Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 169. SEASON 2. Vaye di jebak.


__ADS_3

Vaye pergi dari tempat turnamen itu bersama Nicholas. Tapi Vaye tidak sadar seseorang menatapnya begitu tajam. Dia adalah anak laki yang sebelumnya bertemu di bar, Henry.


Ia menjadi dendam dengan Vaye. Setelah Vaye pulang, Timothy kembali masuk dan langsung menghajar Henry hingga Henry berdarah darah. Timothy menegaskan bahwa jangan sekali kali dia mengganggu Vaye, dan setelah mengatakan itu, Timothy juga pergi dari bar.


" Vaye... Kau sudah membuat aku di hajar Timothy. Kau ahli bela diri bukan? Baik... Aku akan membuat perhitungan denganmu." Ucapnya, penuh dendam. ?


Vaye dan Nicholas berkendara dengan motor, mereka saat ini menuju ke sebuah taman rakyat. Akhir pekan memang banyak muda dan mudi yang datang kesana, terutama karena tempat itu baru saja di buka, jadi sangat ramai.


Dan tak lama, mereka pun sampai disana. Nicholas memarkirkan motornya lalu turun dan membuka kan helm di kepala Vaye.


" Wah.. Ramai sekali." Ujar Vaye.


" Tempat ini baru buka." Ujar Nicholas.


Mereka berdua masuk kedalam dan terlihat banyak sekali penjual penjual di sepanjang jalan. Vaye yang lapar menjadi tergoda melihatnya.


" Apakahbkamu mau coba?" Tanya Nicholas.


" Apakah ini aman? Maksudku, aku belum pernah memakan sesuatu di tempat seperti ini." Ujar Vaye.


" Aman, aku sering makan disini kok. Tapi ya perut orang masing masing, mungkin kamu akan kaget seperti perfama kali aku makan di sini dulu." Ujar Nicholas.


" Baiklah, aku akan coba." Ujar Vaye, dan mendatangi sebuah kedai yang menjual telur gulung.


" Ibu, saya boleh coba satu?" Tanya Vaye, dan Nicholas terkekeh.


" Jika kamu mau beli, langsung beli. Disini tidak bisa di coba." Ujar Nicholas.


" Oh.. rupanya begitu. Kalau begitu saya beli lima saja dulu." Ujar Vaye.


" Yakin cuma lima?? " Tanya Nicholas pada Vaye, dan Vaye mengangguk yakin.


" Bu, saya 20 tusuk." Ucap Nicholas.


" Astaga! Banyak sekali.. " Ujar Vaye terkejut.


" Kamu akan tahu nanti." Ujar Nicholas.


Nicholas menarik tangan Vaye untuk mencari tempat duduk, Setelah dapat Nicholas menghampiri penjual minuman dan membeli dua botol minuman.


" Kamu sepertinya hafal sekali dengan tempat ini, katamu tempat ini baru di buka? " Ujar Vaye bingung.


" Taman rakyat ini memang baru di buka, tapi sebelum itu juga disini dulunya ada taman. Nah, disana.. " Ujar Nicholas sambil menunjuk taman di seberang taman itu.


" Dan penjual makanan itu sudah sejak dulu ada disini." Ujar Nicholas lagi, dan Vaye manggut manggut.


" Kamu tunggu disini, aku ambil telur gulungnya dulu." Ujar Nicholas.


Nicholas pergi, dan tak lama dia kembali dengan dua bungkus telur gulung. Lima tusuk milik Vaye dan 20 tusuk milik Nicholas. Nicholas memakan telur itu dengan perasaan bahagia.


" Hm!! Ini..." Ucap Vaye terkejut.


" Enak??" Tanya Nicholas.


" Sekali.." Ujar Vaye berbinar, dan Nicholas terkekeh.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya berbagi telur gulung itu dan makan bersama. Tiba tiba ada beberapa anak kecil yang menghampiri Nicholas. Mereka bahkan mengenal Nicholas.


" Kak Nicho.. " Ujar anak kecil laki laki.


" Hei, kalian ada disini." Ujar Nicholas.


" Ya, kak Nicho, sudah lama tidak datang kemari." Ujar anak itu.


" Karena kakak sibuk sekolah, kalian sudah makan?" Tanya Nicholas, dan 4 anak itu menggeleng.


" Pesanlah apa yang kalian mau, kakak yang bayar." Ujar Nicholas, dan semua anak itu langsung sumringah.


" Terimakasih kak." Ujar anak anak itu dan pergi.


Vaye terkejut, rupanya Nicholas bisa berbicara begitu lembut dan baik pada anak kecil. Ia jadi teringat dengan kejadian saat ia melihat Nicholas memberikan bungkusan pada tunawisma di jalan.


" Kenapa kau menatapku begitu?" Ujar Nicholas.


" Tidak ada, hanya tidak menyangka seorang Nicholas bisa begitu baik. Aku jadi terharu." Ujar Vaye bercanda.


" Ck.. menggelikan." Ucap Nicholas.


" Aku bayar makanan mereka dulu, kamu jangan pergi kemana mana." Ujar Nicholas dan Vaye mengangguk.


Setelah Nicholas pergi, tiba tiba datang Henry. Vaye menatsp malas Henry yang berada di depannya saat ini.


" Mau apa kau?" Tanya Vaye.


" Aku ingin meminta maaf, tapi Timothy mengatakan bahwa aku harus membawamu kepadanya agar dia percaya bahwa aku sudah minta maaf padamu. " Ujar Henry.


" Ayolah, Timothy tidak akan percaya." Ujar Henry.


" Kau telpon saja dia, aku ingun bicara padanya." Ujar Vaye.


