Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 72. Ketampanan Yara membuat iri kaum pria.


__ADS_3

Ketiga manusia itu saling tatap, Yara menatap bingung kedua pria di hadapannya itu, begitu juga dengan kedua pria yang berada dihadapan Yara.


" Kalian.. saling kenal?" Tanya Ethan kepada Yara.


" Iya, dan kalian apakah juga saling kenal?" Tanya Yara pada Ethan dan Sandy.


" Kami musuh bisnis. " Ucap Sandy spontan. Kenyataan nya memang begitu, ditambah lagi saat mengetahui bahwa nona nya itu pernah dimanfaatkan seenaknya oleh Ethan, tambah dalam saja laut kebencian nya itu.


" Oh.. Lalu apa yang kau lakukan disini tuan Dominique?" Tanya Yara dengan nada formal kepada Ethan.


Melihat itu , Ethan seakan mendapatkan jawaban dari pertanyaan pertanyaan di benaknya selama ini.


" Aku kebetulan lewat. Jadi, apakah selama ini kau tinggal dengannya.?" Tanya Ethan kepada Yara.


" Ya, dia tinggal dengan saya Presdir Ethan, hari sudah larut saya harus membawanya kembali." Ucap Sandy.


" Selamat malam tuan Dominique." Ucap Yara.


Ethan masih terdiam di tempatnya, ia hanya melihat Yara yang di bawa masuk Sandy kedalam mobil dan pergi di ikuti oleh beberapa mobil pengawal di belakangnya.


Entah apa yang terjadi padanya, ada bagian yang sakit di dalam dadanya namun ia tak mengerti apa itu sebenarnya. Setelah Yara pergi, Ethan pun kembali masuk kedalam mobilnya dan pergi.


Sepanjang perjalanan Yara diam membisu, pikiran nya sedang penuh dengan hal hal yang baru dilihatnya tadi di kediaman Todd. bukan tentang Sandy dan Ethan, tapi tentang segel dan dokumen dokumen itu.


" Nona, apakah terjadi sesuatu?" Tanya Sandy


" Ada beberapa hal yang aku butuh bantuan darimu, Jika aku menghubungi kakak takutnya dia akan terganggu. Apa kau bisa bahasa Yunani kuno?" Tanya Yara.


" Yunani kuno? ada satu orang yang yang saya tahu bisa berbahasa Yunani kuno hanya saja.. " Ucap Sandy menggantung.


" Hanya saja apa.? " Tanya Yara penasaran.


" Mmm... itu dia adalah kakek Ethan Dominique." Ucap Sandy.


Entah mengapa Damage Sandy ini berubah 180 derajat saat berada di luar dan berada di hadapan Yara. Mungkin karena Yara merupakan atasan nya, jadi wajah Sandy juga tidak sedingin biasanya.


" Kakek John?" Tanya Yara.


" Nona, jangan datang padanya. Aku akan berusaha menemukan ahli penerjemah bahasa kuno." Ucap Sandy khawatir.


Yara kemudian memikirkan tawaran kerjasama dari Ethan sore tadi.


' Bukankah kakek John memang salah satu pendiri Mahkota berduri, apakah aku terima saja kerjasama itu. Lagipula para tetua itu lah yang memulai samua ini.' Batin Yara bermonolog.


Sandy harap harap cemas melihat Yara diam saja nampak berpikir. Sandy takut Yara kembali dimanfaatkan atau dijadikan umpan oleh Ethan lagi.


" Nona.. " Ucap Sandy.


" Tidak apa apa, akan aku pikirkan nanti." Ucap Yara.


Akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah mewah. Yara yang tidak memperhatikan jalan cukup terkejut dengan bangunan dihadapan nya itu.


" Eh, ini rumah siapa.?" Tanya Yara bingung.


" Ini adalah rumah nona, tuan muda berpesan agar memberikan tempat tinggal untuk nona tinggali sendiri. Tuan muda tidak mau nona menghabiskan waktu banyak dengan saya, dan semua barang barang nona sudah ada didalam. Mari nona.." Ajak Sandy.


Yara tak habis pikir dengan kakak kembaran nya itu, begitu posesifnya sampai asisten nya sendiri saja dilarang menghabiskan waktu dengan dirinya.


Mereka pun masuk kedalam rumah mewah itu, gaya Jepang modern sangat cocok dengan kepribadian Yara.


" Selamat datang nona." Sapa pelayan yang sudah berbaris menyambut kedatangan Yara. Yara tak harus menyembunyikan identitasnya dirumahnya sendiri.


Mengapa Yara masih menggunakan identitas Y diluar padahal sudah banyak yang tahu ia seorang perempuan? Karena Yara ingin menggunakan identitas aslinya kelas saat ia benar benar telah mengakhiri semuanya dan kembali dengan bangga kepada keluarganya menggunakan nama Nayara Valerie Maxwell.


