
Akhirnya saat ini Ethan dan Yara pun berangkat ke kediaman Todd yang lama. Rumah lama dimana Yara tumbuh besar sejak Yara berusia 10 tahun hingga 18 tahun. Meskipun tidak begitu lama, tetapi kenangan manis bersama Davis Todd begitu kental terasa di ingatan Yara.
' Kakek, Yara kembali.. Yara telah mematahkan kutukan itu. Begitu banyak rahasia yang terjadi, semuanya sudah berakhir. Yara sudah bahagia kek, sekarang Yara akan segera menjadi seorang ibu. Beristirahatlah dengan damai kakek..' Batin Yara bermonolog.
" Sayang.. kamu kenapa sedih.?" Ucap Ethan.
" Sudah aku duga, datang kemari hanya akan membuat kamu jadi sedih." Ucap Ethan.
" Bukan sayang.. Justru aku sedang mengenang kenangan manis selama tinggal disini dengan kakek." Ucap Yara.
" Kamu tidak sedang mengenang Darren kan.?" Ucap Ethan.
" Astaga sayang, mana ada aku memikirkan dia." Ucap Yara.
Tiba tiba Darren pun datang.
" Yara.." Ucap Darren.
Yara dan Ethan menengok kearah Darren yang berdiri tak jauh dari sana.
" Kamu sudah datang.?" Ucap Yara.
" Tuan Sandy mengatakan bahwa aku harus datang kemari, jadi aku datang." Ucap Darren.
" Kamu sudah banyak berubah.. Baiklah, aku ingin mengatakan sesuatu. Lebih tepatnya menyelesaikan semua ini. " Ucap Yara.
" menyelesaikan apa.?" Tanya Darren bingung.
Selama ini.. Sebisa mungkin Darren tidak lagi membuat kesalahan seperti dulu, ia sudah berubah. Satu yang masih ia tunggu, adalah kembalinya sang ayah.
" Masuklah paman.." Ucap Yara.
Tak.. Tak.. Tak..
Suara langkah kaki yang lebih seperti langkah kaki laki laki menghunakan sepatu kulitnya.
" A.. Ayah.." Ucap Darren.
" Darren.." Ucap Carig.
Ya, Carig telah sembuh dari lumpuhnya sekitar 5 bulan yang lalu. Satu bulan setelah ia benar benar sembuh total, ia pun di beri tahu tentang istrinya Tsania yang meninggal bunuh diri. Ia benar benar terpuruk dan seolah kehilangan semangat hidup. Tetapi orang orang disana memberinya dukungan, dan lagi.. Darren masih menunggunya kembali.
" Ayah sudah sembuh.." Ucap Darren.
" Yah, ini semua berkat Yara." Ucap Carig.
" Selamat datang kembali paman Carig. Aku berharap dengan semua yang sudah terjadi sebelumnya, bisa membuka matamu dan tidak melakukan kesalahan yang sama." Ucap Yara.
__ADS_1
" Kediaman ini, adalah milik kakek Todd, walau kakek memberikan nya kepadaku, tetapi aku tidak berhak menerima nya. Dan aku lihat juga Darren sudah bisa memimpin bengan baik. Darren telah menjadi Darren yang lebih baik." Ucap Yara.
" Paman Carig Todd, aku Nayara Valerie Maxwell.. Mengembalikan apa yang diberikan mendiang kakek Davis Todd kepadaku, kepadamu. Kamu adalah penerus keluarga Todd, juga Darren. Hiduplah dengan damai, tetaplah menjadi orang yang baik dan rendah hati." Ucap Yara, sembari memberikan semua map dan dokumen pengalihan ahli waris yang dulu di berikan kepadanya.
" Ini.. "
" Jangan menolak paman, aoa yang terjadi sebelumnya tentu aku juga tidsk bisa melupakan nya begitu saja. Rasa benci dan marah mungkin masih ada, tetapi aku tidsk ingin berkelanjutan. Dendamku, sudah berakhir." Ucap Yara.
Darren dan Carig menangis haru, betapa mulianya hati seorang Yara yang dulu selalu mereka coba lenyapkan. Rasanya mereka malu untuk berpijak di bumi ini.
" Yara.. Bolehkan paman memelukmu.?" Ucap Carig.
" Tidak boleh." Ucap Ethan langsung.
" Boleh.." Ucap Yara.
" Sayang.." Ucap Ethan khawatir.
Yara hanya mengusap lengan Ethan sambil tersenyum. Akhirnya Ethan mengizinkan nya sambil tangan nya waspada menggenggam senjata api di belakang tubuhnya.
Carig memeluk Yara dengan oenuh haru.
" Maafkan paman yang dulu selalu menyiksamu, paman merasa malu setelah semua ini.." Ucap Carig.
