
Bara sudah melejit entah kemana, akhirnya Yara mencoba menghubungi Bara.
" Kak Bara kau dimana.?" Ucap Yara.
" Ugh.. Apa aku mengakuimu sebagai adikku.?" Ucap Bara.
" Tidak, Hanya saja melihat dari perbedaan usia kita, tidak pantas aku memanggilmu hanya dengan nama. " Ucap Yara singkat.
" Baiklah, anggap saja begitu. Aku harus kembali ke markas di Nusa Kambangan. Sean akan menggantikan aku." Ucap Bara.
" Eh, lalu mobil mu ini bagaimana.?" Ucap Yara.
" Kau bawa saja ke Penthouse Ethan." Ucap Bara singkat.
" Baiklah. " Ucap Yara , lalu mematikan sambungan telepon nya.
" Lebih baik aku kembali ke perusahaan tuan." Ucap Yara singkat .
Yara menambah kecepatan mobilnya, agar cepat sampai di perusahaan. Dan tak lama ia pun sampai.
Yara tidak berani masuk kedalam , Akhirnya ia memarkirkan mobil Bara di luar gedung. Yara mengatai sekeliling nya, memang terdapat mata mata khusus yang melindungi Ethan. Mengapa Yara bisa tahu, tentu saja karena udah di beri tahu Ethan.
" Sepertinya tanpa aku masuk menjaga di dalam juga aman. Lebih baik aku tunggu di dalam mobil saja sampai jam anakan siang tiba . " Ucap Yara.
Yara hanya duduk di dalam mobil, namun mata nya menangkap satu persatu orang yang lewat. Dan secara tidak sengaja ia melihat orang yang paling di kenal nya, orang dari masalalu nya.
" Kenapa dia disini.?" Ucap Yara yang melihat Darren turun dari mobil dan memasuki gedung perusahaan.
Karena penasaran, Yara pun turun dari mobil dan berjalan mengikuti Darren. Beruntung saat ini ia menggunakan topeng milik Ethan.
" Saya ingin bertemu dengan tuan Ethan Dominique." Ucap Darren kepada seorang resepsionis.
" Apakah tuan sudah membuat janji.?" Ucap petugas resepsionis itu dengan sopan.
" Aku ingin bertemu dengan calon adik ipar ku sendiri apakah harus membuat janji.? Kau yang kurang ajar ini aku akan melaporkan nya kepada Ethan agar di pecat. " Ucap Darren sombong.
Yara yang melihat itu pun hanya geleng geleng kepala. Bagaimana bisa ada orang yang sangat memalukan seperti dia di dunia ini. Akhirnya Yara memiliki sebuah ide gila.
" Maaf tuan, jika tidak ada janji maka tidak bisa menemui Presdir." Ucap Resepsionis itu lagi.
" Kau.!!" " Ucap Darren sembari mengangkat tangan nya hendak memukul petugas resepsionis itu Namun di halangi oleh Yara.
__ADS_1
" Ada apa ini.?" Ucap Yara.
" Siapa kau.? Berani sekali menghalangi.. " Ucap Darren tertahan karena melihat wajah bertopeng Yara.
" Siapa kau? Berani berbuat onar disini.?" Ucap Yara dingin.
Darren langsung ketakutan, Darren mengira bahwa Yara adalah Cucu pertama dari John yang selalu menggunakan topeng dan tidak ada yang tahu seperti apa wajah asli nya.
" Maaf Tuan, saya hanya ingin bertemu dengan Presdir Ethan. Tapi petugas ini melarang ku." Ucap Darren sopan.
Sementara petugas resepsionis itu hendak membela diri pun tidak berani.
" Silahkan ikut aku." Ucap Yara.
Darren langsung tersenyum mendengar ajakan Yara.
Darren mengikuti kemana Yara pergi. Sementara Yara yang belum terlalu hafal dengan perusahaan pun akhirnya memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan ruang tunggu.
" Silahkan duduk." Ucap Yara.
Darren pun langsung duduk.
" Emm.. itu, saya hanya ingin meminta sedikit bantuan kepada Presdir Ethan. Untuk menolong perusahaan saya. Saat ini saya butuh dana tambahan, dan mungkin Presdir Ethan mau membantu saya." Ucap Darren dengan nada sedikit sungkan.
" Ternyata dia ingin menggunakan status ku yang sebagai kekasih Tuan untuk meminta Ethan menolong perusahaan nya." Ucap Yara dalam hati.
" Ada kualifikasi apa kau sampai yakin Ethan akan menerima pengakuanku itu.?" Ucap Yara lagi.
