
Yara terbengong di tempat, perjodohan? Kakeknya sempat akan menjodohkan dirinya dengan Ethan?
" Aku tidak mau.. " Ucap Yara.
Ethan sedikit terkejut mendengar penolakan Yara, memang ia sudah menebak kemungkinan besar Yara akan menolak keinginan itu, tapi dia tidak menyangka bahwa Yara menolaknya secara lanhsung tanpa menggunakan sedikitpun basa basi.
" Kenapa.??" Tanya Ethan.
" Cinta harus datang dari hati.. Hati yang tulus baru bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Jangan karena kedua kakek kita menjodohkan kita lalu kita harus memenuhinya, aku tidak mau seperti itu." Ucap Yara.
Ethan tersenyum, ternyata Yara bukan menolaknya, hanya menolak cara perjodohan itu.
" Berarti kamu tidak menolak jika tanpa perjodohan?" Tanya Ethan.
" Eh.?? " Tanya Yara bingung.
" Kamu bilang barusan kamu tidak mau jika kita bersama karena sebuah perjodohan kan?" Tanya Ethan.
" Iya." Ucap Yara, Yara tidak menyadari bahwa secara tidak langsung dirinya tidak menolak Ethan.
" Berarti misiku bertambah satu." Ucap Ethan.
Yara semakin mengernyit bingung, ia semakin tidak mengerti maksud pembicaraan Ethan.
" Misi mu bertambah satu, misi apa.?" Tanya Yara.
" Misi meluluhkan hatimu dan membuat kamu jatuh cinta padaku." Ucap Ethan.
Dan entah mengapa seketika Yara merona mendengar Ethan mengutarakan tujuannya secara lantang.
" Apa kau minta dibunuh.?" Ucap Yara menghilangkan kegugupan.
" Jika kamu membunuhku, maka kamu akan menjadi perawan tua selamanya." Ucap Ethan tak tanggung tanggung.
Yara terkejut mendengar sumpah Ethan itu.
" Kau, jahat sekali kau menyumpahiku menjadi perawan tua." Ucap Yara.
" Kan itu hanya berlaku jika kamu membunuhku. Jika itu terjadi, aku akan menjadi hantu dan bergentayangan mencari mu. Lalu aku akan mengganggumu, membuat pria manapun tidak bisa dekat denganmu. Sampai kamu tua dan mati lalu kembali padaku." Ucap Ethan dengan lantang.
" Mengerikan.. " Ucap Yara.
Ethan terkekeh mendengar jawaban Yara. Ia juga merasa konyol sendiri mengapa dirinya bisa sampai mengatakan hal hal seperti itu.
" Jadi.. Kamu harus memberiku kompensasi apa jika tidak mau dijodohkan denganku.? Ucap Ethan.
Yara kembali sadar, poin pentingnya adalah memberikan kompensasi kepada Ethan. Kemudian ia berpikir, sangat lama berpikir sampai Ethan merasa pegal lehernya karena menunggu Yara mencari cara untuk memberi kompensasi kepadanya.
" Aku... Aku tidak menemukan ide apapun. Secara materi, kau sudah kaya raya. Apa yang kurang darimu? Mmm.. Aku bingung." Ucap Yara kemudian.
Ethan menghela nafas, lama ia menunggu jawaban. Tapi gadis di sebelahnya itu malah memikirkan hal yang tidak pasti.
" Bagaimana jika kamu mengizinkan aku mengejarmu.?" Ucap Ethan akhirnya.
" Aku tidak mau lari kemana mana, cuaca diluar sangat panas, gila saja kalau main kejar kejaran di siang bolong begini." Ucap Yara.
Yara tidak mengerti arti mengejar yang dimaksudkan oleh Ethan.
" Astaga.. Kenapa bisa ada makhluk bodoh sepertimu ini Yara..." Ucap Ethan frustasi.
" Enak saja aku bodoh, aku memang hanya tamatan SMA tapi aku tidak bodoh. Kau yang bodoh, meminta kejar kejaran di siang bolong. Orang mana yang mau main kejar kejaran." Ucap Yara sedikit emosi.
" Bukan mengejar itu yang aku maksud Yara.. " Ucap Ethan dengan nada gemas.
Ethan meraih kedua pipi Yara dan menekannya, hingga bibir Yara sedikit manyun seperti mulut ikan. Ethan tersenyum melihat itu, menggemaskan pikirnya.