" Aku tidak bawa ponsel! Ayolah Vay, hanya sebentar menemui Timothy." Ujar Henry.


Vaye yang kesal akhirnya bangun dan mengikuti Henry. Vaye lupa membawa ponselnya yang ia letakan di atas meja, ia bahkan tidak menunggu Nicholas kembali. Henry berjalan terus lurus dan keluar dari taman rakyat, lalu mesuk kesebuah tempat lain .


" Dimana Timothy sebenarnya?" Tanya Vaye.


" Disana.." Ujar Henry menunjuk sebuah rumah pohon yang terbuat dari kontainer.


Vaye yang kesal berjalan dengan langkah lebarnya, dan naik keatas rumah pohon itu lalu membuka pintunya. Tapi tiba tiba Henry mendorongnya masuk dan mengunci tempat itu dari luar.


" Hei!! Buka!! " Teriak Vaye.


" Kosongkan tempat ini." Ujar Henry pada orang orangnya.


Vaye berada di dalam ruangan kontainer yang di desain seperti cafe tempat berkumpul di dalamnya, dan rupanya ada suara gemericik di dalam sana. Tak lama seorang pria berbadan kekar dan penuh tato keluar dari toilet.


" Wah.. Henry memberiku seorang loly. Nona manis, jangan takut. Kamu cukup rebahan saja, biar kakak yang bermain." Ucap pria itu.


' Bren*sek! Dia menjebakku.' Batin Vaye.


Berpindah ke sisi Nicholas, saat ini Nicholas sedang panik. Ia kembali dari kedai dan mendapati Vaye tidak ada dimanapun. Bahkan ponselnya tertinggal disana.

__ADS_1


Nicholas bertanya pada orang disana yang melihat Vaye, dan mengatakan bahwa Vaye pergi dengan seorang pria yang menggunakan pakaian yang sama dengan Vaye hanya berbeda warna.


" Vaye!!" Teriak Nicholas.


Nicholas sangat panik, ia bertanya pada orang orang disana dengan menyebut ciri ciri Vaye tapi tidak ada yang melihatnya. Hingga Nicholas melihat Henry yang berjalan di ikuti teman teman nya.


" Pakaian yang sama, apakah Henry? Tapi untuk apa Henry mencari Vaye." Gumam Nicholas.


Nicholas melihat dari mana Henry keluar, dan matanya saat ini melihat kearah kontainer berwarna warni yang berada diatas pohon. Nicholas pun bergegas kesana.


Di dalam kontainer, Vaye menatap tajam pria bertato itu. Saat pria itu mendekat dan ingin menyentuh bahu Vaye, Vaye langsung memutar tangan pria itu hingga dia kesakitan.


" AARGH!! BERANINYA KAU!!" Teriak pria itu.


Pria itu memutar tubuhnya dan hendak memukul Vaye namun Vaye mendorongnya hingga pria itu tersungkur di lantai.


" Vaye!!" Terdengar suara teriakan Nicholas dari luar.


Vaye handak bersuara tapi pria itu menarik kaki Vaye hingga Vaye terjatuh dan kepala Vaye membentur lantai dengan keras. Vaye sampai merasa pusing karenanya.


Nicholas mendengar suara benturan itu dari atas, tapi diatas ada tiga kontainer. Nicholas pun lari keatas mencari Vaye.


Pria bertato itu menarik rambut Vaye, hingga kacamata Vaye terjatuh di lantai.


" Nyalimu besar juga, nona. Biar kakak mengajarimu cara menjadi patuh." Ujar pria itu.


Namun ia salah memilih lawan, Vaye adalah pemegang sabuk hitam dan master bela diri. Walau kepala Vaye terbentur dan merasa pusing, Vaye dengan sekuat tenaga mencengkeram tangan pria itu dengan kuat.


Vaye memukul lutut pria itu hingga terdengar bunyi tulang yang patah. Pria itu beretiak, dan Vaye langsung mendorong pria itu hingga ke tepian jendela.Tatapan Vaye saat ini sangat tajam bagai iblis haus darah.


" Jika kau membunuhku, maka kau akan menyesal. Aku adalah anggota Mafia GHOST." Ujar pria itu.


" GHOST??? " Ucap Vaye.


" Ya , kau tahu mafia itu bukan?? Jika kau menyinggungku, maka kau menyinggung mereka juga." Ucap pria itu.


" Oh, sejak kapan paman Ryu memiliki anggota yang bejat seperti dirimu. Kalau begitu, biar aku bantu pamanku menyingkirkan satu anak buah yang meresahkan sepertimu." Ujar Vaye.


" K-kau.. Vaye?? " Ucap pria itu terbata.


" Ya, aku Vaye." Ucap Vaye.


Saat Vaye hendak mendorong jatuh pria itu, Nicholas berhasil mendobrak pintu dan masuk. Nicholas langsung menarik Vaye ketepi dan memukuli pria itu dengan brutal.


" Beraninya kau menyakiti Vaye!!" Ujar Nicholas.


BAK!! BUK!! BAK!! BUK!!


Pria itu sampai teler dan berdarah darah.. Setelah pria itu hilang kesadaran, Nicholas bangun dengan nafas ter engah engah. Nicholas langsung memeluk Vaye setelah menghajar pria itu.


" Sukurlah, kamu baik baik saja." Ujar Nicholas. Tapi saat Nicholas memegang kepala Vaye, tangan nya basah, rupanya kepala Vaye berdarah.


" Vaye, kamu berdarah! Ayo kita kerumah sakit." Ucap Nicholas, dan langsung mengandeng Vaye keluar dari sana.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2