
Roger telah sampai ke Jakarta, ia melakukan perjalanan dari Bali. Tidak buruh waktu lama karena is memiliki helikopter pribadi yang bisa membawanya kemanpun ia mau.
" Selidiki kediaman Y atau Yuka Andrea Loo." Ucap Roger.
Saat ini semua orang mengenal Yara sebagai Yuka, jadi Roger menyebut nama itu untuk mencari Yara.
" Baik tuan muda." ucap salah satu anak buah Roger.
" Valerie.. Kamu harus membayar atas perbuatanmu. Aku tidak percaya kamu sekejam itu menyakiti wanita yang sudah berumur." Gumamnya.
Gelap mata membuat Roger tidak bisa melihat kenyataan dan kebenaran. Fokusnya hanya pada kebencian nya kepada Yara.
" Tuan muda, saat ini tuan muda kedua sedang berada dikediaman Yuka." Ucap anak buahnya.
" Ethan selalu berada disisinya, rupanya seranganku terhadap perusahaan nya tidak bisa menyibukan dia. Kalau begitu serang lagi, bobol lagi keamanan data data penting perusahaan Ethan. Buat dia agar sibuk dengan pekerjaan nya." Ucap Roger.
Benar, orang yang membobol data perusahaan Ethan adalah Roger. Roger melakukan itu agar Ethan semakin sibuk dan tidak punya waktu untuk melindungi Yara. Roger tidak ingin menyakiti adik nya itu, dan demi kelancaran jalan balss dendamnya , ia memberikan kesibukan kepada Ethan. Roger tidak tahu saja bahwa Yara dilindungi tim GHOST selama ini.
" Baik tuan muda." Ucap anak buahnya.
" Sepertinya Ethan juga menyukai Yara. Aku akan membuat Ethan sadar dari pengaruh buruk Yara. Cukup aku saja yang pernah bodoh dengsn mencintainya." Ucap Roger.
Akhirnya anak buah Roger pun memulai kembaki penyerangan mereka terhadap perusahaan Ethan. Lalu beberapa dari mereka berusaha membobol kediaman Yara. Mereka selalu saja gagal saat ingin membobol kediaman Yara, sudah semingguan ini mereka berusaha, namun tetap selalu gagal.
.........
Di perusahaan.
" Sialan.!!! Siapa sebenarnya yang kurang pekerjaan dengan terus menerus menyerang perusahaan. Sebenarnya Ethan menyinggung siapa.?!!" Ucap Bara yang kini kembali frustasi.
Saat ini ia kembali duduk dihadapan komputer uang mengelilinginya, jari nya sibuk mengotak atik qiboard di hadapannya. Padahal ia belum lama terpejam setelah bernafas lega, dan harus terbangun lagi setelah mendengar alarm kode keamanan berbunyi sangat keras.
" ETHAN DOMINIQUE!! AKU PERINTAHKAN KAU UNTUK KEMBALI KE PERUSAHAAN SEKARANG, ATAU PERUSAHAANMU AKAN HANCUR TIDAK TERSELAMATKAN." Teriak bara dari sambungan telepon. Ia baru saja menghubungi Ethan. Suara Alarm terlalu bising hingga ia harus berteriak.
" Sial, jika sampai aku menangkap ekor mu si pembuat rusuh, aku pastikan akan aku cincang menjadi 12 bagian lalu akan aku buat kau jadi makanan harimau." Ucap Bara menyumpah serapah.
Rayson dan Sean yang kebetulan berada di perusahaan pun langsung masuk kedalam ruangan Bara dengan tergopoh gopoh.
" Sebenarnya Ethan sudah menyinggung siapa sampai berulang ulang mendapatkan penyerangan begini.?" Tanya Rayson.
" Mana aku tahu, dia terlalu banyak musuh." Ucap Bara.
Akhirnya Sean dan Rayson pun membantu Bara mengatasi kebobolan itu.
" Orang ini mengapa seperti hanya sedang mempermainkan kita.?? Mengapa dia membobol data perusahaan tapi tidak mencurinya.?" Ucap Sean.
" Itu juga yang membuatku bingung. Sudah seminggu aku kurang tidur karena harus tetap duduk dihadapan komouter ini memantau keamanan." Ucap Bara.
Rayson dan Sean saling pandang seakan mereka tengah mencurigai seseorang. Dan tak lama Ethan pun sampai di perusahaan.
" Kenapa bisa kembali kebocoran.??" Tanya Ethan.
" Sepertinya ada yang sedang ingin bermain main dengan mu, mereka hanya membobol, tapi tidak mencuri data perusahaanmu. Tidak kah itu aneh.?? " Ucap Rayson.