" Maksudku mengejarmu adalah, kamu mengizinkan aku untuk mengejar cintamu, membuatmu jatuh cinta padaku, dan mau menjadi kekasihku." Ucap Ethan.
Yara terbengong..
' Apakah dia sedang mengutarakan perasaan nya padaku? Apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin berkomitmen dengan siapapun untuk saat ini. Lagipula, setelah semua ini berakhir aku akan pergi dan tinggal dengan kedua orang tuaku.' Batin Yara bermonolog.
Melihat Yara hanya diam tidak bicara akhirnya Ethan mengecup bibir Yara, hingga Yara terkejut dan menjauhkan dirinya.
" Kau.. " Ucap Yara sedikit meninggi.
' Ciuman pertamaku..' Batin Yara bermonolog.
__ADS_1
" Kamu terlalu lama berpikir, aku anggap diam mu adalah jawaban setuju atas permintaanku." Ucap Ethan.
Ethan tersenyum senyum sendiri, ia merasa bibir Yara terasa begitu kenyal. Sesungguhnya itu juga merupakan ciuman pertama Ethan, dan tidak dipungkiri saat ini jantungnya berdetak tak kalah cepat dengan Yara. Mereka sama sama berdetak tidak karuan.
' Kenapa aku merasa menjadi seorang pria cabul, jika di ingat ingat lagi, usianya dan usiaku terpaut cukup jauh.' Batin Ethan bermonolog.
Memang benar cukup jauh, usia mereka terpaut 8 tahun, Walaulun begitu Ethan tidak terlihat tua, wajahnya justru terlihat lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Bisa di katakan Ethan memiliki wajah Baby face.
Dan saat ini mereka berdua sama sama canggung, suasana didalam mobil itu sangat canggung sekarang. Baik Ethan dan Yara saat ini masih tenggelam dalam pikiran masing masing, hingga suara dering telepon membuyarkan mereka.
Rupanya Jilian menghubungi Ethan, bahwa di kediamannya saat ini ada ayahnya, Ronald Dominique.
" Mau apa dia datang?" Tanya Ethan.
" Tidak tahu, lebih baik kau kembali sekarang." Ucap Jilian dari seberang sana.
Suasana hati yang tadinya bahagia, kini menjadi kembali sendu. Lebih tepatnya kemarahan, entah mengapa terlihat kilatan amarah dimata Ethan.
" Baiklah.. " Ucap Ethan akhirnya. Dan panggilan itu pun berakhir.
" Kau ada urusan?" Tanya Yara.
" Mmm.. Aku akan mengantarmu pulang, berikan kunci mobilnya." Ucap Ethan.
Meskipun sempat emosi, tapi setelah menatap Yara hanya ada kelembutan dimatanya. Yara ysng sempat melihat kilatsn amarah dimata Ethan akhirnya mengalah, sekarang mereka bertukar posisi. Ethan yang mengemudikan mobil itu dan melaju pergi ke kediaman Yara .
Tidak ada percakapan di sepanjang jalan, hanya saja Ethan sering memberikan senyuman kepada Yara saat tatapan mereka tidak sengaja bertemu. Bagi Ethan, Yara sudah seperti obat. Obat paling ampuh yang bisa mengembalikan mood baiknya.
Hingga tak terasa mereka pun yelah sampai di kediaman Yara.
" Ini kuncinya. Aku pulang dulu, jangan berbuat sesuatu yang membahayakan oke, dan jika butuh sesuatu kamu bisa langsung katakan saja padaku. Mulai hari ini aku resmi mengejarmu." Ucap Ethan.
Yara tidak bisa berkata apa apa, Setelah mengatakan itu Ethan langsung pergi memasuki mobilnya tanpa menunggu sahutan Yara.
" Aku harus bagaimana..?" Ucap Yara lirih.
Setelah Ethan pergi, Yara masuk kedalam rumahnya dan sudah melihat Jack dan Caleb yang tengah duduk di ruang tengah.
" Kalian ada disini.?" Ucap Yara.
" Aku baik baik saja, bagaimana Kristin? Apa dia masih mengamuk?" Tanya Yara.
" Masih, dia benar benar gila. Dia hampir saja bumuh diri tadi menggunakan pecahan kaca dari piring makanan yang dia buang." Ucap Caleb.
Mendengar itu, Yara pun langsung bergegas menuju ruang bawah tempat Kristin di kurung.
" Akhirnya kau datang juga, lepaskan aku anak sialan. Anak buahku pasti akan menemukanku dan membunuhmu, sampai saat itu terjadi jangan sampai kau menyesali perbuatan mu ini." Ucap Kristin setelah melihat kehadiran Yara.