" Melihat dari begitu baiknya hubungan Presdir dengan adik angkat ku, pasti Presdir mau membantuku." Ucap Darren dengan antusias.
" Lancang.!!" Ucap Yara dengan nada tinggi dan membuat Darren seketika kaget dan menciut.
" Hahahaha.. ternyata ada hari dimana Darren ketakutan dibawah orang berkuasa." Ucap Yara dalam hati.
" Sejak kapan ada peraturan seperti itu. Tidak boleh melibatkan urusan pribadi dalam perusahaan. Jika kau ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan ini, kau harus mengandalkan nilai kemampuanmu sendiri.!" Ucap Yara lagi.
" Maaf Tuan, lain kali saya.." ucap Darren tertahan.
" Tidak ada lain kali. Kau di tolak, silahkan pergi." Ucap Yara singkat dengan nada mengusir.
" Baik, permisi tuan." Ucap Darren dengan wajah seperti menahan kesal.
__ADS_1
Darren pun pergi dari sana, Yara juga ikut keluar setelah berhasil menipu Darren.
" Hahaha.. Ternyata mudah sekali menakuti dia. Dia pasti berpikir aku adalah kakak nya Tuan. " Ucap Yara sembari tertawa dalam hati.
Sementara kini Darren sedang mengemudikan mobilnya pergi dari perusahaan itu sembari berdecak kesal dan menghubungi seseorang.
" Halo, Aku tidak bisa menemui Ethan sekarang. Tidak aku sangka cucu pertama nya tuan John Dominique ada disini. Apa ! Lalu siapa yang baru saja aku temui.? Baiklah, lain kali saja. Bye.. " Ucap Darren yang langsung mematikan sambungan telepon nya.
" Cucu pertama tuan John tidak pernah datang kesini, kalau begitu tadi siapa.? Tidak benar, pasti ada yang sengaja menyamar menjadi orang itu lalu menipuku agar tidak datang kemari. Itu pasti orang suruhan nya Yara.. " Ucap Darren.
Darren memutar balik mobilnya dan kembali ke perusahaan milik Ethan. Setelah ia memarkir mobilnya, ia langsung masuk kedalam perusahaan dan mencari keberadaan orang bertopeng itu.
" Cih, penipu.!" Ucap Darren yang langsung menghajar seorang pria bertopeng.
" Berani nya kau.!! " Ucap Pria itu.
" Tidak usah berpura pura lagi, Aku sudah tau cucu dari tuan John tidak pernah datang ke perusahaan ini. Kau hanya penipu yang menyamar kan.? Kau orang suruhan si ****** sialan itu kan.?!" Ucap Darren yang mencengkeram kerah baju pria bertopeng itu.
Tiba tiba pria itu mencekik leher Darren dengan satu tangan nya. Hanya dengan satu tangan namun sudah berhasil membuat Darren hampir kehabisan nafas.
" Tuan muda pertama, ada apa ini." Ucap Jamie yang muncul dari balik lift.
Pria itu langsung menghempaskan Darren ke lantai.
" Tidak , tidak mungkin.. Tuan Jamie bahkan memanggilnya tuan muda pertama." Ucap Darren dalam hati.
" Dari mana datang nya sampah ini, Berani berani nya memukulku." Ucap Pria bertopeng itu.
" Maaf tuan muda pertama, ini kunjungan pertamamu kemari dan malah menemui keributan seperti ini. Saya benar benar minta maaf. " Ucap Jamie yang membungkuk kearah pria bertopeng itu.
" Tuan Jamie, dia pasti bukan cucu pertama tuan John kan.? dia pasti penipu." Ucap Darren.
" Siapa anda.? di gedung perusahaan ini tidak memiliki karyawan seperti anda. Keamanan, bawa orang yang tidak punya sopan santun ini pergi. Dan jangan sampai dia datang kembali." Ucap Jamie yang memandang Darren.
" Tuan muda pertama, saya mohon maaf. Mari ikut saya. " Ucap Jamie kepada pria bertopeng itu.
Mereka pun pergi dari sana menuju lantai atas menggunakan lift khusus Presdir. Sementara Darren kini ia sedang di tarik tarik oleh petugas keamanan. Dan Yara pun muncul dari balik sebuah tembok.
" Hufft.. Kenapa bisa pas sekali orang itu datang. Untung saja aku tadi melihat nya dan langsung sembunyi. Darren yang malang, mau menghajar ku malah ketemu orang aslinya. " Ucap Yara..
TO BE CONTINUED..
__ADS_1