aku sebentar Jack." Ucap Yara.


Jackson pun menuruti Yara, dia berdiri tegak di depan Yara yang kini bersembunyi di belakang nya.


" Aku tidak percaya , Sudah mau mati pun dia tetap tidak mau memberi kan surat surat itu. Celaka kalau sampai dia mati sebelum memberikan surat kuasa ayah." Ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Tsania.


" Sabar sayang, sebentar lagi juga dia akan menyerah." Ucap Pria yang tak lain adalah Carig .


Lalu mereka pun berlalu. Kini Yara keluar dari persembunyian nya di belakang Jackson.


" Kau kenal mereka.?" Tanya Jackson.


" Hanya orang dari masalalu ku." Jawab Yara.


" Siapa yang mereka maksud.? " Ucap Yara dalam hati.


Yara dan Jackson pun pergi menuju ruang rawat inap Caleb. Terlihat Caleb yang sudah sadar dan duduk di atas ranjang rumah sakit.


" Yara.. " Ucap Caleb antusias.


" Jangan bergerak, mau ku bunuh kau.!!" Ucap Jackson yang mengomeli Caleb.


" Tidak perlu berterimakasih, kau sudah seperti kakak ku sendiri. Istirahat yang baik baik, supaya bisa cepat sembuh." Ucap Yara yang kini duduk di samping Caleb.


" Aku tidak di anggap.?" Ucap Jackson.


" Haha, Kalian sudah seperti kakak bagiku." Ucap Yara.


" Yara, sekarang aku serius, terimakasih kau sudah menyelamatkan aku. Jika kau tidak ada aku dan Jack, mungkin tidak bisa keluar dengan selamat.". Ucap Caleb.


" Bukan masalah, kalian juga sudah menyelamatkan aku dulu. Tapi sekarang aku sedang ada dalam masalah besar, mungkin untuk sementara kita tidak berhubungan dulu. Takut nya akan melibatkan kalian berdua. " Ucap Yara.


" Masalah apa.? katakan padaku, aku pasti akan membantumu." Kata Jackson.


" Tidak, kalian tidak boleh terlibat. Sekarang aku hanya ingin tanya, apakah kalian tahu siapa orang yang menghubungi ketua saat pemberian misi penembakan itu.? " Tanya Yara.


" Selama ini kami tidak tahu apa apa, hanya menjalankan misi saja. Ketua juga langsung menghapus semua data atau catatan telepon dan pesan dari klien nya." Jawab Caleb.


" Apa kalian tahu dimana markas besar dia yang sebenar nya.?" Tanya Yara lagi.


" Aku tahu satu tempat dia selalu bersembunyi. Tapi itu berkaitan dengan orang itu." Jawab Jackson.

__ADS_1


" Itu? siapa ?" Tanya Yara.


" Tidak, kau tidak boleh ke sana. Lebih baik kau melarikan diri saja Yara, Kemungkinan berhasil sangat kecil, bahkan mungkin tidak ada. Lebih bahaya kalau kau sampai ketemu orang itu." Ucap Caleb yang khawatir.


" Percaya padaku, di bawah bantuan pria itu pasti berhasil." Ucap Yara meyakinkan.


Jack dan Caleb saling pandang , mereka tidak mau terjadi sesuatu kepada Yara. Karena Bos dari ketua nya terkenal berdarah dingin. Tapi mereka juga tidak ingin Yara selamanya jadi tahanan pria itu.


" Baiklah, akan aku beri tahu." Ucap Jack.


" Jack.!! Kau gila.?" Teriak Caleb.


" Tidak apa apa. Semakin banyak informasi , semakin cepat aku bisa menemukan kebenaran itu, dan bebas dari pria itu ." Ucap Yara. Pria yang di maksud Yara adalah Ethan.


" Yara.." Caleb Khawatir.


" Jangan khawatir." Ucap Yara.


" Yang aku tahu, pusat markas kita berada di Bogor. Aku pernah ke sana sekali dengan ketua. Penjagaan di sana sangat ketat, dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Tapi satu masalah nya, aku sama sekali belum pernah melihat wajah asli ketua yang paling kita takuti itu." Ucap Jackson.


" Bagaimana bisa.?" Tanya Yara.


" Dia selalu memakai topeng rubah saat bertemu siapapun. Tapi aku tahu dia sangat berdarah dingin." Ucap Jackson.


Jackson memberi tahu Yara dimana saja titik lemah yang tidak terlalu di perhatikan oleh pengawal markas pusat itu. Lalu memberi tahu dimana ruangan milik ketua nya itu.


" Baiklah, aku sudah mengerti. Jack, Caleb, Terimakasih banyak. Mulai sekarang, apapun yang terjadi, kalian lebih baik tidak terlibat dengan ku, demi keselamatan kalian. Untuk saat ini, kita jangan saling berhubungan dulu, jika aku masih hidup, aku pasti mencari kalian." Ucap Yara.


" Baiklah, kau berhati hatilah. Kami menunggu mu." Ucap Jackson.


" Terimakasih semuanya." Ucap Yara.


" Yara, di dalam kartu ini, ada sedikit uang.. Kau gunakan saja untuk keperluan mu." Ucap Jackson yang memberikan sebuah kartu debit kepada Yara.


" Hehe, untuk saat ini memang aku tidak punya uang. Terimakasih Jack, aku akan mengembalikan nya padamu nanti." Ucap Yara.


" Tidak perlu sungkan." Ucap Jack dan menepuk pundak Yara.


" Kalau begitu, aku pergi dulu, ada hal lain yang harus aku lakukan." Ucap Yara.


" Oke, hati hati kita akan selalu menunggu kabar baik darimu." Ucap Jackson.


Yara pun keluar dari ruangan Caleb. Saat Yara berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tiba tiba Yara melihat Darren yang berjalan memasuki sebuah ruangan rawat pasien. Karena penasaran, Yara pun mengikuti Darren. Betapa terkejutnya Yara melihat siapa yang sedang di rawat di kamar itu.


" Pak Bima.!!" Ucap Yara dalam hati.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2