" Keras kepala sekali. Biar kuberitahu sesuatu.. Putramu, Roger.. Saat ini tengah mencarimu, apa kau ingin bertemu dengannya.?" Ucap Yara.
Kristin terkejut, lalu kemudian ia menghilangkan keterkejutannya itu dengan cepat.
" Rupanya dia masih hidup? Kenapa tidak mati saja anak sialan itu." Ucap Kristin.
Yara menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak mengerti mengapa ada manusia seperti Kristin ini, lain di hati lain dibibir tentang putranya sendiri.
" Aku yang akan membunuhnya." Ucap Yara.
Dan ekspresi Kristin berubah menjadi dingin dengan tatapan tajam kearah Yara.
' Ayo.. aku mau lihat sampai kapan kau mau berpura pura tidak peduli pada putramu sendiri. Aku akan memancingmu, untuk mencari kelemahanmu.' Ucap Yara dalam hati.
" Bunuh saja, lagi pula aku tidak butuh anak tidak berguna sepertinya." Ucap Kristin lalu memalingkan wajahnya.
" Benar begitu?? Kalau begitu baiklah, hubungan nya dengan Ethan juga tidak baik, apalagi saat ini putramu itu berada di kediaman Ethan, mudah bagiku untuk menangkapnya, lalu membunuhnya. Dia sudah tidak berguna lagi." Ucap Yara masih memancing Kristin.
Terlihat kesenduan di wajah Kristin, entah mengapa beberapa hari ini ia tidak pandai menyembunyikan perasaan nya seperti biasanya. Dia hanya tidak menyadari, bahwa alam bawah sadar nya lebih mendominasi saat ini.
Yara berjalan menuju lemari yang sebelumnya saat ia mengambil cairan yang disuntikan kepada Kristin. Kristin kembali melihat Yara menyiapkan suntikan itu, dirinya pun mulai berteriak.
" Kau mau apakan aku hah.!! Jangan suntikan sesuatu pada tubuhku, aku tidak suka.!!" Teriak Kristin.
" Suka atau tidak aku tidak bertanya pendapatmu. Cukup kau diam, maka ini tidak akan sakit." Ucap Yara.
" Tidak!! Aku tidak mau, Nayara Valerie beraninya kau.!! Tidak.!! " Teriak Kristin.
Namun sayang, Yara tetap menyuntikan cairan itu dan Kristin langsung hilang kesadaran. Kini Yara hanya tinggal menunggu hingga Kristin kembali terbangun dengan alam bawah sadarnya.
__ADS_1
" Semoga kau memberiku jawaban yang memuaskan nanti." Ucap Yara, kemudian Yara pergi dari ruangan Kristin.
.........
Di tempat lain, kediaman Ethan.
Saat ini Ethan baru saja duduk dihadapan ayahnya, Ronald Dominique. Tidak ada sapa menyapa atau kehangatan keluarga yang terasa disana, tapi lebih terlihat seperti musuh.
" Kudengar kau sudah menemukan Kristin.?" Ucap Ronald.
" Untuk pertama kalinya setelah bertahun tahun hingga usia ku sudah 28 tahun. Kau datang kemari, hanya untuk menanyakan wanita itu?" Tanya Ethan.
Benar, setelah kepergian Kristin di tahun itu, baik itu Ethan dan ibunya, serta Roger. Kehidupan kereka pun berantakan. Mereka semua saling menyalahkan satu sama lain, dan memutuskan untuk membangun dantinggal di kediaman masing masing. Mereka akan berkumpul hanya jika John yang meminta.
" Kau tahu usiamu sudah 28 tahun tapi kau berbicara seperti itu pada ayahmu, apakah pantas?" Ucap Ronald.
" Pantas tidaknya itu bukan urusanmu. Lagi pula sejak kapan kau menganggapku anak.?" Ucap Ethan.
Terdengar sadis memang, tapi sejak awal itu semua adalah salah Ronald yang tidak bisa tegas menjadi laki laki. Dia tidak bisa menjadi penengah yang baik bagi keluarganya, hingga semuanya hacur.
" Jika begitu anggapanmu, maka jawab saja pertanyaanku. Dimana kau sembunyikan Kristin.?" Ucap Ronald.
" Aku tidak tahu, bukan aku yang menyembunyikan nya." Ucap Ethan.
