Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 107. Perang 4 kubu.


__ADS_3

Yara berlari secepat yang ia bisa, ia berlari memasuki hutan itu sendirian. Kedua tangan nya memegang pistol. Ia menembaki setiap musuh yang ada dihadapan nya.


' Ini perang Yara, ini perang. Tidak ada belas kasihan, mereka musuh. Jika mereka tetap hidup, maka hidupmu yang akan berakhir.' Batin Yara berucap.


Yara melihat sosok yang ia kenali, Dawn dan Noah. Yara melihat mereka tengah berjuang antara hidup dan mati. Yara berhenti lalu mengeluarkan senapan nya yang ia gendong di punggung. Yara bersembunyi, lalu ia membidik dan menembaki satu demi satu musuh yang hampir saja menembak Noah.


Setelah dirasa aman, Yara pun keluar dan menghampiri Dawn juga Noah.


" Noah, apa yang terjadi?" Ucap Yara.


" Y kau datang.?? Y tolong lah ketua, kita di kepung musuh. Ada anggota yang tidak di ketahui disini." Ucap Noah.


" Jika anggota itu berpakaian serba hitam dengan masker diwajah mereka , itu tim ku." Ucap Yara.


" Bukan, mereka menggunakan seragam militer." Ucap Noah.


' Militer.??' Batin Yara.


" Dimana Ethan.?" Tanya Yara.


" Ketua di depan, dia sendirian. Semua tim berpencar jadi tidak ada yang tahu posisi ketua. dan lagi, Ear piece kita tiba tiba saja mati." Ucap Noah.


" Kamu sembunyilah dengan Dawn atau jika kalian kuat berjalan, berjalan lah sampai ujung, ada tim ku disana." Ucap Yara.


Noah mengangguk, Yara langsung berkemas, ia menggendong kembali senapan nya di punggung lalu ia pun pergi.


' Siapa.? Siapa yang menyerang diam diam? Kenapa penyerangan ini di ketahui pihak lain, apakah ada mata mata diantara kami.' Batin Yara bermonolog.


DOR.!


DOR.!!


Terdengar suara tembakan yang menyadarkan Yara dari pikiran nya. Ia berhenti , dari kejauhan ia melihat Rayson yang sedang membabibuta. Rayson tengah berkelahi dengan anggota Mavros drakos yang selalu berada disisi Kristin.


" Katakan, akhir hidup seperri apa yang kau inginkan.! " Ucap Rayson.


Rayson berhasil mengunci leher musuh dengan kedua kakinya hingga pria itu kelabakan hampir kehabisan nafas.


" Katakan!!! Beraninya kau mengusik harimau tidur.!! " Teriak Rayson.


" Ugh.!! Eeekkkhh.!! " Suara pria yang tercekik kaki Rayson.


Yara melihat mata pria yang di kunci oleh Rayson itu seperti memberi isyarat, Yara pun mengikuti arah pandang pria itu dan terkejut, rupanya ada kawan nya yang tengah mengarahkan senapan kearah Rayson. Dengan sigap Yara menembak pria itu dengan pistolnya.


DOR.!! DOR.!!

__ADS_1


Seketika pria itu tewas di tempat.


Rayson terkejut, melihat Yara berdiri dengan dua pistolnya dan telah menembak mati musuh. Dirinya terlalu lalai, hingga tak menyadari ada musuh lain.


" Beraninya kau berusaha membunuhku.!! Mati kau.!!" Ucap Rayson, Rayson menguatkan kuncian kakinya hingga musuh tidak berdaya dan akhirnya mati karena Rayson mematahkan lehernya.


BRUK.!!


Rayson menendang tubuh musuh yang ada di atas kakinya.


" Hufft.. Huftt.. " Nafas Rayson memburu.


" Dimana Ethan.?" Tanya Yara.


" Aku tidak tahu, kami berpencar dan ear piece kami mati." Ucap Rayson.


Rayson menatap Yara penuh selidik, ia bingung sosok yang di hadapannya ini Yara yang asli atau bukan. Karena menurut Ethan , Yara memiliki saudara kembar.


" Kalau begitu ayo." Ucap Yara.


Rayson mengesamoingan terlebih dahulu rasa penasaran nya, ia pun berlari bersama Yara menuju pusat markas Mahkota berduri.


" Yara, dari mana kamu tahu disini markas mahkota berduri?" Tanya Rayson sambil berlari.


" Kita bahas itu nanti saja, sekarang kita sedang berada di sarang musuh. Akan bahaya jika kita tidak waspada." Ucap Yara .


Mereka pun sampai di sebuah bangunan tua, nampak seperti gedung berlantai 5, namun terawat.


