Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. BELAJAR DENGAN PACAR.


__ADS_3

Vaye dan Nicholas sedang berada di apartemen saat ini. Jika kebanyakan pasangan anak muda yang sedang merasakan cinta yang menggebu gebu akan menghabiskan waktu mereka dengan hal romantis, maka tidak untuk pasangan Vaye dan Nicholas.


" Salah, ini juga salah.. Ulang lagi." Ujar Vaye.


" Sayang.. Otakku hanya sebesar biji kacang almond, tidak bisa berpikir begitu rumit." Ujar Nicholas dengan nada memelas.


" Tidak, ulangi lagi.. Jika jawaban nya belum benar, maka jangan harap kita bisa pergi nonton." Ujar Vaye.


" Baiklah.." Ujar Nicholas sambil menaruh pensil diantara mulut dan hidungnya. Mulut Nicholas monyong saat ini.


Ya, mereka sedang belajar bersama. Nicholas datang dengan segala buku buku tebalnya, dan meminta Vaye mengajarinya. Tapi sepertinya Nicholas menyesali keputusannya itu, dirinya kini justru jadi bulan bulanan Vaye.


Ketika sudah belajar dengan Vaye, jangan harap bisa lolos untuk sekedar beralasan haus. Vaye tidak akan mengijinkannya pergi selangkahpun dari meja yang di gunakan untuk belajar saat ini.


Bagaikan ibu yang sedang mengajari anaknya untuk belajar, Vaye begitu teliti dan serius ketika sudah belajar dan mengesampingkan status Nicholas yang adalah kekasihnya.


" Apakah ini benar?" Ujar Nicholas setelah setengah jam berpikir dengan keras.


Vaye tersenyum, dan Nicholas pun ikut rersenyum, Nicholas yakin jawabannya sudah benar.


" Bagus.. Ini sudah benar." Ujar Vaye sambil mengusap usap kepala Nicholas.


" Yey.. Apakah kita sudah bisa menonton? Kepalaku rasanya mau pecah berurusan dengan math." Ujar Nicholas dan Vaye terkekeh.


" Boleh, ayo.. " Ujar Vaye.


Mereka berdua membereskan buku buku mereka dan kemudian Nicholas langsung bangun menunu dapur, ia membuka kulkas dan meminum air dingin.


" Ah.. Segarnya." Ujar Nicholas.


" Aku ganti baju dulu. " Ujar Vaye, Nicholas mengacungkan jempolnya.


Tak lama akhirnya mereka pun turun ke mall dimana bioskop berada.


" Makan dulu, ya? Aku lapar." Ujar Vaye.


" Iya, sayang.." Ujar Nicholas.


Kini keadaan kembali normal, Vaye menjadi gadis yang manja terhadap Nicholas, dan Nicholas menjadi pacar yang perhatian dan sigap melindungi Vaye, tidak seperti saat belajar tadi.


Saat ini keduanya berada di sebuah restoran cepat saji, karwna waktu mereka sangt terbatas jadi mereka memilih jalan ninja dengan makan di restoran cepat saji saja.


" Sayang, nanti malam kamu tidak kemana mana kan?" Tabya Nicholas.


" Mmm.. Sepertinya tidak, kenapa? " Tanya Vaye.


" Aku tidak bisa menemanimu sampai malam, setelah dari bioskop aku harus cepat pulang. Ada hal mendadak yang harus aku kerjakan, ini berkaitan dengan mama." Ujar Nicholas.


" Ohh.. Ya sudah, aku juga tidak ada rencana kemanapun." Ujar Vaye.

__ADS_1


" Kamu jangan pergi kemana mana, ya? aku takut terjadi sesuatu padamu." Ujar Nicholas.


" Astaga, kamu lupa pacarmu ini siapa?" Ucap Vaye sambil terkekeh.


" Benar juga, siapa yang berani macam macam dengan kekasihku. Tapi pokoknya.. Jangan kemanapun, selain denganku." Ujar Nicholas.


" Iya.. Iya.." Ujar Vaye sambil terkekeh.


Akhirnya mereka pun masuk kedalam bioskop setelah menyelesaikan makan siang mereka.


Di tempat lain..


Sesuai dengan yang Pras katakan saat pagi, ia kini mendatangi showroom milik Nicholas. Dan karena itu akhir pekan showroom pun belum di buka.


" Selamat siang tuan, maaf showroom ini masih tutup, hari senin baru buka." Ujar karyawan yang sedang berberes di sana.


" Oh, tidak apa apa.. Hanya saja siapa pemilik showroom ini? Saya sedang mencari seseorang, dan orang itu datang ke mari semalam." Ujar Pras.


