
Ethan tidak bisa berhenti berpikir, setelah menyuruh Roger untuk pergi, dirinya dan yang lain kini sednag dilanda kebingungan.
' Berapa banyak rahasia yang dia sembunyikan sebenarnya, Kristin mengatakan bahwa Yara terkena kutukan sebelumnya, lalu ini.. Tiba tiba muncul sosok yang sama dengan Yara. Atau jangan jangan.. ' Batin Ethan bermonolog.
" Jangan jangan dia adalah saudara kembar Yara.!!" Teriak jilian.
Semua orang juga berpikir demikian, secara tidak langsung mereka memikirkan hal yang sama.
" Aku juga berpikir begitu, tapi selama ini Yara sama sekali tidak membahas tentang keluarga kandungnya." Ucap Ethan.
" Apakah itu alasan dia meminta poin perjanjian agar kau tidak mencampuri urusan pribadinya.? Dia menutupi jati dirinya selama ini." Ucap Rayson.
Entah mengapa Ethan merasa sedih, ternyata dihati Yara dirinya belum bisa menjadi sandaran nya.
" Apakah sudah di temukan siapa pria itu.?" Tanya Ethan.
" Tidak ada.. Identitasnya adalah Yuka Andrea Loo yang Yara gunakan." Ucap Bara.
" Bagaimanapun dia orang yang sama. Tapi mengapa selama ini dis tidak pernah terlihat.??" Ucap Jilian.
" Tunggu.. Than.. Apakah kau memikirkan apa yang aku pikirkan.?" Ucap Bara.
" Apa.?" Ucap Ethan.
" Kau tidak ingat?? Aku pernah pernah bertemu dengan nya saat di lampu merah, kau ingat.??" Ucap Bara.
' Benar, saat aku tidak sengaja berada di kediaman Todd juga aku melihat rambut abu abu ini. Itu sebabnya Yara sempat terkejut saat aku bertanya tentang ia mengubah warna rambutnya.' Batin Ethan bermonolog.
" Berarti selama ini dia ada disekitar kita, tunggu.. Kalau begitu selama ini apakah mereka sering bergantian.? Dulu saat Yara hilang, dia muncul. Kali ini dia muncul berarti Yara.. " Ucap Bara menggantung.
" Sesuatu pasti terjadi pada Yara." Ucap Rayson.
Ethan bangkit dari duduknya, dan pergi dari sana.
" Kau mau kemana Than.?" Tanya Rayson.
" SAL." Sahut Ethan.
Sebagai teman sekaligus tangan kanan Ethan, Rayson tentu saja langsung bergegas menyusul Ethan.
" Kalian tunggu di sini saja, aku dan Ethan yang akan kesana." Ucap Rayson.
__ADS_1
Akhirnya Ethan dan Rayson pun pergi melaju ke perusahaan SAL sore itu juga. Sesampainya disana, Ethan dan Rayson langsung meminta pada bagian resepsionis untuk bertemu dengan Sandy.
" Sungguh suatu kehormatan melihat musuh bisnis datang ke perusahaanku. Apa yang membuat tuan Dominique datang kemari?" Tanya Sandy yang berjalan keluar dari lift khusus.
" Aku ingin berbicara penting denganmu." Ucap Ethan.
" Hal penting apa.?" Tanya Sandy.
" Tuan Sandy Loo, tidak kah kau memberi kami muka untuk sekedar duduk.?" Ucap Rayson.
" Oh, maaf.. Maaf.. Kalau begitu mari ikut denganku. Aku terlalu terkejut melihat kalian datang, jadi sedikit gagal fokus." Ucap Sandy sedikit tertawa.
Mereka pun berjalan memasuki perusahaan Sandy, di saat yang bersamaan Ethan juga melihat anggota keluarga Todd, yaitu Darren Todd di sana.
' Kenapa dia ada disini.?' Batin Ethan berucap.
Sandy membawa Ethan dan Rayson menaiki lift khusus petinggi perusahaan, dan tak lama mereka pun sampai di ruangan Sandy.
" Hal penting apa yang membuat kalian dua tuan muda ini datang padaku.?" Ucap Sandy akhirnya.
Sandy tidak menunjukan ramah tamah nya lagi, kali ini wajahnya berubah, yang sebelumnya cukup ramah sast di loby, maka berbeda dengan yang saat ini berada diruangan nya. Sandy kurang lebih sama seperti atasan nya, yaitu Ryuchie.
" Kau merubah wajah dengan sangat cepat." Ucap Rayson.
" Sandy Loo, aku ingin tahu siapa sebenarnya Yuka? Apakah dia benar benar nyata ada, atau hanya identitas palsu." Ucap Ethan akhirnya.
" Kenapa juga aku hsrus memberitahumu.? Siapa dia? Tentu saja Yuka adik ku." Ucap Sandy enteng.