" Ini sarang mereka, Ethan pasti didalam." Ucap Rayson.


Dengan segera, Yara berlari menyelinap masuk kedalam. Ia mengendap endap menghindari musuh. Melihat itu, Rayson tiba tiba tersenyum.


' Than, gadismu datang untuk menyelamatkanmu.' Batin Rayson berucap.


" Gedung ini sangat besar, akan sulit menemukan Ethan." Ucap Yara.


" Tetap di belakangku." Ucap Rayson.


" Itu Bara.!!" Ucap Yara saat melihat Bara yang tengah duduk menyender di dinding.


Bara terlihat ter engah engah, sembari memegangi perutnya. Rayson dan Yara pun langsung berlari menghampiri Bara.


" Bara ! Apa yang terjadi.?" Ucap Rayson.


" Ronald, dia.. Ingin menghabisi Ethan." Ucap Bara sambil ter engah engah.

__ADS_1


" Apa maksudmu, ini kan markas mahkota berduri, kenapa ada ayahnya Ethan disini.?" Ucap Bara.


" Ronald, mengikuti kita. Kita tidak menyadarinya, dia ingin menyelamatkan Kristin, tapi saat dia tahu Kristin tidak ada disini dia bersekutu dengan musuh untuk melawan Ethan. Ethan ada di dalam, Ronald membawanya barusan." Ucap Bara.


" Kau tetap disini dan obati lukanya." Ucap Yara.


Yara menurunkan ransel dan senapan di punggungnya, lalu ia membuka ransel itu mencari sesuatu.


" Ini P3K. Aku akan mencari Ethan." Ucap Yara.


Dengan tergesa gesa, Yara berlari hingga ia meninggalkan ranselnya. Ia hanya membawa senapan dan dua pistolnya saja. Baik Rayson atau Bara, tidak sempat menghentikan Yara.


" Dia..??" Ucap Bara.


" Yara, Yara yang asli." Ucap Rayson.


" Cepat pergi bantu dia, jika Ethan tahu kita membiarkan dia pergi sendirian, kita pasti kena amukan." Ucap Bara.


" Biar aku obati dulu lukamu, baru aku menyusulnya." Ucap Rayson.


Sementara itu, Yara tengah mengendap endap. Ia mendengar suara suara dilantai atas. Namun ia tidak mendengar suara Ethan. Dengan gerakan cepat ia melesat menaiki tangga untuk melihat situasi diatas. Hingga Yara telah berada di lantai 3, Yara masih belum menemukan siapapun disana. Hingga tiba tiba..


DOR.!!


Terdengar suara tembakan dilantai atas.


Yara perlahan menaiki tangga dengan waspada, hingga sampai di ujung tangga ia mendengar suara orang yang ia cari sedari tadi.


" Kau tidak akan menemukan dia lagi, dia terlalu hina dan keji untuk dibiarkan hidup." Terdengar suara Ethan.


" Itu Ethan." Ucap Yara.


Yara menaiki tangga menuju lantai paling atas gedung itu, saat ia sampai disana ia melihat Ethan yang tengah duduk di ikat. Ada juga beberapa pria yang kelihatan nya adalah kelompok yang di sebutkan oleh Noah sebelumnya, mereka menggunakan seragam militer. Dan ada satu pria paruh baya yang yara tahu namanya , dia Ronald, ayah kandung Ethan.


" Kau tahu, Roger sempat membujuku untuk menerima mu. Awalnya aku berpikir, aku akan menerima kehadiranmu, tapi saat mendengar bahwa kau akan membunuh ibu tirimu, aku sungguh kecewa denganmu." Ucap Ronald.


" Dia bukan ibu tiriku, sejak awal aku tidak menerima nya sebagai ibu tiri. Aku juga tidak butuh kau terima diriku, dengan atau tanpa kehadiranmu, aku bisa tetap hidup. Rupanya apa yang aku katakan kepadamu belum juga bisa membuka mata dan hatimu. Otak mu hanya diisi oleh Kristin seorang. Jika demikian mengapa kau hadirkan ibuku di antara kalian.?" Ucap Ethan dengan tatapan tajam kearah Ronald.


" Kau yang bersalah, tapi kau menyalahkan seseorang yang kau bawa sendiri di kehidupan pernikahan mu dengan istirmu, lalu kau membuang kami tanpa sedikitpun perasaan. Tapi aku tidak mengapa, aku tidak butuh sosok ayah sepertimu yang baj*ngan itu." Ucap Ethan lagi.


" ETHAN DOMINIQUE.!!"


Teriak Ronald sembari menodongkan senjatanya kearah Ethan.


DEG..!!

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2