" Aku mungkin belum bisa memaafkannya sekarang, rasanya di hatiku masih ada sisa luka. Tetapi jika aku sudah memaafkan paman kelak, aku akan datang kemari dan mengunjungimu." Ucap Yara.
Pelukan itu pun terlepas.
" Bangunlah kembali nama keluarga Todd yang sebelumnya rusak. Jagalah peninggalan kakek Todd paman, aku pergi." Ucap Yara.
Yara dan Ethan pun pergi dari kediaman Todd.
' Betapa baiknya dia, gadis yang selalu kami sakiti, kami siksa dsn kami manfaatkan. Hatinya begitu mulia bagai malaikat. Dia adalah Nayara Valerie.. Gadis yang pernah sangat mencintaiku dulu, tetapi karena kebodohanku aku menyiakan dirinya, menyiakan perempuan yang berhati baik bak malaikat. ' Ucap Darren dalam hati.
Yara mungkin bukan malaikat, tetapi hatinya tidka bisa begitu saja tidak peduli pada orang lain. Dia tidak bisa begitu saja tega membawa hal yang bukan miliknya.
" Mommy baik sekali ya sayang.." Ucap Ethan.
" Hah.??" Ucap Yara bingung.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, mereka dalam perjalanan pulang ke kediaman mereka.
" Aku sedang berbicara dengan anak kita. Mommy nya baik, cantik, tangguh, pintar, sungguh nak, jika kelak kamu lahir kedunia.. Jadilah seperti mommy mu yah." Ucap Ethan lagi.
" Daddy.. kita belum tahu jenis kelamin anak kita loh, bahaimana jika dia laki laki." Ucap Yara .
" Mmm.. Tetap saja, sifatnya harus seperti kamu. Jangan seperti aku yang menelantarkan ibuku." Ucap Ethan sendu.
__ADS_1
Ethan kembali teringat dengan Ibunya yang telah tiada.
" Sayang, seorang anak tidak akan membenci orang tuanya tanpa alasan. Begitupun kamu.. semua yang terjadi bukan salahmu." Ucap Yara menghibur suaminya.
" Dengar nak, apapun jenis kelaminmu nanti jadilah kamu seperti Mommy dan Daddy . Tirulah sifat yang baik baik, jangan meniru sifat negatif kita, oke.. " Ucap Yara sembari mengusap perut nya yang masih rata.
Ethan benar benar merasa beruntung memiliki Yara dalam hidupnya, dulu dia berpikir hidupnya hanya akan ada perang perebutan harta dan perang lain nya. Siapa yang tahu ternyata Tuhan sudah menyiapkan sebuah kebahagiaan untuknya. Kebahagiaan yang nyata dan sebenar benarnya, ia memiliki Yara sebagai istrinya, ia juga kembali berkumpul dengan ibunya walau hanya sebentar. Dan kini, ia akan segera menjadi seorang ayah.
" Daddy, mommy boleh minta sesuatu?? Sepertinya mommy ngidam.." Ucap Yara.
Dan itu berhasil mengembalikan senyum Ethan, sungguh.. Yara bagaikan obat tersendiri bagi Ethan.
" Boleh, mommy mau apa.??" Ucap Ethan sembari mengelus perut istrinya itu.
" Sepertinya makan sesuatu yang asam manis enak.. Tapi Mommy mau Daddy yang membuatnya. " Ucap Yara.
" Yang asam manis itu apa.?" Ucap Ethan.
" Mmm.. Mungkin seperti manisan.. Ya, manisan mangga. " Ucap Yara.
" Apa harus daddy yang buat? daddy tidak pernah masuk ke dapur." Ucap Ethan..
" Hmm.. Ya sudah beli, tapi mommy mau daddy yang beli." Ucap Yara.
" Baik, dimana bisa beli sesuatu seperti itu.?" Ucap Ethan.
" Entah.. mommy juga tidak tahu, mungkin di pasar malam." Ucap Yara.
DOENG...
" Pasar malam.??" Ucap Ethan terkejut.
" Sepertinya iya, dulu waktu mommy kecil mommy selaku datang ke sebuah pasar malam di dekat panti. Disana banyak yang menjual makanan, dan mommy lihat ada manisan mangga juga." Ucap Yara.
" Ehhh... ap.. apa tidak ada tempat lain yang jual sayang.?" Ucap Ethan.
" Kamu malu.?" Ucap Yara.
" Buk.. bukan.. tapi demi keamanan." Ucap Ethan.
" Hmmm.. Kalau begitu, besok mommy ajarkan daddy bagaimana caranya agar aman." Ucap Yara.
Ethan hanya menyengir kuda, firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan dirinya.
' Tuhan, semoga calon anak ku tidak menyiksa ayahnya..'
TO BE CONTINUED..
__ADS_1