
Setelah Kristin dan rombongan nya itu pergi, Ryu pun masuk ke dalam kediaman Yara. Ia memarkirkan mobilnya di parkirsn bawah tanahnya, agar tidak ada yang tahu bahwa ada yang datang. Ryu melihat kediaman Yara yang seperti kapal pecah. Sisa sisa kaleng bom asap sudah tidak ada karena sudah di bersihkan oleh anak buahnya.
Ryu menaiki lift menuju kamar Yara, kemudian ia masuk kedalam kamar Yara. Rumah itu dia yang memilih, tentu saja dia tahu dimana saja letak letak tempat tersembunyi yang tidak bisa di akses orang lain.
Seperti sekarang ini, dirinya menggeser sebuah lemari, dan dibelakang lemari itu ada semacam walk in closet yang berjejer pakaian Yara. Tentu saja pakaian pria, tak ada satu pun gaun disana.
" Ya Tuhan, aku sungguh merasa bersalah pada adik ku. Dia seorang gadis, tapi harus rela mengorbankan dirinya berpura pura sebagai laki laki. Sedangkan aku selama ini hidup dengan bergelimangan harta." Ucap Ryu sedih.
Ryu kemudian menggeser sebuah dinding kayu, rupanya ada pintu disana. Dan pintu itu adalah pintu penyimpanan semacam brankas kecil, Ryu membuka brankas itu dengan tanggal lahirnya tentu saja. Brankas itu pun terbuka, dan terlihat sebuah kotak kecil.
" Rupanya begini bentuk dari segel itu." Ucap Ryu.
Ryu menyimpan segel itu kedalam sebuah kantong, lalu ia pun menutup brankas itu dan berjalan keluar dari sana. Namun saat ia akan keluar dari dalam ruang rahasia itu, ia mendengar suara dari luar ruangan.
Ryu pun berjalan menuju sebuah kaca yang terdapat di sisi dinding. Kaca itu adalah kaca dua arah jadi Ryu bisa mengintip tanpa takut dirinya ketahuan. Ryu terkejut saat melihat siapa yang berada di kamar adik nya itu. Rupanya Ethan berada disana.
" Sedang apa dia berada disini." Ucap Ryu heran.
Ryu memperhatikan gerak gerik Ethan, tidak ada yang mencurigakan, justru kesenduan yang terlihat dari wajah Ethan. Ethan memperhatikan kesekelilingnya, dan pandangan nya berhenti di satu titik. Ryu mengikuti arah pandang Ethan dan ia terkejut, ia lupa menutup pintu lemari saat ia masuk.
" OH, ****.!! Bodoh, aku lupa menutup pintu lemari nya." Ucap Ryu panik.
Ia melihat Ethan berjalan mendekat kearah pintu lemari itu saat tangan nya hampir menyentuh pegangan pintu, tiba tiba Ethan mendapatkan serangan secara tiba tiba. Ryu sendiri kaget, rupanya anak buah Kristin kembali lagi kesana.
Ethan berkelahi dengan beberapa anak buah Kristin, beruntungnya Ethan sangat ahli dalam bela diri, empat anak buah Kristin dengan mudah dikalahkan oleh Ethan. Namun Ryu melihat lift menuju keatas, dan dipastikan ada orang lain lagi yang naik keatas. Dengan sigap Ryu membuka pintu dan menarik Ethan kedalam. Lalu ia menutup pintu lemari rahasia itu.
" Yara.. " Ucap Ethan ketika melihat Ryu yang tengah sibuk mengunci pintu ointu itu dari dalam.
Ryu yang panik, tidak memikirkan resiko akan ketahuan Ethan. Bagi Ryu, Ethan bukan musuh, juga bukan teman, tapi sekutu. Karena mereka sama sama musuh Kristin.
" Kenapa kau ada disini.?? Kau cari mati.?" Ucap Ryu setelah selesai mengamankan pintu.
" Kamu.. Yara.??" Ucap Ethan dengan pandangan bertanya tanya.
" Menurutmu? Setan.? Katakan, kenapa kau ada disini.?" Ucap Ryu.
" Kamu bukan Yara.." Ucap Ethan penus selidik.
" A. Apa maksudmu.? Aku Yara tentu saja." Ucap Ryu sedikit gelagapan.
__ADS_1
BRAK.!!!
Ryuchie dan Ethan terlonjak kaget ketika mendengar suara yang begitu kerasnya.
Dengan cepat, Ryu menuju ke kaca untuk melihat apa yang terjadi. Disana terlihat Kristin yang terlihat sangat emosi.