" Oh... Pemiliknya bernama Nicholas, tuan. " Ujar karyawan itu.


DEG!!


Pras terkejut.


Tentu saja ia terkejut, ia bahkan mengira Nicholas menjadi gelandangan setelah tak lagi menerima uang darinya.


" Apakah pemiliknya sungguh bernama Nicholas? " Ujar Pras.


" Iya, tuan." Ujar karyawan itu lagi.


' Apakah aku sebegitu tidak mengenal anakku sendiri, Nicholas selama ini menghidupi dirinya sendiri dengan hasil kerja nya. Ia bahkan mengembalikan semua uang pemberian dariku. ' Batin Pras.


' Seberapa banyak lagi yang tidak aku ketahui tentang nya.' Batin Pras lagi.


" Apakah anda tahu dimana rumahnya?" Tanya Pras pada karyawan.


" Waduh, kalau rumahnya saya kurang tahu tuan. Saya juga baru di seleksi semingguan yang lalu." Ujar karyawan itu lagi.


Pras mengangguk mengerti, ia pun memandangi showroom yang terlihat begitu bagus itu. Pras yakin untuk membangun showroom itu pasti membutuhkan biaya yang banyak. Pras semakin penasaran dengan Nicholas.


" Kalau begitu saya permisi." Ujar Pras.


" Ya, hati hati di jalan tuan." Ujar karyawan itu.


Pras memasuki mobilnya dan pergi dadi sana.


" Taruh orang di sini untuk memata matai Nicholas. Ikuti kemana pun Nicholas pergi hingga ke tempat tinggalnya." Ujar Pras pada supirnya.


" Baik tuan." Ujar sang supir.

__ADS_1


Waktu berlalu, kini Vaye dan Nicholas sudah selesai dari bioskop. Keduanya keluar dari bioskop dan masih saja saling tertawa. Pasalnya film yang merek tonton itu menceritakan kisah cinta romantis namun komedi.


" Sayang, aku antar kamu pulang keatas, lalu aku pulang." Ujar Nicholas.


" Tidak perlu di antar juga tidak apa apa, pergilah kalau kamu takut terlambat." Ujar Vaye.


" Kamu jangan melalukan sesuatu yang membahayakan dirimu, oke?" Ujar Nicholas.


" Iya, astaga.." Ujar Vaye sambil terkekeh.


" Ya sudah, aku pergi dulu." Ujar Nicholas, dan Vaye mengangguk.


Keduanya berpelukan lalu Nicholas mengusap kepala Vaye, dan pergi dari sana.


' Maaf sayang, aku harus berbohong.' Batin Nicholas.


Vaye sendiri memasuki toko lain, ia tidak langsung pulang ke atas tetapi masuk ke sebuah toko yang menyediakan segala macam kebutuhan rumah.


" Hmm.. Sepertinya menaruh ayunan rotan di balkon akan menyenangkan. Bisa untuk bersantai saat sendirian." Gumam Vaye.


Vaye berkeliling di dalam toko itu, entahlah.. Perempuan itu tidak jauh jauh dari kata shoping, jika melihat sesuatu yang lucu maka akan tertarik.


" Vaye, kau disini?" Ujar suara yang Vaye kenal.


" Mark, kamu di sini dengan siapa?" Tanya Vaye.


" Dengan mama dan papa, biasa family time. Tapi mereka sedang.. Ya.. Sedikit argue karena beda pendapat." Ujar Mark.


" Ohh.. " Ujar Vaye.


" Kamu dengan siapa?" Tanya Mark.


" Nicholas, tadinya.. Tapi dia sudah pulang karena ada urusan denagn ibunya." Ujar Vaye.


" Begitu.. Untung ketemu kamu, kalau tidak aku seperti orang hilang sendirian. Mama dan papa menelantarkan aku demi memperdebatkan sebuah sofa." Ujar Mark dan Vaye terkekeh.


" Ayo kita berkeliling.. Aku juga sedang tidak ada tujuan." Ujar Vaye dan Mark mengangguk antusias.


Di tempat lain..


Nicholas mengemudikan mobilnya bukan kearah rumahnya, ia memasuki tol dan pergi menuju ke arah kota lain.


" Halo.. Ya, aku sedang menuju kesana." Ujar Nicholas.


" Ya.. Vaye tidak tahu bahwa aku pergi untuk menemuimu, jangan khawatir." Ujar Nicholas.


" Baik, sampai jumpa disana." Ujar Nicholas, dan panggilan pun di akhiri.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2