Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. ALAM BAWAH SADAR NICHOLAS.


__ADS_3

Adegan beralih kedalam alam bawah sadar Nicholas. Saat ini Nicholas sedang kembali menjadi Nicholas di tiga tahun yang lalu. Ia bersama Timothy, saat itu adalah masa Nicholas dan Timothy menjadi anak nakal yang serba ingin tahu.


" Kakak.." Gumam Nicholas lagi.


Kemudian adegan langsung beralih pada kejadian saat Gamalael datang dan menyelamatkan mereka. Timothy lari lebih dulu, dan meninggalkan Nicholas bersama Gamalael.


" Ayo sembunyi.." Ucap Gamalael.


" Kak, preman itu membawa senjata.. ayo kakak sembunyi bersamaku." Ujar Nicholas.


" Tidak ada ruang untuk sembunyi lagi, dik. Cepat sembunyi, kakak akan baik baik saja." Ujar Gamalael.


Gama mendorong Nicholas memasuki gorong gorong, Jika saja gorong gorong itu cukup untuk tubuh Gama, mungkin Gama sudah masuk juga. Sayang nya Gama terlalu besar.


" Lari kemana kau!" Ucap preman.


" Mana anak kecil itu, dia sudah mengambil barang berharga kami. " Ujar preman yang lain.


" Tidak ada, jika kalian berani lawan aku jangan anak anak itu." Ujar Gama.


" Cari mati, habisi saja dia." Ujar preman yang berwajah paling bengis.


Para preman itu langsung menangkap Gama, bahkan tanpa Gama bisa melawan preman itu memukuli Gama berulang ulang hingga Gama lemas.


" Kakak, hiks! hiks!" Tangis Nicholas tertahan.


Gama tergeletak tak berdaya dengan sekujur tubuh penuh luka.


" Mati kau!!" Ucap seorang preman dan menginjak kepala Gama lalu pergi dari sana.


Setelah semua orang pergi, Nicholas langsung buru buru keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Gama. Tubuh Nicholas bergetar hebat melihat bagaimana mengerikannya kondisi Gama saat ini.


" Kakak.. Kakak.." Ucap Nicholas sambil terisak dan memeluk Gamalael.


" Jangan menangis.." Ujar Gama dengan suara lemah dan nafas yang terputus putus.


" Ini salahku, ini salahku, maafkan aku kak, jika aku tidak nakal kakak tidak akan begini." Ujar Nicholas terisak.


" Bukan, dik.. Kamu tidak salah. Jangan salahkan dirimu. Ini kecelakaan, kakak sangat menyayangimu." Ujar Gama lalu langsung hilang kesadaran.


Gama meningal di pelukan Nicholas, Nicholas terisak pilu melihat kakaknya meninggal mengenaskan. Ia bahkan berteriak teriak minta tolong.


Tiba tiba adegan beralih ketika Gamalael sudah di bawa ke rumah sakit.


PLAK!!


PLAK!!


PLAK!!

__ADS_1


Tiga tamparan keras mendarat di wajah Nicholas, Pras menampar Nicholas dengan sangat keras hingga sudut bibir dan hidung Nicholas mengeluarkan darah.


" Puas kau! Melihat kakakmu terbujur kaku menjadi mayat!" Ujar Pras.


" Gama... Hiks.. Hiks.. hiks.. " Tangis Nely pecah terisak pilu.


" Papa itu bukan salahku, itu karena.."


" Nicholas.." Ujar Timothy tiba tiba masuk dan memotong ucapan Nicholas.


" Timo, jelaskan pada papaku.. Aku tidak bersalah, kan?? Bukan aku yang memanggil kakak tapi.."


" Nicho, kak Gama akan sedih jika melihatmu begini." Ujar Timothy.


" Apa maksudmu? Aku tidak memanggil kakak untuk datang, itu.."


" Diam!! Kamu pembunuh. Bagaimana bisa kamu berhati keji begitu Nicholas, Gamalael adalah kakakmu, dia sangat menyayangi dirimu, tapi kau membuatnya mati untuk melindungimu." Teriak Nely.


Nicholas sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk membela dirinya, semua orang memojokan dirinya dan menyalahkan dirinya.


" Aku tidak melakukannya." Ujar Nicholas dan kembali beruraian air mata.


" Timo.. bantu aku bicara, aku tidak memanggil kak Gama untuk datang." Ujar Nicholas, namun Timothy hanya diam dan menunduk.


" Pergi kau!! Pergi!! " Teriak Nely sambil mendorong dorong Nicholas hingga Nicholas tersungkur di lantai.


Kemudian adegan beralih pada saat pemakaman Gamalael, Nicholas hanya bisa menangis dari jauh menatap sang kakak di kebumikan. Ia tidak boleh mendekat sama sekali ke makam Gama, oleh Nely.


Setelah semua orang pergi, barulah Nicholas mendekati makam Gama, diatas makam gama dia duduk bersimpuh kemudian kembali terisak tanpa suara.


" Timothy yang memanggil kakak, bukan aku. Aku sudah melarangnya untuk menghubungi kakak, tapi dia bersikeras. Kakak meninggal karena Timothy, bukan karena aku." Ujar Nicholas.