" Dia mengikutimu??" Tanya Ryu kepada Ethan.
" Aku tidak merasa ada yang mengikuti saat kemari, bisa jadi dia berjaga di sekitar sini." Ucap Ethan.
" Dimana kau memarkir mobilmu.?" Tanya Ryu.
" Di halaman depan tenru saja.." Sahut Ethan.
" Bodoh, mobil mu mengundang mereka datang kemari. Lalu apa kau sendirian.?" Tanya Ryu lagi.
" Ya, aku sendirian." Ucap Ethan.
Entah mengapa Ethan merasa tidak sedang berbicara pada Yara. Tapi lebih merasa sedang berbicara dengan orang lain.
" Haishh.!! " Keluh Ryu frustasi.
" Yara.. " Panggil Ethan.
" Dimana kalungmu.?" Ucap Ethan.
" Kalung.?? " Tanya Ryu bingung.
Karena Ryu tidak tahu adiknya menggunakan kalung.
" Kalung Salib putih itu." Ucap Ethan.
' Sialan, Sandy tidak bilang adik ku memakai kalung.' Batin Ryu berucap.
" Oh.. kalung itu , aku simpan tentu saja. Akhir akhir ini aku sedang tidak ingin memakai kalung." Ucap Ryu bersandiwara.
" Kalau boleh tanya , sebenarnya kakung dari siapa itu? Seperti ya sangat spesial bagimu.?" Tanya Ethan memancing.
" Itu.. Peninggalan dari orang tua kandungku. Iya, mereka meninggalkan kalung itu saat aku bayi." Ucap Ryu sedikit kelabakan.
__ADS_1
' Dia bukan Yara.. Sekarang aku yakin seratus persen dia bukan Yara..' Batin Ethan bermonolog.
" Oh.. Pantas saja kau tidak pernah melepasnya." Ucap Ethan.
" Iya.. Hehe." Sahut Ryu.
' Masa bodoh, aku tidak tahu kalung itu dari siapa. Aku asal bicara saja, lagi pula dia juga pasti akan berpikir sama denganku.' Batin Ryu bermonolog.
Ryu tidak tahu saja, bahwa dirinya telah membuka penyamaran nya sendiri. Ethan sengaja memancingnya untuk berbicara. Yara yang asli tentubm saja tahu itu dari siapa, kalung Salib itu adalah pemberian dari Ethan.
Ryu kembali melihat situasi di luar, rupanya sudah sepi. Dipastikan kemungkinan besar Kristin dan orang orang nya sudah pergi dari sana.
" Mereka sudah pergi, ayo." Ucap Ryu.
Ryu pun perlahan membuka pintu rahasia itu, satu per satu, hingga akhirnya terbuka sempurna.
Saat Ryu hendak keluar, Ethan memegang pergelangan tangan Ryu , dan Ryu pun berbalik bingung.
" Ada apa.?" Tanya Ryu.
" Apa yang kamu bawa.?" Tanya Ethan.
Ryu lupa, dirinya tidak menyembunyikan kantong berisi segel itu dari Ethan.
" Bukan apa apa, cepat pergi sebelum mereka kembali lagi." Ucap Ryuchie.
' Tangan nya besar, walaupun kulitnya halus, tapi ini lebih seperti tangan laki laki.' Batin Ethan bermonolog.
" Yara, kamu lupa.?? " Ucap Ethan.
" Lupa apa.?" Tanya Ryu.
" Kamu lupa bahwa Kristin itu musuh kita berdua.? Jika kamu sedang dalam kesulitan, tentu saja aku harus membantumu. Bukankah kita satu tim? Dan lagi, kenapa kamu begitu menjaga jarak denganku?" Ucap Ethan.
" Hei dengar, saat ini bukan saat yang pas untuk membahas strategi oke. Kita bisa bahas nanti di tempat yang lebih aman dan damai. Sekarang ini lebih baik kita cepat keluar sebelum orang orang itu kembali, kita tidak membawa tim." Ucap Ryu sedikit kesal.
" Baiklah, ayo keluar." Ucap Ethan mencoba memeluk Ryu , namun dengan segera Ryu mundur dan berlari.
' Sudah dipastikan, dia adalah saudara kembar Yara. Jika dia bukan kakak nya, maka dia adiknya. Tapi jika dilihat dari sifatnya, sepertinya dia adiknya Yara, yang berarti dia calon adik iparku.' Batin Ethan bermonolog.
__ADS_1
" Jangan berlari, kenapa kau meninggalakn aku, kita satu tim." Teriak Ethan.
TO BE CONTINUED..