" Aneh memang.. Musuhmu... Sainganmu.. tidak akan mungkin bisa membobol data perusahaan dengan keamanan yang aku buat. Sekalipun bisa, tidak mungkin mereka hanya membobol tapi tidak mencuri. " Ucap Bara dengan wajah serus dan mata yang berfokus pada layar monitor.
Ethan tidak bodoh, sebenarnya ia sudah menyadari dari hari kedua saat mereka mengalami kebocoran data. Hanya saja ia belum menebak siapa orang itu, hingga setelah Bara mengucapkan kata kata itu Ethan kemudian memikirkan satu nama.
" Roger.. " Gumamnya. Namun masih bisa di dengar teman teman nya.
__ADS_1
" Dia.?? Mau apa dia melakukan ini. Dia sudah membuat onar dengan membawa pergi Kristin, sekarang dia melakukan ini padamu. Apakah dia sedang mengibarkan bendera perang.?" Ucap Sean.
" Dari awal aku sudah tidak suka dengan kehadiran nya di kediaman mu Than, Dia pria yang tidak memiliki pendirian." Ucap Rayson.
Padahal mereka saat ini tengah berada di hadapan komputer dan tangan mereka masing masing tengah sibuk, namun mereka bisa mengobrol begitu saja tanpa mengurangi fokus.
Ethan pribadi tidak mengerti dengan kakak tirinya itu, padahal Roger pernah bilang bahwa apapun jalan yang diambil Yara, ia akan terima. Tapi setelah hari itu, Roger justru terang terangan menyerang Yara dan membawa pergi Kristin.
.........
Disisi lain, kediaman Yara..
Setelah Ethan pergi dari kediaman Yara, tiba tiba kediaman Yara di hujani bom asap yang membuat pedih mata dan sesak nafas. Semua orang disana kelimpungan karena mendapat serangan tiba tiba, semua anak buah Yara yang bersembunyi pun mau tidak mau keluar dari persembunyian nya dsn mencoba mencari Yara.
" Nona.. Nona.. " Teriak para anak buah itu.
Mereka tidak berhenti mencari walau sebagian dari mereka telah sesak nafas bahkan ada yang sudah kehilangan kesadaran.
" Kenapa bisa begini.?" Ucap Yara sembari menutup hidung dan mulutnya.
" Semuanya keluar dari rumah. Kita di serang." Ucap Yara dari Walkie talkie.
Anak buah yang mendengar perintah Yara pun lega, ternyata nona nya baik baik saja. Dan anak buah yang masih sadar oun pergi keluar dari rumah. Sementara di kamar Yara, tiba tiba kaca jendela kamar Yara di pecah dari luar, dan masuk seorang pria bertopeng yang yara kenal.
" Roger.." Ucap Yara.
Tanpa aba aba, Roger langsung berjalan kearah Yara dan memukul Yara hingga pingsan. Roger menggendong Yara kemudian keluar dari kamar itu dan naik keatas helikopter yang sudah stand by di depan jendela.
" Jalan." Ucap Roger.
Anak buah Yara yang menyadari suara helikopter langsung memutari pekarangan rumah Yara dan melihat sebuah helikopter pergi menjauh, sementara jendela kamar Yara sudah pecah.
" Ghost.. Nona Yara diculik, sebuah helikopter berwarna hitam dengan tulisan GODZILA melaju kearah barat." Ucap anak buah Yara sebelum kehilangan kesadaran.
Sementara itu, Roger tengah memandangi Yara yang saat ini tidak sadarkan diri. Meskipun ia membenci Yara, tapi entah mengapa saat ia melihat Yara tak sadarkan diri begini hatinya menjadi luluh. Apalagi saat melihat sudut bibir Yara dan pelipisnya mengeluarkan darah sast terjatuh akibat pukulan nya.
Roger memandangi tangan nya sendiri, ia tidak percaya dirinya telah melukai seorang gadis, dan itu Yara. Meskipun benci, nyatanya cinta di dalam hatinya masih ada. Roger mengulurkan tangan dan mengusap darah yang terdapat di bibir Yara.
Dan itu membuat Yara terbangun.
" Ugh.!!" Yara bersuara
Roger langsung kembali dingin, ia menatap Yara dengan tatapan tajamnya.
" Roger, kenapa kau meculikku.?" Ucap Yara dengan menahan sakit dikepalanya.
" Untuk mengakhiri semuanya." Ucap Roger.
" Apa maksudmu.?" Ucap Yara bingung.
" Kau akan tahu nanti." Ucap Roger misterius.
Helikopter itu terus terbang melaju menuju ke barat. Dan berhenti di atas bangunan yang terbengkalai di tengah hutan.