Yara terkejut dengan pelayan sebanyak itu, buat apa pikirnya. Seakan tahu keterkejutan Yara akhirnya Sandy pun menyuruh semua pelayan itu pergi.


" Kenapa harus menempatkan pelayan sebanyak itu, aku tidak suka keramaian." Ucap Yara langsung pada Sandy.


" Mereka bukan pelayan biasa nona, Tuan muda menyuruh mereka untuk melayani anda sekaligus menjaga keamanan anda." Ucap Sandy.


Yara memejamkan matanya lalu menghela nafas, kenapa kakaknya begitu sangat posesif dan juga protektif.


" Ya sudah kalau begitu, aku ingin beristirahat ini sudah sangat larut malam, apakah kau akan pulang? ini sangat larut, lebih baik menginap." Tanya Yara pada sandi.


" Kalau begitu saya akan menginap nona. Selamat malam." Ucap Sandy.


Setelah Sandy pergi, seorang pelayan wanita menghampiri Yara.


" Nona, mari saya antar kekamar utama." Ucap pelayan itu.


Yara mengangguk lalu berjalan mengikuti langkah pelayan itu. Rumah itu ternyata sangat besar, bahkan berlantai 4 namun terlihat seperti lantai 3 jika dilihat dari luar. Dan kamar Yara berada di lantai 3, jadi mereka naik menggunakan lift dirumah itu.

__ADS_1


" Nona kita sudah sampai." Ucap Pelayan itu.


" Eh.. " Yara terkejut, karena begitu lift terbuka langsung terlihat ranjang mewah yang menyambutnya.


" Apakah ini kamarku?" Tanya Yara.


" Ya nona, lift ini khusus untuk menuju ke kamar nona. Ada lift lain jika ingin menjelajah rumah ini. " Ucap pelayan itu.


" Baiklah, terimaksih kau beristirahat lah." Ucap Yara.


Pelayan itu membungkuk kan badan nya, lalu pergi menuruni lift. Setelah pelayan itu pergi, Yara menurunkan ransel besar yang berisi figura dan barang barang yang ia temukan di kamar kakeknya.


Terlalu lelah, akhirnya Yara merebahkan dirinya di ranjang lalu langsung tidur.


...


Di kediaman Ethan, terlihat Ethan yang tengah berdiri di dekat jendela dengan tangan yang memegang segelas anggur. Matanya menerawang keluar mengingat kejadian di kediaman Todd sebelumnya.


" Siapa sebenarnya Sandy ini, mengapa Yara bisa mengenalnya. Apakah selama ini Yara disembunyikan oleh Sandy? " Gumam Ethan pada dirinya sendiri.


Yang Ethan ketahui, Sandy hanya pebisnis biasa yang melejit berkat orang tuanya. Ethan menyelidiki latar belakangnya juga tidak menemukan hal yang aneh. Tidak ada satupun yang tahu, bahwa apa yang tercantum di publik itu adalah kebohongan yang di tutupi dan dilindungi oleh GHOST.


....


Ke esokan harinya.


Yara sudah rapi dengan pakaian formalnya. Ia menggunakan stelan jas pria berwarna putih yang di desain sesuai ukuran tubuhnya lengkap dengan sepatu kulit berwarna putihnya. Yara terlihat sangat tampan, apalagi wajahnya sangat mendukung, dingin, tegas dan berwibawa walaupun seorang perempuan. Rambut nya ia tata dengan model rambut Comma hair, sedikit berponi dibagian sisi kiri kanan nya sangat tampan, bahkan pria tulen saja mungkin akan merasa iri melihatnya.


" Apakah nona sudah siap.? " Tanya Sandy.


" Hmm.. " Ucap Yara singkat.


Saat Yara berbalik badan, Sandy sangat terkejut. Sosok dihadapan nya itu benar benar seperti Ryuchie. Tidak ada yang membedakan mereka kecuali gender dan warna rambut serta warna matanya, selebihnya benar benar sama.


" Uhuk! Bagaimana bisa nona seorang perempuan lebih tampan dari seorang pria.?" Ucap Sandy


" Ternyata tuan Sandy pandai bermulut manis ya? Katakan padaku, kau pasti sering berkata manis pada pacarmu ya?" Tanya Yara sembari menaik turunkan alisnya.


Yara tidak tahu saja, sandy itu sebelas duabelas dengan Ethan dan Ryuchie, tidak pernah berhubungan dengan siapapun.


" Tebakan anda salah nona, saya anti romantic." Ucap Sandy singkat.


" Oh , iyakah..? " Goda Yara.