" Jangan keras kepala, kau sudah memiliki semuanya, harta , warisan, kekuasaan, kau kurang apa lagi? Aku hanya memintamu memberitahu dimana keberadaan nya." Ucap Ronald Egois.
" Harta, warisan dan kekuasaan yang kau sebutkan itu adalah hasil dari kerja kerasku sendiri. Tidak ada hubungannya dengan Harta dan warisan yang di berikan oleh kakek kepadaku. Aku tidak pernah mengambil sepeserpun dari keluarga Dominique. Aku memulainya dari bawah, atas kepintaran dan usahaku sendiri. Jadi jika kau kalah, itu bukan salahku." Ucap Ethan.
" Ck, kau bahkan mengendalikan hampir keseluruhan perusahaan dan anak cabang, tapi kau bilang tidak mengambil sepeserpun, munafik." Ucap Ronald.
" Kau bisa tanyakan kepada kakek tentang itu. Aku membeli saham saham itu, bukan memintanya secara cuma cuma dari kakek walau kakek memaksa ku, aku menolak." Ucap Ethan.
Ronald terkejut, selama ini dirinya berpikir bahwa Ethan meracuni pikiran John agar memberikan keseluruhan harta warisan serta saham perusahaan nya kepada Ethan. Tapi siapa sangka ternyata Ethan membayar untuk itu."
" Lalu kemana uang itu.?" Tanya Ronald.
Ethan sungguh tidak habis pikir dengan pria dihadapannya itu. Dalam otak nya, hanya ada Harta dan uang.
" Kau bisa tanyakan itu pada kakek. Biar aku memberitahumu sesuatu, kalian semua hidup dari uangku asal kalian tahu itu." Ucap Ethan.
" Tidak mungkin.. " Ucap Ronald.
" Tidak mungkin? Kau pikir perusahaan keluarga Dominique masih bisa berdiri tegak jika bukan karena aku yang menyokongnya.? Sementara kau yang seharusnya bertanggung jawab atas perusahaan itu hanya bisa main gila dengan perempuan.? Lalu kau juga menghabiskan hampir semua dana perusahaan hingga hutang dimana mana demi mencari keberadaan istri pertamamu. Kau pikir siapa yang membayar untuk itu? Dirimu? Paman kedua? Atau paman ketiga? " Ucap Ethan lugas.
" Aku yang melunasi semua hutang itu, dan membangun kembali pondasi perusahaan yang hampir jatuh karenamu. Lalu setelah perusahaan itu sudah kembali berdiri tegak, kalian dengan tidak tahu malunya menyerangku secara diam diam, dan berusaha membunuhku beramai ramai.
Katakan.. Siapa disini yang sebenarnya pencuri??" Ucap Ethan sedikit Emosi.
Ronald terdiam, memang benar perusahaan kembali bsngkit setelah Ethan yang memimpin. Tapi Ronald tidak tahu jika rupanya Ethan tidak hanya memimpin saja, tapi membangun kembali.
" Silahkan kau pergi daei rumahku, bukan aku ysng menyembunyikan istri pertamamu. Oiyah, dan asal kau tahu, wanita yang teramat sangat kau cintai itu, sudah hampir membunuh putra kandungnya sendiri." Ucap Ethan.
DEG.!
Ronald terkejut.
" Apa maksudmu.?" Ucap Ronald.
" Kristin Evron, wanita yang kau cintai dengan teramat sangat. Telah menembak Roger, putramu." Ucap Ethan.
" Dia bukan wanita keji seperti itu." Ucap Ronald.
" Bukan wanita keji? Dia berhubungan badan dengan banyak pria, lalu ia juga telah membunuh banya orang orang tidak bersalah, bahkan ia sudah menembak putranya sendiri kau bilang dia bukan wanita keji.?? Terserah kau mau percaya atau tidak." Ucap Ethan. Ethan bangun dari duduknya hendak meninggalkan Ronald namun tiba tiba Ronald berkata.
" Maaf.. "
DEG.!!
Ethan terkejut mendengar Ronald mengucapkan kata maaf.
" Katakan kepadannya aku minta maaf padanya." Ucap Ronald.
Lagi... Ethan kembali menerima kenyataan pahit, ia pikir Ronald meminta maaf padanya, rupanya tidak. Ethan kembali merasa bahwa dirinya, kelahiranya benar benar tidak berarti dimata Ronal.
" Kau bisa ucapkan itu sendiri padanya, dia ada di belakangmu." Ucap Ethan, lalu ia segera pergi dari ruangan itu menuju ruangannya.
TO BE CONTONUED..
__ADS_1