" Kau tidak bodoh untuk mengetahui kebenaran bahwa Yuka adalah Yara kan? Kau yang memberinya identitas baru sebagai Yuka, tapi.. Siapa sosok ber rambut abu abu.? Dia bukan Yara kan.?" Ucap Ethan.
DEG.!!
Sandy terkejut, na.un langsung bisa menyembunyikan keterkejutan nya.
" Kau terkejut, aku tahu itu. Dimana Yara.??" Ucap Ethan langsung.
" Apa maksudmu? Yara adalah Yuka, dan saat ini dia adalah adik ku. Aku yang melindunginya selama ini, jadi tidak usah kau membuat onar. Siapa pula sosok yang kau sebutkan. Dan tentang dimana Yara, tentu saja dia aman bersamaku." Ucap Sandy.
" Yara terluka.. Dan sosok yang aku lihat itu sudah pasti bukan Yara. " Ucap Ethan
' Sial, aku melupakan satu penggemar nona ini. Tapi dari mana dia tahu nona terluka? Apakah Roger memberi tahu dia.?' Batin Sandy bermonolog.
__ADS_1
" Yara baik baik saja, dan tidak terluka sama sekali." Ucap Sandy.
" Kau tidak bisa membohongiku Sandy Loo. Aku sangat mengenal Yara ku, tatapan nya, sikap dan sifat nya aku kenal dia. Dan sosok yang aku lihat siang tadi, itu bukan Yara." Ucap Ethan.
' Yara mu konon.. Sejak kapan nona menjadi Yaramu. Jika tuan muda tahu ini, sudah pasti kau di cincang.' Batin Sandy bermonolog.
"Bisa jadi sifat dan sikap yang di tunjukan kepadamu itu kepura puraan kan, selama ini dia selalu siaga dengan siapapun bahkan termasuk aku, orang yang menyelamatkan nya. Jadi mungkin setelah kejadian kemarin, ia kembali sadar.. Tidak ada yang bisa di percaya selain aku." Ucap Sandy.
' Jika tuan muda mendengar ini maka aku yang akan dicincang.' Batin Sandy berucap ngeri.
Ethan terdiam, memang terlalu banyak yang berubah setelah Yara kembali, dan dia juga menyadari hal itu. Tapi satu yang tidak berubah yaitu sifat pedulinya kepada sesama.
" Lebih baik kalian pergi saja, aku masih banyak urusan. Dan satu lagi, tidak perlu menyelidiki siapa Yuka, atau Yara. Mereka adalah orang yang sama, yaitu Yara. " Ucap Sandy.
Ethan akhirnya bangkit dari duduknya, meskipun yang dikatakan Sandy memang masuk akal, tapi Ethan yakin bahwa yang sebumnya ia temui bukan Yara.
" Kalau begitu kami permisi tuan Sandy Loo." Ucap Rayson.
Ethan dan Rayson pun pergi dari sana. Setelah Ethan dan Rayson pergi, tiba tiba masuk si sosok yang di bicarakan oleh mereka tadi.
" Bagus kau huh, mengatakan kau lah penyelamat adik ku, lalu apa barusan kau bilang? Adikku tidak percaya orang lain selain dirimu.?? Kau katakan, pemakaman mana yang kau tunjuk untuk mengebumikan mu." Ucap Ryuchie.
Sandy seketika menjadi pias.. ketakutannya rupanya di dengarkan sang tuan.
" Hehehe.. Tuan muda , aku kan melakukan itu untuk mengelabuhi Ethan. Mereka sudah curiga, karena sifat dan sikap tuan muda dan nona sangatlah berbeda." Ucap Sandy.
" Heng.!! Membela diri. Sudahlah, aku sudsh dengar semuanya. Tidak disangka dia memiliki pandangan khusus pada adikku." Ucap Ryuchie sendu.
" Eh.. Kenapa tuan muda sedih.??" Tanya Sandy bingung.
" Adikku, sudah memiliki seorang pria.. Apalah artinya aku ini." Ucap Ryuchie penuh drama.
Sandy sudah sering melihat hal itu, dirinya hanya bisa menyengir garing seperti kuda.
' Dasar raja drama, sepertinya aktor pun kalah kalau disandingkan dengan tuan muda. Bagaimana bisa dia memiliki sifat seperti ini, seperti memiliki dua kepribadian.' Batin Sandy bermonolog.
" Jangan mengumpatku Sandy Andrea Loo." Ucap Ryuchie dengan tatapan tajam.
" Ehehehe.. Aku tidak tuan muda. Aku justru sedang berpikir, apakah nona sudah sadar atau belum." Ucap Sandy menyangkal.
" Pembohong." Ucap Ryu dengan mata memicing.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..