" Timothy yang membunuh kakak." Ujar Nicholas.


Gumaman itu berlanjut hingga di alam nyata. Dokter Abraham yang melihat itu pun langsung membangunkan Nicholas. Setelah Nucholas sadar, Nicholas masih merasakan sesak didadanya karena baru saja mengulang keseluruhan adegan itu.


" Kamu sudah mulai memiliki banyak kemajuan. Mungkin kamu bisa menciba oerlahan untuk membuka kebenaran itu." Ujar Abraham.


" Tapi ibuku belum bisa menerima kematian kakak." Ujar Nicholas.


" Biar saya beri tahu, ibumu sebenarnya sudah mulai kembali sadar. Ia sudah tidak lagi tenggelam dalam bayang bayang Gama. Hanya saja ia masih terus begitu terpuruk. Mungkin dengan kamu membuka sedikit demi sedikit kebenaran itu pada ibumu, ibumu akan mulai menerima kenyataan dan sasar sepenuhnya." Ujar Abraham.


" Jadi ibuku sudah memiliki kemajuan?? " Tanya Nicholas.


" Hm.. Ya. Sebenarnya saya tidak ingin memberikan harapan yang belum tentu nyata, tapi melihat bagaimana kamu berusaha dengan keras untuk melawan trauma itu, mungkin itu bisa menjadikan penyemangat rersendiri buatmu." Ujar Abraham.


Nicholas tersenyum senang, akhirnya ibunya memiliki harapan untuk bisa di sembuhkan. Ia hanya harus mengumpulkan semua keberanian nya untuk membuka kebenaran itu.


" Terimakasih dokter." Ujar Nicholas.

__ADS_1


" Tidak masalah, kamu sudah berjuang keras untuk bangkit. Semoga ibumu juga bisa bangkit dari keterpurukannya." Ujar Abraham.


" Hm.. Kalau begitu saya permisi dok." Ujar Nicholas.


" Ya, hati hati di jalan." Ujar Abraham.


' Aku harus menemui Vaye..' Batin Nicholas.


Nicholas melajukan motornya pergi dari rumah sakit. Sebelum itu Nicholas sudsh lebih dulu menghubungi Vaye untuk bertemu di danau seperti biasanya.


Saat Nicholas sampai disana, Vaye juga sampai disana. Keduanya turun dari kendaraan mereka masing masing.


" Kamu yakin kamu ingin melihat rekaman itu? " Tanya Vaye, ketika dirinya dan Nicholas duduk di gazebo.


" Aku ingin mencobanya, Vaye." Ujar Nicholas.


" Baiklah, tapi jika kamu tidak kuat.. Jangan paksa dirimu." Ujar Vaye, dan Nicholas mengangguk.


Vaye pun mengeluarkan laptop dari tasnya, ia mencari rekaman cctv yang sudah ia perbaiki dan kemudian menunjukannya pada Nicholas.


" Ingat, jangan paksa dirimu untuk melihat ini jika kamu tidak kuat." Ujar Vaye, dan Nicholas mengangguk.


Nicholas menekan tombol dan memutar Video itu. Karena ia sudsh mengalaminya berulang ulang di alam bawah sadarnya, ia tidak lagi begitu gemetar ketakutan, walau jantungnya berdetak tidak karuan.


Nicholas melihat bagaiamana kakaknya, Gama.. di pukuli dari video cctv itu. Hingga akhirnya video itu selesai dan Nicholas menatap Vaye.


" Apakah kamu melihat sesuatu?? Setelah kakak mu di pukuli, di akhir video." Ujar Vaye.


" Memang ada apa? Aku tidak melihat apapun." Ujar Nicholas.


Vaye mengambil alih laptop dari tangan Nicholas, kemudian ia mencari detik detik saat cctv itu merekam Timothy yang hanya berdiri dan Vaye memperbesar gambar itu.


" Itu.." Ujar Vaye.


Nicholas tentu terkejut, ia tidak tahu bahwa Timothy ada disana.


" Timothy, dia ada disana? Dia melihat kejadian itu juga." Gumam Nicholas.


" Bukan itu poin nya, Lihat wajah Timothy, dia hanya menatap datar saat kamu menangis memeluk kakakmu. Dia berdiri dengan wajah tanpa ekspresi. Bukankah itu mencurigakan??" Ujar Vaye.


" Aku tidak bermaksud berburuk sangka, tapi dalam hal ini.. kamu yang akhirnya menjadi korban karena dia bersih dari tuduhan apapun. Bahkan dia lebih diakui oleh ayahmu." Ujar Vaye.


Kemudian Nicholas mengingat ingat, sebelum kejadian pembunuhan itu terjadi, Timothy memang mengajaknya melewati jalan yang tidak pernah mereka lewati sebelumnya. Dan karena keduanya memang nakal, Nicholas ikut saja apa yang Timothy lakukan.


Hingga akhirnya mengganggu preman, dan berakhir Timothy menghubungi Gama.


" Coba kamu pikir, alih alih menghubungi Gamalael, bukankah seharusnya dia menghubungi polisi?" Ujar Vaye.


" Kamu benar, ini aneh.." Ujar Nicholas.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2