" Kenapa kau membawaku kemari.?" Tanya Yara.
" Kau terlalu banyak bicara." Ucap Roger.
Roger turun dari helikopternya dan menarik paksa tangan Yara. Meskipun Yara kesakitan, Roger seakan tidak peduli padanya.
__ADS_1
" Bisakah kau pelan sedikit, aku kesakitan." Ucap Yara.
Saat ini kondisi Yara sangat lemah. Ia sudah terlanjur menghirup asap yang sebelumnya di lempar kan di kediamannya di tambah luka pukulan dan benturan yang Roger berikan di kepalanya. Membuatnya lemah saat ini.
" Kau pikir kau bisa tawar menawar denganku? Jalan!! Kau bisa dengan kejam menyakiti ibuku, tapi lihat kau sekarang, lemah." Ucap Roger.
Roger kembali menyeret Yara, Karena terlalu pusing dan sesak nafas, Yara kembali kehilangan kesadaran.
BRUK.!!
Roger sampai terkejut melihat Yara tergeletak begitu saja.
" Jangan kau pikir aku akan berbelas kasih padamu, bagun.!! " Ucap Roger sedikit berteriak.
" Bawa dia kedalam." Ucap Roger.
Anak buah Roger pun membawa Yara kedalam bangunan terbengkalai itu.
..........
Disisi lain, Ethan baru saja kembali berhasil menghilangkan virus dan mengamankan data perusahaan nya, ia masih memikirkan apa motif Roger membuat onar seperti itu. Hingga tiba tiba anak buahnya menghubungi Ethan, dan memberi tahu Ethan bahwa Yara di culik oleh Roger.
" Jadi tujuannya melakukan ini adalah untuk mengelabuhiku supaya tidak bisa melindungi Yara. Roger.. Jika sampai sesuatu terjadi padanya, aku pastikan aku yang akan membunuhmu." Ucap Ethan.
Ethan terlanjur kecewa dengan keputusan kakak tirinya membawa pergi Kristin, di tambah kali ini Roger membawa Yara. Bagi Ethan, jika sudah menyentuh Yara, berarti orang itu telah mengibarkan bendera perang.
Ethan mengotak atik komputernya guna mencari sesuatu. Rupanya Ethan mencari keberadaan Yara dari kalung berbandul Salib yang ia tanami GPS didalamnya. Ethan memaksa Yara menggunakan kalung itu sebelumnya, awalnya Yara menolak, namun akhirnya dengan Yara memakainya juga walau dengan berat hati.
" Dia di kota B, di bangunan terbengkalai di tengah hutan. Kalian semua ikut aku, dan bawa semua tim kalian. Roger mengibarkan bendera perang." Ucap Ethan.
Mereka pun pergi menuju atap gedung pencakar langit itu, dan tak lama beberapa helikopter datang silih berganti mengangkut mereka.
Disisi lain, Yara masih tidak sadarkan diri hingga..
BYUR..
" Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. " Yara terbatuk.
" Sudahi kepura puraan mu." Ucap Roger dingin.
" Roger, aku tidak menyangka kau bisa melakukan ini. Aku pikir kita teman, tapi rupanya aku salah." Ucap Yara.
" Aku juga tidak menyangka kau sekejam itu membuat ibuku lumpuh. Jika kau hanya mengikatnya mungkin aku masih bisa terima, tapi kau membuat ibuku lumpuh. Valerie.. Kau gadis yang sangat kejam." Ucap Roger.
Yara bingung, obat yang disuntikkan kepada Kristin itu hanya bersifat sementara. Seharusnya dia sudah bisa bergerak bebas sekarang, mengapa Roger berkata demikian pikirnya.
" Kejam?? Roger Dominique, aku pikir usia adalah tingkatan kedewasaan orang. Rupanya aku salah, kau begitu mudah di bodohi." Ucap Yara.
" Sudahi omong kosongmu, cepat beritahu aku obat apa yang sudah kau suntikkan kepada ibuku hingga ibuku lumpuh." Ucap Roger sembari mencengkeram pipi Yara.
" Aku tidak berbohong, aku tidak memberikan obat lumpuh permanen padanya. Roger kau telah di tipu mentah mentah oleh ibumu sendiri. Dia bukan wanita yang baik, kau, aku, Ethan, dan keluarga Dominiquemu, kita semua akan mati jika membiarkan wanita keji itu hidup." Ucap Yara.
PLAK!!
Suara tamparan menggema.
NGIIIIIIIIIIINNNNNGGGGGG... Tamparan itu membuat sakit di kepala Yara bertambah.
" Jangan hina ibuku keji, disini kaulah yang keji Valerie." Ucap Roger.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..