" Nona, kita akan terlambat." Ucap Sandy.


"Cih.. kau beralasan." Ucap Yara singkat.


Akhirnya mereka pun menuruni lift menuju lantai 1. Sudah ada banyak pelayan berlalu lalang dirumah itu.


" Selamat siang nona." Ucap setiap pelayan yang melewati Yara. Yara pun mengangguk sembari tersenyum. Mereka pun memulai makan siang mereka.


"Satu jam lagi kita akan berangkat ke perusahaanku nona, Ini adalah identitas anda, karena nona masih ingin menyembunyikan identitas asli jadi saya membuat identitas baru yang berawal dari huruf Y. Nama anda sekarang Yuka Andrea Loo, nama anda sama dengan nama saya, karena disini anda sebagai adik laki laki saya." Ucap Sandy memberikan kartu identitas baru kepada Yara sembari menjelaskan.


Saat sarapan tadi pagi, Yara mendapatkan panggilan dari sang kakak, kakaknya mengatakan bahwa ia memiliki kenalan yang bisa menerjemahkan bahasa Yunani kuno. Orang itu kebetulan sedang berada di Indonesia, jadi Yara dapat menemuinya. Entahlah, menurut Yara itu tidak sama sekali terlihat seperti kebetulan.


" Hm.. Terimakasih. Semoga orang itu benar benar mengerti bahasa Yunani kuno dan bisa menerjemahkan arti dari tulisan itu." Ucap Yara.


" Kabarnya orang itu sangat suka kebersihan dan kerapihan. Juga suka dengan barang antik dan teh longjing yang di ekstrak secara traditional. Jadi kami sudah menyiapkan semuanya seandainya orang itu meminta tanda jasa." Ucap Sandy.


" Teh longjing? dari namanya kenapa terdengar seperti dari negara C?. "


" Benar nona, orang itu berasal dari negara C. " Ucap Sandy.


" Orang negara C mengerti bahasa Yunani kuno.?" Tanya Yara.


" Iya, orang ini memang sedikit aneh." Ucap Sandy, Yara hanya manggut manggut saja.


Akhirnya setelah selesai makan siang, mereka pun berangkat ke perusahaan SAL milik Sandy. Sepanjang perjalanan Yara melihat tiap tiap sudut jalanan yang dulu pernah ia lewati saat ingin menyambung nyawa menjadi pembunuh bayaran. Tidak disangka ia sudah benar benar jauh dari masalalu nya, masa disaat ia masih menjadi seorang nona yang feminin. Namun Yara tidak menyesal, dengan Tuhan memberinya ujian hidup yang berat dan tak terduga seperti itu, jadilah Yara yang kuat dan tangguh seperti sekarang.


Yara bukan lagi gadis lemah yang cengeng dan penakut serta pemalu. Yara yang itu telah mati pada hari penghianatan keluarga angkatnya di hari pertunangan nya dengan Darren Todd. Yara yang sekarang hanya ada Yara yang tegas, tangguh, dan kuat.


" Kita sudah sampai nona." Ucap Sandy membuyarkan lamunan Yara.


Tidak disangka Yara melamun selama perjalanan hingga tidak menyadari telah tiba di depan loby gedung bertingkat 50 dihadapan nya.


" Oh.. "


Sandy turun lalu di ikuti Yara yang juga turun dari mobil mewah itu. Saat Yara turun , semua mata memandang kepadanya. Tatapan Kagum, terpesona, hingga iri benar benar terlihat jelas.


Sandy dan Yara jalan berdampingan munuju lift.Dua duanya memang berwajah dingin, namun sangat mempesona setiap mata yang melihat.

__ADS_1


Terdengar bisikan bisikan di sekitar saat Yara melewati mereka.


" Wahh.. tampan sekali, siapa dia? apakah tamu CEO? " Ucap seseorang pada teman nya.


" Tidak tahu juga. Tapi dia benar benar tampan melebihi idol." Ucap Salah satu orang lagi.


Sementara Yara hanya menatap lurus kedepan, namun tiba tiba salah seorang karyawan menabrak dirinya dan terjatuh. Posisi jatuh mereka begitu intim, Yara berada di bawah dan wanita itu berada diatas.


" Aduh, maaf tuan saya tidak sengaja." Ucap wanita itu dengan nada lembut terkesan dibuat buat.


Dan mulai lah bisikan bisikan yang membicarakan wanita itu, wanita itu sering bermain trik seperti itu untuk menarik pria kaya dan tampan.


" Kau ingin mati?" Ucap Sandy.


JDER.!


Itu pertama kalinya Sandy menegur secara langsung pegawainya.


Wanita itu langsung buru buru bangun dari atas tubuh Yara dan berdiri dengan kepala menunduk.


" Maaf CEO saya tidak sengaja menabrak tuan ini." Ucap wanita itu


Yara bangun dan langsung melepaskan jasnya dan langsung membuang jas itu kedalam tong sampah sembari menatap tajam wanita yang telah menabraknya.


Melihat itu, semua orang disana kembali berbisik bisik.


" Yuka.. " Ucap Sandy.


Jika Yara tidak mengingat pertemuan nya dengan orang yang akan menerjemahkan bahasa Yunani kuno mungkin Yara akan biasa saja. Tapi jas itu telah terkontuminasi dengan noda lipstik dari wanita yang menabraknya, sangat kontras dengan jas putih miliknya.


" Jika tidak bisa berjalan dengan stabil , jangan menggunakan hak terlalu tinggi nona. Jika kau jatuh di aspal itu akan terasa sakit." Ucap Yara dingin.


" Maafkan saya tuan, saya sungguh tidak sengaja."


Yara membenarkan dasinya, kini dirinya hanya menggunakan kemeja putih dan rompi tuksedo yang juga berwarna putih. Semua mata makin terpesona saja, tubuh tegap tinggi, wajah tampan, benar benar menambah nilai plus.


" Ayo " Ucap Yara pada Sandy, Sandy mengangguk lalu berjalan kembali disamping Yara menuju keruangan pertemuan.


Wanita yang di tinggalkan tadi menggeram marah, baru pertama kali dirinya dipermalukan seperti itu oleh seorang pria. Tidak hanya tidak berhasil menarik perhatian, ia juga sangat tersinggung karena pria yang ia tabrak langsung membuang jas yang terkena noda lipstiknya seolah dirinya itu kuman.


' Kurang ajar, siapa dia.' Batinnya bermonolog.


..


Yara dan Sandy telah sampai di ruang pertemuan, beruntungnya tamu yang mereka tunggu belum datang.


" Nona, apakah mau mengambil jas baru? Sepertinya masih ada waktu sebelum tamu itu datang." Ucap Sandy.


" Tidak perlu, begini saja sudah cukup." Ucap Yara.


Ternyata setelah Yara berucap, tamu yang mereka tunggu telah tiba. Tamu itu sengaja datang lebih awal dari jam perjanjian rupanya. Ia datang bersama asisten nya yang membantunya berjalan. Jalan nya memang terlihat sudah sedikit kesusahan.


" Maaf maaf, apakah saya terlambat sangat lama?" Ucap seorang pria tua dengan wajah khas oriental negara C.


" Tidak sama sekali tuan, silahkan duduk." Ucap Sandy menyambut.


" Baik.. baik.. " Ucap pria tua itu.


" Saya Sandy Andrea Loo dan ini adik saya Yuka Andrea Loo." Ucap Sandy memberikan tangan nya untuk berjabat.


" Oh, Hahaha.. Ya ya, nama saya Yu marga saya Huang. Kalian bisa panggil saya pak tua Huang." Ucap pria tua itu.


" Senang bertemu dengan anda pak tua Huang." Ucap Yara ramah.


' Kenapa informasi yang diberitahukan oleh Sandy saat masih dirumah berbeda jauh dengan kenyataan nya, orang ini terlihat sangat ramah.' Batin Yara berucap.


" Maaf pak tua Huang, saya ingin meminta bantuan anda untuk menerjemahkan bahasa Yunani kuno. Kabarnya anda bisa bahasa itu?" Tanya Sandy.


Huang Yu yang langsung mendengar niat Sandy sedikit kesal sebenarnya. Jika bukan karena gingseng merah berusia 100 tahun yang dijanjikan oleh ketua mafia GHOST di negara C, kemungkinan besar dia tidak akan mau datang kemari. Yara langsung bisa mengerti perubahan raut wajah Huang Yu.


" Maaf pak tua Huang, kakak ku sedikit terburu buru. Apakah anda sudah makan siang? jika belum mari kita makan siang terlebih dahulu. Saya tahu restoran yang menyajikan makanan khas negara C." Ucap Yara ramah.


Huang Yu langsung tersenyum ramah mendengar Yara berbicara.


" Hahaha.. Baik baik, kebetulan saya juga belum makan siang." Ucap Huang Yu.


" Kalau begitu mari, saya akan menjamu anda dengan baik. " Ucap Yara.


Yara memberikan tangan nya kepada Huang Yu, Huang Yu yang tidak pernah memegang lengan orang lain selain asisten nya itu sedikit terkejut, pasalnya ia tidak pernah mau merepotkan orang yang tidak bekerja padanya. Namun melihat wajah tulus Yara yang tidak dibuat buat itu Huang Yu akhirnya menerima uluran tangan Yara.


" Anak baik.. " Ucap Huang Yu kepada Yara.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2